Trigrams Chaos

Trigrams Chaos
Chapter 240. Memenuhi Janji!


Chapter 240. Memenuhi Janji!


Tian Zhi yang berada di kapal angkasanya untuk beristirahat, dia membaringkan tubuhnya sambil menatap langit-langit kamar sambil berpikir.


He Hua menyusul dan tidur disampingnya, meletakkan kepalanya di dada, sambil memainkan jari telunjuk di dada suaminya dia berkata, "apakah kamu melupakan sesuatu?"


Tian Zhi tersenyum saat ditagih, lalu melihat Meyleen yang ikut tidur disamping kirinya, setelah itu dia menjawab sambil membelai rambut He Hua, "setelah pertandingan ini selesai, kabarkan pada Pasukan Phoenix yang kekuatannya dibawah Dewa Absolute, aku akan membawa mereka ke suatu tempat untuk meningkatkan kekuatan."


Tian Zhi berniat untuk membawa pasukannya ke dalam Dunia Jiwa untuk berlatih agar dengan cepat meningkatkan kekuatan, ia melakukan ini untuk persiapan masa 1.000 tahun yang akan datang, yaitu menghadapi Peperangan Global.


"Kamu bawa mereka kemana?" tanya He Hua yang penasaran.


"Nanti juga kamu akan tahu! Ada berapa orang yang kekuatannya saat ini berada di tingkat Dewa Absolute?" jawabnya dan bertanya balik, tujuannya untuk memberikan zirah perang.


He Hua yang tidak mendapatkan jawaban menjadi cemberut dan mengigit leher Tian Zhi. Tian Zhi tertawa karena geli lehernya di gigit, dia berusaha melepaskan gigitan He Hua. Namun, Meyleen menahan kedua tangannya dan ikut mengigit leher kirinya.


"Hahaha! Ampun... Geli!" tawa Tian Zhi yang kegelian.


Ketiga orang itu seperti anak-anak yang saling berusaha untuk membalas gigitan, tawa mereka terdengar hingga keluar dan membuat istrinya yang lain masuk ke kamar. Mereka melihat Tian Zhi sedang dikeroyok oleh He Hua dan Meyleen.


Miao Jiang tersenyum dan buru-buru bergabung dalam kesenangan, lalu disusul oleh Ling Ling, Ling Xuan dan yang lainnya. Akhirnya Tian Zhi dengan pasrah menerima gigitan dan ****** bibir di sekujur tubuhnya.


"Kamu mau ajak mereka kemana?" tanya He Hua sekali lagi, setelah dia puas memberikan tanda di leher suaminya.


Tian Zhi melihat pakaian istrinya berantakan dan banyak robekan dimana-mana karena ulahnya, lalu dia menjawab, "di tempat itu waktu lebih cepat dari pada di dunia luar. Aku menamakannya Dunia Jiwa. Disana ada energi yang lama telah menghilang di alam ini, energi Asal Muasal...,"


Semua wanita mendengarkan suaminya yang menjelaskan tentang Dunia Jiwa. Hanya dengan mendengarnya saja, sudah membuat takjub dan juga penasaran seperti apa Dunia Jiwa itu.


"... Karena banyak Pasukan Phoenix yang memiliki kekuatan dibawah Dewa Absolute... Jadi, aku hanya akan memberikan zirah perang yang sudah memiliki kekuatan Dewa Absolute." alasan Tian Zhi setelah menjelaskan tentang Dunia Jiwa, dia tidak sembarang memberikan zirah perang bersayap kepada setiap wanitanya yang belum mampu menjaga diri.


Tian Zhi tidak mau zirah perang bersayap jatuh ke tangan orang yang tidak bertanggung jawab dan akan berbahaya jika disalahgunakan. He Hua dan semua wanita mengangguk paham dan bernafas lega setelah suaminya membeberkan rahasia.


"Pantas saja kamu sangat kaya dan tidak khawatir kehabisan sumber daya alam," kata Ling Ling yang rasa penasarannya telah terjawab.


"Jangan katakan hal ini kepada siapapun yang tidak memiliki segel keluarga kita!" pinta Tian Zhi dengan nada serius dan di anggukan kepala oleh istrinya.


"Mungkin, ada beberapa orang yang juga memiliki Dunia Jiwa, tapi berbeda kualitas dengan yang aku miliki... Jauh lebih baik milikku!" imbuhnya dengan percaya diri Dunia Jiwanya lebih baik dari siapapun, sebab dia memiliki Galaksi Asal Muasal yang selalu merawat Dunia Jiwanya.


