
Chapter 48. Diselamatkan.
Di sarang laba-laba, Ratu Laba-laba tidak meninggalkan Tian Zhi, dia selalu menggendong kemanapun dia beraktivitas, sedangkan Tian Zhi belum membuka matanya semenjak dia menelan pill detoksifikasi.
Ratu Laba-laba mempersiapkan malam pertamanya dengan Tian Zhi, dia membersihkan tubuhnya dan juga Tian Zhi yang dalam kendali seperti boneka.
Ratu Laba-laba terbelalak kaget melihat tongkat Tian Zhi yang besar dan panjang, dia tertawa bahagia memiliki pasangan yang hebat, dia segera memainkan tongkat milik Tian Zhi seperti barang yang berharga.
Walaupun Tian Zhi seperti boneka, dia masih bisa mengetahui apa yang sedang terjadi, sengaja dia tidak membuka mata karena sedang memeriksa tubuhnya yang terkena racun pelumpuh tulang.
Selain racun pelumpuh tulang, ada dua racun lagi, racun yang memblokir dantian dan racun yang membuat tubuhnya bisa dikendalikan. Bahkan aroma feromon afrodisiak juga terblokir racun dari Ratu Laba-laba.
"Tingkat Dewa! Pantas pill ku tidak bereaksi, untung saja racun ini sifatnya sementara!!" batin yang berhasil mendiagnosis tubuhnya dan efek racun.
Jelas pill detoksifikasi tidak bereaksi dengan segera, karena kekuatan Ratu Laba-laba yang sudah berada pada tingkat Dewa, sehingga membutuhkan waktu lama untuk pill bereaksi.
Kemudian, Ratu Laba-laba membaringkan Tian Zhi di tempat tidurnya, di tempat tidur dikelilingi beberapa laba-laba betina yang wujudnya setengah manusia. Mereka tampaknya menunggu giliran untuk mendapatkan benih dari Tian Zhi setelah Ratu Laba-laba selesai.
Ratu Laba-laba segera melepaskan pakaiannya dan mendekati Tian Zhi yang sudah tidak memakai pakaiannya, kedua matanya menatap wajah hingga berlahan turun dan berhenti di tongkat.
Namun, sebelum Ratu Laba-laba memegang tongkat Tian Zhi, datang salah satu laba-laba jantan dengan tergesa-gesa. Ratu Laba-laba sangat marah ritualnya telah diganggu, segera laba-laba itu melaporkan dengan bahasa yang aneh, hanya suara desisan saja.
"Ratu, Suku Golem menuju kesini dengan ribuan golem!"
"Sialan, pasti karena Api Asyura yang dia keluarkan tadi!" umpatan Ratu Laba-laba yang tahu kenapa musuh bebuyutannya mengetahui dia menemukan Tian Zhi, "buka ruang rahasia, saat ini aku tidak mau berurusan dengan dia!" lanjutnya dengan memerintahkan bawahannya.
Segera laba-laba betina keluar dari kamar dan menuju lorong yang semakin dalam, lalu mereka membuka pintu rahasia.
Sedangkan Ratu Laba-laba kembali menggendong Tian Zhi setelah membungkusnya dengan jaring sutra yang mengandung racun.
"Perintahkan anak-anak untuk ikut bersembunyi dari mereka!" sekali lagi Ratu Laba-laba memberikan perintah, lalu dia segera masuk kedalam pintu rahasia dan diikuti bawahannya.
Salah satu laba-laba betina keluar dan memerintah tentara laba-laba untuk ikut bersembunyi. Setiap jalur menuju pintu rahasia selalu dipasang jebakan jaring racun, setelah selesai semua laba-laba memasuki pintu. Laba-laba betina kembali memeriksa semuanya dan setelah aman, dia menutup pintu rahasia, menghilang lah pintu rahasia.
Boom... Boom...
Tidak berselang lama, suara ledakan energi dimana tentara golem menghancurkan sarang laba-laba, tapi banyaknya jebakan jaring racun, memperlambat gerakan mereka, tapi racun laba-laba tidak ada artinya bagi fisik golem.
"Cari terus sampai persembunyian mereka ditemukan!" perintah Kepala Suku Golem.
Namun, setelah waktu tiga dupa pencarian, tentara golem tidak menemukan persembunyian Ratu Laba-laba, bahkan tentara laba-laba tidak ada satupun yang terlihat.
