LEGENDA PENDEKAR API ABADI

LEGENDA PENDEKAR API ABADI
Episode 237. Zhao Yun Zhi vs Bai Yuki


Tanpa menunggu waktu lama lagi, Zhao Yun Zhi dan Bai Yuki kini sama-sama berdiri di atas arena dengan pedang kayu yang akan mereka gunakan.


Para murid sekte seribu pedang khususnya para murid laki-laki, terlihat bersorak ramai dan meneriakkan nama Zhao Yun Zhi dari tempat mereka masing-masing.


"Ayo Dewi seribu pedang ku!!! kalahkan dia." Teriak para murid begitu antusias karena sudah menunggu pertarungan tersebut sejak tadi.


Shuyang yang bahkan baru pertama kali melihat kecantikan Zhao Yun Zhi juga terlihat menatap wajahnya dengan tatapan penuh kekaguman dengan keindahan dari wajah cantik gadis tersebut.


"Wahh tidak kusangka, ternyata selain tuan putri Zhu Qing, Xui, dan Ling Mei, masih ada seorang dewi yang begitu cantik di sekte seribu pedang." Ucapnya yang langsung disambut tatapan sinis dari ketiga gadis yang sedang berada di sebelahnya.


Menyadari adanya tatapan tidak senang dari ketiga gadis tersebut, Shuyang tentunya hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Hmp!!!" Ketiga gadis tersebut langsung membuang muka dan larut dalam pikirannya masing-masing.


"Apakah kak Ling Yan akan menjadi seperti ini juga setelah melihat kecantikan Zhao Yun Zhi itu." Batin Xui khawatir.


Ia lalu mengedarkan pandangannya ke arah para murid sambil mencoba mencari keberadaan Ling Yan di tengah-tengah keramaian murid sekte seribu pedang.


Sementara itu di tempat Ling Yan saat ini, ia terlihat tidak bergeming sedikitpun dan hanya memperhatikan kedua murid yang sebentar lagi akan melakukan pertarungan tersebut.


Di dalam pikirannya saat pertama kali melihat kecantikan Zhao Yun Zhi ia memang sempat tertegun dan sedikit terpesona, namun ia tidak seperti para murid lain yang berteriak kegirangan.


Wu Ya yang melihat keduanya sudah bersiap, kini mulai mengambil jarak setelah mengatakan aba-aba.


"Mulai!!!


Pertarungan teknik pedang antara keduanya pun dimulai dengan Zhao Yun Zhi yang maju menyerang dengan pedang kayunya terlebih dahulu dan langsung menggunakan teknik bertarung miliknya.


"Teknik pedang membalik langit."


Bai Yuki yang menjadi lawan Zhao Yun Zhi pun tidak tinggal diam, ia kemudian bergerak menahan serangan Yun Zhi dengan mantap sebelum menggunakan teknik pedang yang ia miliki.


"Sayap elang membelah langit." Bai Yuki menahan serangan Yun Zhi dan menggeser posisi sedikit ke sebelah kanan lalu bergerak menyerang sisi kanan Yun Zhi dengan pedangnya.


Serangan Bai Yuki terlihat cukup cepat dan seperti tidak dapat di hindari oleh Yun Zhi, tetapi kecepatan pergerakan Yun Zhi masih lebih cepat dari pedang Bai Yuki.


Dengan sekali gerakan memutar, Yun Zhi berhasil menahan serangan tersebut dan membuat Bai Yuki terpaksa melompat kebelakang untuk mengambil jarak.


Zhao Zhang yang melihat pergerakan putrinya terlihat tersenyum tipis dan membatin.


"Hmm sepertinya beberapa bulan terakhir, Yun Zhi melatih ilmu pedangnya dengan cukup baik." Batinnya.


Sementara para murid yang melihat pertarungan tersebut tidak henti-hentinya menatap kagum kearah Yun Zhi terutama para murid pria yang kagum akan kecantikan gadis tersebut.


"Wahhh kau lihat itu, cantik sekali." Teriak salah satu murid pria.


"Wahhh kak Yun Zhi aku bersedia menikah dengan mu walaupun aku harus mati di ujung pedangmu." Teriak seorang murid lagi yang membuat murid disebelahnya mengatainya bodoh.


"Bodoh, jika kau mati di ujung pedangnya maka kau tidak akan bisa menikahinya." Ucap murid itu.


"Walaupun kau tidak matipun kau juga tidak bisa menikah dengannya, karena perbedaan kalian terlalu jauh." Sambung seorang murid lagi.


Kembali ke pertarungan, Bai Yuki yang sebelumnya mengambil jarak kembali menggunakan sebuah teknik bertarung dan bergerak ke kiri dan ke kanan sebelum melayangkan serangannya.


