
Desa Rumput Giok.
Di dalam sebuah rumah obat di desa rumput giok, terlihat seorang pria paruh baya yang memakai pakaian layaknya seorang aklemis sedang berkonsentrasi mengendalikan api pada tungku obat di depannya.
Wajah pria paruh baya itu kini di hiasi oleh beberapa butiran air keringat yang terus mengucur dari wajahnya.
Lama kelamaan pria paruh baya itu lalu mengalirkan lebih banyak tenaga dalam hingga membuat nyala api yang ia gunakan menjadi lebih besar.
Namun ada yang berbeda dari kobaran api yang digunakan oleh pria paruh baya itu, jika biasanya seorang aklemis menggunakan api biasa saat meracik sebuah pil obat, pria paruh baya tersebut terlihat menggunakan kobaran api yang berbeda dari yang lain.
Terlihat kobaran api tersebut memiliki warna keemasan dan juga memiliki suhu yang sangat panas, bahkan mungkin api tersebut dapat membakar apapun menjadi debu.
Tetapi karena kemampuan pengendalian tenaga dalam yang begitu hebat serta kekuatan jiwa yang begitu murni, pria paruh baya tersebut dapat mengendalikan kobaran api yang ia miliki dan menggunakannya untuk meracik pil obat seperti yang saat ini sedang ia lakukan.
"Pil terbentuk!!" Pria paruh baya itu kembali mengalirkan tenaga dalam lebih banyak hingga membuat kobaran api pada tungku obat menjadi lebih besar lagi, sampai akhirnya pil obat yang ia racik kini terbentuk sempurna.
Sebutir pil obat berwarna biru muda kini melayang di atas tungku obat yang di gunakan pria paruh baya itu untuk meracik obat. Tanpa pikir panjang pria paruh baya itu dengan cepat meraih pil tersebut lalu memasukkannya ke dalam tempat penyimpanan khusus untuk pil.
"Akhirnya pil rembulan biru berhasil dibuat." Pria paruh baya itu menatap sejenak pil yang baru saja ia racik sebelum memasukkannya kedalam tempat penyimpanan pilnya.
Pil Rembulan biru sendiri adalah sebuah pil tingkat 8 yang hanya bisa dibuat oleh seorang master aklemis atau bisa juga di sebut aklemis bintang 8 ke atas.
Pil rembulan biru sendiri memiliki khasiat penyembuhan yang begitu kuat karena di racik dengan bahan herbal yang langka serta menggunakan inti kekuatan siluman tingkat tinggi.
Dikatakan jika seorang pendekar yang mengalami luka dalam yang begitu parah dan mengkonsumsi pil ini, walaupun ia hanya memiliki satu tarikan nafas tersisa, pil ini dapat mengembalikan keadaan orang itu menjadi seperti semula.
Dan jika yang mengkonsumsi pil ini adalah seorang yang sehat, maka orang tersebut akan mendapatkan tenaga dalam sebanyak 30 garis tenaga dalam tergantung dari bakatnya masing-masing.
Tak lama kemudian setelah pria paruh baya itu memasukkan pil tersebut kedalam tempat penyimpanan pilnya, sebuah suara yang terdengar sepuh kini terdengar sedang menyapanya dari belakang.
"Tuan Shen Yu, apakah pil rembulan biru yang aku minta sudah selesai kau buat?" Tanya seorang pria sepuh di belakangnya yang memanggilnya dengan nama Shen Wu.
Shen Wu yang mendengar itu sontak membalikkan badannya dan mendapati seorang pria sepuh yang sepertinya sudah berusia hampir genap 100 tahun.
Terlihat dari penampilan pria sepuh itu yang menggunakan sebuah jubah berwarna biru terang dengan corak pedang pada pakaian yang ia kenakan.
"Hmm sudah selesai ketua, seharusnya seorang ketua sakte seribu pedang tidak perlu sampai menemuiku secara langsung jika kedatanganmu kali ini hanya untuk sebuah pil rembulan biru bukan?" Ucap Shen Yu menatap heran pada pria sepuh yang ia panggil ketua sakte seribu pedang.
Orang yang saat ini berada di hadapan Shen Yu adalah seorang pendekar tingkat tinggi yang memiliki kemampuan puncak pendekar suci.
Pria sepuh tersebut bernama Zhao Zhang, dia adalah seorang patriak atau ketua dari sakte terkuat yang ada di kekaisaran Wei yaitu sakte seribu pedang.
Karena kemampuan bertarungnya yang sangat hebat di sertai dengan teknik berpedang tingkat tinggi yang ia miliki, Zhao Zhang juga sering di juluki sebagai pendekar seribu mata pedang.