Akhirnya Kepala Suku Golem kembali dengan raut wajah kesal, dia tahu kelemahan golem yang tidak bisa membuat lorong di tanah seperti laba-laba, tapi dia tetap memerintah tentara golem terus mencari persembunyian Ratu Laba-laba.
Sedangkan Ratu Laba-laba telah sampai di tempat rahasianya, dimana tempat persembunyian berada di dunia bawah tanah. Tempatnya sangat luas dan telah ada istana besar, dan banyak rumah-rumah yang terbuat dari jaring sutra dan tanah.
Ternyata selain laba-laba, ada juga semut merah, semut merah juga memiliki ratu, ratu nya berdiam di istana dan melihat kedatangan saudarinya yang menggendong Tian Zhi.
Ratu Semut Merah tertawa saat tahu apa yang dibawa oleh Ratu Laba-laba, segera dia melesat dan menghampiri Ratu Laba-laba.
"Wah!! Kamu memang beruntung menemukannya!" puji Ratu Semut Merah sambil membelai wajah Tian Zhi.
"Tapi, kita tidak bisa lagi keluar selama Kepala Suku Golem terus mencari persembunyian kita!" geram Ratu Laba-laba.
"Dia memang menyusahkan ... Seandainya fisiknya lemah, sudah sejak dulu kita bisa dengan mudah mengalahkannya seperti para serigala abu-abu, untung saja Ras Pohon netral dan jadi penengah buat kita...!" sahut Ratu Semut Merah.
Kemudian, setelah sampai di istana, dua ratu masuk bersama Tian Zhi yang selalu digendong Ratu Laba-laba, mereka berdua terus mengobrol tanpa henti saat bertemu.
"Semoga saja dengan benih dari suami kita, ras kita bisa berevolusi dan bisa bebas keluar!" harapan Ratu Laba-laba, dan dia akan berbagi suami dengan Ratu Semut Merah.
"Semoga saja ... Kalian, tutup semua akses menuju dunia bawah tanah!" jawab Ratu Semut Merah dan memerintahkan kepada anak buahnya.
"Kalian ingin menjadikanku sapi perah ...!" batin Tian Zhi dan kembali menutup mata.
Ya, Tian Zhi hampir berhasil menghilangkan sebagai racun yang sudah memblokir semua pori-pori, dia juga telah melindungi dantian dan semua jaringan darahnya.
"Usia 18 tahun sudah memiliki kekuatan Golden Profound Immortal tahap puncak, sangat jenius suami kita, dan aku yakin keturunan kita menjadi seperti dia...!" ujar Ratu Laba-laba dan tertawa setelahnya.
Tian Zhi diletakkan di tempat tidur, dan kedua ratu akan melepaskan pakaiannya. Namun, disaat mereka lengah, sekelebat sinar melesat dengan sangat cepat, dan membawa pergi Tian Zhi. Spontan kedua ratu itu kaget dan melihat Tian Zhi telah menghilang, dan mereka juga melihat sinar keluar dari kamarnya.
"Penyusup...!!" teriak kedua ratu secara bersamaan dan langsung mengejarnya.
Mendengar teriakan ratu nya, semua tentara semut dan laba-laba bereaksi dengan cepat, saat melihat sinar mereka langsung menyerang dengan jaring laba-laba, sedangkan tentara semut meludahkan bola api.
Boom... Boom...
Sedangkan kedua ratu juga melepaskan serangan terkuat mereka, namun kecepatan sinar itu tidak bisa mereka susul. Sinar itu kabur melalui celah-celah tanah dan menghilang dari pandangan dua ratu.
"Sialan!? Kenapa bisa ada penyusup yang masuk kesini?!" bentak Ratu Semut Merah kepada semua tentara dengan mata melotot.
Tidak ada yang berani menjawab saat kedua ratu menjadi marah, dan semua tentara juga tidak tahu bagaimana ada penyusup yang bisa masuk ke dalam dunia bawah tanah.
"Cari dia, cepat!" perintah Ratu Laba-laba.
Semua laba-laba dan semut segera keluar dari dunia bawah tanah, mereka mengikuti jalan kabur sinar itu. Sedangkan kedua ratu kembali ke istananya dengan wajah seram.
"Sialan penyusup itu?! Siapa dia yang bisa menjadi sinar ... Setahuku, tidak ada penghuni di tanah Dewa seperti dia!" ujar Ratu Laba-laba dengan nada keras, dia duduk di singgasananya bersama Ratu Semut Merah.
