Trigrams Chaos

Trigrams Chaos
Chapter 288. Kematian Jiang Chen Mei.


Chapter 288. Kematian Jiang Chen Mei.


Jiang Chen Mei yang sangat marah segera memerintahkan seluruh pasukan mayat hidup menyerang target utamanya. Hari inilah yang telah ditunggu-tunggu oleh Jiang Chen, membangun kekuatan hanya untuk melawan Wei Yan.


Sedangkan Ketua Wei Yan, setelah semua orang memberikan kekuatan, dia menggerakkan kedua tangannya untuk mengendalikan Piramida Sihir.


Piramida Sihir bergetar hebat, lalu muncul sinar terang yang menyilaukan mata. Wilayah Sekte Wei juga ikut berguncang hebat dan bisa dirasakan oleh semua penghuni Alam Keabadian.


Semua mayat hidup berhenti, bahkan yang berada di dalam terowongan. Jiang Chen Mei segera menggunakan Formasi Pembunuh dengan maksimal, dia memecahkan banyak Batu Kuno sebagai sumber energi, tubuhnya mengeluarkan cahaya, rambut dan pakaian berkibar-kibar.


Tian Zhi yang sedang menyerap energi spiritual milik leluhur Mu dan prajurit surgawi, sampai membuka mata dan melihat ke arah wilayah Sekte Wei. Dia langsung berdiri sambil Mata Langit melihat apa yang sedang terjadi.


Tidak hanya Tian Zhi saja yang melihat ke arah wilayah Sekte Wei, semua Mata Dewa memperhatikannya.


Tian Zhi terkejut saat tahu Jiang Chen Mei menggunakan energi dari Batu Kuno secara berlebihan. Dia juga tahu Jiang Chen Mei menggunakan Formasi Pembunuh yang terakhir.


"Jangan lakukan itu!" teriak Tian Zhi yang tidak ingin Jiang Chen Mei menggunakan kekuatan Formasi Pembunuh.


Tian Zhi langsung terbang dengan sangat cepat untuk mencegah Jiang Chen Mei...


Hutan terlarang semakin kacau balau dengan dua kekuatan yang saling mengumpulkan energi, energi yang mampu merusak apapun. Energi Alam Keabadian ke tarik kedalam Piramida Sihir dan juga Formasi Pembunuh.


Semua anggota Sekte Wei ketakutan dengan kekuatan dua dua Formasi, tubuh mereka lemas karena kehabisan energi dan juga menahan kekuatan Piramida Sihir.


"Wei Yan, inilah akhir hidupmu. Mati!!" pekik Jiang Chen Mei dengan melepaskan semua kekuatan Formasi Pembunuh.


"Justru kamu yang mati! Formasi Piramida Penghancur!" Teriak Ketua Wei Yan sambil melepaskan semua kemampuan dari Piramida Sihir.


Formasi Array dengan cepat menyusut untuk meledakkan targetnya. Sedangkan Piramida Sihir makin bersinar terang dan melepaskan kekuatannya. Dan....


Boom...


Ledakan mahadahsyat ketika dua Formasi saling berbenturan, dampaknya menciptakan gelombang kejut super panas yang mampu membuat apapun menjadi abu.


Boom...


Sekali lagi suara ledakan hebat terdengar ketika Piramida Sihir meledak. Anggota Sekte Wei langsung menjadi abu. Sedangkan Ketua Wei Yan memiliki perlindungan diri dengan menggunakan zirah perangnya, dia terpental hingga zirah perang hancur berkeping-keping.


Sebelum terkena gelombang kejut super panas, dia segera melarikan diri dengan merobek kekosongan. Sayangnya, tubuhnya masih saja terkena gelombang kejut dan terhempas ke dalam kehampaan.


Jiang Chen Mei juga tidak luput dari dampak ledakan mahadahsyat, dia terpental dan dengan cepat tubuhnya melepuh. Wajah cantik tidak lagi terlihat, tapi dia masih sempat melihat sosok yang dicintai muncul dan terhempas gelombang kejut.


