Trigrams Chaos

Trigrams Chaos
Chapter 29. Acara Lelang (1).


Chapter 29. Acara Lelang (1).


Setelah membuat ibu dan putrinya pingsan, Xiang Tianzhi memakaikan pakaian mereka, dia juga masih sempat membuat tanda di seluruh tubuh Xiang Huifen dan Wu Liqin, dan membuat lembah surga mereka hanya akan puas dengan tongkatnya.


Xiang Tianzhi menggendong Wu Liqin untuk membawa ke kamar pribadi yang berada disebelah orang tuanya, dan dia sendiri kembali ke kamarnya sendiri. Xiang Tianzhi melihat Li Yenny tertidur lelap, dia membaringkan badan sambil memeluk Li Yenny dengan memasukkan tongkatnya yang masih berdiri agar terus menyerap Energi Yin.


Setelah waktu empat dupa, Chevalier Wu Jing Quo kembali, dan melihat istrinya telah tertidur. Chevalier Wu Jing Quo kegirangan, saat melihat pakaian istrinya tersingkap dan memperlihatkan lembah surganya yang sudah basah, dia pikir istrinya sedang bermimpi indah bersamanya, wajar pikirnya, sebab sudah tiga hari ini dia tidak memberikan jatah, selain itu dia terlalu sering bermain di rumah bordil bersama Nobel Li Jiancheng.


Namun, Chevalier Wu Jing Quo heran, saat merasakan lembah surga istrinya menjadi longgar dan mengigit lagi. "Huff!" dia mendengus kesal, dan berpikir istrinya tidak bisa merawat diri. Segera dia tidur setelah baru masuk dan keluar, walaupun dia kecewa, Xiang Huifen masih membuatnya puas.


Keesokan harinya Xiang Tianzhi terbangun dan melihat Li Yenny yang sudah terbangun terlebih dahulu, dia melihat Li Yenny ibarat kuda liar yang menginginkan kenikmatan tanpa henti dengan menunggangi tongkatnya. kemudian, Xiang Tianzhi menutup mata untuk melihat dantian-nya.


'Kurang sedikit, manfaat semalaman tongkat ku bersarang di lembah surganya dan menghajar Wu Liqin!' batin Xiang Tianzhi yang kegirangan, saat dantian nya akan memberikan terobosan, hanya memerlukan beberapa hubungan lagi.


Li Yenny ambruk di dadanya, setelah puas berkali-kali, segera Xiang Tianzhi memasukkan Pill Pemulih Energi agar Li Yenny bisa segar kembali. Dengan kelelahan, Li Yenny mengucapkan terima kasih telah diberikan kepuasan dan pill pemulih.


Kemudian, Xiang Tianzhi meninggalkan tempat tidur untuk bersiap menghadiri lelang. Li Yenny menyusul dan membantu memandikan kekasihnya. Tidak berselang lama mereka berdua keluar dari kamar, dengan Xiang Tianzhi masih menggunakan jubah Alkemis, dengan jubah Alkemis dia mampu menahan naluri kebinatangan.


Di luar sudah menunggu Xiang Huifen dan Wu Liqin saat membuka pintu dan melihat mereka.


"Pagi!" sapa ibu dan anak secara bersamaan.


"Pagi juga, kemana Chevalier Wu Jing Quo?" balas Xiang Tianzhi dan bertanya.


"Pria tua itu menemui Marquis Gao Baojia dan Marquis Xie Chong di Balai Kota Donggi, mereka menunggu kedatangan Kaisar Pill yang sombong itu!" jawab Xiang Huifen yang tampak kesal, entah apa yang membuatnya kesal.


"Apa kita boleh bergabung dalam pelelangan?" tanya Wu Liqin sambil kedua mata menggoda, wajahnya makin cantik setelah semalaman dihajar Xiang Tianzhi.


"Tidak masalah! Ayo kita sarapan dulu ...," jawab Xiang Tianzhi dan mengajak mereka sarapan bersama.


Segera Xiang Tianzhi berjalan dulu dengan Li Yenny menggandeng tangan kanannya, Wu Liqin mendengus kesal dan buru-buru menggandeng tangan kiri Xiang Tianzhi.


Xiang Huifen hanya bisa pasrah tidak bisa seperti putrinya.


"Ramai sekali!" gumam Xiang Tianzhi melihat ruang makan banyak tamu penginapan.


Namun, ada satu tempat kosong dan di meja ada nama 'Grand Master Tian Zhi', tampaknya pekerja penginapan telah menyiapkan tempat untuk Xiang Tianzhi. Melihat Xiang Tianzhi turun bersama tiga wanita, pekerja penginapan segera menghampiri dan mengedipkan mata sebelum berbicara.


"Grand Master Tian Zhi, saya sudah siapkan tempat khusus untuk Anda," kata pekerja wanita yang sudah merasakan tongkat Xiang Tianzhi.


