Trigrams Chaos

Trigrams Chaos
Chapter 302. Aksi Xiang Ri Kui Dan Guo Shun.


Chapter 302. Pengalaman Pertama Xiang Ri Kui dan Guo Shun.


Saat masuk ke dalam rumah baru, He Hua dan Guo Shun melihat semua perabotannya masih baru dan komplit, tampaknya pemilik properti telah mengetahui jika rumah ini akan dibeli. Sedangkan Xiang Ri Kui sudah berlarian ke lantai atas.


"Bagaimana, apa kalian suka?" tanya Tian Zhi yang baru masuk.


"Ayah, rumah ini sangat bagus, aku betah tinggal di sini." kata Guo Shun yang langsung mengikuti adiknya yang telah berada di lantai dua.


"Apakah kamu sudah mengaturnya jauh hari?" tanya balik He Hua yang curiga jika Tian Zhi telah menyiapkan segalanya sebelum datang.


"Semua ini berkat saudarimu, Zhi Yinping...," jawab Tian Zhi dan bercerita.


Dua bulan sebelum Tian Zhi meninggalkan Alam Mahadewa, Zhi Yinping pamit untuk pergi ke Klan Zhi, dengan alasan untuk menyiapkan kebutuhannya selama tinggal di wilayah Klan Zhi.


Zhi Yinping yang memang telah memilihkan rumah baru dan melengkapi segala perabotannya, sehingga saat Tian Zhi datang tinggal menempatinya.


"Mungkin nanti malam dia akan datang," kata Tian Zhi sambil duduk di kursi panjang yang terbalut kain berbulu putih.


"Pantesan dia tidak terlihat dalam beberapa bulan ini! Aneh, kenapa dia tidak berpamitan dengan kita!" ucap He Hua yang curiga dengan sikap Zhi Yinping yang berubah semenjak Zhi Shimo bertarung dengan anggota Kuil Alam Es di Daratan Es Tengah Samudera.


He Hua melihat suaminya yang terlihat santai dan tidak bereaksi dengan ucapannya, dia duduk di sebelah kanan, Kemudian kembali berbicara, "apa kamu tidak mencurigainya? Maafkan, akan pikiranku yang negatif! Tapi, siapapun pasti akan berpikir sama dengan perubahan sikap Zhi Yinping."


Zhi Shimo memeluk bahu He Hua. He Hua menjadikan bahu kanan suaminya sebagai tumpuan kepalanya. Lalu Tian Zhi menjawab, "setiap perubahan semua istriku dan anak-anak, aku mengetahuinya. Tapi, apakah aku harus terfokus pada perubahan mereka? Tentu tidak. Masih banyak yang aku pikirkan, dan semua orang pada waktu juga akan berubah. Berubah baik atau buruk, itu pilihan."


Mendengar suaminya bertutur kata dengan lembut, He Hua merasakan ketenangan hati. Mereka berdua mendengar putra dan putrinya berebut kamar tidur dan hal ini sudah biasa, dimana Guo Shun seringkali menggoda adiknya.


Walaupun Tian Zhi disibukkan dengan berbagai hal di Kerajaan Guang, dia selalu memperhatikan satu per satu istri dan anak-anaknya, termasuk perubahan sikap Zhi Yinping semenjak Tian Zhi pulang dari Daratan Es Tengah Samudera.


Memang Tian Zhi telah berbohong kepada Zhi Yinping yang mengatakan jika Dewi Seribu Wajah menyelamatkan Dewi Salju. Tapi, dia melakukan hal itu demikian kebaikan keluarga besarnya. Tian Zhi juga tahu konsekuensinya.


Seandainya Zhi Yinping tahu telah dibohongi, hal terburuk kemungkinan besar hubungannya akan putus dan menjadi permusuhan. Namun Tian Zhi tidak panik, karena dia melakukan ini demi hal yang lebih besar untuk masa depan.


"Aku akan memasang Formasi Perlindungan di sekitar rumah kita. Untuk makan malam kita, makan di luar atau ...," kata Tian Zhi.


Walaupun Tian Zhi tidak perlu makan karena seorang kultivator, dia masih memikirkan tumbuh kembang anak-anaknya yang membutuhkan asupan gizi dan nutrisi.


"Di luar saja, aku lagi malas untuk memasak!" jawab He Hua.


Tian Zhi segera keluar dari rumah untuk memasang Formasi Perlindungan, sedangkan He Hua memeriksa seluruh kamar yang akan dijadikan tempat tidurnya bersama Tian Zhi.


Tian Zhi menancapkan bendera Formasi Penghalang Mata Dewa di luar pembatas pagar rumah yang ditanami bunga-bunga mengelilingi kediamannya.


Lokasi rumahnya jauh dari tempat pemukiman penduduk dan di luar tembok pertahanan kota, terpaut jarah satu kilometer lebih. Ini sesuai dengan keinginan yang jauh dari hiruk pikuk kehidupan di perkotaan.


Tian Zhi menancap bendera Formasi mengikuti luas kediamannya, panjang 50 meter dan lebar 25 meter. Setelah itu, dia membuat jalan dengan tetap menggunakan Formasi Array menuju ke sungai dan air terjun, dengan tujuan untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi anak-anaknya saat bermain di sungai.