"Tian ...," kata terakhir Jiang Chen Mei yang memanggil Tian Zhi, dia tersenyum bahagia dan memejamkan mata.


Tubuh Jiang Chen Mei seketika menjadi abu. Abu Jiang Chen Mei tersapu angin dan menghilang.


"Tidakkkk....!!" teriak Tian Zhi yang Mata Langitnya melihat Jiang Chen Mei mati, dia terlambat untuk menyelamatkan kekasihnya, padahal dia sudah menggunakan teleportasi, tapi tubuhnya terhempas gelombang kejut.


Siapapun tidak lolos dari dua benturan kekuatan setingkat True Theta. Kini wilayah Sekte Wei membentuk kawah raksasa, bukit-bukit hancur, gunung menjadi rata.


Tian Zhi yang akan menghantam tanah segera menstabilkan tubuhnya. Dia melihat lokasi Jiang Chen Mei yang telah mati sambil perlahan turun.


"Ahhh!! Jiang Chen Mei!!" teriakan Tian Zhi sambil memukul tanah sebagai pelampiasan kemarahan yang tidak mampu menyelamatkan wanitanya.


Tian Zhi tidak menyangka Piramida Sihir ada disini. Seandainya tahu, dia secara pribadi akan mengambil Piramida Sihir dan yang pasti, Jiang Chen Mei akan tetap hidup.


"Bodoh, bodoh! Kenapa aku tidak menyelidiki dulu wilayah Sekte Wei!" pekik Tian Zhi yang marah pada diri sendiri, dia terus melampiaskan kemarahannya dengan memukul tanah.


Setelah ledakan itu, banyak orang berdatangan dari segala arah. Mereka syok melihat wilayah Sekte Wei menjadi kawah raksasa, disekitarnya menjadi daratan tandus dan masih merasakan panas ekstrim. Didasar kawah terlihat banyak lempengan logam yang berwarna keemasan, dan lempeng itu sisa-sisa Piramida Sihir yang meledak.


"Ini daya ledak kekuatan True Theta... Siapa orang yang telah disinggung oleh Sekte Wei?" gumam pria tua yang berasal dari Klan Zhi, dia adalah Zhi Longwei dari Kasta Raja dan menjabat sebagai Patriark Klan Zhi.


Disamping kanan Zhi Longwei adalah leluhur pertama Klan Zhi yang masih hidup. Desas-desus yang beredar mengatakan leluhur Zhi telah meninggal dunia. Tapi, ternyata masih hidup dan sehat, kekuatan berada di tingkat Half Theta level 75. Dia bernama Zhi Shaosheng.


Zhi Shaosheng sudah sangat tua tapi masih energik, rambut putih panjang, demikian juga dengan jenggotnya sepanjang perut. Kedua mata terlihat mengeluarkan kilatan, sorot mata tajam menandakan kenyang akan pahit manisnya kehidupan. Dialah orang yang meramalkan setiap kali pertemuan besar akan selalu ada penguasa yang tumbang.


Baru kali ini Zhi Shaosheng memperlihatkan dirinya setelah sekian lama berkultivasi tertutup, dia keluar dikarenakan merasakan kekuatan penghancur setingkat True Theta.


Di sebelah kiri Zhi Longwei adalah Pelindung Zhi atau leluhur kedua. Dia bernama Zhi Zixuan, penampilannya tidak jauh beda dengan Zhi Shaosheng, hanya saja tinggi badannya sedikit pendek dan perut buncit. Matanya sipit dan tatapan tajam, kekuatan jauh di bawah leluhur pertama, berada di tingkat True Alfa level 91.


Ketiga sosok itulah yang ditakuti oleh banyak kekuatan, bahkan Klan Xu tidak berani memprovokasi mereka. Perseteruan antara generasi muda tidak dianggap penting, sebab keberlangsungan hidup klan lebih utama.


