
Chapter 125. Kematian Permaisuri Yin.
Ledakan hebat ketika pukulan kuat mengenai udara. Setelah itu, Master Yan sekilas melihat cahaya keemasan berkedip dan menghilang dalam sekejap. Segera Master Yan mengejarnya, namun setelah berapa saat mencari, dia tidak menemukan si pencuri.
He Hua dan Miao Jiang juga ikut mencari di sekitarnya, tapi tidak juga menemukan si pelaku, mereka melakukan ini agar tidak dicurigai oleh Master Yan. Lalu, mereka berdua segera menemui Master Yan yang masih terus menerus mencari.
"Master Yan, kami tidak menemukan si pencuri! " lapor He Hua dengan nada menyesal.
"Aku tahu. Lebih baik kalian persiapan diri untuk misi selanjutnya, ajak Monster Pembunuh untuk bekerjasama! " perintah Master Yan.
"Baik Master Yan, kami permisi dulu. "
Segera kedua wanita itu pergi meninggalkan Master Yan yang dibalik topengnya menampilkan wajah suram, dengan menahan emosinya, Master Yan kembali melanjutkan pencariannya.
Sebenarnya, Tian Zhi tidak pergi kemana-mana, dia hanya bersembunyi di pepohonan di bawah Master Yan, dan mengikuti kedua kekasihnya setelah diijinkan untuk pergi.
Setelah jarak cukup aman dan tidak terlihat oleh Master Yan, Tian Zhi berbicara melalui telepati kepada kekasihnya:
"Aku akan bawa kalian masuk ke dalam cincin dimensi."
Mendengar suara Tian Zhi, kedua wanita itu mengangguk pelan. Segera Tian Zhi mengalirkan energi spiritual menyelimuti kekasihnya dan seketika mereka menghilang.
"Huff!"
He Hua dan Miao Jiang membuang nafas secara kasar, mereka langsung terduduk lemas setelah menahan rasa takutnya terhadap Master Yan yang marah. Tian Zhi segera memeluk kedua wanitanya.
"Terimakasih sudah susah payah membantuku, kalian memang hebat! " pujian Tian Zhi untuk mengapresiasi kinerja mereka yang berhasil mengelabui seseorang Dewa Absolute.
"Perubahan yang tidak terduga!" gumam Miao Jiang yang tidak berharap semua ini terjadi.
"Kalian istirahat dulu disini, setelah aku menyelesaikan masalah di Kerajaan Wang, kita akan menuju makam kuno, " kata Tian Zhi kepada kekasihnya.
"Iya, aku juga ingin bersantai dulu disini!" jawab He Hua dan di anggukkan oleh Miao Jiang.
Setelah mencium kekasihnya Tian Zhi segera keluar dari cincin dimensi dengan wujud menjadi udara, dia berniat membunuh Wang Yin demi memuaskan perasaan emosinya yang selalu mengganjal di hati.
Tidak berselang lama Tian Zhi telah kembali ke istana Kerajaan Wang. Kini Kerajaan Wang dalam suasana berkabung, bau dupa yang harum mengisi seluruh ruangan di istana.
Tian Zhi segera mencari Wang Yin.
Setelah mencari seluruh kamar di istana, dia tidak menemukannya, tapi dia mendengar bisik-bisik pelayan yang membicarakan tentang kematian putra mahkota kerajaan. Tian Zhi segera mendekati pelayan yang sedang bergosip.
"Kematian putra mahkota pasti terkait perebutan tahta kerajaan! " bisik si pelayan A kepada rekannya.
"Mungkin si pembunuh itu pasti orang suruhan putri kejam itu! " sahut si pelayan B dengan suara lirih sambil melihat sekitarnya.
"Baru kembali dua tahun sudah berniat menjadi ratu, apa kurang puas menjadi permaisuri di Kerajaan Xiang! " keluh si pelayan A, karena selama kedatangan Wang Yin suasana istana menjadi suram.
"Hmm! Jelas dia tidak puas, kan Kerajaan Xiang telah hancur dan juga ... ! " sahut si pelayan B sambil kembali melihat sekitarnya, "dia telah menceraikan Raja Xiang karena jatuh miskin setelah kehilangan harta dan juga putranya." lanjutnya dengan suara makin pelan.
Putri kejam yang dimaksudkan oleh si pelayan B adalah Wang Yin, dia dikenal sebagai Putri Yin. Wang Yin kembali ke tempat asalnya setelah Benua Awan Timur hancur karena binatang monster, dan juga ruang harta Raja Xiang telah dibobol sewaktu ditinggal mengungsi di Kerajaan Jun.
Dan yang membobol ruang harta Kerajaan Xiang tidak lain adalah, pria yang sedang menguping obrolan kedua pelayan itu.
Tian Zhi yang menjadi pelaku pembobolan jelas tidak tahu, wajahnya tampak serius mendengar obrolan mereka sambil sekali-kali mengangguk pelan.
Setelah kepulangannya dari Benua Awan Timur, Wang Yin juga menceraikan Raja Xiang, dengan alasan karena tidak bisa menjaga putranya semata wayang yang telah terbunuh, putranya bernama Xiang Huangdi. Padahal tujuan kepulangan Wang Yin yang sebenarnya, dia ingin menjadi penguasa tunggal di Kerajaan Wang.
Tian Zhi pun dengan senang hati mengikuti mereka. Ternyata kediaman Wang Yin terpisah dari istana, pantas saja Tian Zhi tidak menemukan di dalam istana. Tian Zhi melihat sebuah rumah besar berlantai dua, di depannya dibangun kolam ikan, disekitar kolam ditanami banyak bunga berbagai jenis.
