Trigrams Chaos

Trigrams Chaos
Chapter 92.


Chapter 92. Benua Peri.


Spontan Yu Ming melompat mundur dan melemparkan tombak berkarat, wajahnya menjadi pucat pasi karena kaget serta ketakutan. Tian Zhi geleng-geleng karena kecerobohan Yu Ming, dia berjalan mendekati lubang di celah tebing dan melemparkan sebuah Batu ke dalamnya.


(Berdesis)


Suara berdesis keluar dari lubang itu dan asap hitam keluar.


Sontak Yu Ming dan Yu Bao mundur, sebab asap hitam itu adalah racun.


Setelah racun hitam keluar, seekor binatang ular keluar, ukuran kecil sebesar ibu jari dan panjangnya setengah meter, warna hitam mengilat, walaupun kecil tapi gigitan beracun mampu membunuh kultivator setingkat Dewa.


"Ular tebing! "


Kedua wanita itu berseru saat mengenal jenis ular yang mematikan, mereka berdua semakin menjauh saat ular tebing keluar dari lubang. Tian Zhi terkekeh melihat ketakutan mereka, lalu dia mengeluarkan sebuah botol dan dengan santainya memegang kepala ular.


Ular tebing dia masukan ke dalam botol bening, lalu menutup lubang botol. Di dalam botol, ular tebing mengeluarkan asap hitam, dia berusaha menghancurkan botol dengan racunnya, sayangnya botol baik-baik saja.


Yu Bao dan Yu Ming bernafas lega dan mendekati Tian Zhi lagi. Kemudian mereka bertiga berlanjut menuju Hutan Kematian setelah harta benda di celah tebing telah diambil semuanya.


Sesampainya di ujung celah, mereka bertiga disuguhi pemandangan yang sama seperti Hutan Arwah, benua tanpa matahari semakin membuat Hutan Kematian gelap gulita.


Yang lebih mengejutkan, kini yang mereka hadapi bukan arwah, tapi Iblis Terkutuk yang tampak bersiap keluar dari celah, mereka seperti tentara bersiap untuk berperang, berbaris rapi dengan senjata kapak.


Kehadiran Tian Zhi dan kedua wanitanya langsung diketahui oleh Iblis Terkutuk.


"Musuh!? "


Teriakan Iblis Terkutuk dengan menunjuk Tian Zhi dan kedua wanitanya.


Segera ribuan Iblis Terkutuk berlari menuju musuhnya dengan kapak diseret.


"Kita gunakan skill Perubahan Wujud!" perintah Excel Shimo.


Seketika Tian Zhi dan kedua wanitanya berubah menjadi udara dan menghilang dari banyak mata Iblis Terkutuk.


Mereka bertiga dengan sangat cepat melesat di atas para Iblis Terkutuk tanpa diketahui.


Sedangkan Iblis Terkutuk kebingungan mencari musuh yang tiba-tiba menghilang.


"Kembali pada barisan. Mungkin mereka kabur! " perintah si kapten dengan nada sombong dan merasa bisa mengalahkan musuhnya dengan mudah.


Dan Iblis Terkutuk kembali berbaris dan menunggu perintah untuk bergerak keluar menyerang penghuni Benua Permata Hitam.


Tian Zhi dan kedua wanitanya melihat banyak Iblis Terkutuk yang mencapai angka satu juta.


"Tampaknya mereka ingin menguasai benua ini, " kata Yu Bao yang melihat banyak Iblis Terkutuk terorganisir dengan baik.


"Apa Iblis Terkutuk merupakan penghuni asli benua ini? " tanya Tian Zhi.


"Tidak, mereka adalah hasil eksperimen para Alkemis Ras Iblis yang ingin menciptakan bibit unggul dengan mencampur banyak gen berbagai ras, dan mereka adalah produk gagal yang akhirnya buang! " jawab Yu Bao.


"Kenapa tidak dibunuh saja? " tanya Tian Zhi yang penasaran, sebab Iblis Terkutuk tampak tidak berkultivasi hanya mengandalkan fisik untuk bertarung.


Yu Bao segera berbicara:


"Mereka sudah mencobanya, membakarnya dan melakukan berbagai cara untuk melenyapkan mereka. Tapi, hasilnya mereka masih bisa bertahan hidup..., "


Para Alkemis telah melakukan berbagai cara untuk melenyapkan mereka, bahkan dengan membakar menggunakan Api Neraka, hasilnya, Iblis Terkutuk masih bisa hidup.


