
Chapter 99. Kehidupan Baru.
Terdengar suara berisik diluar, banyak obrolan tentang kompetisi Asyura Path, topik utama mereka membicarakan dua sosok wanita cantik dari Akademi Istana Surgawi, yang gosipnya ikut dalam acara Asyura Path.
Kedua wanita yang menjadi topik utama pembicaraan bernama He Hua dan Miao Jiang, memiliki kekuatan Dewa Bintang dan Dewa Matahari, dan julukannya Peri Bersaudari, dan memang wajah mirip dan berbakat diantara teman di akademi.
Walaupun hanya gosip, para peserta sangat antusias ingin dekat dengan mereka jika memang ikut serta dalam kompetisi ini, dan sudah banyak rencana dibenak mereka.
Tian Zhi menggeliatkan tubuhnya, dengan malas dia membuka mata saat mendengar suara obrolan mereka, saat membuka mata, dia melihat sekitarnya dengan memegangi kepala yang terasa sedikit pusing.
"Dimana ini! " gumam Tian Zhi saat melihat ruangan yang tidak dia kenali, dia segera beranjak dari tempat tidur dan melihat keluar jendela.
Tian Zhi melihat Kota Besar dari jendela kamar lantai empat di sebuah penginapan, banyak orang berbagai ras lalu lalang di jalan, banyak gedung-gedung bertingkat, pedagang menawarkan produk andalan, anak kecil berlari dan tertawa bersama temannya.
Tian Zhi tersenyum melihat cerianya wajah anak-anak kecil yang bermain, dimana orang tuannya kewalahan mengikuti anaknya yang aktif. Dia juga melihat gerak-gerik pencopet yang mendapatkan targetnya, benar-benar kota yang sibuk berbagai aktivitas.
Melihat banyaknya muda-mudi membawa senjata andalan dan membentuk kelompok, membuat Tian Zhi teringat, jika hari ini di mulainya Kompetisi Asyura Path hari pertama. Buru-buru dia menuju kamar mandi untuk mempersiapkan diri, sebab dia salah satu peserta dalam kompetisi Asyura Path.
Dengan hati riang dan wajah ceria, Tian Zhi bersiul sambil tubuhnya diguyur air...
Ya, Tian Zhi tidak mengingat apapun yang telah dia alami, Yuke tangan kanan dari Dewi Cahaya telah menghilangkan ingatannya, dan juga memulihkan kondisi wilayah Kerajaan Dewa Dewi. Yang mengejutkan, semua orang yang telah mati dibunuh Tian Zhi juga dibangkitkan, infrastruktur kembali seperti semula, bahkan tidak hanya Tian Zhi saja yang kehilangan ingat, tapi semua penghuni di Benua Peri telah dihilangkan ingatannya dari pembantaian dan wajah Tian Zhi.
Tian Zhi juga tidak ingat memiliki kekasih maupun orang yang dia kenali, dia hanya mengenal dirinya sendiri dan misinya mencari Batu Keabadian, dia juga tidak ingat tentang Benua Permata Hitam maupun Benua Awan Timur, intinya dia hanya tahu dirinya sendiri yang terlahir di Benua Peri dan menjadi anak yatim piatu.
Dalam ingatannya, Tian Zhi hidup sebatang kara, berjuang keras dalam hidupnya untuk mencapai kekuatan Dewa Alam level dua, bertarung dengan banyak kultivator untuk berebut sumberdaya, dia juga tidak ingat akan dendamnya yang belum tersampaikan.
Saat ini, Tian Zhi hidup baru dan masalah baru dengan usia 26 tahun.
Misinya mencari tujuh Batu Keabadian yang dia dapatkan dari sebuah makam kuno yang tidak dengan sengaja dia masuki, dan kini dia telah mendapatkan dua Batu Keabadian.
Dimakam kuno dia bertemu dengan seseorang wanita misterius yang memberikan misi utama.
Selain mengikuti kompetisi Asyura Path demi sumberdaya, Tian Zhi juga harus menjadi juara pertama untuk mendapatkan salah satu Batu Keabadian.
Tian Zhi keluar dari penginapan, disaat dia keluar tatapan mata semua orang yang kenal tampak tidak menyukainya dan juga ada sebagian orang mengaguminya. Tian Zhi dengan cuek menuju lokasi transportasi menuju tempat kompetisi Asyura Path.
"Cih! Anak haram jika ikut acara ini, dia pasti membuat onar!? " hina seseorang peserta yang melihat punggung Tian Zhi.
Tian Zhi yang mendengar hinaan dan ejekan tampak biasa dan tidak marah, dia hanya tersenyum tanpa ada niatan untuk membalas.
Di ingatannya sekarang, dia sudah biasa mengalami hal seperti ini sejak kecil, berbeda jauh saat dirinya masih menjadi sosok pendendam dan tidak segan-segan membunuh siapapun.