"Tenang saja, selama berada di pulau ini, dia tidak akan bisa ke mana-mana. Ya, memang dia bisa masuk, tapi belum tentu bisa keluar. Asal tidak di tangkap oleh Kepala Suku Golem!" sahut Ratu Semut Merah sambil bertopang dagu.
"Jika itu terjadi, kita berkoalisi saja dengan Ratu Lebah dan Ras Serigala abu-abu. Dengan kita bersatu, akan mudah mengalahkan Ras Golem!" rencana Ratu Laba-laba dan di anggukan saja oleh Ratu Semut Merah.
Sinar itu berhasil keluar dari dunia bawah tanah setelah mengikuti jalur yang sudah dia buat di saat mengikuti Ratu Laba-laba sesaat lalu. Sinar itu berubah menjadi burung, dan ternyata adalah Thunderbird si Annchi.
"Untung aku menyelamatkanmu, jika tidak ... Mungkin kamu sudah menjadi mayat kering!" ungkap Annchi sambil mencengkram tubuh Tian Zhi yang sudah membuka mata.
Tian Zhi bukannya senang telah diselamatkan, tapi wajahnya menjadi cemberut saat tidak jadi menyerap energi Yin kedua ratu. Annchi melirik wajah Tian Zhi dan kembali berbicara.
"Mereka berbeda dengan ras lainnya ... Teknik Dual Cultivasion milikmu tidak berpengaruh kepada Ras Serangga, justru kamu yang mati diperas mereka!" jelas Annchi agar Tian Zhi tidak salah paham niatnya menyelamatkan.
Awalnya Annchi berpikir Tian Zhi akan menggunakan Api Asyura untuk melawan meraka, tapi kenyataannya Tian Zhi malah sibuk dengan racun. Seandainya Tian Zhi mengeluarkan seluruh potensinya, racun itu tidak banyak berpengaruh, cukup mengaktifkan seluruh elemennya untuk menghancurkan semua racun.
Tian Zhi terkejut dengan penjelasan Annchi, dan membuatnya menjadi penasaran. "Apa benar teknik ku tidak berpengaruh kepada mereka?" tanya Tian Zhi yang memang tdiak mengetahuinya.
"Sederhananya saja ... Saat kamu melepaskan benih, di saat itu mereka memasukan sel telur ke dalam tongkatmu ... Setelah benih mu terkuras habis, sel telur akan berkembang di dalam tubuhmu ... Anggap saja kamu sebagai tempat penangkaran bagi bayi mereka, setelah telur itu menetas kamu mati, dan mereka yang mendapatkan benih mu, akan terus membudidayakan-nya!" jawabnya.
Seketika Tian Zhi bergidik ngeri dan menelan salivannya, hampir saja keinginan kebinatangan membuatnya masuk ke dalam kesengsaraan yang mengerikan. Tian Zhi membayangkan jika perutnya seperti wanita hamil dan melahirkan banyak serangan.
"Terima kasih!" ucap Tian Zhi dengan tulus yang telah diselamatkan.
"Sudah aku kata sejak berada disini, penghuni disini sangat primitif dan berbahaya! Dan kamu tidak perlu bertanya tentang hal ini!" gerutu Annchi dengan mengingatkan kembali, dan mengunci ucapannya agar Tian Zhi tidak bertanya tentang sejarah Pulau Tanah Dewa.
"Menghadapi mereka jangan melihat penampilan yang menggoda, langsung bunuh jika mampu, jika tidak bisa, segera kabur menuju pohon Pinus Putih, tempat ini adalah keramat bagi penghuni disini, dan mereka tidak akan berani mendekat!" sambung Annchi dan mereka telah kembali di pohon Pinus Putih.
"Aku selalu ingat ucapan mu!" jawab Tian Zhi dengan membaringkan tubuhnya di goa pohon yang beralaskan rumput kering.
"Gunakan Api Asyura untuk menghilang semua racun atau kamu bisa gunakan seluruh elemen!" perintah Annchi dan dia kembali ke sarangnya untuk tiduran.
Segera Tian Zhi duduk bersila untuk menghilangkan semua racun yang hampir saja dia bersihkan. Setelah waktu empat dupa semua racun berhasil dia hilangkan, dan kulit tubuhnya kembali sediakala.