Trigrams Chaos

Trigrams Chaos
Chapter 55. Panik.


Chapter 55. Kepanikan.


Madam Yin melihat di kejauhan aksi Tian Zhi membantai semua orang tanpa perlawanan berarti, jelas tanpa bisa memberikan serangan balik sebab perbedaan kekuatan terlalu jauh, apalagi Tian Zhi menggunakan Teknik Perubahan Wujud menjadi udara.


Madam Yin geleng-geleng kepala telah membentuk hubungan buruk dengan Tian Zhi.


Namun, dia tersenyum saat mengingat kisah di goa dua tahun lalu, lalu dia berjalan mendekati Balai Kota Handan untuk menemui Tian Zhi.


*****


Di seluruh wilayah Kerajaan Mu mendengarkan suara Tian Zhi, dan mereka tercengang dengan pernyataannya yang mendeklarasikan peperangan.


Segera Permaisuri Yin keluar dari kediamannya bersama dua sosok misterius yang menggunakan jubah penyamaran. Permaisuri Yin menemui Raja Xiang yang gelisah dengan berjalan mondar-mandir di depan singgasananya.


"Persiapkan semua tentara, dan kumpulkan semua pemimpin untuk mempersiapkan kedatangan putramu!" perintah Permaisuri Yin kepada Raja Xiang.


Raja Xiang geleng-geleng telah mengetahui identitas asli Grand Master Tian Zhi yang ternyata putranya sendiri, Xiang Tianzhi. Semua informasi itu diketahui dari sosok misterius yang tampak patuh kepada Permaisuri Yin.


"Apa kamu yakin jika dia adalah Xiang Tianzhi putraku yang melarikan diri bersama Xue Mei?" tanya Raja Xiang yang ingin kepastian akan kebenaran ini.


"Bodoh!? Tian Zhi dan Tianzhi hanya nama yang dipisahkan, siapa lagi jika dia bukan putramu! Cepat, kerjakan perintah ku!?" bentak Permaisuri Yin, yang entah kenapa sangat membenci Raja Xiang.


Segera Raja Xiang meninggalkan istananya dan raut wajah kecewa akan perilaku Permaisuri Yin, namun dia juga tidak bisa berbuat apa-apa dengan dukungan istrinya yang sangat kuat dan kaya raya.


"Menurut kalian, seberapa tinggi kekuatan bocah itu?" tanya Permaisuri Yin kepada bawahan yang memakai jubah penyamaran.


"Nona muda, jika mendengar kekuatan suaranya hingga terdengar dari sini, perkiraanku kekuatannya berada pada tingkat Golden Immortal!" jawab salah satu sosok berjubah yang berdiri disebelah kiri Permaisuri Yin.


"Keberuntungan apa yang didapatkan bocah itu bisa memiliki kekuatan seperti saat ini?" gumam Permaisuri Yin yang iri dengan pencapaian dari Tian Zhi, dia tampak kuatir akan kekuatannya, "Paman pertama, panggil bantuan dari Benua Bintang, minimal kekuatan Golden Immortal, gunakan Altar Dimensi agar cepat sampai tujuan!" lanjutnya dengan memberikan titah kepada sosok yang dia panggil.


"Segera, Nona muda."


Setelah paman pertama meninggalkan istana, Permaisuri Yin kembali berpikir.


"Paman kedua, menurutmu sosok yang bertarung dengan kalian waktu itu, apa akan muncul lagi?" tanyanya.


"Mungkin saja, jika kita ikut campur masalah Tian Zhi itu! Tapi, keputusan Nona muda memang tepat untuk memanggil bantuan, ini juga untuk mengantisipasi jika hal tak terduga terjadi!" jawab paman kedua.


"Apa paman sudah menemukan patung Dewa Binatang?" tanya permaisuri Yin sekali lagi.


"Sudah, tapi ... Patung itu berada di istana kerajaan Mu, dan Kerajaan Mu dijaga oleh seseorang dari Alam Keabadian (Xianjing), tampaknya orang itu juga mencari Tujuh Batu Keabadian!" jawab paman kedua.


"Sialan, pasti dia, kan?" umpat permaisuri Yin dengan nebak siapa orang yang berasal dari Alam Keabadian.


"Bukan, tapi keponakannya si Wei Long ...."


"Menurut Paman kedua, kekuatannya setingkat apa?"


"True God tahap tujuh!" jawab paman kedua.


Permaisuri Yin tersenyum setelah mendengar kekuatan musuhnya, dia telah mendapat ide. Kemudian Permaisuri Yin berbicara melalui telepati kepada paman kedua untuk memberikan tugas baru.


Segera paman kedua keluar dari istana Kerajaan Xiang untuk melakukan perintah.


"Xiang Tianzhi, nikmati saja kesombongan mu untuk saat ini! Sayang sekali seseorang jenius harus mati muda!" gumam Permaisuri Yin dengan berdiri, dia menuju kamar pribadi.