Dia memasang Formasi Penghalang Mata Dewa mulai dari atas air terjun hingga ke sungai sepanjang 400 meter. Tian Zhi tidak hanya membeli rumah saja, tapi radius satu kilometer dari titik pusat rumah, melingkupi air terjun dan sungai juga telah dibeli. Karena itu dia mengeluarkan banyak biaya sebesar 10.000 Batu Kuno.


Lokasi rumahnya berada di pinggiran Kota Api Asyura, dekat dengan Hutan Belantara yang terkenal berbahaya. Tanah milik Tian dengan Hutan Belantara hanya dibatasi oleh bukit.


Setelah selesai membuat Formasi Penghalang Mata Dewa dan mengaktifkannya, Tian Zhi membuat Formasi Perlindungan sebagai pembatas tanahnya. Formasi Perlindungan kali ini bisa ditembus oleh Mata Dewa, tapi tidak akan bisa melihat kediamannya, sungai dan juga air terjun, asal pemilik Mata Dewa tidak memiliki kekuatan diatas tingkat True Theta.


He Hua tersenyum bahagia melihat suaminya dari balkon lantai tiga, dia senang dengan tindakan Tian Zhi yang selalu melindungi keluarganya semaksimal mungkin.


"Kelihatannya disini akan lebih lama daripada tinggal di Alam Mahadewa!" tebakan He Hua saat mengetahui Tian Zhi membuat Formasi Array berlapis.


Lalu datang Guo Shun dan Xiang Ri Kui setelah puas menjelajahi rumah barunya. He Hua memeluk bahu kedua anaknya sambil terus melihat Tian Zhi.


"Bu, lihat di hutan ada banyak orang yang sedang memperhatikan ayah!" ucap Xiang Ri Kui sambil jari telunjuknya mengarah ke lokasi persembunyian orang yang mengamati Tian Zhi.


Xiang Ri Kui memiliki indera penglihatan yang sangat tajam, bahkan setara dengan Mata Dewa. Selain itu, dia memiliki ingatan fotografis, mampu mengingat apapun dalam sekali lihat. Kemampuan Xiang Ri Kui didapatkan dari faktor biologis, Tian Zhi memiliki Mata Langit dan He Hua memiliki daya ingatan yang tajam.


He Hua mengaktifkan Mata Dewa dan mengikuti jari telunjuk putranya, dia melihat ada sekitar lima belas orang yang sedang bersembunyi dibalik pepohonan. Guo Shun yang belum memiliki Mata Dewa tidak bisa melihat persembunyian mereka.


Orang yang bersembunyi di hutan adalah para bandit, pemimpinnya bernama Ming Hao. Tapi mereka tidak bersama dengan pemimpinnya. Bandit ini dijuluki sebagai Tengkorak Hitam.


Bandit Tengkorak Hitam sangat terkenal di Alam Keabadian, tidak kenal rasa takut, kejam dan tidak pandang bulu saat melihat korban. Namun, semenjak adanya mayat hidup, mereka tidak berani keluar dari persembunyiannya, secara otomatis mereka tidak memiliki hasil apapun.


Setelah mayat hidup dimusnahkan aliansi sementara, mereka baru keluar dari tempat persembunyiannya dan mulai beraksi lagi. Dalam waktu satu tahun lebih, sudah banyak yang menjadi korbannya, rata-rata korbannya adalah para pedagang, bangsawan dan desa-desa yang jauh dari perkotaan.


Para bandit mengira Tian Zhi adalah seorang bangsawan yang tidak berkultivasi, sebab itu dia menjadi sasaran para bandit yang kebetulan melintasi tanah yang baru dibeli.


"Kak, ayo kita hajar mereka!" ajak Xiang Ri Kui yang bertarung.


"Bu, apakah mereka kuat?" tanya Guo Shun yang tidak bisa melihat para bandit.


"Lemah! Ayo, kita datangi ayahmu dan berpura-pura tidak tahu kedatangan mereka!" jawab He Hua yang ingin menjadikan para bandit bahan latihan untuk anaknya.


Xiang Ri Kui dan Guo Shun segera melompat dari balkon lantai tiga dan berlomba menuju ke arah ayahnya. He Hua tersenyum melihat kedua anaknya bersemangat, dia segera menyusul anaknya.


Sejak kedatangan para bandit, Tian Zhi sudah mengetahuinya. Berhubungan mereka lemah, dia tidak menghiraukannya. Tian Zhi telah menebak jika anaknya yang akan memburu para bandit.


"Yah, aku akan membantumu!" teriakan Xiang Ri Kui yang jaraknya masih jauh.


Guo Shun mengejek dengan menjulurkan lidahnya dan meningkatkan kecepatan agar Xiang Ri Kui kalah cepat, dia hinggap di batang pohon ke batang pohon lain dan diikuti oleh Xiang Ri Kui yang berusaha sekuat tenaga menyusul.