Diseberang kawah raksasa datang jajaran petinggi dari Klan Xu. Mereka melihat tiga sosok yang disegani dan menangkupkan kedua tangan sebagai bentuk sapaan. Mereka tampak terkejut melihat Zhi Shaosheng yang masih hidup dan sehat.


Selain kedua klan itu yang datang, ada juga dari Kerajaan Suzaku, Raja Suzaku melihat leluhur pertama Klan Zhi, dia segera menghampiri dan memberikan salam.


Hubungan antara Klan Zhi dan Ras Suzaku sangat baik, mereka seperti saudara jauh. Lalu datang dari Ras Dewa Dewi atau yang dikenal dengan Ras Elf. Raja Elf segera menghampiri Zhi Shaosheng dan memberikan ucapan salam...


Kehadiran banyak orang kuat membuat Tian Zhi terdiam, lalu dia bersandar di batang pohon sambil melihat mereka. Kembali Tian Zhi melihat tempat terakhir Jiang Chen Mei meninggalkan kehidupan.


"Semoga jiwanya bisa bereinkarnasi!" harapan Tian Zhi, lalu dia memejamkan mata untuk menenangkan hati tanpa peduli dengan banyaknya orang kuat yang berdatangan.


Setelah beberapa saat saling menyapa, Zhi Shaosheng menjawab gumaman Zhi Longwei sesaat yang lalu, "mungkin daya ledakan itu berasal dari sebuah alat... Lihat didasar kawah itu!"


Zhi Shaosheng menunjuk ke dasar kawah dan terlihat kilauan emas dan segera turun, lalu diikuti semua orang yang ikut turun ke dasar kawah. Kawah masih mengepulkan asap, disaat menginjakkan kaki di tanah mereka masih merasakan panas dan aura kekuatan tingkat True Theta.


Mereka bertiga mengambil lempeng logam dan menyelidikinya. Patriark Zhi Longwei memanggil beberapa ketua yang mengikutinya untuk mengumpulkan serpihan Piramida Sihir untuk direkonstruksi jika bisa.


Tian Zhi yang telah tenang segera berdiri dan berjalan menuju ke bibir kawah. Saat berada di bibir kawah, dia melihat banyak orang yang sedang bekerjasama untuk menyelidiki penyebab ledakan dahsyat yang menghancurkan Sekte Wei.


"Piramida Sihir... Kenapa dulu aku tidak mengambilnya!" sesalnya didalam hati.


Sewaktu menjadi Dewa Binatang, dia pernah berniat untuk mengambil Piramida Sihir. Namun, niat itu diurungkan dikarenakan dia sedang dikejar oleh Four Disaster Beast. Dewa Binatang dikejar lantaran telah mengambil bola energi True Resonansi milik si Wei Yan yang didapatkan dari Maharaja Yaksa.


Disaat Tian Zhi mengingat masa lalu, Zhi Shaosheng melihat dahinya yang memiliki simbol trisula. Setelah mengamati simbol trisula, kedua matanya berbinar-binar karena mengetahui apa arti simbol trisula.


Tian Zhi yang diperhatikan oleh Zhi Shaosheng merasakan tatapannya, dia segera membalikkan badan untuk kembali ke Kota Mu melanjutkan kultivasinya.


"Anak muda, tunggu!" cegah Zhi Shaosheng sambil melesat ke arah Tian Zhi.


Semua orang yang sedang menyelidiki puing-puing Piramida Sihir melihat Zhi Shaosheng mengejar seseorang.


Sayangnya, Tian Zhi telah berteleportasi dan Zhi Shaosheng kehilangan jejaknya. Patriark Zhi Longwei menyusul leluhurnya, dia melihat apa yang dilihat oleh leluhurnya, dimana posisi terakhir Tian Zhi berdiri.