Galaksi Asal Muasal milik Tian Zhi didapatkan ketika masih menjadi Dewa Binatang, dulu dia tanpa sengaja menemukan kulit kayu kuno yang ternyata adalah Artefak Alami. Di artefak itu berisi 24 elemen yang berbeda-beda dan berdiam di dantian-nya...


"Yang memiliki kekuatan Dewa Absolute tidak lebih dari 50 orang, sisanya dibawahnya!" terang Miao Jiang yang selalu mencatat perkembangan kultivasi semua keluarganya.


Kebanyakan yang memiliki kekuatan Dewa Absolute berasal dari Perguruan Phoenix Surga dan mantan bawahan Ratu Qinglin. Dari pihak Tian Zhi sendiri tidak banyak, kurang dari 20 istri yang memiliki kekuatan Dewa Absolute. Itupun jika bukan karenanya, mereka tidak memiliki kekuatan seperti saat ini, seperti He Hua dan yang lainnya. Kecuali Zhu Rong, Meyleen dan tiga Mey bersaudari yang sejak pertama kali bertemu sudah memiliki kekuatan Dewa Absolute.


Lalu Tian Zhi mengeluarkan cincin dimensi yang berisi 50 set Winged Golden War Cloak - Artefak Bintang Lima, dan semua untuk istrinya. Sambil memberikan kepada He Hua, dia berpesan, "bagi secara merata dan jangan beritahukan kepada yang lain agar tidak iri! Ingat, pergunakan saat menghadapi lawan yang kuat!"


He Hua segera menerimanya dengan senang hati, lalu dan mengeluarkan beberapa isinya, yang ternyata juga cincin dimensi tapi ada ukiran bertulis "Winged Golden War Cloak" dan ada lima tanda berbentuk bintang.


Yu Bao mengambil satu cincin dimensi dari telapak tangan kanan He Hua, lalu diikuti oleh Miao Jiang, Meyleen, Ling-Ling, Li Jiancheng, Ling Xuan. He Hua menyimpan tiga cincin dimensi untuk Shan Luse, Shan Lan dan Shan Hongse yang masih ikut membereskan pemberontakan di Kerajaan Guang.


He Hua mengambil lagi, lalu Mu Bingyun mengambil satu cincin dimensi, Jun Mei Lin juga mengambil satu, Zhu Rong juga mendapatkan satu. Yu Mei dan Yu Ming juga mendapatkan satu, sebab kekuatan mereka telah berada di tingkat Dewa Absolute level 2. Mey Chan, Mey Chun dan Mey Mei juga mendapatkan satu.


Mereka memakai cincin dimensi di jari manis, namun disaat akan melihat isi di dalam, mereka tidak bisa mengaksesnya. Bahkan menggunakan energi spiritual seperti umumnya cincin dimensi, juga tidak bisa.


"Bagaimana cara menggunakannya?" tanya Jun Mei Lin yang sudah menggunakan beberapa cara untuk melihat isinya, tapi selalu saja gagal.


Semua wanita melihat Tian Zhi yang tertidur. Lalu He Hua yang tahu jika suaminya berpura-pura tidur, segera mengigitnya lagi. Tian Zhi tertawa sebelum He Hua mendekati lehernya.


Di dalam cincin dimensi, mampu menampung 1.000 ekor binatang, dan juga bisa untuk memelihara tanaman agar tidak layu. Selain itu, di cincin dimensi ini juga bisa menyembunyikan aura si pemiliknya.


Segera He Hua mengigit ujung jari telunjuk tangan kiri dan meneteskan darahnya pada cincin tersebut. Seketika cahaya keemasan keluar dan menyelimuti seluruh tubuhnya.


Semua wanita melongo termasuk He Hua yang kaget tanpa bisa menghindari. Cahaya itu sama yang mereka lihat saat Tian Zhi berada di colloseum.


Cahaya itu memberi semua informasi ke dalam pikiran He Hua, dan sedikit membuatnya pusing dengan banyak informasi yang mengalir perihal Winged Golden War Clock. Tidak berselang lama cahaya keemasan menghilang, dan He Hua memejamkan mata untuk mengasimilasi semua informasi baru.


"Apa kamu sudah memahami?" tanya Tian Zhi kepada He Hua setelah membuka mata.


