
Chapter 296. Menyerap Hawa Dingin.
Tian Zhi muncul di wilayah pinggir Daratan Es Tengah Samudera, dimana dia melihat kota kecil yang telah menjadi es, namun ada sebagian bangunan yang hanya tertutup salju.
Dia berjalan diatas es tanpa sedikitpun kedinginan, padahal badai salju sangat lebat. Kakinya seperti mencocol (menyentuh sedikit) permukaan es saat berjalan dan melesat cepat menuju bangunan yang dihuni.
Lalu dengan cepat telah berada di depan bangunan yang merupakan penginapan, penginapan Bunga Es. Tian Zhi masuk ke dalam penginapan Bunga Es.
Saat Tian Zhi masuk sambil membersihkan butiran salju di rambut dan tubuhnya, banyak orang yang melihatnya. Mereka memeriksa tubuh Tian Zhi dari kepala hingga ujung kaki. Karena tidak mengenal, semua orang kembali mengobrol dan menenggak arak untuk menghangatkan tubuh.
Tian Zhi menuju ke tempat kasir, dimana penjaganya seorang pria tua. Saat berada di depannya, dia bertanya, "apakah masih ada kamar yang kosong?"
Pria tua itu mendongak menatap wajah Tian Zhi, dia tersenyum saat mengenali siapa orang yang sedang dia hadapi, "mari ikuti hamba!" jawabnya dengan singkat dan keluar dari ruang kasir.
Semua orang tidak memperdulikan Tian Zhi dan pria tua itu, sebab hal seperti ini sudah biasa terjadi. Namun, ada satu orang yang duduk disudut dengan kepalanya tertutup jubah hitam, dia selalu memperhatikan Tian Zhi semenjak masuk ke penginapan.
Pria tua itu adalah pemilik penginapan Bunga Es, orang-orang memanggil Pak Tua. Sosoknya sangat misterius dan tidak banyak orang yang tahu asal-usulnya. Pak Tua selalu bersikap ramah kepada siapapun dan tidak sekalipun ada pikiran buruk kepada para pengunjung.
Selain sebagai penginapan dan kedai, penginapan Bunga Es juga tempat dimana semua orang mencari informasi tentang apapun yang terjadi, atau mencari informasi terkait seseorang yang penting.
"Beruntung penginapan jelek ini kedatangan seseorang yang terkenal. Kalau boleh tahu, apa tujuan Yang Mulia datang ke Kota Balok Misteri?"
Tian Zhi menatap punggung Pak Tua saat dirinya dikenali, namun pikirannya tetap positif dikarenakan di Kerajaan Guang dirinya sering terlihat, dan mengira tentangnya telah tersebar luas pada orang-orang berpengaruh.
"Anda sudah tahu apa tujuan ku kesini!" jawab Tian Zhi yang sengaja memancing lawan bicaranya untuk menebak.
"Benar, Yang Mulia, hamba tahu! Daratan Es Tengah Samudera menjadi seperti ini karena faktor perubahan iklim yang tidak pasti, ini menurut pengamatan hamba dan informasi dari beberapa pemburu Balok Misteri!" terang Pak Tua saat tahu maksud perkataan Tian Zhi.
"Tidak sesederhana itu!" sahut Tian Zhi sambil terus mengikuti Pak Tua ke lantai tiga.
Pak Tua tertawa ringan sambil ekor matanya melirik Tian Zhi yang berada di belakang. Setelah itu dia tidak lagi berbicara. Tian Zhi yang merasakan seseorang selalu memperhatikannya, dia melihat kebawah.
Kedua mata Tian Zhi terfokus kepada seseorang yang kepalanya tertutup jubah hitam. Dengan Mata Langit, dia terkejut melihat logo Kuil Alam Es yang tersemat di dada kanan orang tersebut.
Sebelum Tian Zhi menangkap anggota Kuil Alam Es itu, tiba-tiba orang tersebut berteleportasi, setelah memecahkan giok yang fungsinya seperti Token Teleportasi.
Tian Zhi berhenti berjalan untuk mencari keberadaan pria itu dengan Mata Langit, namun dia menghela napas panjang tanda tidak menemukan jejak keberadaannya.
"Ada apa Yang Mulia?" tanya Pak Tua saat mengetahui Tian Zhi berhenti berjalan dengan wajah serius.
"Apakah kamu kenal dengan pria yang duduk disudut ruangan menggunakan jubah hitam?" tanya balik Tian Zhi.
"Tahu. Sebab itu hamba mengajak Anda ke lantai tiga untuk membicarakannya. Dia orang yang mencari informasi tentang Anda dan juga seseorang yang bernama Lu Xu Pang!" jawab Pak Tua dan mengungkapkan tujuannya.