Tiba-tiba tubuh Bai Yuki yang tengah memegang pedang kayu terlihat seperti menjadi lebih dari satu dan terus bertambah saat Bai Yuki berpindah ke tempat satu ke tempat yang lain.


Lalu setelah ia kembali pada bayangannya yang pertama, seluruh bayangan tersebut tiba-tiba bergerak secara bersamaan dan maju menyerang ke arah Zhao Yun Zhi yang berada di tengah-tengah arena.


Namun dengan kecepatan yang luar biasa yang ia miliki, serangan Bai Yuki tersebut berhasil di hentikan oleh Yun Zhi dengan sekali gerakan cepat dan tepat menahan serangan yang dilakukan tubuh asli Bai Yuki yang asli.


"Menembus tetesan hujan!!"


Pedang di tangan Bai Yuki hampir saja terlepas karena serangan tiba-tiba yang dilakukan oleh Yun Zhi dan membuat pegangan Bai Yuki pada pedang kayunya sedikit bergetar.


Bai Yuki terlihat menggertakkan giginya sambil mempererat pegangannya pada gagang pedang kayu yang ada di tangannya.


"Sial, bagaimana bisa ia menebak serangan ku dan bergerak dengan kecepatan seperti itu." Batinnya.


Zhao Yun Zhi yang menyadari tangan Bai Yuki yang sedikit bergetar, terlihat tersenyum menyeringai sebelum kembali bergerak ke arah Bai Yuki dengan pedang kayunya.


"Teknik Seribu Pedang tahap pertama!! Sayatan seratus pedang!!!" Dengan kecepatan penuh Zhao Yun Zhi terus menekan lawannya hingga membuat Bai Yuki kewalahan dan terpaksa mengubah posisi bertarungnya menjadi bertahan.


Ling Yan yang melihat teknik pedang yang digunakan oleh keduanya pelan-pelan merasa bisa memahami teknik pedang yang mereka berdua gunakan.


"Jadi seperti ini pemahaman ilmu pedang yang di kuasai oleh ketua Zhao Zhang, semakin pedang itu diasah, semakin tajam pula pedang itu." Ucap Ling Yan yang di dalam pikirannya sudah mulai ada bayangan teknik pedang yang baru.


Dan semakin lama Ling Yan memperhatikan teknik seribu pedang milik Yun Zhi, semakin banyak pula gerakan teknik pedang yang masuk di kepalanya.


"Mungkin saat ini aku bisa menguasai setengah dari gerakan Yun Zhi itu." Ujar Ling Yan.


Sementara Bai Yuki yang terus di tekan oleh Yun Zhi tidak dapat mempertahankan posisinya hingga ia terpaksa bergerak mundur kebelakang secara perlahan.


Mendapati posisinya yang sudah sangat terpojok, Bai Yuki yang belum mau dikalahkan begitu mudah terpaksa mengubah haluan serangan Yun Zhi dan membuatnya mendapatkan sebuah celah.


Tanpa menunggu lama lagi, Bai Yuki memanfaatkan celah yang terbuka itu dan langsung menggunakan teknik pedang andalannya.


"Teknik Pedang Bayangan bentuk ketiga, bayangan membunuh iblis!!!"


Tanpa ia sadari, gerakan yang Yun Zhi lakukan sebelumnya ternyata hanya untuk membuat Bai Yuki lengah dengan pertahanan yang ia lakukan hingga membuat pedang kayunya hanya menghantam lantai arena karena Yun Zhi sudah tidak ada di tempatnya.


Di detik berikutnya, Bai Yuki yang mendapati Yun Zhi berhasil menghindari serangan tersebut terlihat hanya bisa terdiam karena saat ini pedang kayu Yun Zhi sudah di letakkan tepat di lehernya.


"Sejak kapan kau." Bai Yuki menggertakkan giginya tidak percaya.


Sementara Ling Yan yang dapat melihat dengan jelas gerakan Yun Zhi tadi terlihat tersenyum dan berdecak kagum dengan pemahaman ilmu pedang dan teknik bertarung yang ia miliki.


"Zhao Yun Zhi, dia memang pantas berada di peringkat 1 murid inti, dan lagi pemahaman ilmu pedangnya juga sudah sangat tinggi." Batin Ling Yan.


"Zhao Yun Zhi memenangkan pertandingan dan maju ke babak selanjutnya." Ucap Wu Ya yang langsung disambut sorakan meriah dari seluruh murid.


"Hebat!!!!!"


"Yun Zhi Dewi pedang ku aku bersedia menjadi budakmu!!!!"


Sementara Bai Yuki yang masih berada di posisinya harus mengakui keunggulan Yun Zhi dan mengangkat tangannya setelah melepaskan genggamannya dari pedang kayu yang sebelumnya ia gunakan.