Saat dibakar, tubuh Iblis Terkutuk berubah menjadi lendir untuk menangkal panas Api Neraka. Jika dipenggal, tubuh mereka yang terpotong akan menjadi membentuk sosok yang sama, semakin sering dipenggal maupun dibelah, maka semakin banyak jumlahnya.


Karena itu, para Alkemis Ras Iblis membuang mereka ke Hutan Kematian. Namun, yang tidak diketahui oleh siapapun, Iblis Terkutuk mampu berkembang biak dengan pesat.


"... Iya, waktu aku masuk, tidak sebanyak ini, padahal rumor jika mereka dibuang di sini tidak terlalu lama, perkiraan baru 10 tahun, " sambung Yu Ming.


Tian Zhi setelah mendengar penjelasan kedua wanitanya, tiba-tiba dia ingin menguji seberapa kuat apinya dengan Api Neraka. Tian Zhi segera berhenti dan diikuti oleh kedua wanitanya, dia mengeluarkan Api Suci Petir Asyura di jari telunjuk dan melesat di barisan Iblis Terkutuk.


Cedar... Boom💥...


Suara sambaran petir dan api terdengar, meledakkan tubuh Iblis Terkutuk, tubuh mereka terbakar tanpa bisa menjadi lendir, bahkan seketika menjadi abu.


Spontan barisan menjadi kocar-kacir dan sebagai mencari pelakunya. Namun, Tian Zhi dan kedua wanitanya tidak mereka temukan.


"Hebatnya Api Suci Petir Asyura! " pujian Yu Ming.


Tian Zhi tersenyum bangga apinya mampu memusnahkan Iblis Terkutuk dengan mudah, dan mengajak kedua wanitanya kembali menuju Hutan Kematian.


"Kenapa kamu tidak menghancurkan mereka saja? " tanya Yu Bao yang kuatir kehidupan di Benua Permata Hitam, terutama Ras Kelinci yang masih berhubungan baik.


"Biarkan mereka terfokus untuk melawan Iblis Terkutuk, dan menghambat kultivasi mereka, dengan begitu kita bisa kalian bisa menyusul kekuatan mereka! " jawab Tian Zhi.


Ya, Tian Zhi berencana menjadikan Iblis Terkutuk untuk menghentikan kultivasi para peserta kompetisi Dewi Cahaya, jika mereka terfokus pada kultivasi, semua wanitanya semakin susah untuk bersaing dengan kekuatan mereka.


"Bagaimana dengan keluarga Lu Yueyin, aku kuatir mereka menjadi korban juga? " Yu Bao masih saja kuatir.


"Jangan kuatir, keluargaku memiliki tempat tersembunyi! " sela Lu Yueyin sebelum Tian Zhi menjawab.


"Setelah dari Lembah Samsara, kita akan kunjungan keluarga mu! " janji Tian Zhi kepada Lu Yueyin, dia memiliki rencana untuk Ras Kelinci.


Tidak terasa mereka bertiga telah sampai di Lembah Samsara, dan berhenti saat melihat banyak jalur. Selain banyak jalur, Lembah Samsara juga terselimuti salju tebal.


Tian Zhi pikir, setelah sampai akan menemukan banyak tanaman langka, nyatanya dia hanya melihat banyak jalan yang bercabang-cabang dan tidak ada tumbuhan sama sekali, hanya salju yang membentuk dinding.


Dengan penasaran, Tian Zhi terbang ke atas untuk melihat setiap jalur terhubung kemana. Namun, saat terbang dirinya merasakan tekanan kuat dari medan gravitasi, sehingga tidak sampai melewati ketinggian dinding salju Lembah Samsara.


"Tempat yang misterius ... Apa Lembah Samsara terlindung Formasi Spiritual? " tanya Tian Zhi kepada Yu Ming.


"Iya, entah siapa yang membuatnya, sudah sejak awal seperti ini! " jawab Yu Ming.


"Apa kamu tahu jalur yang mana menuju tempat yang banyak sumberdaya? " tanyanya sekali lagi kepada Yu Ming, sebab hanya dia yang pernah keluar masuk dengan selamat dari Lembah Samsara.


"Ayo ikuti aku," ajak Yu Ming dan berjalan terlebih dahulu, Tian Zhi dan Yu Bao pun mengikutinya, "aku sudah menjelajahi semua jalur dan hanya terhalang oleh dinding Formasi sebagai pembatasnya, pusatnya menuju tempat yang indah. " lanjutnya seperti seorang pemandu wisata.