"Siapa dia, Leluhur?" tanya Zhi Longwei yang sekilas melihat Tian Zhi berdiri di bibir kawah.


Zhi Shaosheng mengembangkan senyuman bahagia, lalu dia berbicara, "pertemuan besar tahun depan adalah yang ke-999. Sesuai ramalan ku, akan muncul garis darah Kasta Kaisar yang barusan saja kulihat. Aku tidak berharap diusia setua ini masih bisa melihatnya."


Zhi Longwei tampak berpikir serius mengenai garis darah Kasta Kaisar. "Berarti proyek penciptaan garis darah Kasta Kaisar 40 tahun yang lalu telah berhasil!" gumamnya sambil membelai dagu dan tangan kiri di belakang pinggang.


"Proyek? Apa maksudmu?" tanya Zhi Longwei yang tidak tahu-menahu tentang kejadian 40 tahun yang lalu.


"Zhi Shirong generasi ke-9, dulu dia pernah membuat proyek penciptaan garis darah Kasta Kaisar, tetapi kita menentang tujuannya yang bisa berakibat buruk jika gagal seperti para ahli kita waktu itu...," jawab Zhi Longwei dan menceritakan tentang Zhi Shirong.


Sayangnya, Zhi Longwei tidak tahu jika bukan Zhi Shirong yang telah berhasil menciptakan garis darah Kasta Kaisar, padahal yang berhasil adalah ayah dari Zhi Xiancai si Dewi Salju yang bernama Zhi Mingyu.


Zhi Longwei mengira jika orang tua dari Zhi Xiancai telah meninggal, dia tidak tahu jika Zhi Shirong telah memenjarakan Zhi Mingyu beserta istrinya si Xue Liena di Lembah Kekosongan.


"Kita harus merayakan keberhasilan Zhi Shirong jika memang berhasil menciptakan garis darah Kasta Kaisar!" sela Zhi Zixuan setelah Zhi Longwei selesai menceritakan kejadian 40 tahun lalu.


"Penghargaan apa yang pantas untuk keturunan kita?" tanya Zhi Shaosheng yang ingin mendapatkan saran baik bagi Zhi Shirong.


"Agenda pertemuan besar yang akan datang... Salah satunya adalah mengangkat penerus pemimpin klan... Jadi, kita dukung dia untuk menggantikan posisimu!" saran Zhi Zixuan sambil melihat Patriark Klan Zhi Longwei.


Setelah Zhi Longwei turun dari jabatannya, dia akan menjadi pelindung dan penasehat bagi klan Zhi seperti Zhi Zixuan, jabatan yang lebih tinggi dari Patriark Klan.


Zhi Shaosheng dan Zhi Longwei berpikir sejenak untuk merenungkan saran Zhi Zixuan. Setelah beberapa saat, Zhi Shaosheng berbicara, "tapi anak muda itu harus hadir sebagai bukti kepemilikan garis darah Kasta Kaisar. Tanpa dia, semua anggota klan tidak akan mempercayai Zhi Shirong."


Zhi Zixuan tertawa kecil, lalu dia berkata, "biarkan itu menjadi tanggungjawab ku!"


"Perlakuan dia dengan baik! Ayo, kita lanjutkan penyelidikan kejadian ini." pinta Zhi Shaosheng, lalu dia kembali turun ke dasar kawah bersama Zhi Longwei.


Zhi Zixuan tidak segera mengikuti mereka, dia mengeluarkan Siput Penghantar Suara untuk berkomunikasi dengan seseorang yang telah mengetahui tentang garis darah Kasta Kaisar.


Sedangkan Tian Zhi telah berada di Kota Mu, dia tampak bersedih hati telah kehilangan wanitanya. Lalu dia masuk ke dalam Formasi Array untuk melanjutkan berkultivasi, sekaligus untuk menenangkan hati.


"Dikehidupan mendatang, kuharap kita bisa bertemu lagi!" harapannya dan memejamkan mata.