Trigrams Chaos

Trigrams Chaos
Chapter 44. Kesengsaraan Petir.


Chapter 44. kesengsaraan Petir.


Kemudian, Tian Zhi beranjak dari tempat tidurnya dan memakai pakaian, setelah itu dia berjalan menuju pintu masuk goa, dia melihat keluar goa yang kembali sunyi, sudah tidak ada lagi tentara kepiting disekitar Ngarai hijau.


"Saatnya untuk meningkatkan kekuatan!" gumam Tian Zhi dan segera keluar dari goa.


Tian Zhi menutup rapat pintu goa dan terbang menjauhi wilayah Ngarai hijau. Namun, tidak jauh dari Ngarai hijau, dia melihat banyak tentara kepiting. Tian Zhi pun tersenyum dan mengeluarkan telur Thunderbird, lalu dia juga mengeluarkan pill tingkat Saint tahap rendah.


Tian Zhi segera menelan pill untuk bisa menerobos ke tingkat Earth Immortal, tapi harus menjalani Kesengsaraan Petir terlebih dahulu. Segera pill tingkat Saint melebur dan memberikan energi besar pada dantian.


(Gemuruh)


Suara gemuruh seketika terdengar, dengan cepat awan hitam berdatangan dari segala penjuru, awan hitam berkumpul di pulau dan tepat diatas kepala Tian Zhi. Kedua mata Tentara kepiting melihat keatas dan menjadi ketakutan, mereka juga melihat seseorang yang melayang setinggi seribu meter.


Selain ketakutan, tentara kepiting juga marah jika ada seseorang lagi yang memasuki teritorial bangsa Air. Sayangnya tentara kepiting tidak bisa terbang, padahal kekuatannya diatas Nascent Soul yang seharusnya sudah bisa terbang.


Binatang air Kunpeng yang merasakan tekanan kuat dari langit segera keluar dari dasar lautan, dan syok saat wilayahnya akan muncul Kesengsaraan Petir, dia segera terbang untuk mencari siapa orang yang akan mendapatkan Kesengsaraan Petir.


Sebenarnya sudah biasa Laut Selatan sering terjadi badai petir dan badai tornado, tapi kali ini jelas berbeda, ini bukan sekedar badai, tapi Kesengsaraan Petir yang ditakuti banyak praktisi beladiri. Binatang air Kunpeng melihat sosok pria muda melayang diatas pulau, tapi dia tidak berani mendekati, dan memberikan perintah kepada tentara kepiting untuk menjauhi pria muda yang akan menerobos.


"Sialan! Berani-beraninya menjadikan wilayah ku sebagai tempat untuk menjalani Kesengsaraan Petir! Aku akan ganggu kamu agar gagal dan mati!!" umpat kemarahan Kunpeng yang tidak terima wilayahnya terusik, dia berencana untuk menggagalkan Tian Zhi.


Namun, dia terkejut saat melihat warna petir. "Astaga ini Kesengsaraan Petir yang mengerikan, Seven Colored Heaven Lightning! Di--dia pasti mati!" gumam Kunpeng yang melihat.


Petir Surga Tujuh Warna adalah jenis petir peringkat enam dari dua puluh satu jenis petir di alam semesta, terkuat peringkat pertama adalah Universe Lightning. Sebab itu Kunpeng sudah memastikan jika penyusup akan mati, namun dia jelas akan tetap mengganggunya.


Tian Zhi yang melihat tubuh besar Kunpeng hanya tersenyum sinis, dan dia segera terbang semakin tinggi agar lebih dekat dengan awan hitam yang sudah mengeluarkan banyak serat-serat petir.


"Cepat keluarkan petir mu!!" teriakan Tian Zhi kepada Kesengsaraan Petir.


Sedangkan Kunpeng sudah memuntahkan bola air besar untuk menyerang Tian Zhi. Melihat dirinya diserang, Tian Zhi segera berubah menjadi udara untuk menghindari serangan binatang air Kunpeng.


Zreett... Cedar...


Bola air segera dihancurkan oleh petir saat memasuki wilayah terlarang untuk orang yang menjalani Kesengsaraan Petir. Binatang air Kunpeng syok saat targetnya menghilang dan semakin marah karena serangannya digagalkan oleh petir.


Tian Zhi tersenyum ketika muncul lagi sambil mengangkat jari tengah kepada Kunpeng. Kunpeng pun geram telah diprovokasi, dia kembali memuntahkan banyak bola air.


Bola air yang dimuntahkan oleh kunpeng sangat berbahaya, mampu menyegel sebagian kekuatan lawan yang terkena bola air nya.


Cedar... Cedar...


