Trigrams Chaos

Trigrams Chaos
Chapter 72. Tian Zhi mati? (Arc 1 End)


Chapter 72. Tian Zhi Mati? (Arc 1 End).


Setelah menghancurkan banyak batu meteor, kini tinggal satu batu meteor yang besar. Semua orang yang memiliki kekuatan di atas Crossing Tribulation yang akan bekerjasama, sebab kekuatan di bawah Earth Immortal belum mampu melewati lapisan atmosfer.


"Semuanya bersiap!!" teriakan Miao Jiang setelah selesai menghancurkan batu meteor yang berukuran kecil.


He Hua segera terbang dengan sangat cepat untuk melewati lapisan atmosfer, lalu disusul oleh Miao Jiang dan semua kekuatan, termasuk permaisuri Yin dan semua musuh Tian Zhi.


Di kejauhan, Tian Zhi juga selesai menghancurkan banyak batu meteor seorang diri, dan seribu tubuh bayangan juga telah berubah menjadi asap, sebab Tian Zhi terlalu kelelahan dengan mengendalikannya dan butuh waktu lagi untuk menggunakan Teknik Langkah Bayangan.


Tian Zhi menelan pill pemulih energi dan melihat He Hua, Miao Jiang sudah menerobos lapisan atmosfer, Tian Zhi melihat permaisuri Yin dan tersenyum sinis.


"Kamu lihat saja nanti ... Kematian mu akan lebih menyakitkan dari yang lainnya!" gumam Tian Zhi, dia tidak akan membunuh permaisuri Yin secara langsung, tapi dia akan menyiksanya sampai terpuaskan.


Setelah energinya pulih, Tian Zhi juga terbang mendekati batu meteor sebelum mendekati lapisan atmosfer, dia ingin melihat, apakah He Hua yang paling kuat mampu menghancurkan batu meteor itu atau tidak.


He Hua dan semua orang terbang dengan kecepatan tinggi untuk menghancurkan batu meteor, jangan sampai batu meteor mendekati lapisan atmosfer apalagi masuk, sebab dampak tekanan batu meteor sangat mengerikan dan bisa-bisa meluluh-lantakkan Benua Awan Timur.


Suara gemuruh terdengar jelas oleh semua penduduk Benua Awan Timur dan mulai merasakan tekanannya dari batu meteor yang berukuran seperempat Benua Awan Timur. Padahal masih jauh dari lapisan atmosfer.


He Hua mengukur jarak dampak setelah benturan batu meteor dengan serangan gabungan, dan dia berhenti ketika jaraknya cukup dan tidak berakibat buruk bagi Benua Awan Timur.


"Saat hitungan terakhir, kita segera lepaskan serangan terkuat bersama-sama!" titah He Hua kepada semua orang.


Segera semua orang mengeluarkan energi Kitab teknik tertinggi yang mereka miliki, segera aura berwarna Kuning dan Biru keluar dari tubuh mereka, hanya He Hua dan Miao Jiang mengeluarkan aura berwarna Merah, tanda mereka menggunakan Kitab Merah.


Tian Zhi di kejauhan melihat warna aura He Hua dan Miao Jiang, terlihat dia menghela nafas, karena tidak memiliki Kitab Merah, dia hanya bisa mengandalkan elemen yang dia miliki, Petir Surgawi Sembilan Warna dan Api Awan Hitam Petir.


"Aku akan tingkatkan Kitab Biru Langkah Bayangan, teknik ini masih terlalu banyak menguras energi saat digunakan, dan membutuhkan banyak waktu untuk digunakan lagi...!" gumam Tian Zhi.


Tian Zhi hanya mempelajari tiga Kitab Biru tahap puncak, dua skill aktif dan satu skill pasif, dan baginya masih kurang diandalkan jika, sebab terlalu lambat dan banyak menguras energinya.


Tian Zhi melihat batu meteor berwarna hitam dan tampak seperti logam dengan permukaan yang tidak rata, terlihat seperti banyak kawah. Kemudian, Tian Zhi melihat He Hua dan semua orang telah melepaskan kekuatan terbaik mereka saat jarak batu meteor sejauh satu kilometer, di kejauhan energi mereka terlihat seperti seekor ular yang meliuk-liuk.


Boom💥...


Ledakan hebat saat serangan itu mengenai batu meteor, dan hanya sedikit menghancurkan permukaan batu meteor, bisa dipastikan batu meteor itu sangat keras.


