Trigrams Chaos

Trigrams Chaos
Chapter 168. Selalu Ada Kecurangan!


Chapter 168. Selalu Ada Kecurangan!


Poin kontribusi sebesar lima belas juta lima ratus hanya tersisa lima ratus ribu jika untuk membeli satu set ramuan Pil Kultivasi tingkat Celestial Supreme. Tian Zhi berjanji kepada tiga gadis kembar akan menggantikan poin kontribusi tiga kali dari sebelumnya.


Lalu Tian Zhi menuju ke penginapan kota, dia menyewa satu kamar untuk membuat Pil Kultivasi tingkat Celestial Supreme. Sengaja menyewa satu kamar agar timnya bisa melihat dan mempercayainya.


"Kalian jangan berisik ketika proses pembuatan Pil Kultivasi, cukup lihat dan jangan berkomentar!" pesan He Hua kepada tiga gadis kembar dan Meyleen.


"Baik, Kak. Tenang saja, aku suka melihat Alkemis sedang meramu pil!" sahut Shan Lan, dia memang suka melihat seorang ahli membuat mahakarya.


Meyleen tidak peduli, sejak awal dia juga jarang berbicara, dia selalu memperhatikan gerak-gerik Tian Zhi.


He Hua membuka kotak kayu yang berisi ramuan, dia memeriksa seluruh tanaman. Sebagai seorang Alkemis, He Hua sedikit banyak tahu bagaimana proses meramu dan aturannya.


"Aku akan buat Formasi Penghalang Mata Dewa dan Formasi Perlindungan," kata Tian Zhi dengan mengeluarkan beberapa bendera Formasi, lalu dia menancapkan di ubin kamar.


Aksi Tian Zhi jelas membuat timnya takjub dan terheran-heran, baru kali ini mereka melihat seorang kultivator memiliki dua kemampuan profesi yang sangat penting di dunia kultivasi. Tian Zhi melakukan itu agar tidak diketahui oleh panitia .


Bang... Bhush...


Tian Zhi menghentakkan kakinya dan kamar tidur segera terlindungi Formasi. Lalu dia menuju tungku milik He Hua, dan melihat ramuan telah dipisahkan oleh He Hua.


"Bagus! Lihat prosesnya, aku akan sedikit memperlambatnya!" pujian Tian Zhi untuk He Hua dan meminta untuk tidak melewatkan dia saat meramu pil.


He Hua tersenyum bangga telah dipuji, "semoga berhasil!"


Tian Zhi mengangguk, lalu dia mengeluarkan Api Asyura kedalam tungku dengan skala kecil, dia melakukan itu agar tungku tidak meleleh...


...****************...


Di ruang bawah tanah Balai Kota Beladiri, Master Jin dan panitia panik mencari keberadaan Tian Zhi dan timnya yang tiba-tiba menghilang, padahal baru ditinggal sebentar untuk memeriksa peserta lain.


Master Jin ingin melihat apa yang akan dilakukan oleh Tian Zhi dengan membeli ramuan, tapi dia tidak menemukan keberadaan Tian Zhi.


"Perintahkan boneka wayang mencarinya! perintah Master Jin kepada panitia.


Segera panitia memberikan perintah kepada boneka wayang. Boneka wayang yang menjadi penjaga penginapan memberikan laporan, jika Tian Zhi dan timnya dalam satu kamar di lantai empat nomer tujuh.


"Arahkan hiasan dinding di kamar nomer tujuh!" perintah Master Jin.


Segera panitia menggerakkan hiasan dinding berupa lukisan wanita, lalu mata lukisan wanita itu mencari keberadaan Tian Zhi. Namun dikamar nomer tujuh terlihat kosong.


Master Jin memijat kepalanya saat tidak menemukan jejak Tian Zhi, lalu dia memerintahkan panitia untuk mencari Tian Zhi di Makam Kuno, siapa tahu sedang berburu binatang buas.