Kembali Tian Zhi berubah menjadi udara dan bola air sekali lagi dihancurkan oleh petir. Karena binatang air Kunpeng menggangu proses Kesengsaraan Petir, area sambaran petir makin melebar hingga membuat Kunpeng ketakutan dengan menjauhi dimana Tian Zhi sebagai titik pusatnya.


"Bocah yang aneh! Bagaimana bisa dia menghilang dan muncul lagi!" gumam Kunpeng saat melihat di kejauhan, dia kagum akan kemampuan Tian Zhi, "ah! Dia pasti mati, buat apa aku harus pusingkan-nya." lanjutnya dan ingin melihat penyusup mati menjadi abu.


Sedangkan Tian Zhi yang melihat Kunpeng ketakutan, dia muncul kembali dengan mengangkat telur Thunderbird ke atas kepalanya, rencananya akan menjadikan telur Thunderbird menjadi tameng.


Zrettt... Cedar...


Suara Petir Surga Tujuh Warna menggelegar menyambar Tian Zhi, tapi tiba-tiba telur Thunderbird menyerapnya, namun tetap saja serpihan serat-serat petir mengenai tubuh Tian Zhi, rasanya seperti jarum yang menusuk kulit.


"Apa aku juga memiliki elemen petir?" gumam Tian Zhi saat merasakan tubuhnya juga menyerap energi petir.


Merasakan adanya manfaat petir bagi tubuhnya, Tian Zhi jelas kegirangan, namun dia prioritaskan terlebih dahulu untuk menetaskan telur Thunderbird. Setelah serangan pertama, petir kembali mengumpulkan kekuatan untuk kembali menghujani Tian Zhi.


***


Di dalam goa, Matriark Yin terbangun saat mendengar suara keras petir yang menggelegar, dia langsung syok saat sadar tubuhnya tidak lagi memakai pakaian, dan menjadi teringat telah melakukan hubungan suami istri bersama orang yang dia buru.


"Tian Zhi!! Aku pasti membunuhmu!!" teriakan kemarahan Matriark Yin dengan memanggilnya.


Matriark Yin segera memakai pakaian dan cadarnya, dia keluar dari goa dengan berjalan tertatih-tatih, dia merasakan perih di lembah surganya, dia jadi teringat bagaimana dia bisa melakukan hal itu tanpa dia sadari.


"Sialan, pasti aroma harum dari ikan panggang yang dicampuri bubuk afrodisiak!" umpat Matriark Yin setelah mengingat apa saja yang dia alami-nya saat berada di goa, dia merasa masuk kedalam jebakan Tian Zhi.


Dengan kemarahan yang meluap-luap, Matriark Yin menghancurkan bebatuan yang menutupi pintu goa. Namun, disaat dia telah keluar dari goa, dia syok melihat petir yang mengerikan, Petir Surga Tujuh Warna.


Langkahnya terhenti dan melihat keatas. "I--ini Kesengsaraan Petir peringkat enam!!" seruan Matriark Yin ketika tahu apa yang terjadi.


Matriark Yin tercengang ketika tahu siapa yang akan menjalani Kesengsaraan Petir, dan perasaannya menjadi kuatir akan keselamatan orang yang telah menodainya, padahal sesaat yang lalu ingin membunuh.


Namun, Tian Zhi tampak baik-baik saja setelah menerima serangan kedua, Matriark Yin juga melihat telur Thunderbird yang dijadikan tameng, sekali lagi dia terkejut saat telur Thunderbird mampu menahan serangan petir bahkan menyerapnya.


*****


Raja Mu yang berada di puncak Gunung Penglai juga melihat petir peringkat enam, dia yang berada jauh saja ketakutan dengan tubuh yang menggigil.


"Apa itu tujuan Madam Yin mengajakku? Pasti akan ada artefak alami yang terlahir yang akan menjalani Kesengsaraan Petir!" gumam Raja Mu yang menebak-nebak Madam Yin meminta bantuannya.


"Sialan, aku telah ditipu mentah-mentah!!" umpat Raja Mu yang merasa ditipu pemilik Paviliun Hitam, dan segera terbang menuju pulau yang tidak berpenghuni.


Siapapun pasti akan mengira jika petir peringkat enam tanda kemunculan artefak alami. Tidak hanya Raja Mu yang menuju Laut Selatan, banyak praktisi beladiri terbang dengan tergesa-gesa menuju Laut Selatan.


*****


Di Ibukota Xiang, tepatnya di Istana Kerajaan Xiang. Raja Xiang juga melihat Kesengsaraan Petir peringkat enam, dan dugaannya sama seperti yang dipikirkan oleh Raja Mu.


Dengan menggunakan kapal angkasa dan membawa banyak bawahannya yang bergelar Prince, Duke, Marquis, Earl dan para jenderal untuk mendapatkan artefak alami.