*****


Di Kerajaan Mu, tidak jauh berbeda dengan Kerajaan Xiang yang panik akan pernyataan Grand Master Tian Zhi. Raja Mu segera mengumpulkan segala kekuatannya untuk menghadapi Tian Zhi.


Di istana Kerajaan Mu, Raja Mu duduk bersama dengan seseorang yang berasal dari Alam Keabadian, Wei Long. Di istana telah berkumpul banyak pemimpin wilayah Kerajaan Mu, dan sedang berdiskusi.


"Kenapa kalian semua takut dengan bocah itu!" tegur Wei Long dengan nada meremehkan semua orang yang ketakutan kepada Tian Zhi.


"Dengan kehadiran Tuan Muda, kita memang tidak kuatir, tapi kita tetap harus mengantisipasi wilayah yang jauh dari pusat, kita kuatir dia akan membuat kekacauan disana!" ungkap Raja Mu.


"Merepotkan saja ... Giring dia kesini biar aku yang menanganinya, asal kalian cari apa yang aku inginkan!" titah Wei Long dan segera meninggalkan istana.


Semua orang geleng-geleng, sebab semua orang sudah berusaha mencari apa yang diinginkan oleh Wei Long, namun sampai saat ini masih belum menemukan titik terang.


"Bocah ini penyuka wanita, jadi pilih wanita terbaik untuk menariknya kesini, dan siapkan jebakan untuknya seperti biasa...," ujar Raja Mu dan membuat perencanaan untuk mengatasi Tian Zhi.


Segera semua pemimpin membuat skema terbaik dan menekan korban di pihak mereka saat menghadapi Tian Zhi. Saat berdiskusi, salah satu pejabat mengungkapkan Identitas asli Grand Master Tian Zhi kepada Raja Mu.


Raja Mu sempat syok saat tahu jika Xiang Tianzhi masih hidup, apalagi masih bisa berkultivasi lagi, padahal dantian nya telah dihancurkan oleh Marquis Zhou Fan. Raja Mu segera berpikir akan menghilangnya Marquis Zhou Fan dan Xue Ling (Xue Mei).


"Apa benar jika Xiang Tianzhi membalaskan dendam ibunya dengan membunuh Xue Mei dan Zhou Fan ... Jika benar, berarti memang dia pemilik garis darah Kasta Kaisar yang dirumorkan oleh Marquis Zhou Fan ... !"


Raja Mu seketika tertawa terbahak-bahak saat dia meyakini akan tebakannya. Segera Raja Mu membuat perencanaan tersendiri tanpa harus mengikuti saran Wei Long, dia berniat untuk memonopoli Tian Zhi karena garis darah Kasta Kaisar.


*****


Tian Zhi tersenyum melihat wajah Madam Yin yang tertutupi cadar, dia berjalan mendekatinya yang sedang melipat kedua tangan di dadanya sambil bersandar di pintu.


"Boneka palsu, apa kabar!" sapa Tian Zhi dan terkekeh saat teringat telah berhubungan intim dengan Madam Yin.


Sontak Madam Yin terkejut saat tahu dia menggunakan tubuh boneka, tapi keterkejutan seketika menghilang dan tersenyum dibalik cadarnya, dia berjalan mendekati Tian Zhi.


"Oh! Setelah merenggut kesucian ku dengan cara licik dan membuat pernyataan yang menyakitkan ... Kamu benar-benar pria yang tidak tahu diri dan tak terhormat. Apa ini sikap seorang pria sejati kepada wanita, hah!" geram Madam Yin yang seakan-akan telah ternoda dan Tian Zhi tidak mau bertanggungjawab akan perbuatannya.


"Licik... Apakah aku menipu dan merayu mu? Tidak, dan itu bukan sikapku, Matriark Yin ... Opss! Maaf, maksudku Madam Yin!" sanggah Tian Zhi yang tidak mau disalahkan, dan dia seakan-akan keceplosan menyebutkan identitas asli pemilik Paviliun Hitam.


Madam Yin mengepalkan kedua tangan dengan tangan gemetaran saat Identitas aslinya diketahui. Namun, Madam Yin masih menahan dirinya dan terkekeh untuk menghilangkan amarah.


"Tian, mulutmu memang pandai bersilat lidah ..."


"Pandai juga memuaskan bibir bawah-mu!" potong Tian Zhi dan semakin membuat Madam Yin marah yang dipermalukan lagi.


Swosh... Bang... Bang...


Madam Yin langsung menyerang Tian Zhi, tapi pukulan dan tendangannya selalu mudah dihindari dan di tangkis oleh Tian Zhi.


"Boneka palsu tidak akan mungkin menipu ku lagi, Matriark Yin!" ungkap Tian Zhi sambil terus menghindari serangannya.


"Tian, kamu tidak layak melihat wujud asli ku!?" bentak Madam Yin yang semakin ganas menyerang Tian Zhi.