"Bagus, nanti aku berikan kepuasan lagi, Setelah aku pindah di villa pinggir danau! Kamu bisa datang kapanpun jika sempat, sekali ajak teman wanitamu!" jawab Xiang Tianzhi melalui telepati.


Jelas wanita itu kegirangan dan mengangguk sebagai jawaban. Kehadiran Xiang Tianzhi membuat perhatian banyak orang, apalagi nama Grand Master Tian Zhi telah menjadi terkenal tanpa Xiang Tianzhi ketahui.


Mereka juga tahu entah darimana, jika Xiang Tianzhi adalah Grand Master termuda di Benua Awan Timur.


Suara bisik-bisik sangat jelas terdengar, ada yang memuji adapula suara yang cemburu. Prestasi di usia 18 tahun sudah menjadi Alkemis tingkat Grand Master tahap Atas, sesuatu yang tidak bisa dilampaui siapapun, bahkan Kaisar Pill baru usia ratusan tahun mendapatkan gelar Grand Master tahap Atas.


Menu pagi ini sangat istimewa tidak seperti biasanya, dan ternyata banyak tamu terhormat yang mentraktir Xiang Tianzhi. Segera pekerja penginapan yang memberitahukan kepada Xiang Tianzhi, bahwa semua ini dari tamu dengan menyebutkan nama-nama mereka.


Xiang Tianzhi dari tempat duduk menangkupkan kedua tangan kepada mereka yang mentraktirnya sebagai ucapan terima kasih. Wu Liqin, Li Yenny dan Xiang Huifen jelas mendapatkan manfaat dekat dengan Xiang Tianzhi, banyak suara-suara telepati yang mengalir ditelinga mereka, kebanyakan memohon bantuan untuk memperkenalkan mereka kepada Grand Master Tian Zhi untuk mengikat hubungan kerjasama.


Xiang Tianzhi mengetahui jika ketiga wanitanya mendapatkan transmisi suara, dan bertanya kepada Xiang Huifen. "Saya membutuhkan asisten yang pandai dalam negosiasi berbisnis, apakah Nyonya Xiang Huifen bisa membantu saya?"


Mendengar keinginan Xiang Tianzhi, jelas Xiang Huifen kegirangan, sebab dialah ahli dalam negoisasi. "Saya bisa melakukannya, dan saya juga memiliki tim sendiri dalam menjalankan setiap pekerja luar!" jawab Xiang Huifen dengan percaya diri.


"Bagus, tapi apa Nyonya bisa terus-menerus mendampingi saya, kan Nyonya Istri seorang Chevalier yang juga membutuhkan tenaga Anda!" Xiang Tianzhi ingin kepastian, sebab dia tidak ingin menjadi nomer dua dalam hal apapun.


Xiang Huifen tertawa kecil sambil menutup mulutnya dengan tangan kanan. "Tenang saja, saya bisa mengaturnya!" jawab Xiang Huifen yang tampaknya sudah memiliki rencana.


"Bagus, yang terpenting dalam 7 hari kerja, 4 hari untuk menangani bisnisku nanti, 3 hari Nyonya bisa bebas," jelasnya, agar Xiang Huifen bisa melakukan hal yang lain.


Kota Donggi menjadi sangat ramai dengan adanya lelang, berkat Pill tingkat Raja tahap puncak garis tujuh. Selain itu, banyak orang ingin tahu tentang telur binatang mitos, desas-desus mengatakan jika itu telur burung ilahi, ada pula yang bilang telur Macan putih, dan masih banyak lagi gosip yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.


Xiang Tianzhi yang mendengar pembicaraan setiap orang yang dia lewati menjadi penasaran, seandainya ada Lang Ying dia pasti akan tahu, sayangnya dirinya lupa tidak bertanya.


"Apa kalian ada yang tahu telur itu?" tanya Xiang Tianzhi kepada ketiga wanitanya.


"Tidak begitu jelas ...! Ya begitulah, Paviliun Hitam pandai membuat orang penasaran, hingga membuat banyak orang mengikuti lelang!" jawab Li Yenny dengan nada sedikit tidak suka dengan metode pemasaran yang dilakukan Paviliun Hitam.


Sudah menjadi hal umum jika Paviliun Hitam pandai mempromosikan barang lelang, semakin banyak peserta maupun pengunjung, Paviliun Hitam juga semakin diuntungkan, seperti biaya masuk perorangan mencapai 10 keping emas. Sudah bisa dihitung secara kasar keuntungan Paviliun Hitam, dalam sekali pembukaan lelang, dan acara lelang diadakan dua kali dalam sebulan.


Tidak terasa mereka berempat sudah di depan pintu masuk Paviliun Hitam, banyak orang yang mengantri, antrian panjang yang membuat Xiang Tianzhi menghela nafas berat.


Namun, Xiang Tianzhi melihat Lili yang tampaknya sudah menunggu, buru-buru Lili menghampirinya dengan cemberut melihat wanita baru sudah menempel seperti lem.