Raja Xiang sengaja membawa banyak kekuatan, sebab Kesengsaraan Petir bisa dilihat di tiga; Kerajaan Mu dan Kerajaan Jun, dan sudah pasti mengundang banyak penguasanya untuk mendapatkannya.


"Kecepatan penuh! Beri kabar kepada Armada angkatan laut untuk menuju Laut Selatan!" perintah Raja Xiang kepada komandan kapal, dan juga memerintahkan Menteri Pertahanan.


Segera kapal angkasa melesat dengan cepat, lalu diikuti oleh empat kapal angkasa yang ditumpangi oleh bawahannya dan tentara.


Raja Xiang sangat berharap mendapatkan artefak alami untuk menambah kekuatannya. Dengan memiliki artefak alami, siapapun pasti akan mampu menguasai wilayah manapun, sebab itu kemunculan Buah Suci dan Artefak Alami akan menjadi rebutan.


*****


Di Kerajaan Jun.


Raja Jun juga melihat kearah Laut Selatan, wilayah yang masih dikuasai oleh Kerajaan Xiang, dia berdiri diatap istananya sambil tersenyum tipis tanpa ada niatan seperti kedua raja yang lainnya.


"Yang Mulia, apa kita tidak menuju kesana ... Ini pasti tanda kelahiran artefak alami," kata salah satu Menteri Pertahanan.


"Ini bukan kelahiran artefak alami, ini hanya Kesengsaraan Petir peringkat enam, walaupun belum pernah terjadi di benua ini ...!" jawab Raja Jun yang lebih mengetahuinya, "Kesengsaraan Petir ini hanya untuk seseorang yang akan menerobos ke tingkat Earth Immortal." lanjutnya.


"Tapi, menurut catatan sejarah, jika ada petir peringkat enam, sudah pasti sesuatu terlahir secara alami, entah itu buah suci maupun artefak. Dan umumnya seseorang yang melepaskan tubuh fana hanya akan menerima Kesengsaraan Petir peringkat sebelas!" jelas Menteri Pertahanan, dia berharap rajanya mendapatkan sesuatu dari Kesengsaraan Petir.


Apa yang dikatakan Menteri Pertahanan ada benarnya, jika petir yang tidak pernah ada muncul, umumnya akan ada sesuatu yang terlahir. Dan setiap praktisi beladiri yang akan naik ke tingkat Earth Immortal akan menerima Petir Awan ke Tanah (Lightning Cloud To Ground).


Raja Jun geleng-geleng saat Menteri Pertahanan berusaha meyakinkannya. "Apa kamu lupa tentang ramalan nenek moyang keluarga Jun?" tanyanya kepada bawahannya.


Menteri Pertahanan seketika terdiam dan buru-buru mengeluarkan sebuah catatan pribadinya, setelah beberapa saat mencari catatan, dia segera membacanya.


"Jauh setelah aku tiada, tepatnya saat keturunanku yang ke-19 menjadi raja, maka akan muncul petir yang tidak pernah ada di Benua Awan Timur. Saat itu terjadi, berdiam diri lah kamu, Hai keturunanku. Jangan keluar dari wilayah mu. Sambutlah seseorang Kaisar Api Asyura saat berkunjung, dia akan menyatukan semua Ras Asyura, menjadikan Ras Asyura ditakuti oleh para Dewa dan Dewi di alam ini. Dia adalah keturunan dari garis darah yang aku sendiri tidak berani menyebutnya nama marganya...,"


Menteri Pertahanan membaca semua ramalan nenek moyang keluarga Jun ratusan ribu tahun yang lalu. Selain Raja Jun dan Menteri Pertahanan, ada permaisuri, putra dan putrinya, ada juga para jenderal dan pemimpin yang kebetulan berkumpul. Mereka semua mendengar ramalan nenek moyang keluarga Jun dari Menteri Pertahanan.


"Apa ramalan nenek moyang keluarga kita kali ini akan tepat lagi!" tanya seorang wanita muda yang sedikit cemberut, setelah mendengar ramalan itu.


Usianya 18 tahun, rambut panjang sepinggang, kulit putih dan halus, tubuh berisi dan padat, dengan tinggi badan 180 cm. Dia adalah anak ketiga Raja Jun, namanya Jun Mei Lin. Kekuatannya berada pada tingkat Golden Core tahap awal, salah satu jenius di Benua Awan Timur saingan Mu Bingyun.


"Pasti tepat dan tidak pernah meleset! Tidak kah kamu dengar sendiri, dari ramalan nenek moyang kita, nama keluarga Jun akan dikenali banyak orang, itu karena kamu dan dia!" jawab Raja Mu dan senyum lebar setelahnya.


"Memalukan! Aku hanya fokus pada kultivasi, dan Ayah jangan berpikiran mesum!" pekik Jun Mei Lin dengan menghentakkan kakinya dan meninggalkan semua orang yang tertawa.


*****