He Hua langsung memeluk suaminya dan mencium bibir tanpa perduli dengan cahaya keemasan yang menerangi kamar, cahaya yang keluar itu saat semua wanita meneteskan darah pada cincin dimensinya.


"Terima kasih!" ucap He Hua setelah melepaskan ciuman dan pelukan, dirinya tidak menyangka suaminya memberikan harta yang sangat langka dan berharga di alam ini.


Akhirnya dia tahu kenapa suaminya melarangnya untuk tidak menggunakan Winged Golden War Cloak dengan sembarang, dan juga tidak memberikan kepada semua Pasukan Phoenix yang telah memiliki segel keluarga. Ternyata, cincin dimensi ini multi fungsi, dibuat dari bahan-bahan super langka dan mungkin tidak ada di alam semesta ini.


"Aku mau masuk ke cincin dimensi mu!" pinta He Hua yang ingin menguji Winged Golden War Cloak di dalam cincin dimensi yang tidak terlihat milik suaminya.


Tian Zhi menyelimuti semua istrinya dengan energi spiritual, dan tiba-tiba mereka telah berada di dalam cincin dimensi. Ia menghela nafas lega ketika bisa sendirian di dalam kamar.


Tok... Tok...


Baru akan memejamkan mata, pintu kamar diketuk oleh Qing Huan. Tian Zhi segera berpura-pura tidur dan mendengar Qing Huan memanggil Shan bersaudari.


Karena tidak ada tanggapan, Qing Huan perlahan membuka pintu, dia mengintip dan tidak ada satupun wanita, hanya melihat Tian Zhi yang telah tertidur.


"Kesempatan bisa berdua dengannya!" batinnya, lalu masuk ke dalam kamar dengan perlahan dan segera menutup pintu kamar.


Qing Huan sudah lama ingin berduaan dengan Tian Zhi, namun tidak ada kesempatan. Ia ingin mengungkapkan perasaannya kepada Tian Zhi secara pribadi, namun malu jika ada istrinya.


Qing Huan duduk dipinggir kasur sambil melihat Tian Zhi yang terlihat tertidur pulas dengan posisi tidur miring. Lalu dia membaringkan tubuhnya dengan perlahan agar tidak membangunkan Tian Zhi.


Qing Huan bisa merasakan nafas Tian Zhi, sebab jarak antara mereka terpaut satu jengkal tangan.


Tian Zhi yang berpura-pura tidur mengigau, "aku mencintaimu!"


Tiba-tiba Tian Zhi mencium bibir Qing Huan dan juga memeluknya. Qing Huan kaget dan berusaha untuk melepaskan diri. Namun Tian Zhi tidak melepaskannya dan makin erat memeluk serta ganas mencium.


Akhirnya Qing Huan pasrah dan menganggap Tian Zhi sedang bermimpi, dia pun menyambut ciumannya dan membalas pelukan dengan erat. Tubuh mereka merapat dan Qing Huan merasakan buah kenyalnya tertekan dan perlahan menjadi keras.


Tian Zhi mengeluarkan aroma feromon afrodisiak dan membuat Qing Huan lebih aktif dan melupakan segalanya. Mereka berdua kini telah melepaskan pakaiannya, posisi Qing Huan dibawah, dan Tian Zhi menikmati keindahan tubuh di depan mata.


Qing Huan menjadi malu melihat Tian Zhi terbangun, tapi karena pengaruh aroma afrodisiak, dia kembali mencium Tian Zhi dan membuka lebar kedua kakinya, tanda dia siap memberikan segalanya untuk Tian Zhi.


Tian Zhi yang paham segera menempatkan tongkat di depan gua surga yang sedikit ditumbuhi bulu-bulu halus dan kulit berwarna merah muda. Qing Huan memeluk leher Tian Zhi saat guanya dimasuki tongkat besar.


"Ohh!!" Qing Huan melenguh keras saat guanya dimasuki tongkat.


Tian Zhi sedikit terkejut melihat Qing Huan mampu menahan rasa sakit ketika kesuciannya terkoyak, dia pun segera membenamkan tongkatnya hingga memenuhi rahim Qing Huan...


Disaat Tian Zhi dan Qing Huan sedang berkultivasi ganda, He Hua dan semua saudarinya menguji Winged Golden War Cloak, mereka saling bertarung di dalam cincin dimensi.


Setelah memenuhi janji kepada He Hua dan memberitahu tujuannya untuk melatih Pasukan Phoenix, Tian Zhi merasa lega dan berkultivasi ganda dengan Qing Huan juga menjadi lebih menikmati.