Trigrams Chaos

Trigrams Chaos
Chapter 80.


Chapter 80. Menjadi Target Utama.


Mendengar perintah Tian Zhi, Yu Bao segera tersadar dari keterkejutannya dan buru-buru membuka pintu goa. Segera Tian Zhi keluar sambil membawa tungku, dia segera terbang menuju puncak Gunung Mahadewi.


"Kamu kabarkan anggota-mu untuk menjauh area puncak!"


Sekali lagi Tian Zhi memerintahkan Yu Bao.


Yu Bao segera mengabarkan anggotanya untuk menjauhi area puncak Gunung Mahadewi, dia juga tahu resikonya terkena petir. Segera semua Ras Rubah turun dan bersembunyi lagi di area tengah Gunung Mahadewi, sedangkan Yu Bao juga sama.


"Tubuhnya sangat unik!" batin Yu Bao yang mengagumi kelebihan Tian Zhi.


Sebagai wanita, Yu Bao memiliki insting yang tajam, apalagi dia adalah Ras Rubah yang memiliki kemampuan sebagai alkemis dan tabib. Saat Tian Zhi pingsan, dia melihat tubuh Tian Zhi memiliki beberapa elemen, hanya saja waktu itu dia tidak tahu jika Tian Zhi memiliki garis darah Asyura.


Setelah sampai di puncak, Tian Zhi segera menyempurnakan pill dan mulailah awan hitam berkumpul dari segala penjuru Benua Permata Hitam. Badai salju segera menghilang dan berganti awan hitam yang mulai bergemuruh.


Gunung Mahadewi yang merupakan pembatas bagi empat wilayah, fenomena awan hitam berkumpul di puncaknya itu jelas dilihat banyak kekuatan.


Semua kekuatan melihatnya dan sedikit terkejut jika ada seseorang yang akan menerima Kesengsaraan Petir, setelah itu raut wajah mereka berganti senang, senang jika ada Ras Rubah meningkatkan kekuatan.


Mereka mengira jika Kesengsaraan Petir itu untuk kekuatan setingkat Saint yang akan menerobos naik ke tingkat Tyrant.


Namun, perkiraan semua kekuatan ternyata salah, mereka melihat Kesengsaraan Petir mengeluarkan tujuh warna, tanda jika itu adalah Petir Surgawi Tujuh Warna. Kemunculan itu adalah tanda jika ada yang terlahir seperti; pill tingkat garis tujuh, buah Suci maupun artefak, entah artefak jenis apa.


Setelah perkiraan semua kekuatan salah, kini mereka menjadi gelisah, kuatir jika ada yang mendahului untuk mendapatkan apapun itu yang memicu fenomena Kesengsaraan Petir.


Ratu Siluman, Raja Iblis Merah, Raja Serigala Putih dan semua orang bergegas menuju Gunung Mahadewi untuk mendapatkannya. Namun, sesampainya dibawah kaki gunung, mereka terkejut melihat seseorang pria membawa tungku, dan segera menebak jika Kesengsaraan Petir diakibatkan oleh pill garis tujuh, setingkat apa mereka tidak tahu, yang jelas pasti diatas tingkat Saint.


Yu Bao dan semua Ras Rubah segera mengetahui kedatangan para penguasa dan membuat mereka jelas semakin ketakutan.


Yu Bao sebagai seorang pemimpin Ras Rubah, segera memerintah anggotanya untuk bersembunyi di tempat rahasia masing-masing dan jangan keluar sebelum semua penguasaan pergi.


"Shimo, banyak kekuatan yang mendekatimu!" peringatan Yu Bao yang masih setia menunggu Tian Zhi menyelesaikan Kesengsaraan Petir untuk pill.


"Kamu jangan kuatir, cepat kamu sembunyi dan jangan keluar sebelum aku mendatangimu!" jawab Tian Zhi yang membalas dengan suara telepati, dia juga tahu jika banyak orang berdatangan.


(Gemuruh)


Awan hitam semakin besar dan juga suara petir menggelegar dan menyambar apapun di bawahnya. Semua penguasa dan kekuatan yang mendekati pun berhenti, jelas mereka takut tersambar.


Saat orang berada di zona tengah, mereka syok melihat seorang manusia ada di Benua Permata Hitam. Mereka bisa melihat Gunung Mahadewi dengan jelas dikarenakan badai salju telah menghilang.


Seketika keterkejutan mereka menjadi kegembiraan dan terlihat sifat serakah muncul di wajah masing-masing semua orang.


Ratu Siluman segera berbicara dengan suara yang menggelegar. "Dia menjadi milikku, siapapun yang ingin merebutnya akan menjadi musuhku!" ancaman Ratu Siluman kepada semua rivalnya, dengan tatapan bengis kepada semua orang.


"Dalam mimpimu!? Siapapun yang bisa duluan mendapatkannya, dialah pemiliknya!?" sahut Raja Iblis Merah dengan nada membentak, dia tidak terima dengan sifat keserakahan Ratu Siluman yang sudah mengklaim Ras Manusia, padahal dia sendiri juga sama dan lebih serakah.