Tian Zhi tersenyum tipis yang akhirnya tahu apa yang akan terjadi nanti dengan datangnya anggota Kuil Alam Es, dia menduga jika Bai Dong meminta bantuan dan sekaligus ingin menjemput Dewa Es Abadi.
Tian Zhi memperkirakan, kedatangan anggota Kuil Alam Es ke Daratan Es Tengah Samudera disebabkan faktor yang dialami oleh Dewa Es Abadi, sehingga menarik perhatian pria itu.
"Aku ingin menginap untuk beberapa hari," kata Tian Zhi.
Pak Tua ingin bertanya namun segan, dia hanya mengangguk dan kembali mengantarkan Tian Zhi ke kamar khusus untuk orang-orang penting.
Tian Zhi dipilihkan oleh Pak Tua di kamar yang terbaik, dimana saat melihat ke luar jendela Daratan Es Tengah Samudera terpampang jelas.
"Jika Yang Mulia membutuhkan sesuatu, tinggal bunyi lonceng ini, maka pelayan akan segera datang," ucap Pak Tua saat berada di depan pintu kamar.
Tian Zhi hanya mengangguk dan masuk ke dalam kamarnya. Pak Tua sedikit membungkuk sebelum Tian Zhi menutup pintu, lalu dia membalikkan badan untuk kembali ke tempatnya.
Saat ini, Tian Zhi berada di dekat jendela kamar melihat Daratan Es Tengah Samudera, dia berpikir tentang batas waktunya untuk bereinkarnasi.
"Tidak perlu bersembunyi!" kata Tian Zhi yang tiba-tiba saat merasakan seseorang sedang berada di dalam kamarnya.
Lalu muncul seseorang wanita yang tertawa, karena dirinya dengan mudah diketahui. Ya, wanita itu adalah si Dewi Seribu Wajah yang menggunakan kemampuannya dalam berkamuflase dengan sekitarnya. Sayangnya, dia tidak bisa mengelabui Mata Langit dan persepsi suaminya yang tajam.
Zhi Jianying memeluk pinggang suaminya dengan erat, lalu dia berbicara "kamu terlambat satu batang dupa!"
Tian Zhi membalikkan badan dan memegang dagu istrinya yang sedang cemberut, lalu dia mencium bibir istrinya. Setelah itu, dia membicarakan kenapa dia sampai terlambat.
"Lemah masih saja sok pintar ingin mengendalikan orang yang jauh lebih kuat!" cemoohan Zhi Jianying setelah Tian Zhi bercerita.
Tian Zhi hanya tersenyum dan menggendong istrinya, lalu membaringkannya di ranjang. Mereka berdua saling berpelukan untuk menghangatkan tubuh karena cuaca dingin ekstrem, walaupun sebenarnya tidak sedikitpun kedinginan.
"Apa kamu tahu anggota Kuil Alam Es ada di sini?" tanya Tian Zhi sambil melihat tangan Zhi Jianying masuk ke dalam pakaian bawahnya, lalu meraih tongkatnya dengan lembut agar berdiri.
"Iya, karena itu aku tidak menunjukkan diri!" jawab Zhi Jianying, dia tersenyum melihat tongkat suaminya berdiri tegak dengan cepat.
Karena Zhi Jianying kalah dalam hal kekuatan, dia berkamuflase untuk bersembunyi dari anggota Kuil Alam Es. Kekuatan pria itu lebih kuat dari Bai Dong, terpaut 20 level, Half Alfa level 40. Tapi, lebih kuat Tian Zhi yang berada di level 59, naik 1 level setelah berkultivasi ganda dengan Zhou Liu Changhai, itupun hasil akumulasi energi Yin dari semua istrinya. Sedangkan Zhi Jianying berada di tingkat Half Alfa level 25, naik drastis sebelum usia kandungan menginjak usia tujuh bulan.
"Apa yang akan kamu rencanakan? Aku menduga utusan dari Kuil Alam Es tidak hanya satu orang dan mungkin lebih kuat!" tanya Zhi Jianying dengan mengurut tongkat suaminya.
"Untuk saat ini tidak perlu dikhawatirkan, sebab mereka akan bertindak ketika aku berada di Alam Keabadian!" jawab Tian Zhi.
Seandainya anggota Kuil Alam Es berniat menangkap Tian Zhi yang tidak menunjukkan basis kultivasinya, tidak mungkin pria itu buru-buru kabur saat diketahui penyamarannya.
Zhi Jianying menghentikan tangannya ketika bingung dengan ucapan Tian Zhi. "Bukan saat ini momentum yang tepat untuk bertindak, apa yang mereka takuti?" tanyanya.
"Lu Xu Pang!" jawab Tian Zhi dengan singkat.