"Baiklah, jika kamu tidak mau menemuiku...."


Swosh... Bang... Bang...


Dengan gerakan cepat yang tiba-tiba, Tian Zhi memukul wajah Madam Yin tanpa ampun hingga menabrak dinding Balai Kota Handan.


Swosh... Bang ...


Tian Zhi langsung menyerang dengan menendang perut Madam Yin yang akan bangkit, dan tiba-tiba Madam Yin berubah menjadi lumpur dengan tatapan terakhir yang jelas sangat marah.


"Tian...!! Jika aku tidak bisa menaklukkan mu, aku bukan He Hua!?" teriakan amarah dari Madam Yin yang keceplosan menyebutkan nama aslinya.


Tian Zhi terkekeh telah berhasil mengetahui nama asli Madam Yin. "He Hua sayang, aku menunggu janjimu untuk menaklukkan ku!" ejek Tian Zhi walaupun boneka He Hua sudah menjadi lumpur.


Di kejauhan, He Hua yang tadinya duduk bersila langsung melompat dan menghentakkan kedua kakinya, dia sangat marah telah dipermainkan oleh Tian Zhi, tidak pernah seumur hidupnya dipermalukan dan juga tidak dihargai oleh seseorang.


He Hua menendang apapun untuk meluapkan kemarahannya kepada Tian Zhi, bahkan dia mengambil bantal dan memukuli diibaratkan itu Tian Zhi.


Sedangkan Tian Zhi segera menggendong Wu Liqin untuk meninggalkan Balai Kota Handan. Di atas langit, jari telunjuk Tian Zhi mengarah diatas Balai Kota Handan dan...


Boom💥...


Tian Zhi menghancurkan Balai Kota Handan hingga menjadi debu, dan banyak merusak rumah dan gedung disekitarnya, penduduk Kota Handan sudah banyak yang menjauhi Balai Kota semenjak Tian Zhi mulai membantai keluarga Zhou, Keluarga Wu dan sebagian Keluarga Xiang.


"Dimana tempat persembunyian keluarga kita?" tanya Tian Zhi kepada Wu Liqin yang melihat Balai Kota Handan menjadi sejarah.


"Mereka dilindungi oleh Raja Jun, untung saja Xiang Huifen tidak mengetahuinya!" jawab Wu Liqin dan bersyukur dengan dirinya waktu itu dipaksa untuk menyerah dan kembali, sebelum Raja Jun memberikan tempat perlindungan.


"Masih ada orang yang baik di dunia ini, padahal mereka jelas tidak mengenal ku!" gumam Tian Zhi sambil melihat kearah wilayah Kerajaan Jun, didalam hatinya dia akan membalas kebaikan Raja Jun.


Swosh...


Tian Zhi terbang sangat cepat sambil menggendong Wu Liqin yang memejamkan mata di dadanya. Wu Liqin sangat kelelahan secara psikologis selama hampir dua tahun dan Tian Zhi pun merasakan kesedihannya.


Tian Zhi sengaja mengurungkan niatnya untuk menuju ke Ibukota Xiang, sebab dia juga membutuhkan bawahannya untuk melakukan tugas yang mudah dikerjakan.


Tian Zhi melihat sebuah desa di perbatasan Kerajaan Xiang dan Kerajaan Jun, dia segera turun untuk mencari penginapan, tapi tidak ada siapapun di desa ini. Tian Zhi melihat jika desa ini baru saja ditinggalkan, itu terlihat dari asap kayu bakar di dapur, dan banyak pintu rumah yang terbuka.


"Apa yang terjadi di desa ini?" gumam Tian Zhi melihat keanehan di desa.


Wu Liqin terbangun saat mendengar suara Tian Zhi, dia melihat sekitarnya dan juga tidak mengenal tempat mereka berada sekarang. Tian Zhi menurunkan Wu Liqin dan bergandengan tangan sambil berjalan pelan.


"Apakah kamu tahu apa yang terjadi dengan desa ini?" tanya Tian Zhi.


"Tidak, aku tidak pernah melihat ada desa di sini, atau saat aku tertidur kamu melewati yang bukan jalur biasanya!" jawab Wu Liqin yang mencoba bernalar.


"Bisa jadi, aku hanya asal terbang menuju wilayah Kerajaan Jun. Ayo kita cari tempat yang nyaman, besok kita lanjutkan perjalanan lagi!" ajak Tian Zhi dan di anggukan oleh Wu Liqin.


Setelah beberapa saat mencari, mereka berdua melihat penginapan kecil dan segera menuju ke sana. Sama seperti sebelumnya, penginapan yang mirip Losmen, tanpa ada penjaga maupun pemiliknya.


"Ini tempat yang cocok untuk kita bermalam," kata Wu Liqin yang senang bisa beristirahat berdua dengan kekasihnya tanpa gangguan.