Trigrams Chaos

Trigrams Chaos
Chapter 224. Munculnya Penguasa Iblis Langit.


Chapter 224. Munculnya Penguasa Iblis Langit.


Bocah Tua segera berdiri dan syok, saat Kendi Arak Ilahi akan menyerap tubuhnya sendiri. "Bajingan?!" umpatnya dan mengeluarkan sesuatu dari cincin dimensi, berbentuk kotak kecil terbuat dari batu giok dan itu adalah token teleportasi.


Bhush...


Seketika si Bocah Tua menghilang setelah memecahkan token teleportasi. Tian Zhi tersenyum tipis dan tahu arah kaburnya, segera dia pun berteleportasi.


Sun Yao, Ma Xiu dan Hei Bao kebingungan kemana mereka pergi, lalu segera mencari keberadaan mereka. He Hua dan yang lainnya juga sama, mereka melacak kepergian suaminya dan juga si Bocah Tua.


Akhirnya Sun Yao terlebih dahulu mengetahui kemunculan Tian Zhi yang mencegat Bocah Tua. "Yang Mulia berada dekat dengan ibukota. Tapi, ada seratus ribu prajurit sedang menuju ke sini," katanya kepada semua orang.


He Hua dan kedua saudarinya segera mendekati Sun Yao. Mereka berkomunikasi dengan telepatinya untuk mengantisipasi pasukan Kekaisaran Qing yang akan tiba.


Duke Qing Fei melihat Master Tao dan Xu Lian, dia ingin tahu tujuan pasukan Kekaisaran Qing menuju ke Kota Qingshan. Master Tao pun melihat Duke Qing Fei.


"Yang Mulia, ingin menjadikan Kota Qingshan sebagai markas sementara untuk mengantisipasi Keluarga Besar Guang yang ingin membalas dendam!" jelas Master Tao kepada Duke Qing Fei.


"Kenapa tidak ada dekrit kekaisaran?" tanyanya yang tidak mendapat pemberitahuan maupun perintah dari Dewa Surya.


"Apakah Anda tidak mendengar apapun yang terjadi dalam beberapa hari ini?" sahut Xu Lian yang heran dengan ketidaktahuan Duke Qing Fei, padahal Pelabuhan Qingshan dekat dengan Pelabuhan Jalur Sutra, seharusnya mengetahui perkembangan situasi Kekaisaran Song.


Swosh... Swosh...


Setelah berdiskusi, He Hua, Meyleen, Yu Bao dan ketiga jenderalnya segera menyusul Tian Zhi, lalu Zhi Yinping dan Qing Huan segera mengikuti. Xu Lian, Master Tao dan beberapa orang juga mengikuti He Hua, tanpa menjawab pertanyaan Duke Qing Fei.


Duke Qing Fei geleng-geleng kepala tak berdaya, lalu dia memerintahkan bawahannya untuk mempersiapkan lokasi bagi prajurit Kekaisaran Qing. Duke Qing Fei yang ingin ikut akhirnya mengurungkan niat, sebab dia menunggu utusan Kekaisaran Qing membawa pesan dari Dewa Surya.


Sedangkan Tian Zhi terlebih dahulu muncul untuk mencegat si Bocah Tua, dia berada tidak jauh dari ibukota Kekaisaran Qing, terpaut jarak sepuluh kilometer. Ditangan kanannya memegang Lightning God Sword dan tangan kiri memegang leher Kendi Arak Ilahi yang berbentuk labu.


Ujung mata Lightning God Sword membuat tanah disekitarnya seperti mengeluarkan serat-serat petir yang membentuk lingkaran, diameter lingkaran petir sebesar tiga ratus meter. Pepohonan terbakar, tanah terangkat dan bebatuan terpecah saat terkena petir.


Tian Zhi yang baru mengetahui kehebatan Lightning God Sword jelas berdecak kagum, dia bertekad untuk menemukan Kitab Asal Muasal Alam Semesta yang tersisa sebagai ganti untuk mendapatkan Lightning God Sword. Tian Zhi juga telah memperoleh dua patung emas Dewa Binatang, kini semua patungnya telah kembali, tinggal dua Batu Keabadian yang masih dibawa oleh Master Wei Yan dan Dewa Bintang.


Dewa Petir atau penjaga Gate Ancient Lightning memberikan estimasi waktu selama seratus tahun untuk mengumpulkan tiga kitab yang tersisa, dan Tian Zhi pun menyanggupinya, walaupun tidak tahu dimana keberadaan ketiga kitab tersebut.


Kemudian, Tian Zhi melihat dua jenderal pemimpin seratus ribu prajurit Kekaisaran Qing yang sedang menuju ke Kota Qingshan, dia menduga Dewa Surya ingin membalas dendam kepadanya. Tidak berselang lama, Tian Zhi merasakan fluktuasi energi robekan spasial dan muncullah si Bocah Tua.