"Ayo segera masuk, acara lelang sebentar lagi dimulai!" ajak Lili dengan menyerobot Wu Liqin agar melepaskan tangannya.


Xiang Tianzhi hanya terkekeh melihat wanita merebutkan dirinya. Dengan adanya Lili, Xiang Tianzhi tidak perlu mengantri dan membuat banyak pengantri protes, namun saat melihat jubah Alkemis yang digunakan Xiang Tianzhi, seketika mulut semua orang berbisik-bisik.


Tanpa hambatan, Lili mengajak Xiang Tianzhi menuju lantai 4, lantai khusus VVIP. Di lantai 4 diperuntukkan khusus tamu terhormat seperti Raja, para Alkemis, para bangsawan dan pimpinan klan, pimpinan sekte dan lain sebagainya.


Xiang Tianzhi memasuki ruang nomer 1, dia sedikit terkejut saat melihat ruang untuknya, dimana seperti penginapan berkelas. Kaca lebar untuk melihat acara lelang yang tidak bisa dilihat dari luar, tapi bisa melihat keluar dengan jelas. Sofa panjang yang muat untuk 6 orang. Ada juga tempat tidur kecil untuk 4 orang yang menghadap kaca, seperti sofa yang lebar.


Lili yang melihat kekasih kagum jelas bangga, walaupun dia bekerja di toko pakaian, saat lelang diadakan Lili selalu menjadi pemandu tamu terhormat, karena Lili juga bagian dari Paviliun Hitam.


"Ruang nomer 1 ini belum pernah ada yang menempati, hanya kamu yang baru menggunakannya," kata Lili setelah Xiang Tianzhi duduk di tempat tidur sambil bersandar menghadap kaca.


"Kenapa baru aku?" tanya Xiang Tianzhi yang heran.


"Karena kamu berstatus ganda!" jawab Lili yang semakin membuat Xiang Tianzhi bingung, sebab dia tidak memiliki status ganda, hanya seorang Alkemis.


"Maksudnya!"


"Kamu kan telah melelangkan barang dengan nilai diatas 100 juta, sekaligus sebagai Alkemis, jadi para pimpinan Paviliun Hitam memberikan ruangan ini!" jelas Lili dan akhirnya Xiang Tianzhi mengerti.


"Seandainya aku melelangkan Pill Kultivasi tingkat Kaisar tahap rendah apa yang terjadi?" tanya Xiang Tianzhi yang ingin tahu.


"Apa!! Yang benar!!"


Keempat wanita berseru dengan kompak, jelas mereka syok jika Xiang Tianzhi berniat melelangkan Pill tingkat Kaisar, mereka seakan-akan merasa jika Xiang Tianzhi hanya sekedar bertanya.


Pill Kultivasi tingkat Kaisar tahap rendah mampu meningkatkan kekuatan Body Integration 1 level dengan mudah. Tapi itu pill dikhususkan bagi yang memiliki kekuatan Body Integration, jika di konsumsi kekuatan di bawahnya, maka tubuh akan meledak karena kelebihan energi yang terkandung dalam pill.


"Hanya bertanya saja," kata Xiang Tianzhi dengan mengangkat kedua bahunya.


"Huff! Aku kira!" dengus Lili yang yang kesal seperti dipermainkan, dia juga lega jika Xiang Tianzhi hanya bercanda.


Ketiga wanita juga bernafas lega, dan berpikir sama seperti Lili. Namun, mereka tidak tahu jika Xiang Tianzhi bertanya serius.


"Apa yang akan terjadi?" Xiang Tianzhi mengulang pertanyaannya.


"Kekacauan, mungkin kamu akan diburu banyak penguasa dan kekuatan untuk memonopoli kamu! Kamu lihat, Pill Kultivasi tingkat Raja tahap puncak garis tujuh sudah membuat keributan, apalagi ... !" jawab Lili dan tidak melanjutkan ucapannya, sebab ada tiga wanita yang tidak tahu milik siapa Pill tingkat Raja, dia segera merapatkan tubuhnya di lengan kekasihnya.


"Jika itu terjadi, apa Paviliun Hitam tidak bisa melindungi?" tanyanya sekali lagi.


Li Yenny, Xiang Huifen dan Wu Liqin bingung dengan jawaban Lili yang menggantung dan menjadi penasaran siapa pemilik pill tingkat Raja, tatapan ketiga wanita itu melihat Xiang Tianzhi yang tampak tidak kuatir dengan pill tingkat Raja yang akan membuatnya menjadi rebutan pimpinan.


'Apa dia pembuat Pill Kultivasi tingkat Raja tahap puncak garis tujuh?' batin ketiga wanita itu.


"Di dalam bisa di luar tidak!" jawab Lili dan membuat Xiang Tianzhi tersenyum, sebab dia yakin dengan kekuatannya sendiri untuk menghadapi keserakahan para penguasa.