Kembali He Hua dan semua orang melepaskan serangan mereka dan ledakan hebat terdengar lagi, namun seperti serangan pertama tidak banyak mengurangi ukuran batu meteor itu.


"Lagi!!"


Teriakan He Hua yang makin merasakan tekanan dari batu meteor dan memerintahkan semua orang menyerang lagi dan lagi. Ledakan terus terjadi dan hanya sedikit permukaan batu meteor yang hancur dan juga sedikit memperlambat lajunya.


"Tian, demi aku... Tolong!!"


Dibenak Tian Zhi terdengar suara He Hua yang meminta bantuan untuk menghancurkan batu meteor. Tian Zhi tersenyum dan membalas permintaan He Hua.


"Asal kamu dan Miao Jiang mau menjadi kekasihku!"


Mendengar balasan Tian Zhi, He Hua jelas kesal dengan tubuh sedikit gemetar.


"Tian, ini demi seluruh kehidupan dan bukan demi aku pribadi! Apakah kamu tetap egois seperti ini...! Aku yakin kamu tidak seperti itu. Lakukan kebaikan walau hanya sedikit, alam semesta pasti akan membalas kebaikanmu! Lihat orang yang kamu benci, mereka memang berhati hitam, tapi... Lihat mereka lagi, mereka menghilangkan keegoisannya hanya demi membantu banyak kehidupan!" harap He Hua agar Tian Zhi sadar jika ini demi kebaikan.


Hati Tian Zhi seketika tertusuk mendengar ucapan He Hua, dan melihat semua musuhnya terus melepaskan serangan kepada batu meteor walau sudah kelelahan.


He Hua yang tidak mendapat balasan segera berbicara lagi. "Tian, kamu sudah dewasa dan mampu berpikir mana yang baik dan tidak. Tidak semua rasa sakit harus membalas dengan rasa sakit. Alangkah baiknya rasa sakit dibalas dengan kebaikan, dan biarkan alam semesta yang membalas keburukan mereka. Alam semesta pasti memberikan hukum lebih kejam dan berlipat-lipat dari apa yang mereka perbuat. Percayalah, sedikit kebaikan yang kamu berikan kepada kehidupan, besar manfaatnya untuk masa depanmu!"


Tutur kata He Hua yang lembut dan penuh kasih sayang membuat dada Tian Zhi semakin terasa sesak, dia merasa He Hua seperti seorang ibu yang memberikan arahan hidup yang benar.


"Terima kasih!" batin Tian Zhi yang merasakan telah dibukakan hatinya yang selalu terasa kosong dan gelap.


Dia segera berpindah dalam sekejap, dan muncul di depan He Hua. Spontan He Hua, Miao Jiang dan semua orang kaget dengan kemunculan Tian Zhi di depan mereka.


Tian Zhi memutar leher untuk melihat He Hua dan Miao Jiang. "Kalian mundur, biar aku yang menanganinya! He Hua, aku menyukaimu!" kata Tian Zhi dan mengungkapkan perasaannya.


Spontan jantung He Hua dan Miao Jiang seperti akan melompat saat melihat Tian Zhi berhadapan sangat dekat dengan batu meteor, hanya berjarak satu meter.


"Tian!!" teriakan He Hua yang panik, dia tidak ingin sesuatu terjadi pada Tian Zhi.


Siapapun tahu tekanan batu meteor yang bergerak sangat cepat, jarak mereka yang jauh saja sudah tertekan apalagi jarak yang begitu dekat. Sudah dipastikan tubuhnya akan hancur.


Dhum...


Dentuman terdengar dimana Tian Zhi menahan batu meteor dengan kedua tangannya. Dan memicu gelombang angin kencang yang berhembus sangat cepat.


Tubuh semua orang terhempas dan hanya He Hua dan Miao Jiang yang masih bertahan dan menutup wajahnya dengan kedua lengan. Saat hembusan angin telah lewat, kedua wanita itu dan semua orang tercengang saat tidak melihat batu meteor yang begitu besar.


Batu meteor menghilang, dan seakan-akan tidak pernah ada batu meteor, semua orang mengedarkan pandangan untuk mencari Tian Zhi dan tidak menemukannya.


Boom💥...


Ledakan Supernova terdengar dan semua orang melihat sumber suara, dimana matahari berfluktuasi hebat. Setingkat kekuatan Deity saja yang bisa melihat dengan Mata Dewa, mereka melihat sosok berapi yang membuat suara ledakan Casanova.


