
Chapter 204. Balok Es Misteri.
Sesuai permintaan Tian Zhi, Permaisuri Guang Liem tidak membawanya untuk bertemu dengan banyak orang, dia membawa Tian Zhi ketempat khusus tamu terhormat di belakang istana, ditempatkan disebuah rumah megah berlantai tiga.
Namun, Permaisuri Guang Liem tetap membawa para penatua dan orang-orang penting untuk ikut menjamu dan memperkenalkan kepada Tian Zhi.
Ayah Permaisuri Guang Liem segera mendekati putrinya, saat mereka berjalan ke kediaman tamu terhormat, lalu dia berbisik, "Liem'er, dia masih muda dan seorang ahli strategi militer, cocok untuk menjadi pendamping mu!"
Permaisuri Guang Liem melototi ayahnya dan segera membalas, "aku sudah tua, mana mungkin dia mau! Apalagi aku seorang janda!"
Ayah Permaisuri Guang Liem yang bernama Guang Liang menahan tawa, kembali dia berbisik, "terpaut 20 tahun tidak masalah bagi kultivator. Kamu masih layak untuk memiliki suami lagi. Masalah status, bukanlah hal yang perlu diperdebatkan! Aku yakin dia menyukai wanita yang lebih dewasa dan berpengalaman. Lihat dia, wajahnya mengeluarkan aura seorang kaisar...."
Guang Liang mencoba menjodohkan putrinya dengan Tian Zhi. Seketika wajah Permaisuri Guang Liem memerah karena malu saat Tian Zhi tersenyum.
Tian Zhi yang berjalan bersama dengan Permaisuri Guang Liem jelas mendengar mereka yang sedang berbisik-bisik, lalu dia melihat pelayan istana telah menunggu kedatangan Permaisuri Guang Liem dengan berdiri rapi, mereka telah menyiapkan jamuan.
Tian Zhi dipersilahkan untuk duduk, sisi kirinya adalah Guang Liang dan Permaisuri Guang Liem berada di sisi kanan. Pelayan istana segera melayani semua orang.
Permaisuri Guang Liem mengangkat cangkir yang berisi air anggur merah. "Demi kemenangan dan kejayaan keluarga besar kita. Dan, untuk tamu terhormat kita!"
Semua orang bersulang untuk merayakan kemenangan dengan berpesta. setelah beberapa waktu, Tian Zhi bersama Permaisuri Guang Liem berada di kebun bunga untuk menikmati pemandangan malam.
"Setelah ini, apakah Master Tian akan kembali?" tanya Permaisuri Guang Liem yang tampak enggan jika Tian Zhi kembali ke asalnya.
"Humph!" Tian Zhi menghela nafas panjang, lalu menatap bulan. Sebelum berbicara, datang seseorang ajudan wanita dan berbicara dengan Permaisuri Guang Liem secara pribadi
Kesempatan ini digunakan Tian Zhi untuk meninggalkan istana Kekaisaran Song dengan menyelinap, dia segera terbang tanpa diketahui oleh para prajurit.
Namun, Permaisuri Guang Liem mengetahuinya, setelah berbicara dengan ajudannya, dia segera mengejar Tian Zhi.
"Jangan pergi!" cegah Permaisuri Guang Liem dengan berkomunikasi telepati.
Tian Zhi akhirnya mendarat di gang kecil, lalu Permaisuri Guang Liem juga mengikuti. Mereka saling memandang, lalu Tian Zhi mendekati Permaisuri Guang Liem.
Permaisuri Guang Liem mundur hingga punggungnya membentur dinding, nafas tak beraturan ketika wajah mereka saling berdekatan. Permaisuri Guang Liem menutup mata saat Tian Zhi menciumnya.
Mereka berdua berciuman cukup lama dan saling menikmati perasaan masing-masing, dimana Permaisuri Guang Liem tidak pernah merasakan kelembutan dari seorang pria. Sedangkan Tian Zhi yang berpengalaman ingin membuat Permaisuri Guang Liem tidak akan melupakannya.
Mereka berdua melepaskan ciuman ketika merasakan niat membunuh dari beberapa orang. Permaisuri Guang Liem segera memakai cadar agar tidak diketahui siapapun, sebab dia memiliki banyak musuh yang ingin membunuhnya.
"Kita terkepung pembunuhan bayaran!" ungkap Permaisuri Guang Liem saat jalur gang kecil telah dihalangi oleh beberapa orang yang menggunakan topeng emas.
"Hanya semut yang merasa seekor harimau!" sahut Tian Zhi sambil mengangkat jari telunjuk yang mengeluarkan energi spiritual.
Tian Zhi menggerakkan jari telunjuknya seperti senjata pedang. Seketika kepala para pembunuhan bayaran terpisah dari tubuhnya. Permaisuri Guang Liem tercengang melihat begitu mudah Tian Zhi membunuh mereka tanpa menimbulkan suara.