Dari ucapan Raja Iblis, dia jelas memprovokasi semua kekuatan agar tidak takut dengan Ratu Siluman yang memiliki kekuatan tingkat Dewa Kuno.


"Ratu Siluman, kita mengandalkan keberuntungan, aku tidak perduli jika Anda kuat! Ingat, kesialan seseorang bisa datang kapan saja!" peringatan Raja Serigala Putih.


Ratu Siluman jelas paham maksudnya, dan dia hanya tersenyum sinis. Sekuat apapun seseorang, jika mendapatkannya sial, kekuatannya tidak lagi berguna, dan karena itu Ratu Siluman tidak membalas ucapan Raja Serigala Putih.


"Kalian bersiaplah untuk merebutnya!" perintah Ratu Siluman kepada bawahannya, yang semuanya adalah wanita.


"Siap, Yang Mulia."


Kesepuluh wanita itu segera berpasangan untuk mengepung Tian Zhi, tapi sebatas bersiap, karena petir membuat pembatas dengan menyambar dan menghalangi semua orang yang ingin mendekati Tian Zhi.


Tidak hanya Ratu Siluman saja yang memerintahkan bawahan, Raja Serigala Putih, Raja Iblis Merah dan semua kekuatan juga melakukan hal yang sama untuk bersiap menangkap Tian Zhi beserta pill-nya.


Petir segera menyambar enam butir pill saat keluar dari tungku, pill garis tujuh mengelilingi tubuh Tian Zhi. Tian Zhi pun tidak tinggal diam, dia menjadikan tubuhnya sebagai tameng. Bagi Tian Zhi Kesengsaraan Petir Surgawi Tujuh Warna tidak berarti baginya, sebab dia memiliki jenis Petir Surgawi Sembilan Warna yang lebih kuat.


Aksi Tian Zhi jelas dilihat oleh semua orang, dan mereka kaget melihat tubuh Tian Zhi tidak terluka sama sekali setelah tersambar petir. Aksi itu dilakukan hingga sebanyak tujuh kali dan secara berlahan Kesengsaraan Petir telah selesai melakukan tugasnya.


"Sekarang!!" perintah Ratu Siluman setelah Kesengsaraan Petir menghilang dan secara berlahan badai salju mulai terbentuk lagi.


Buru-buru Ratu Siluman melesat untuk menangkap Tian Zhi dan diikuti oleh bawahannya. Semua orang juga bergerak sebelum keduluan pesaingnya.


Tian Zhi langsung menyimpan enam butir pil dan berubah menjadi seribu tubuh bayangan untuk mengelabui lawannya. Seribu tubuh bayangan menyebar dan menuruni Gunung Mahadewi. Kemudian dia masuk kedalam cincin dimensi untuk bersembunyi.


Semua orang yang melihat buruannya menjadi seribu bayangan tercengang dan jelas kebingungan, tapi berbeda dengan para penguasa yang memiliki kekuatan diatas Dewa Perunggu, mereka jelas tidak mungkin tertipu...


Boom💥... Boom💥...


"Huff! Untung saja aku memiliki cincin dimensi sebagai perlindungan terakhir!" Tian Zhi bernafas lega berhasil menyelamatkan diri dari kepungan banyak kekuatan, dia lupa tidak menyamarkan dirinya karena terlalu bahagia mendapatkan buah Hati Naga.


Seandainya Tian Zhi menyamar, identitasnya sebagai manusia tidak menjadi target utama.


Kini Tian Zhi mengetahui kekuatan mereka yang tidak bisa dianggap remeh. Kemudian Tian Zhi mengendalikan cincin dimensi menuju goa persembunyian Yu Bao.


-


Tidak berselang lama tubuh bayangan pun berhasil dihancurkan oleh banyak kekuatan. Ratu Siluman sangat marah setelah gagal mendapatkan manusia, dan menyerang pihak pesaing yang paling dekat dengannya sebagai pelampiasan.


"Bodoh!? Ini gara-gara kalian ... ?!" bentak Ratu Siluman yang menyalahkan orang lain setelah membunuh salah satu di antara mereka.


"Bangsat?! Kenapa kamu membunuh anggota ku?!" bentak Raja Iblis Merah melihat anak buahnya menjadi sasaran.


"Apa?! Mau bertarung, ayo?!" tantang Ratu Siluman yang makin marah.


Swosh...


Raja Iblis Merah langsung menyerang Ratu Siluman, walaupun tahu dia kalah dalam hal kekuatan, dia jelas tidak mau diremehkan dan direndahkan oleh wanita.


Mereka berdua bertarung dan dalam beberapa gerakan Raja Iblis Merah pun dikalahkan oleh Ratu Siluman.


"Awas kamu?!" ancam Raja Iblis Merah dan kabur bersama anak buahnya.


Ratu Siluman mencibir dan sengaja tidak mengejarnya, dan ancaman Raja Iblis Merah tampak tidak membuatnya takut.