Zhi Jianying tertawa, sebab tidak mungkin Dewa Es Abadi yang lemah ditakuti oleh anggota Kuil Alam Es. "Apa yang ditakuti mereka dari si Pang itu?" selidiknya, namun Tian Zhi mengangkat kedua bahunya sebagai tanda tidak tahu.
"Aku sebenarnya heran sama kamu...!" Zhi Jianying mengungkapkan isi hatinya.
"Heran kenapa?" tanya Tian Zhi sambil duduk bersila, lalu dia menatap perut istrinya yang membuncit.
"Umumnya, saat tahu orangtuanya dalam bahaya maupun kesulitan, anak akan berusaha keras untuk menyelamatkannya, tapi kamu sebaliknya! Sebenarnya, apa yang kamu pikirkan?" inilah yang mengganjal di hatinya dan juga ingin tahu kenapa Tian Zhi tidak sesegera mungkin menyelamatkan Dewi Salju dan Dewa Es Abadi.
Tian Zhi tidak segera menjawab, dia tetap melihat perut Zhi Jianying. Setelah beberapa saat, dia menatap matanya. "Tunjukkan wajah aslimu dulu, nanti aku akan beritahukan alasan ku tidak menyelamatkan mereka!" pintanya.
"Ya inilah wajah asliku, apa kamu tidak percaya?" jawab Zhi Jianying dengan nada kesal.
"Apa perlu aku membaca ingatanmu?" sahut Tian Zhi yang memang tidak percaya.
Zhi Jianying tertawa sambil mengelus perutnya, dia pikir Tian Zhi sedang membual dengan membaca ingatan, sebab sulit membaca ingatan seseorang, jika sekedar membaca pikiran masih masuk akal, karena hal itu bisa dipelajari dari gerak-gerik tubuh dan mimik wajah.
"Ya sudah kalau tidak mau memperlihatkan wajah aslimu! Asli atau palsu kamu juga wanita," kata Tian Zhi yang lebih memilih mengalah dari berdebat.
Kemudian Tian Zhi membuat segel dengan kedua tangan untuk menyerap energi elemen es yang melimpah di Daratan Es Tengah Samudera. Jendela kamar terbuka dengan sendirinya, lalu masuk hawa dingin menuju ke arah Tian Zhi. Elemen es masuk ke dalam tubuhnya seperti air mengalir deras.
Sedangkan Zhi Jianying memejamkan mata untuk merenung, dia tampak tidak terganggu dengan hawa dingin ekstrem yang menyelimuti tubuh suaminya.
Berbeda dengan semua orang yang berada di penginapan Bunga Es, mereka terkejut saat merasakan hawa dingin makin meningkat. Semua orang belum menyadari jika suhu dingin terpusat di penginapan Bunga Es.
Segera mereka mendekati tempat perapian untuk menghangatkan tubuh dan mengeluarkan perisai energi. Akan tetapi, perisai energi dan perapian tidak mampu menghangatkan tubuh.
"Pak Tua, apa yang sedang terjadi?" tanya salah satu pria yang sedang menginap, dia keluar dari kamar karena tidak kuat menahan hawa dingin.
Pak Tua tidak segera menjawab, sebab dia sibuk mengukir simbol Formasi Array di bendera, dia sedang mengaktifkan Formasi Perlindungan. Setelah selesai, dia berjongkok dan membuka lantai yang terbuat dari bahan kayu, terlihat lubang dan dia meletakkan bendera Formasi serta Batu Mistik sebagai sumber energi.
Kemudian, Pak Tua menggerakkan kedua tangannya untuk mengaktifkan Formasi Perlindungan. Tidak berselang lama, penginapan Bunga Es bercahaya untuk sesaat, tanda Formasi Perlindungan telah diaktifkan.
Semua orang membuang napas lega, hingga napas mulutnya bisa terlihat seperti asap, lalu mereka kembali ke tempatnya masing-masing. Pak Tua melihat keatas dimana Tian Zhi sedang menginap.
"Apa yang dilakukan oleh beliau?" batin Pak Tua yang menebak jika hawa dingin makin meningkat dikarenakan Tian Zhi, dia hanya bisa geleng-geleng kepala dan kembali melanjutkan aktivitasnya dengan mencatat informasi yang didapatkan setiap hari.
Di luar atau tepatnya di lautan, air yang tadinya membeku dengan cepat mencair, hawa dingin yang ekstrim dan menyebabkan air laut menjadi beku bergerak menuju ke penginapan Bunga Es. Tidak hanya di lautan saja yang mulai mencair, Daratan Es Tengah Samudera juga dengan cepat mencair.
Semua orang yang berada di penginapan Bunga Es terkejut melihat Formasi Perlindungan tidak mampu bertahan lama, dimana dinding Formasi Perlindungan dengan cepat membeku. Mereka menjadi panik saat dinding penginapan juga ikut membeku dan kristal-kristal es mendekati mereka...