"Sang Void!" seruan Permaisuri Guang Liem yang baru menyadari kekuatan Tian Zhi, baru kali ini dia mengetahui seseorang yang belum mencapai usia empat puluh tahun telah memiliki kekuatan tingkat Sang Void.
"Selesai," kata Tian Zhi sambil menepuk telapak tangan seakan-akan kotor, lalu dia melihat Permaisuri Guang Liem yang sedang menatapnya, "tampaknya ada mata-mata di istana." lanjutnya agar Permaisuri Guang Liem segera menyelidiki siapa mata-mata itu.
"Iya, aku juga baru mengetahui dari laporan ajudan tadi!"
Ajudan wanita yang berbicara dengan Permaisuri Guang Liem ternyata untuk melaporkan tentang adanya pengkhianat yang menjadi mata-mata bagi putra mahkota pertama. Dari laporan ajudan wanita, jika akan ada pembunuh bayaran yang disewa oleh putra mahkota pertama untuk melenyapkan Permaisuri Guang Liem.
Dengan segera Permaisuri Guang Liem memerintahkan ajudannya untuk menangkap pengkhianatnya itu, dan saat itulah Tian Zhi meninggalkannya.
"Yang Mul--"
"Panggil saja aku Liem!" potong Permaisuri Guang Liem yang tidak ingin Tian Zhi terlalu formal saat di luar istana.
Tian Zhi mengangguk dan berjalan untuk menikmati pemandangan di Ibukota. Guang Liem segera mengandeng tangan kiri Tian Zhi, agar dikira sepasang kekasih saat melewati jalanan di ibukota. Selain itu, dia sudah merasa nyaman bersama dengan Tian Zhi setelah berciuman sesaat yang lalu.
Sepeninggalan Tian Zhi dan Guang Liem, muncul dua orang pria, yang tidak lain adalah Guang Liang ayah Guang Liem dan Guang Zhou paman keempat. Ternyata mereka sedang mengawasi putrinya, mereka khawatir terjadi hal buruk kepada Guang Liem.
Mereka juga melihat Tian Zhi dan Guang Liem berciuman dan sengaja mereka tidak mencegahnya, agar Guang Liem bisa lebih dekat dengan Tian Zhi
"Ternyata dia seorang ahli beladiri dan juga seorang ahli Alkemis! Beruntung kamu memperlakukan dia dengan baik saat pertama kali bertemu," kata Guang Liang, dia merasa beruntung tidak menjadikan Tian Zhi musuhnya.
"Sebenarnya aku sudah mencurigainya saat tiba-tiba muncul di tempat portal dimensi yang digunakan Song Dong. Aku menduga dia berasal dari Benua Dewa dan wajahnya juga sesuai dengan laporan dari mata-mata kita!" beber Guang Zhou yang sejak awal telah mengetahui identitas Tian Zhi.
Guang Zhou telah mengirimkan mata-mata untuk mengawasi gerak-gerik Kaisar Song yang bernama Song Dong. Mata-mata itu melihat Kaisar Song dibunuh oleh Ratu Qinglin, dan melihat wajah Tian Zhi yang melawan Ratu Qinglin.
"Jadi, dia adalah kaisar baru penguasa Benua Dewa! Layak menjadi menantuku daripada kaisar busuk itu!" sahut Guang Liang yang terlihat membenci Kaisar Song.
"Benar! Dia adalah penguasa Kekaisaran Api Asyura, Kaisar Tian. Strateginya memang brilian, menjadi penguasa tunggal dengan memanfaatkan peperangan, sehingga dia tidak kehilangan apapun untuk menguasai Benua Dewa!" jelas Guang Zhou, dia mengagumi kehebatan Tian Zhi dalam memanfaatkan konflik.
Guang Liang tertawa bahagia, lalu muncul beberapa bawahannya dan memerintahkan untuk membereskan mayat pembunuh bayaran. Kemudian, mereka kembali mengikuti Tian Zhi yang bergandengan tangan dengan Guang Liem.
"Kita sudah tua masih saja khawatir dengan yang lebih muda. Lebih baik kita kembali saja ke rumah," kata Guang Zhou yang malas melihat pasangan sedang berpacaran.
Guang Liang tertawa kecil, lalu menjawab, "aku ingin tahu metode apa yang digunakan Kaisar Tian yang mampu menaklukkan hati putriku."
Guang Zhou melirik kakaknya yang selalu saja ikut campur masalah anak muda, dia tahu Guang Liang hanya beralasan, karena masih khawatir jika Guang Liem mendapatkan masalah yang sengaja dibuat oleh putra mahkota pertama.
"Dia mampu melindungi Liem'er, lebih baik kita menyelesaikan urusan lain!" tolak Guang Zhou yang enggan mengikuti kemauan Guang Liang.
"Baiklah, baiklah!" jawab Guang Liang dengan enggan, dia meninggalkan putrinya yang sedang berpacaran dengan Tian Zhi.