He Hua, Miao Jiang dan beberapa orang yang memiliki kekuatan Deity jelas tercengang melihat sosok berapi itu adalah Tian Zhi. Mereka tidak menyangka bagaimana caranya Tian Zhi membawa batu meteor yang besar dan muncul dekat dengan Matahari.


Ya, Tian Zhi yang memiliki Power Root Stone dan Throat Stone mampu menahan batu meteor dan segera ber-teleportasi. Dia muncul dekat dengan Matahari, lalu mendorong batu meteor kearah Matahari.


Dan terjadilah ledakan Casanova. Batu meteor seketika hancur berkeping-keping dan tanpa sisa saat menabrak Matahari. Berkat dua Batu Keabadian Tian Zhi mampu melakukannya.


Tian Zhi menghela nafas dan wajahnya memucat, tanda dia kelelahan yang telah mengeluarkan banyak energi, apalagi dia belum pernah menguji seberapa besar batas kemampuannya.


Segera Tian Zhi menelan pill pemulih energi tingkat Dewa dan buru-buru menjauhi Matahari saat dia merasakan tubuhnya tersedot. "Sialan, aku terlalu ceroboh dengan dekat Matahari!" umpat Tian Zhi yang kesulitan untuk menjauh, dia juga kaget tidak bisa menggunakan kemampuan teleportasi.


Tubuhnya semakin berat dan kesulitan bergerak saat tersedot Matahari, dia semakin dekat dan merasakan panas, sayapnya juga tidak mampu berbuat banyak.


Dragon Flame juga ikut panik dengan tubuhnya yang berbentuk tato di punggung Tian Zhi bergerak-gerak, dia ingin keluar, tapi tidak mungkin dia lakukan, sebab tubuh besarnya akan mempercepat terserap ke dalam Matahari.


"Tuan, aku akan berikan kekuatan ku, tapi setelah itu, aku akan ber-hibernasi cukup lama dan tidak bisa menemanimu!" kata Dragon Flame dengan suara telepati.


Setelah Dragon Flame memberikan kekuatannya kepada Tian Zhi, dia akan kehabisan energi dan membutuhkan waktu lama untuk pulih, cara memulihkan energinya ada beberapa cara; dengan tertidur lama, mendapatkan buah suci dan mendapatkan asupan energi jiwa dari pill, atau menyerap energi spiritual yang dimiliki Tian Zhi, tapi itu juga tidak mungkin dia lakukan, sebab Tian Zhi juga akan kehabisan energinya.


Seandainya jika Tian Zhi tidak mengalami situasi seperti ini, Dragon Flame tidak akan memberikan seluruh kekuatannya, cukup meningkatkan kekuatan Tian Zhi beberapa level, dan tidak sampai pada tingkat God Monarch, dan itupun tidak permanen hanya sementara waktu.


"Tenang saja, aku akan cari cara untuk memulihkan energi mu!" janji Tian Zhi yang tahu konsekuensi yang akan di alami Dragon Flame.


Segera Dragon Flame memberikan kekuatannya kepada Tian Zhi hingga naik secara eksplosif ke tingkat God Monarch.


Seketika tubuh Tian Zhi menjadi ringan dan dia segera mengepakkan sayap sangat cepat.


"Huff!!"


Tian Zhi menghela nafas lega saat lolos dari kematian dan melihat lagi kearah Matahari, pengalaman ini sangat mendebarkan dan akan selalu dia ingat.


Dengan kekuatannya saat ini dia tidak akan bertindak ceroboh walaupun memiliki kemampuan dari Batu Keabadian.


Di kejauhan, He Hua dan Miao Jiang ikut bernafas lega saat Tian Zhi berhasil lepas dari serapan Matahari. Dari ketegangan, rasa panik dan kuatir menjadi terkejut dengan Tian Zhi yang tiba-tiba naik ke tingkat God Monarch.


Walaupun He Hua dan Miao Jiang tidak ikut mengalaminya sendiri, cukup melihat saja sudah mendebarkan, sensasi mengalami hidup diujung kematian.


Namun, disaat hati sudah lega dan senang, He Hua melihat bola energi besar menghantam punggung Tian Zhi dari belakangnya sangat cepat dan kuat.


Boom💥...


"Tiannn...!!"


(Arch 1 End)