Akhirnya Tian Zhi telah tiba di lapangan parkir kapal angkasa dan segera mengantri untuk pemeriksaaan. Tian Zhi melihat banyak kapal angkasa berjajar yang siap membawa para peserta, guru dan perwalian menuju tempat kompetisi Asyura Path.
Pria itu adalah Wu Chou putra ketiga dari Raja Wu penguasa wilayah Dewa Dewi. Wu Chou sangat membenci Tian Zhi karena telah dipermalukan di Paviliun Formasi Bintang saat beradu keterampilan dalam Formasi.
"Anak haram, aku pastikan kamu tersingkir dihari pertama! Hahaha! " teriakan Wu Chou yang sangat benci kepada Tian Zhi, dan sudah membuat skema untuk mengalahkannya.
Semua orang melihat kearah Tian Zhi dan seketika cibiran buruk tentang dirinya menjadi anak haram.
Banyak orang tahu jika Tian Zhi yang sekarang adalah anak hasil perselingkuhan dari seorang istri bangsawan berpangkat Duke, dengan seseorang tamu dari Benua Awan Timur.
Ibunya bernama Zhi Mei dan pria selingkuhannya dari Benua Awan Timur bernama Tian Kaili, dan Zhi Mei memberikan nama putranya Tian Zhi, dan suami Zhi Mei bernama Xiang Dongjun.
Setelah Zhi Mei ketahuan mengandung seseorang anak hasil hubungan gelap, Xiang Dongjun membantai seluruh keluarga Zhi Mei dan termasuk Tian Kaili, sedangkan Zhi Mei melarikan diri setelah diselamatkan oleh Tian Kaili sebelum terbunuh.
Walaupun Zhi Mei berhasil melarikan diri, dia masih terluka parah dengan keadaan hamil muda, hingga dia melahirkan Tian Zhi dan membesarkannya sampai usia 10 tahun, karena tidak mampu menyembuhkan luka dalam, akhirnya Zhi Mei meninggal.
Sedangkan Xiang Dongjun sendiri lebih memilih bunuh diri setelah dikhianati oleh istrinya, apalagi hubungan gelap telah membuahkan hasil anak dan Zhi Mei lebih memilih Tian Kaili daripada dirinya.
Sejak peristiwa itu, Tian Zhi saat ini selalu mendapatkan diskriminasi sosial, di manapun dia berada selalu mendapatkan hinaan. Namun, Tian Zhi menjadikan hinaan untuk memotivasi dirinya sendiri hingga mampu mencapai kekuatan Dewa Alam level dua, dan menjadi salah satu jenius di Benua Peri.
Tian Zhi yang mendapatkan perilaku buruk dari banyak orang hanya diam saja dan mengganggap ucapan mereka adalah makanan pembukaan sebelum menu utama.
"Apakah kamu tidak marah dengan ucapan mereka? "
Tiba-tiba datang seorang pria tua dari Ras Golem, berambut panjang berwarna putih dan berjenggot juga putih, dia adalah Feng Zixuan. Tian Zhi melihat Feng Zixuan dan tersenyum.
"Buat apa marah! Jika mereka tiba-tiba baik dan tidak menghinaku, justru aku akan kesepian dan juga kehilangan perhatian! Tidak seperti kamu, gagal tapi tidak berusaha bangkit dengan metode lainnya!" jawab Tian Zhi sambil menyindir Feng Zixuan.
Feng Zixuan bukannya marah tapi malah terlihat malu mendengar jawaban Tian Zhi.
Walaupun Tian Zhi telah kehilangan ingatannya tentang masa lalunya, hubungan Feng Zixuan dan Tian Zhi tetap sama dan tidak ada yang perubahan, demikian dengan Feng Zixuan yang masih saja menjadi guru nol prestasi dan juga mendapatkan hinaan.
Feng Zixuan yang merasa tersindir segera mengajak Tian Zhi naik ke kapal angkasa saat telah selesai diperiksa. Dan tidak berselang lama kapal angkasa transportasi akhirnya berangkat menuju lokasi kompetisi Asyura Path, lalu disusul oleh kapal angkasa yang lainnya.
Di luar angkasa, melayang dua orang wanita, satu tubuhnya bercahaya, dialah Dewi Cahaya dan Yuke. Mereka melihat Tian Zhi yang sudah jauh berbeda dengan sebelumnya.
"Semoga dia semakin dewasa dan terarah dengan hidup barunya! " gumam Dewi Cahaya saat melihat kapal angkasa yang ditumpangi Tian Zhi menuju wilayah Hutan Peperangan, tempat kompetisi Asyura Path diselenggarakan.
"Semoga! Semoga perjalanan kali ini sesuai skenario kita dan mertua! " jawab Yuke.
"Baiklah kita kembali, tugas kita saat ini sudah selesai, dan akan kembali saat waktunya tiba! Aku masih perlu memperbaiki Sistem Jiwa yang masih rusak...!" ajak Dewi Cahaya dan menghilang bersama Yuke.
(Sistem Jiwa yang akan merubah sejarah Dunia Kultivasi, dan perjalanan Excel Felix pun dimulai. )