Tian Zhi tersenyum tipis saat tahu sedang diikuti oleh keluarga Guang Liem, lalu dia melihat gedung yang sangat ramai dengan pengunjung.
"Itu Mansion Kerajaan Air, menjual balok es misteri. Jika orang yang membeli balok es misteri dan beruntung, di dalamnya akan menemukan hal yang berharga!" jelas Guang Liem yang memperkenalkan setiap kali Tian Zhi melihat sesuatu.
Balok es misteri adalah usaha andalan Kerajaan Air dan merupakan pemasukan terbesar ketiga setelah usaha penjualan senjata. Balok es misteri hanya ditemukan di Daratan Es Tengah Samudera, wilayah kekuasaan Kerajaan Air.
Hanya Kerajaan Air dan bangsanya yang mampu bertahan di Dataran Es Tengah Samudera. Konon katanya, Daratan Es Tengah Samudera merupakan tempat pertarungan dua Dewa yang sama-sama memiliki elemen Es, mereka berdua bertarung selama empat belas hari dan akhirnya sama-sama tewas.
Sebelum pertarungan dua Dewa, dulu masih daratan luas dan subur, namun semuanya berubah saat pertarungan sesama Dewa. Mayat kedua Dewa itu tersembunyi di dalam Daratan Es Tengah Samudera dan harta berharga milik mereka tersebar.
Karena harta milik dua Dewa yang tersebar dan tertutup es tebal, maka menjadi ladang bagi Bangsa Air. Banyak orang yang mendapatkan balok es misteri dan oleh Mansion Kerajaan Air dibeli dan jual lagi.
"Ayo, kita lihat-lihat, siapa tahu ada yang menarik!" ajak Tian Zhi ingin tahu.
Dengan senang hati Guang Liem mengikuti, dia tidak pernah sebebas ini semenjak menikah dengan Kaisar Song. Setelah meninggalnya Kaisar Song, dia harus mempertahankan kekaisaran yang menjadi miliknya sebagai istri pertama. Dan semenjak itu, Guang Liem dalam penjagaan ketat oleh keluarganya, sebab banyak orang yang ingin membunuhnya.
Seandainya Permaisuri Guang Liem terbunuh, maka penggantinya adalah putra mahkota pertama yang bernama Song Shen, sebab pernikahan antara Guang Liem dan Kaisar Song tidak memiliki keturunan. Sedangkan Song Shen adalah putra dari seorang selir.
Perhubungan didukung oleh Dewa Surya dan Kerajaan Air, maka Song Shen berusaha untuk mendapatkan tahta ayahnya, sebab dia merasa lebih pantas dari Permaisuri Guang Liem yang dianggap tidak layak, karena faktor gender
Sebenarnya Guang Liem tidak ingin menjadi seorang ratu, dia lebih memilih hidup sederhana tanpa tekanan, karena semenjak menikah dia selalu mendapatkan teror dari Keluarga Besar Song.
Akan tetapi, pihak Keluarga Besar Guang terus mendesak untuk mempertahankan apa yang seharusnya menjadi milik Guang Liem. Akhirnya Guang Liem pun mempertahankan warisan dari Kekaisaran Song.
Tian Zhi dan Guang Liem telah masuk ke dalam Mansion Kerajaan Air yang berlantai empat. Di lantai dasar balok es misteri berbagai ukuran ditata dengan rapi.
Tian Zhi melihat banyak orang yang sedang mempelajari dan juga mengidentifikasi apa isi di dalam balok es mister sebelum membelinya.
"Biasanya akan ada ahli Petrologi yang bisa disewa untuk mengetahui isi di dalam balok es misteri. Aku akan panggilkan dia," kata Guang Liang yang ingin mempermudah Tian Zhi untuk mendapatkan barang berharga.
"Tidak perlu!" tolak Tian Zhi, sebab dia memiliki Mata Langit.
"Tapi, Mata Dewa kita tidak mampu menembus ketebalan balok es misteri. Jadi, jika ingin membelinya tanpa kerugian, maka kita sewa seorang ahli saja!" Guang Liem bersikeras untuk melakukan hal baik bagi Tian Zhi, dia ingin membuat Tian Zhi merasakan nyaman saat bersamanya.
"Nanti saja, saat ini kita lihat-lihat dulu!" tolak Tian Zhi sekali lagi dengan memeluk pinggang Guang Liem.
Seketika Guang Liem terdiam saat pinggangnya dipeluk tangan kiri Tian Zhi, wajahnya dibalik cadar telah menjadi merah dan nafas tertahan. Selama menikah dengan Kaisar Song, Guang Liem tidak pernah merasakan rasa cinta, hanya Tian Zhi yang mampu membuatnya jatuh hati.
Tian Zhi pun mulai memeriksa balok es misteri yang pertama dia lihat, namun dia tidak menemukan apapun di dalam, padahal banyak orang yang sedang mengamati balok es misteri yang Tian Zhi lihat.