"Hahaha! Tuan Shen Yu, kau masih saja sama seperti dulu, dugaan mu memang benar aku memiliki tujuan lain untuk datang kemari." Pria sepuh itu memberi jeda sejenak sebelum kembali melanjutkan perkataannya.
Sebenarnya Zhao Zhang sudah berulang kali datang untuk menemui Shen Yu dengan alasan yang sama, yaitu mengajak Shen Yu untuk bergabung dengan sakte seribu pedang.
Akan tetapi Shen Yu terus menolak permintaan Zhao Zhang dan terus saja memberikan alasan yang sama kepadanya.
Lalu hari ini ia kembali lagi dengan alasan ingin dibuatkan sebuah pil rembulan biru, padahal alasan utamanya datang ke kediaman Shen Yu masih tetap sama seperti yang sudah berlalu.
Shen Yu menghela nafas sejenak sebelum menanggapi permintaan Zhao Zhang itu.
"Ketua Zhang, ini sudah ke 7 kalinya kau datang kemari dan memintaku untuk bergabung dengan sakte seribu pedang dan aku selalu menolaknya." Ucap Shen Yu yang di sambut anggukan kepala dari Zhao Zhang.
"Dan kau jelas tahu bukan, alasan yang aku berikan padamu akan tetap sama, aku masih menunggu takdir seseorang yang akan menjadi pemilik dari api spiritual yang aku miliki." Sambung Shen Yu lagi.
"Hmm tapi tuan Shen, mau sampai kapan kau menunggu kedatangan orang itu?" Tanya Zhao Zhang.
"Aku tidak tahu ketua Zhang, tapi... aku sudah pernah bertemu dengan orang itu dan tidak lama lagi ia akan datang padaku dan memenuhi takdirnya." Jawab Shen Yu.
Mendengar perkataan Shen Yu, sebuah ide kini terlintas di dalam benak Zhao Zhang.
"Hmm tadi kau bilang orang itu pada akhirnya akan menemukan takdirnya juga bukan?" Tanya Zhao Zhang pada Shen Yu sambil tersenyum tipis.
"Hmm itu benar, lalu?" Shen Yu menatap heran wajah Zhao Zhang yang saat ini sedang tersenyum tipis ke arahnya.
"Hmm bukankah orang itu pada akhirnya akan datang padamu, jadi apa salahnya jika kau menunggunya di sakte seribu pedang?" Ucap Zhao Zhang dengan senyum manisnya.
"Eh ini...." Mendengar perkataan pria sepuh dihadapannya, Shen Yu mulai berpikir sejenak dan mencerna apa yang baru saja dikatakan oleh Zhao Zhang.
"Apa yang dia katakan memang tidak sepenuhnya salah, jika memang anak itu akan memenuhi takdirnya, maka pasti ia juga akan datang padaku walaupun aku tidak berada di sini." Batin Shen Yu yang kini mulai menimbang nimbang perkataan Zhao Zhang.
"Bagaimana mana tuan Shen, yang aku katakan memang benar bukan, jadi bagaimana keputusan mu?" Ucap Zhao Zhang yang masih memasang senyum manis di wajahnya.
Shen Yu menghela nafas sejenak sebelum menjawab perkataan Zhao Zhang.
"Haihh apa boleh buat, yang kau katakan memanglah tidak salah, kalau begitu aku akan bergabung dengan sakte seribu pedang dan menjadi seorang guru aklemis di sana, tapi...."
"Ayolah tuan Shen apa lagi yang mengganjal pikiranmu?" Tanya Zhao Zhang pada Shen Yu.
"Tidak, bukan apa-apa, hanya saja saat ini aku belum bisa ikut denganmu karena ada sesuatu yang harus aku urus terlebih dahulu, aku akan datang ke sakte seribu pedang saat urusanku sudah selesai." Jawab Shen Yu.
"Hmm aku bisa mengerti apa maksudmu, kalau begitu aku akan menunggu kedatanganmu di sakte seribu pedang." Ucap Zhao Zhang sebelum berpamitan dan membalikkan badannya keluar dari kediaman Shen Yu.
Sesampainya di luar kediaman Shen Yu, Zhao Zhang langsung mengalirkan tenaga dalamnya dan melesat dengan kecepatan tinggi menggunakan ilmu meringankan tubuh miliknya.
"Hmm akhirnya aku berhasil membujuknya untuk bergabung dengan sakte seribu pedang, dengan begitu sekarang kekuatan sakte seribu pedang kini akan bertambah lebih kuat lagi." Gumam Zhao Zhang di dalam perjalanannya kembali ke saktenya