Walaupun mereka dalam ikatan perjanjian aliansi memburu Ras Rubah, masalah pribadi dan persaingan untuk yang lainnya tidak masuk hitungan dalam perjanjian.


"Ayo kita turun dan cari dia disekitar Gunung Mahadewi!" perintah Ratu Siluman dan bergegas menjauhi Gunung Mahadewi yang mulai kembali normal dengan adanya badai salju, walaupun dia memiliki kekuatan Dewa Kuno, untuk menghadapi badai salju jelas berpikir ulang.


"Selalu saja seperti ini...!" gumam Raja Serigala Putih melihat pertengkaran mereka yang sudah biasa dia terjadi, tapi tidak sampai saling membunuh, karena ada musuh bersama yang harus mereka hadapi...


Raja Serigala Putih pun melakukan hal yang sama dengan memerintahkan anak buahnya untuk mencari Tian Zhi, dan kembali menuju Benteng Aliansi untuk menyelidiki pelaku penjarahan dan mencuri rubah jantan.


Demikian juga dengan Raja Iblis, dia kembali ke Benteng Aliansi. Sedangkan Ratu Iblis tidak perduli dengan pelaku penjarahan dan pencuri Ras Rubah, baginya Ras Rubah sekelas mereka tidak dianggap, dia hanya memburu Yu Bao dan kini bertambah Tian Zhi menjadi buruan utamanya.


Sesampainya di Istana Siluman, Ratu Siluman disambut oleh seorang wanita. "Kakak Cang, apa benar jika ada manusia?" tanyanya kepada Ratu Siluman.


Ratu Siluman bernama Cang Juan dan wanita yang bertanya adalah adiknya, Cang Lien. Wajah mereka berdua sangat mirip walaupun bukan saudara kandung.


"Iya, dan aku sudah memerintahkan 10 pengawal pribadiku untuk mencarinya!" jawab Cang Juan dengan membaringkan tubuh di singgasana yang sengaja didesain mirip seperti tempat tidur.


Cang Lien tersenyum yang hafal jika kakaknya kesal, dia segera mengikutinya tidur memberikan ciuman bibir. Cang Juan pun menyambut ciuman Cang Lien, sambil memegang buah kenyalnya yang padat berisi.


-


Setelah dekat dengan goa, Tian Zhi teringat dengan wanita dari Ras Kelinci, dan segera menuju kamarnya dan membangunkan wanita kelinci.


Saat terbangun dan sudah tidak berada di dalam penjara lagi, wanita kelinci langsung melompat sangat cepat hingga menabrak dinding kamar.


Reaksinya membuat Tian Zhi terkekeh dan membiarkan wanita kelinci menyesuaikan keadaannya.


Wanita kelinci melihat Tian Zhi yang merupakan Ras Manusia, seketika dia terbelalak dan menghampirinya. Namun Tian Zhi menghindarinya karena tubuh wanita kelinci sangat bau.


"Bersihkan tubuhmu dulu!" perintah Tian Zhi.


"Kamu manusia, ayo jadilah pasanganku!" pinta wanita kelinci yang tanpa malu-malu.


Tian Zhi geleng-geleng dan kembali memerintahkan wanita kelinci untuk mandi dan menggantikan pakaiannya, pakaian yang diberikan untuk wanita kelinci adalah milik Xue Ling - adik kembar Xue Mei.


Akhirnya wanita kelinci mau menuruti perintah Tian Zhi setelah mengeluarkan aura kekuatannya dan membuat dia ketakutan.


"Apa semua orang di Benua Permata Hitam seperti ini...!" gumamnya saat wanita kelinci masuk ke dalam kamar mandi, dia heran dengan reaksi semua orang di Benua Permata Hitam yang berlebihan, seperti orang kelaparan melihat manusia.


Tidak berselang lama, wanita kelinci keluar dengan tubuh bersih dengan menggunakan pakaian milik Xue Ling yang pas dan cocok. Tian Zhi yang melihat perubahan wanita kelinci sedikit kagum, ternyata setelah bersih, wanita kelinci cukup menarik dan menggoda, walaupun tubuhnya kurus.


"Duduk!" perintahnya.


Segera wanita kelinci menuruti dan tidak lagi agresif saat pertama kali melihat Tian Zhi. Setelah duduk Tian Zhi menanyakan namanya. Marganya Lu dan nama belakang Yueyin, Lu Yueyin, usianya 18 tahun.


(Note: Lu Yueyin adalah leluhur dari Lu Xinxin dan Lu Xianglun, yang akhirnya menjadi istri Excel Felix di Legenda Pasukan Wanita. Jika sobatku tidak membaca Novel LPW dan GOB 1, jelas kebingungan dengan alur cerita yang kalian anggap kacau. Ya, terimakasih atas support nya, walaupun komentar nya tidak membangun... Dalam kehidupan nyata, alur cerita setiap kehidupan saat berada dititik awal, umumnya, tidak ada yang jelas dan berantakan, setelah seiringnya waktu dan beranjak usia dewasa, alur cerita kehidupan mulai terarah... Apalagi ini dunia fantasi...! Sehat selalu dan banyak rejekinya. Salam)