"Ini Biji Teratai Salju! " seruan Tian Zhi saat tahu, dia segera mengambilnya.


Biji Teratai Salju bermanfaat untuk meningkatkan kekuatan elemen es, selain itu bisa digunakan untuk bahan obat yang berguna mengobati luka bakar.


Yu Ming dan Yu Bao tampak biasa melihat Biji Teratai Salju, sebab mereka sering menemukannya di Gunung Mahadewi.


Bagi Ras Rubah, Biji Teratai Salju seperti kuaci, dan merupakan makanan mereka setiap hari.


"Kami membutuhkan Biji Teratai Salju untuk bertahan hidup, sangat sulit mendapatkan binatang untuk diburu, " kata Yu Bao.


Di Gunung Mahadewi, memang jarang ada binatang liar yang bertahan hidup, dan mengharuskan Ras Rubah mengganti makanannya, salah satunya adalah Biji Teratai Salju.


Tapi, semenjak mengikuti Tian Zhi dan hidup di dalam cincin dimensi, semua manusia rubah kembali menikmati daging, sebab di dalam cincin dimensi banyak binatang jinak, sebab itu mereka lebih memilih tinggal di dalam cincin dimensi daripada di goa milik Dewi Cahaya.


Kemudian Yu Ming kembali berjalan dan sambil lalu mengambil Biji Teratai Salju, dengan Yu Ming menjadi petunjuk jalan, mereka banyak melewati jalur bercabang-cabang tanpa tersesat, dan akhirnya sampai pada tempat yang Yu Ming katakan, ada Formasi Penghalang.


"Ini tempatnya... Lihat itu...! " kata Yu Ming sambil menunjukkan di dalam Formasi.


Formasi Penghalang itu transparan dan dengan jelas bisa melihat ke dalam. Di dalam Formasi terlihat sebuah pulau yang subur, banyak tanaman langka dan sebagainya.


Tian Zhi dan Yu Bao juga melihatnya dan melongo saat tahu di Lembah Samsara tersembunyi sebuah pulau besar, dikelilingi lautan yang tenang dan air jernih.


Setelah keterkejutan sesaat, Tian Zhi memeriksa Formasi Penghalang, dia samar-samar merasa pernah membuatnya, tapi dia berpikir 'kapan telah membuat Formasi ini? '


Karena tidak bisa mengingat, Tian Zhi memeriksa disekitar Formasi dan melihat sebuah batu tablet yang tercetak tangan kanan, berbentuk persegi dengan banyak ukiran kuno dan unik. Namun, yang membuat Tian Zhi mengunci alisnya, ada nama 'Dewa Binatang' di atas batu tablet.


Kedua wanitanya juga ikut memeriksa, siapa tahu ada petunjuk selain batu tablet.


Dan Yu Ming melihat juga batu tablet yang pernah dia lihat sebelumnya, dia berkata:


"Aku sudah mencoba meletakkan tangan, tapi hasilnya tidak ada reaksi pada Formasi. Aku perkirakan, hanya si pembuatannya yang bisa masuk dan keluar. "


Tian Zhi melihat Yu Ming dan kembali melihat batu tablet, lalu dia meletakkan tangan kanan pada permukaan batu tablet.


"Aduh!! "


Tian Zhi kesakitan ketika merasakan telapak tangannya seperti tertusuk jarum, dan secara reflek dia menarik tangan, tapi tangannya seakan-akan terkena lem yang sangat kuat.


"Kenapa? " tanya Yu Bao dan Yu Ming secara bersamaan.


"Tanganku... Aduh!! "


Kedua wanitanya jelas kuatir dan membantu menarik tangan Tian Zhi dengan sekuat tenaga agar terlepas dari batu tablet, namun usaha mereka bertiga tidak membuahkan hasil.


Darah Tian Zhi pun mengalir memenuhi guratan pada ukiran batu tablet, setelah itu batu tablet bergetar sesaat dan secara berlahan dinding transparan menghilang.


Bruk... Bruk.. Bruk...


Baru tangan Tian Zhi bisa terlepas dan disusul mereka bertiga ambruk kebelakang.


Mereka bertiga bengong melihat di dalam Formasi yang sangat berbeda.


Apa yang mereka lihat adalah sebuah benua yang subur, dan luasnya tidak mampu di mampu dilihat dengan mata biasa.


Lalu, kedua wanita melihat Tian Zhi, mereka tidak menyangka jika kekasihnya yang mampu membuka Formasi Penghalang. Sedangkan Tian Zhi segera berdiri dan diikuti kedua wanitanya.


