
Chapter 46. Ditipu Matriark Yin.
Raja Xiang segera memerintahkan bawahannya untuk mengejar binatang mitos, dan berharap mendapatkan Thunderbird. Memiliki dukungan dari binatang mitos seperti Thunderbird, Kerajaan Xiang akan mampu meningkatkan kekuatannya dan juga akan melindungi wilayah dari setiap musuh.
Sayangnya, Raja Xiang dan bawahannya dihadapan oleh binatang air Kunpeng dan Gurita raksasa, hingga akhirnya mereka mundur dan tidak melanjutkan pengejaran.
Armada angkatan laut segera kembali ke Laut Barat, sedangkan Raja Xiang berada di pesisir pantai sebelum kembali, dan Raja Mu kembali di puncak Gunung Penglai menunggu Matriark Yin.
Matriark Yin yang melihat arah kepergian Thunderbird hanya tersenyum, dan anehnya tubuhnya berubah menjadi cairan lumpur lalu menyatu dengan tanah yang dia pijak.
"Segera cari tahu identitas pria itu, selidiki asal usulnya!" perintah Raja Xiang saat berada di kapal angkasa.
"Yang Mulia, dia adalah Alkemis Grand Master Tian Zhi, dan telur yang dijadikan tameng itu, aku rasa dia memenangkan dalam lelang beberapa bulan lalu di Paviliun Hitam Kota Donggi. Sungguh beruntung dia mendapatkan telur yang ternyata berisi Thunderbird yang sudah punah!" lapor seorang pria tua bergelar Duke, tampak diwajahnya timbul rasa iri.
Pria itu dari marga Sima, namanya Sima Wen, kekuatannya berada pada tingkat Great Ascension tahap lima. Duke Sima Wen adalah penguasa Kota Xuchang.
"Oh! Jadi dia Grand Master Tian Zhi! Akan sulit untuk mendapatkan Thunderbird darinya! Kalian buat rencana terbaik untuk mendapatkan Thunderbird!" jawab Raja Xiang yang akhirnya tahu sosok jenius di wilayahnya, dan segera memberikan perintah.
"Wajahnya terlihat familiar, tapi aku tidak tahu dimana pernah ketemu dia, apa karena namanya yang sudah dikenal banyak orang!" gumam pria berusia 70 tahun, namanya Xiang Shing bergelar Prince.
"Aku juga merasakan hal yang sama. Lebih baik kalian selidiki dia dan cari asal usulnya dari Kota Donggi! Buat rencana yang halus ...!" sekali lagi Raja Xiang memberikan perintah kepada Prince Xiang Shing dan Duke Sima Wen.
"Baik Yang Mulia!"
Raja Xiang pun kembali dengan raut wajah kecewa, dia pikir akan mendapatkan artefak alami atau buah suci, tapi keberuntungannya tidak berpihak kepadanya.
Dulu sewaktu masih ada putranya Xiang Tianzhi, Raja Xiang terlalu sering mendapatkan keberuntungan, namun semua keberuntungan menghilang karena keegoisannya, dia terlalu sering mendapatkan kesialan semenjak putranya pergi.
-
Puluhan mil jauhnya di suatu tempat dari Laut Selatan, Thunderbird terus terbang sambil membawa Tian Zhi di punggungnya. Thunderbird melihat pulau besar ditengah samudera yang memiliki dua gunung tinggi di tengahnya, luas pulau mencapai kurang lebih 2.000 Km, di penuhi hutan dan beberapa sungai besar.
"Grorr!!
Raungan binatang buas penghuni gunung berapi saat merasakan kehadiran mahkluk lain di wilayahnya. Thunderbird melihat mereka
dengan tatapan tajam, dan mengeluarkan aura kekuatan tingkat Supreme Immortal.
Semua binatang buas buru-buru berlarian menjauhi Thunderbird yang sedang melewati wilayah mereka.
Tian Zhi pun terbangun saat mendengar suara binatang buas yang meraung-raung dan juga merasakan kekuatan Thunderbird. Dengan tubuh telungkup Tian Zhi merasakan bulu halus dan seketika dia menjadi teringat.
"Apakah kamu Thunderbird?" tanya Tian Zhi dengan semangat dan segera duduk, dia tidak menyadari tubuhnya masih berlumuran darah kering dan tanpa sehelai pakaian.
"Benar!" jawab Thunderbird dengan dingin.
Tian Zhi pun tertawa bahagia sambil memeluk tubuh besar Thunderbird yang tidak bisa dia jangkau dengan kedua tangannya. Setelah tertawa senang, dia kembali bertanya setelah membersihkan tubuhnya dan memakai jubah Alkemis.
"Selamat telah terlahir! Siapa namamu?"