Si Bocah Tua tercengang melihat pria bertopeng telah mendahuluinya, dia melihat Lightning God Sword yang mengeluarkan petir dan tangan kiri dibelakang pinggang. "Sial! Bagaimana mungkin dia bisa mengetahui kemunculan ku?" batinnya sambil melirik sekitarnya yang telah porak-poranda karena kekuatan Lightning God Sword.


Ya, jelas si Bocah Tua tidak mengetahui kemampuan Tian Zhi yang memiliki Heart Stone yang mampu berteleportasi kemanapun tujuannya, dan mampu mengetahui celah-celah spasial yang robek.


Karena tidak ingin terkena sambaran petir lagi, si Bocah Tua berniat kabur dengan menggunakan token teleportasi sekali lagi. "Sial!!" umpatnya sekali lagi, sebab token teleportasi tidak bereaksi setelah dipecahkan, dia menduga jika kegagalan ini terkait petir.


Tian Zhi menyeringai melihat musuhnya telah gagal menggunakan teleportasinya. "Aku sudah memberikan kesempatan kamu untuk hidup, tapi kamu tidak memanfaatkannya dengan baik dan justru berniat buruk kepada istriku. Kesempatanmu telah habis!" tegur Tian Zhi sambil mengalirkan sedikit Api Suci Petir Asyura ke dalam pedangnya.


Si Bocah Tua tertawa sambil melirik sekitarnya yang kekuatan petir makin kuat dan disertai panas ekstrim, dia tidak menyanggah ucapan musuhnya, dan memang benar ingin menculik Yu Bao yang mampu meningkatkan kekuatannya.


"Walaupun kamu memiliki Api Suci Petir Asyura, aku masih lebih kuat dari mu. Ayo, kita bertarung hingga titik darah penghabisan!" tantang si Bocah Tua yang tidak memiliki kesempatan untuk kabur lagi.


Sudut bibir Tian Zhi tersungging senyuman, lalu meningkatkan lagi Api Suci Petir Asyura hingga 50%. Seketika awan hitam mulai berdatangan dari segala penjuru dan berkumpul di lokasi Tian Zhi berada.


...----------------...


Munculnya Api Suci Petir Asyura, membuat penduduk ibukota dan para petinggi berhamburan keluar untuk melihat apa yang sedang terjadi, mereka dengan cepat mengikuti arah berkumpulnya awan hitam.


Pasukan Kekaisaran Qing yang dipimpin oleh dua jenderal segera berhenti saat merasakan Api Suci Petir Asyura yang dekat dengan pusat pemerintahan. Mereka melihat dua orang yang tampak akan bertarung, salah satunya mereka kenali. Mereka segera kembali untuk mengantisipasi hal-hal buruk yang akan dilakukan oleh si Bocah Tua.


Sedangkan He Hua bersama lima orang terbang sangat cepat saat melihat awan hitam, dan mudah ditebak siapa pemicunya. Lalu disusul oleh Zhi Yinping dan Qing Huan yang terpaut jarak dua ratus meter.


Master Tao, Xu Lian dan beberapa orang juga ikut meningkatkan kecepatan agar bisa menyusul He Hua yang semakin jauh.


Sambil terbang, He Hua mengeluarkan Siput Penghantar Suara. "Kerahkan semua pasukan menuju ke ibukota. Segera!" perintahnya kepada kepada Miao Jiang.


Tidak berselang lama, Miao Jiang membalas komunikasi dari He Hua. "Baik."


"Hancurkan Kekaisaran Qing!!" teriakan salah satu penduduk Kota Jalur Sutra saat melihat Pasukan Phoenix dan binatang bergerak menuju ke wilayah Kekaisaran Qing.


Semua penduduk sangat bersemangat untuk melihat kehancuran Kekaisaran Qing dan Kerajaan Air yang telah banyak membuat sengsara bagi rakyat jelata setelah kekalahan Kaisar Song.


Kapal angkasa bergerak dengan sangat cepat dan tidak membutuhkan waktu lama telah berada di Pelabuhan Qingshan. Namun mereka dicegat oleh beberapa prajurit penjaga perairan saat akan melintasi wilayah Kota Qingshan.


"Berhenti kalian!" perintah perwira menengah dengan terbang melayang menghalangi jalur dua belas kapal angkasa.


Miao Jiang mengangkat tangan kanannya agar kapten kapal angkasa berhenti. Setelah berhenti, Miao Jiang berkata, "kami tidak berniat buruk terhadap kota kalian. Kami hanya mendukung Kaisar Tian yang sedang bertarung dengan seorang pria tua!" jelasnya.


Perwira menengah itu jelas tidak kenal dengan Kaisar Tian, tapi saat Miao Jiang mengatakan pria tua, perwira itu menduga jika Kaisar Tian adalah Master Tian sang Alkemis.


"Apakah kaisar yang Nyonya sebutkan adalah Master Tian si ahli Alkemis tingkat Celestial Supreme?" tanya perwira itu.


"Benar. Master Tian adalah suami kita!" jawab Miao Jiang.