Mereka bertiga dengan hati-hati masuk dan setelah melewati, tiba-tiba sudah berada di atas puncak gunung dengan sinar matahari menyilaukan mata. Tian Zhi dan kedua wanitanya memejamkan mata dan secara berlahan membuat mata untuk beradaptasi.


....


Setelah terbiasa dengan sinar matahari, Tian Zhi melihat kebelakang dan hanya ada batu tablet dan tidak lagi melihat Lembah Samsara, dia juga melihat sekitar puncak gunung. Sedangkan kedua wanitanya berjalan untuk melihat tempat baru dengan Mata Dewa.


Tian Zhi tersenyum melihat tempat saat ini cocok untuk dijadikan tempat tinggal, dan seketika dipikirannya ingin membuat tempat tinggal bagi Ras Rubah dan Ras Kelinci.


"Tempat yang indah dan cocok untuk dihuni? Tapi...!" kata Yu Bao dan sedikit ngeri melihat banyak kekuatan setingkat Kaisar Dewa.


Tian Zhi dan Yu Ming juga melihat, sedangkan Tian Zhi tampak tidak kuatir dengan penghuni asli yang memiliki banyak kekuatan melebihi Benua Permata Hitam.


"Jangan kuatir, kita pasti akan mampu beradaptasi dengan situasi saat ini! " hibur Tian Zhi kepada Yu Bao dan Yu Ming.


"Sayang, biarkan aku dan Mu Bingyun keluar! " pinta Jun Mei Lin yang tampaknya tahu.


Segera Tian Zhi mengeluarkan semua wanitanya untuk melihat tempat baru. Jun Mei Lin dan Mu Bingyun segera memeluk lengan Tian Zhi.


"Tempat ini adalah Benua Peri sekelas dengan Benua Teratai, anggap saja seperti anak cabangnya! " Jun Mei Lin segera memberitahukan tempat mereka berada.


Benua Peri banyak dihuni berbagai ras kecuali Ras Manusia dan Ras Iblis. Benua Peri juga memiliki Energi Semesta seperti Benua Permata Hitam.


Ada dua Gunung Merapi Beracun dan Gunung Misterius dimana Tian Zhi dan wanitanya kini berada. Ada Padang Gurun Es, Padang Gurun Peperangan, Hutan Abbys dan Lembah Jiwa yang ditakutin banyak penghuninya selain dua gunung.


"Disini tidak ada invasi binatang monster seperti Benua Teratai, Benua Awan Timur dan lainnya, benar-benar aman, " kata Tian Zhi yang teringat akan lubang portal dimensi yang mengeluarkan banyak binatang monster.


"Iya, mungkin saja ada sesuatu yang menghambat lubang portal dimensi muncul disini ... Disini seperti Benua Awan Timur sebelum adanya invasi...!" sahut Mu Bingyun dan tampaknya dia merindukan kampung halamannya.


Jun Mei Lin juga merindukan keluarganya, ingin pulang tapi kini dia sudah memiliki suami, ingin bicara kepada Tian Zhi, Jun Mei Lin takut jika dia marah.


"Kita bangun dulu pondasi yang kuat di tempat ini, lalu kita bawa keluarga kalian disini, " kata Tian Zhi yang mengejutkan Mu Bingyun dan Jun Mei Lin.


Jun Mei Lin dan Mu Bingyun langsung memberikan ciuman sebagai ucapan terimakasih bisa mengerti perasaannya.


Tian Zhi sudah membulatkan tekad untuk membuat kediaman besar bagi semua keluarganya, karena Benua Peri sangat cocok untuk ditempati.


Namun, Tian Zhi tahu tidak akan mudah memiliki wilayah yang aman untuk keluarga besarnya, dia harus bersitegang dengan penghuni asli Benua Peri, karena itu dia ingin membuat pondasi yang kuat di tempat ini.


Lu Yueyin yang mendengar keinginan Tian Zhi membuatnya berpikir, keluarganya pasti enggan meninggalkan Benua Permata Hitam, bagi Ras Kelinci, berpindah tempat tidaklah mudah untuk bisa beradaptasi.


"Aku akan bicara kepadanya saat mengunjungi keluargaku! " batin Lu Yueyin dengan wajah berpura-pura senang.


"Baiklah, saatnya kita menjelajahi Benua Peri!" ajak Tian Zhi yang penuh semangat.


.....