"Panggil saja Annchi. Kamu harus meningkatkan kekuatan di tempat ini. Pulau ini sangat cocok untuk masa pelatihan!" jawab Annchi dengan ekspresi dingin dan tampak sedih melihat Tian Zhi yang lemah.
Tian Zhi melihat bentang luas wilayah pulau dan memang cocok untuk berlatih. "Kamu hebat baru lahir sudah bisa bicara dan tubuh bisa menjadi besar! Apakah semua binatang mitos seperti kamu?" tanya Tian Zhi yang penasaran.
"Tidak ada yang dibanggakan dan tidak semua binatang mitos sepertiku. Umumnya yang baru lahir tidak bisa bicara seperti ini dan hanya bisa bicara melalui telepati. Sedangkan aku di dalam telur hanya tertidur, dan bukan terlahir seperti yang kamu pikirkan!" jawaban Annchi membuat Tian Zhi berpikir.
"Sudah berapa tahun kamu tertidur di dalam telur?"
"Lama dan sangat lama! Mungkin saja sejenis ku di dalam semesta ini sudah dianggap punah!" jawabannya yang membuat Tian Zhi merasakan kejenuhan apa yang dialami Annchi.
"Kita akan menetap disana dan berlatih sampai kamu menerobos Alam Dunia Ilahi," kata Annchi sebelum Tian Zhi bertanya lagi.
Tian Zhi melihat dua puncak gunung, satu gunung berapi yang mengeluarkan lava dan satu gunung yang diselimuti salju. Gunung bersalju mencapai ketinggian sepuluh ribu meter dan gunung berapi tujuh ribu meter.
Thunderbird yang mengeluarkan aura kekuatannya, membuat penghuni pohon besar berhamburan pergi dan menjauhi sarangnya. Setelah itu Thunderbird langsung turun diatas puncak pohon, sambil kedua matanya memeriksa seluruh wilayah pohon.
"Pohon apa sebesar ini!" gumam Tian Zhi yang tidak tahu.
"Ini pohon langka, dikenal dengan nama Bapak Pohon, ini sebenarnya jenis pohon Pinus Putih. Biji Pinus Putih banyak manfaatnya, selain biji, daunnya juga bisa dimanfaatkan oleh Alkemis, termasuk getahnya, kulit pohon juga berguna bagi ahli Formasi Spiritual!" jelas Annchi dan membuat Tian Zhi tersenyum.
Pohon Pinus Putih memiliki tinggi 183,8 meter, lingkar pohon setinggi 84,10 meter, dan lebar mahkota mencapai 63 meter, merupakan pohon terbesar yang pernah Tian Zhi lihat selama ini, usianya mencapai ratusan ribu tahun.
Tian Zhi melihat kebawah dan sekitarnya yang banyak tumbuh jamur langka dan tanaman roh dan pohon buah yang juga langka.
"Disini kamu akan berlatih dengan sumberdaya Alam yang sangat melimpah, dan itu mendukungmu selama pelatihan hingga menerobos ke tingkat Dewa," kata Annchi dengan tubuhnya yang berubah sekecil burung Pipit dan bertengger di bahu Tian Zhi.
Kedua mata Tian Zhi berkedip-kedip mendengar rencana Annchi, ada rasa bosan saat berlatih sendiri di tempat ini, tidak ada wanita yang menghiburnya, dan dia tidak tahu berapa tahun akan berlatih seorang diri hingga mencapai tingkat Dewa.
"Persiapkan tempat tinggal selama disini, dan mulailah menerobos dengan semua pill yang kamu punya. Jika kehabisan, kamu bisa mencari ramuannya di pulau ini, tapi hati-hati dengan penghuni yang primitif disini...!"
"Apa kamu pernah berada disini?" tanya Tian Zhi yang merasa jika Annchi hafal tentang pulau ini, dia curiga jika ini burung sengaja membawanya kesini.
"Pernah. Ini dahulunya adalah sebuah benua besar jutaan tahun lalu, tidak banyak orang yang tahu tempat ini karena terlindung Formasi Penghalang. Benua ini menjadi pulau karena pertarungan tingkat True Theta, tingkatan yang jauh dari Almighty God! Untuk saat ini, kamu hanya perlu berlatih dan tidak perlu bertanya tentang masa lalu ku!" jawab Annchi yang membuat Tian Zhi melongo, dia berpikir kekuatan itu seperti apa, hingga membuat benua menjadi pulau ini.
Ya, siapapun pasti terkejut mendengar jika masih ada tingkatan yang lebih tinggi. Tian Zhi ingin bertanya banyak, tapi berhubung tidak boleh bertanya, dia hanya menghela nafas tak berdaya.
"Ada berapa suku primitif disini?" tanyanya yang ingin mengenali wilayah ini.
"Empat, Suku Pohon, Suku Serigala Abu-abu, Suku Laba-laba Tujuh Warna dan Suku Golem. Mereka semua paling menyukai kehadiran seseorang yang bukan dari sukunya. Diantara empat suku itu, yang paling mendominasi adalah Suku Golem!" jawabnya.