He Hua dengan santainya mengikuti anaknya, dia cukup menyentuhkan ujung jari kaki pada batang pohon dan mampu melesat dengan sangat cepat, tapi tetap berada di belakang anaknya.


Tian Zhi sekilas melihat anak dan istrinya, lalu dia berhenti sambil berpura-pura kelelahan dengan bersandar di batang pohon. Tidak berselang lama dua anak dan istrinya tiba.


Guo Shun dan Xiang Ri Kui mengambil bendera Formasi, lalu mereka menancapkan di tanah...


Para bandit kegirangan melihat dua kecantikan yang baru datang menemui targetnya. Bos bandit bergegas memberikan perintah kepada anak buahnya untuk mengepung target, dia berpesan, "kalian tangkap anaknya untuk dijadikan sandera. Setelah aku puas menikmati tubuh kedua wanita itu, baru mereka miliki kalian!"


"Siap, Bos!" jawab serempak anggotanya.


Karena telah terbiasa merampok, para bandit segera mengepung Tian Zhi dan keluarganya.


Di saat dekat dengan target, mereka terkejut tidak melihat Xiang Ri Kui dan Guo Shun, mereka hanya melihat Tian Zhi sedang memangku He Hua dengan bersandar di batang pohon.


Bang... Bang...


"Arghh!!"


Tian Zhi dan He Hua mendengar suara benturan daging, lalu disusul suara teriakan para bandit yang dihujani pukulan serta tendangan oleh kedua anaknya. Tubuh Xiang Ri Kui yang kecil membuatnya lincah saat menghindari serangan balik lawan.


"Awalnya aku ingin bersantai dengan membuat Formasi Array tanpa mengandalkan Tubuh Ganda, tapi kedatangan mereka membuatku menjadi malas," kata Tian Zhi sambil melihat salah satu bandit yang terlempar ke atas setelah terkena tendangan keras dari Guo Shun.


Tian Zhi mengeluarkan 100 Tubuh Ganda untuk membuat Formasi Perlindungan dan dua Tubuh Ganda mengikuti anaknya untuk memberikan perlindungan.


"Kamu ingin mengajarkan anak kita agar memiliki mental kuat, tapi masih saja mengkhawatirkan mereka," ucap He Hua.


Tian Zhi tersenyum saat ditegur oleh He Hua, lalu dia melihat bos bandit kabur terbirit-birit sebelum Xiang Ri Kui menyerangnya. Anak buahnya juga menyusul bosnya dengan tertatih-tatih setelah terkena pukulan.


Guo Shun dan Xiang Ri Kui kembali dengan tertawa riang setelah sukses mengalahkan para bandit. Baru kali ini mereka merasakan sensasi bertarung yang sesungguhnya, biasanya mereka hanya bertarung dengan Pasukan Phoenix sebagai latihan.


"Yah, aku tadi membuat mereka menangis! Aku tendangan perutnya, ku tonjok mulutnya dan mereka menangis. Eh... Mereka malah kabur dan berkata akan membalas dendam!" celoteh Xiang Ri Kui yang menceritakan pengalamannya bertarung, dia juga memperagakan bagaimana dia memukuli mereka.


Guo Shun duduk di sebelah kiri ayahnya, lalu memeluk lengannya dengan manja, dia juga bercerita bagaimana rasanya bertarung yang sesungguhnya. Selama di Kerajaan Guang, tidak ada yang berani melawannya dikarenakan bagian dari keluarga kerajaan.


Selain itu, Xiang Ri Kui selalu dikawal oleh dayang istana dan juga binatang, jelas membuat banyak orang tidak ingin mencari masalah dengan Xiang Ri Kui dan Guo Shun.


Tian Zhi dan He Hua mendengar pengalaman anaknya, sesekali memuji sebagai bentuk mengapresiasi tindakan mereka melawan para bandit.


"Kita kembali ke rumah. Segera kalian mandi dan kita akan makan di luar," ajak He Hua saat hari menjelang sore.


"Hore!!" seruan Xiang Ri Kui dan bergegas menuju ke rumah, lalu diikuti oleh kakaknya.


Tian Zhi segera mengaktifkan Formasi Perlindungan. Kini wilayahnya terlindungi Formasi Array yang membentuk Doom. Lalu dia bersama He Hua menyusul anaknya yang berlomba-lomba untuk sampai terlebih dahulu.


Ternyata Zhi Shaosheng masih terus mengamati Tian Zhi dan keluarganya, bahkan dia menyempatkan untuk membuat sebuah pondok bambu hanya untuk melihat perkembangan Tian Zhi dan anaknya.


"Anak-anaknya saja sudah luar biasa ...!" pujian Zhi Shaosheng sambil mencatat apapun hasil pengamatannya yang bermanfaat, "aku tidak sabar ingin tahu bagaimana perkembangan Tian Yinping jika sudah bisa berkultivasi." Sambungnya dengan penuh harapan.


Tian Yinping adalah putri dari Zhi Yinping dan Tian Zhi. Zhi Shaosheng telah menemui Zhi Yinping ketika baru tiba, dia telah panjang lebar berbicara dengan Zhi Yinping mengenai perkembangan cucunya dan Tian Zhi.