"Maaf, ketidaktahuan saya! Silakan, Nyonya melintasi jalur kanan agar tidak menyalahi aturan kota!" ujar perwira menengah itu yang nada bicaranya menjadi sopan, sambil tangan kanan menunjukkan ke arah kiri, jalur yang tidak melewati diatas Kota Qingshan.


"Terima kasih!" Ucap Miao Jiang dan kembali mengangkat tangan kanannya agar kapten kapal angkasa bergerak ke sebelah kiri Kota Qingshan.


Setelah Kapal Angkasa Kaisar Api melewati perwira itu, dia mengusap keringat dingin diwajahnya dan membuang nafas lega, karena tubuhnya tertekan aura kuat tingkat Dewa Absolute yang sangat banyak jumlahnya.


"Mengerikan pendukung Master Tian!" gumam perwira menengah dan segera menuju ke Balai Kota Qingshan untuk melapor kepada Duke Qing Fei.


...----------------...


Boom... Boom...


Sedangkan Tian Zhi dan si Bocah Tua telah bertarung dengan sangat sengit, ledakan energi spiritual memicu gelombang kejut. Si Bocah Tua terlihat sangat kewalahan menghadapi serangan Tian Zhi yang mengandalkan Api Suci Petir Asyura, dia selalu dibuat mundur dan mundur lagi.


"Sial... Sial...!? Senjatanya membuat Api Suci Petir Asyura semakin kuat. Percuma aku memiliki kekuatan yang lebih tinggi!?" umpat si Bocah Tua di dalam hatinya.


"Pedang Surga Memadamkan Api!!" teriakan si Bocah Tua yang mengeluarkan skillnya dari Kitab Merah.


Lalu bermunculan pedang energi berwarna merah di belakangnya, ribuan pedang energi melesat ke arah Tian Zhi. Namun, Tian Zhi tetap tidak bergerak, dia hanya melambaikan pedangnya untuk menghancurkan ribuan pedang energi.


Cetarrr... Boom... Boom...


Suara guntur memekakkan telinga dan ribuan serat-serat petir menghujani serangan si Bocah Tua. Sekali lagi si Bocah Tua mundur beberapa puluh langkah saat serangannya kembali dihancurkan dengan mudah.


"Kamu terpaksa membuat ku untuk menggunakan Kitab Hitam!" pekik si Bocah Tua yang akan menggunakan teknik terkuat.


"Ohh ... Aku juga telah puas bermain-main. Keluarkan semua kemampuanmu!" tantang Tian Zhi yang tidak takut sama sekali dengan Kitab Hitam.


Kemudian, Tian Zhi memperlihatkan tangan kirinya yang memegang Kendi Arak Ilahi, lalu menyentil penutupnya yang terikat dengan leher kendi. Dia berniat menyerang kekuatan Kitab Hitam dengan menggunakan harta milik si Bocah Tua.


"Curang kamu!! Jangan gunakan itu dan bertarung layaknya pria sejati yang mengandalkan milik sendiri!" bentak si Bocah Tua yang tidak terima miliknya digunakan oleh Tian Zhi untuk melawan.


Tian Zhi tertawa kecil dan mengangkat kedua bahunya tanda tidak peduli, "ini juga milikku yang aku temukan saat si Kakek jelek kabur!" ejeknya sambil mengalirkan energi spiritual untuk memasuki Kendi Arak Ilahi, "dan lagi, kamu hanya berani terhadap wanita... Apa itu tindakan seorang pria sejati! Janganlah berbicara omong kosong belaka!" imbuhnya yang semakin jijik melihat si Bocah Tua.


Bocah Tua terdiam dan memikirkan bagaimana cara bisa keluar dari lingkaran petir yang mengurungnya. Dia tahu, jika menggunakan Kitab Hitam, Kendi Arak Ilahi akan menyerap energi serangannya dan jelas merugikan diri sendiri.


"Tidak ada cara lain...!" batin si Bocah Tua dan menyelipkan pedangnya di pinggang kiri, lalu kedua tangannya membuat segel yang rumit.


Lalu muncul lingkaran rune besar dibelakangnya. Tidak berselang lama, keluar mahkluk raksasa yang memiliki tanduk kerbau dan bermata satu di dahinya, raksasa itu juga memiliki ekor ular dan dua pasangan lengan panjang serta berkuku tajam, tinggi badan raksasa itu mencapai dua belas meter.


"Hahaha!!" Raksasa itu tertawa dan melihat sekelilingnya, lalu dia meludah melihat lingkaran petir yang mengelilinginya.


Seketika lingkaran petir menghilang dan raksasa itu melihat si Bocah Tua. "Bocah, akhirnya kamu melepaskan aku dari kurungan. Apa sudah kamu mendapatkan wanita yang aku inginkan?"


"Penguasa Iblis Langit, jangan banyak bicara! Bunuh dia!!" perintah si Bocah Tua yang tidak takut dengan mahkluk raksasa yang.