Kedua pelayan berjalan menuju lantai dua, dan di lantai dua hanya ada dua kamar. Kedua pelayan itu mengetuk pintu, lalu terdengar suara wanita yang memerintahkan mereka untuk masuk.
Tian Zhi juga mengikuti mereka, dan dia melihat tubuh Wang Yin yang hanya menggunakan penutup dada dan juga bagian bawahnya, tampaknya berniat untuk mandi.
"Lama sekali kalian! Cepat siapakah ramuannya! " perintah Wang Yin dengan nada sedikit membentak.
"Baik Putri. "
Dengan ketakutan kedua pelayan itu menuju kamar mandi yang sangat luas, terlihat ada kolam mandi khusus dengan air yang telah berisi banyak bunga. Kemudian, kedua pelayan itu segera mengeluarkan banyak ramuan untuk menjaga kulit tetap halus dan awet muda.
Tidak berselang lama Wang Yin masuk dengan tubuh tanpa sehelai pakaian. Tian Zhi yang melihat tubuh indah Wang Yin seketika menelan salivanya, dia mengagumi sosok janda berusia 45 tahun masih terlihat cantik dengan tubuh yang padat berisi.
"Untung saja aku tidak membuka cermin di dalam cincin dimensi, kalau tidak...! " batin Tian Zhi yang beruntung kekasihnya tidak ikut melihat pemandangan indah saat ini.
"Kalian tunggu di luar! " perintah Wang Yin dengan nada ketus.
"Baik Putri. "
Segera kedua pelayan itu meninggal Wang Yin dan menutup pintu kamar mandinya. Wang Yin segera masuk ke dalam kolam mandi, dan membaringkan kepalanya pada tepi kolam.
Tian Zhi tersenyum tipis setelah kedua pelayan pergi, dia mengeluarkan aroma afrodisiak dengan maksimal. Tian Zhi berniat membunuh Wang Yin dengan rasa nikmat.
Seketika seluruh ruang kamar mandi dipenuhi aroma yang membuat gejolak kewanitaan naik. Wang Yin menjadi gelisah dan nafas terengah-engah, saat ini membutuhkan seseorang pria yang mampu melepaskan hasrat kewanitaannya.
Wang Yin mulai memainkan kedua tangan, tangan kanan menuju lembah surganya dan tangan kiri memainkan buah kenyal sebelah kanan. Namun setelah beberapa saat, dia tidak bisa memuaskan dirinya, apalagi keinginannya makin bergejolak.
Tian Zhi akhirnya menampakan dirinya didepan Wang Yin. Spontan Wang Yin terkejut saat melihat wajah orang yang dia sangat benci tiba-tiba muncul, namun kebenciannya seketika menghilang, dikalahkan oleh hasratnya yang tak terbendung.
Wang Yin langsung menerjang Tian Zhi dan mencium bibirnya...
Dua pelayan yang masih setia menunggu balik pintu, mendengar suara ******* di dalam kamar mandi, kedua wanita itu tersenyum jijik saat pikiran mereka membayangkan, jika Putri Yin melakukan hal intim seorang diri.
"Tak layak menjadi ratu! " bisik si pelayan A kepada rekannya yang hanya mengangguk paham.
"Ah...! Masukkan lebih dalam dan hancurkan saja!"
Suara indah Wang Yin makin keras didengar oleh kedua pelayan, dan membuat mereka geleng-geleng dengan raut wajah yang makin jijik mendengar suara Putri Yin.
Suara Wang Yin terus berisik selama waktu empat dupa hingga akhirnya berhenti dan membuat suasana hening lagi. Namun setelah waktu dua dupa berlalu, kedua pelayan itu saling bertukar pandangan, mereka menjadi gelisah.
"Ayo kita masuk! " ajak si pelayan B dengan perasaan yang tidak enak, apalagi si pembunuh putra mahkota belum diketemukan.
Si pelayan A dengan berlahan membuka pintu, dan melihat Putri Yin telah terbujur kaku di tepi kolam mandi dengan kulit tubuh telah mengeriput. Kedua pelayan itu buru-buru mendekati dan spontan menjerit keras.
Apa yang mereka lihat selain kulit tubuh telah mengeriput, kedua pelayan itu melihat lubang kewanitaan Putri Yin tertanam pedang berkarat dan buah kenyalnya juga diiris-iris. Selain itu, kedua mata Putri Yin telah diambil, lidah juga telah terpotong dan lubang kotornya tertancap pisau tajam dan terbelah hampir terlepas.
Teriakan kedua pelayan itu jelas mengundang para penjaga, dan reaksi para penjaga langsung syok melihat adik Raja Wang telah terbunuh dengan cara tragis dan mengerikan.
Satu hari telah terjadi pembunuh berantai membuat Kerajaan Wang gempar. Raja Wang yang belum selesai berkabung makin tidak karuan, segala emosi meledak dan memerintahkan siaga satu untuk menangkap si pembunuhnya.
Sedangkan Tian Zhi telah berada jauh dari Kerajaan Wang, dia menuju tempat munculnya makam kuno. Terlihat wajahnya muram, karena tidak ada peningkatan kekuatan sama sekali setelah berkultivasi ganda dengan tiga wanita, padahal dia mendapatkan dua kesucian dari kekasihnya dan juga menyerap habis Energi Yin milik Wang Yin.
Tidak ada peningkatan kekuatan dikarenakan Tian Zhi membutuhkan banyak energi besar untuk menerobos di Ranah Keabadian. Karena tidak meningkatkan kekuatannya, Tian Zhi akhirnya menyiksa Wang Yin hingga mati...