Setelah mengetahui penghuni pulau ini, Tian Zhi menarik nafas dan segera turun dari puncak pohon Pinus Putih, dan saat menginjakkan kakinya, dia merasakan energi yang sangat padat di bawah pohon Pinus Putih dan sangat menyegarkan.
Kemudian, Tian Zhi membuat pintu pada badan pohon dengan apinya hingga membuat ukuran didalamnya seluas delapan meter persegi, dan kini telah menjadi goa pohon.
Lalu, dia juga membuat pintu dari batang pohon Pinus, dia juga membuat banyak jebakan disekitar tempat tinggalnya, agar tidak dimasuki binatang buas jenis apapun.
Setelah semuanya selesai, Tian Zhi teringat tempat tidurnya yang dia tinggalkan di pulau terpencil. "Hua He Yin, ya!" gumam Tian Zhi yang teringat juga dengan Matriark Yin, "Yin ... Jangan-jangan dia juga pemilik Sekte Yin juga? Benar-benar wanita yang menyusahkan!" lanjutnya dengan menebak identitas melalui nama.
"Jika kamu ingin membuatnya tunduk, segera tingkatan kekuatanmu melebihinya!" sahut Annchi yang bermalas-malasan setelah membuat sangkar sendiri di dalam goa pohon.
"Kamu benar. Tapi dia dan aku sudah begituan, dia sudah pasti akan tunduk padaku!" ujar Tian Zhi dan tertawa bangga setelahnya.
"Bodoh, itu bukan tubuh aslinya ... Kamu telah berhubungan intim dengan tubuh lumpur!" sahut Annchi dan tertawa terbahak-bahak melihat Tian Zhi telah dibodohi oleh Matriark Yin.
"Mustahil!! Bagaimana mungkin aku berhubungan intim dengan tubuh palsu, aku bisa merasakan nyata saat ... !" pekik Tian Zhi dan tidak mempercayai ucapan Annchi, dia terlalu malas melanjutkan ucapannya.
"Kamu ... Coba diingat kembali! Mana mungkin kekuatan Supreme Immortal bisa dengan mudah dikalahkan oleh Kunpeng yang hanya berada pada tingkat Golden Immortal, walaupun Kunpeng memiliki fisik kuat ... !" ungkap Annchi, "lalu, kenapa dia begitu kaku saat kalian begituan, jika dia tubuh asli? Makanya, kendalikan emosimu saat menggunakan Teknik Dual Cultivation, dan jangan dikendalikan oleh sifat kebinatangan mu!" sambungnya dengan menegur dan kembali menertawakan Tian Zhi.
Tian Zhi menepuk jidatnya karena telah dibodohi oleh Matriark Yin. "Kekuatanku masih rendah dan jelas tidak mengetahui kekuatan mereka, yang aku rasakan hanya aura menindas dari kekuatan mereka!" kelit Tian Zhi yang malu telah berhubungan intim dengan tubuh palsu, "eh! Kamu kan berada di dalam telur, kenapa bisa tahu semuanya?" lanjutnya dengan bertanya, dia merasa aneh bagaimana bisa Annchi tahu semuanya.
"Aduh!!"
Annchi segera terbang diatas kepala Tian Zhi dan mematuk dahinya. "Bodoh, bodoh, bodoh dan memalukan!" ejek Annchi dan kembali ke sangkar sendiri yang menggantung diatas goa pohon Pinus Putih, dia kembali menertawakan Tian Zhi.
"Walaupun aku berada di dalam telur tertidur, bukan berarti kesadaran itu juga tidur, aku bisa mengetahui apapun yang terjadi di luar!" ungkap Annchi.
Tian Zhi menjadi terdiam akan kebodohannya, lagian apa yang dikatakan oleh Annchi benar. Kekuatan seseorang bisa diketahui saat mengeluarkan auranya, tapi yang membuat Tian Zhi kebingungan, bagaimana tubuh palsu tampak nyata saat berhubungan intim, mulai aroma wangi, suara dan keringatnya.
"Bagaimana bisa dia membuat tubuh palsu yang tampak nyata?" gumam Tian Zhi.
"Itu seperti teknik milikmu, Teknik Perubahan Wujud, hanya saja teknik wanita itu lebih rendah. Seandainya kamu mampu mengendalikan Dual Cultivation dengan benar, kamu bisa mengetahuinya...," jelas Annchi dan memejamkan matanya, tampaknya dia terlalu malas menjelaskan lebih rinci.
"Huff! Jika ketemu, aku akan buat perhitungan!" dengus Tian Zhi dan mengeluarkan botol Giok yang berisi pill tingkat Peri Benua Tahap puncak garis tujuh.