Sekali lagi Tian Zhi tidak diketemukan oleh mata-mata panitia yang berbentuk burung boneka wayang. Dengan perasaan dongkol, Master Jin keluar dari ruang bawah tanah untuk menenangkan diri.


"Bagaimana mungkin dia bisa menghilang dari pandangan Formasi? Apakah ada kecacatan pada Formasi ini!" gumam Master Jin yang sedang berpikir.


"Mungkin hanya Wali Pelindung yang tahu ... "


Segera Master Jin menuju ke kamar Wali Pelindung untuk bertanya, sebab Formasi yang melindungi wilayah perebutan kekuasaan merupakan buatan orang kepercayaan Dewi Cahaya.


Disaat ingin menuju ke lantai tujuh, Master Jin mendengar suara Seng Huaran sedang berkomunikasi dengan seseorang. Dengan rasa penasaran, Master Jin berpura-pura duduk diruang tamu sambil menguping pembicaraan mereka, seseorang kultivator memiliki pendengaran yang tajam, jarak lantai dasar ke lantai tujuh bukanlah apa-apa.


Master Jin terkejut saat Seng Huaran memanggil nama Zhu Rong, dia langsung menebak jika Wali Pelindung memberikan bocoran dan juga bimbingan untuk memenangkan kompetisi Duel Sage.


Master Jin menahan amarahnya dengan keluar dari Balai Kota Beladiri, dia tidak menduga jika Wali Pelindung berbuat curang.


"Kompetisi Duel Sage ini bukan milikku, jikalau pun kalian menang itu sudah lumrah. Tapi aku tidak suka cara kalian yang curang. Tidak masalah bagiku, kan Dewa Cahaya memiliki 51% saham disini dan bukan urusanku siapapun yang menang!" sungut Master Jin sambil menuju ke kedai minuman arak, dia ingin minum sepuasnya untuk menghilangkan amarah, tapi tidak mungkin membuat setingkat Dewa Absolute mabuk.


Adanya Kompetisi Duel Sage memang gagasan dari Ketua Wei Yan, tapi kepemilikannya dipegang oleh Dewi Cahaya sebagai pemilik saham tertinggi, sisanya dimiliki oleh orang-orang kaya dan beberapa pemimpin di seluruh belahan Alam Semesta Aurora. Sedangkan Ketua Wei Yan mendapatkan upah satu persen setiap kompetisi diadakan.


Keuntungan dari kompetisi Duel Sage didapatkan dari para penjudi yang kaya raya, dan taruhannya setiap hari, setiap kali taruhan minimal seribu Batu Mistik. Bisa dibayangkan seberapa besar taruhan mereka setiap hari.


Karena Wali Pelindung sebagai perwakilan dari Dewi Cahaya telah berbuat curang, maka terbesit di hati Master Jin juga akan mengikuti Wali Pelindung.


"Aku ikuti cara main kalian yang curang, tidak akan ada yang tahu jika aku memasukkan peserta lain dalam kompetisi Duel Sage!" batin Master Jin, lalu dia memesan banyak kendi arak terbaik kepada pelayan kedai.


Disaat Master Jin sedang minum-minum, datang seseorang berjubah hitam, tidak terlihat wajah maupun kulitnya. Orang berjubah itu segera duduk di depan Master Jin, mereka terpisah dari meja makan.


Master Jin tidak kaget maupun marah melihat orang berjubah hitam itu duduk tanpa permisi, dia hanya meliriknya dan menenggak minuman arak.


"Tampaknya perlu melakukan hal yang sama!" ucap orang berjubah hitam sambil mengetuk meja makan dengan melihat Master Jin, dari suaranya tampak disamarkan dengan nada serak, tapi jelas dia seorang pria.


Pria berjubah hitam itu selalu mengangguk paham dan ikut menuangkan arak kedalam cangkir, dia menenggak arak sambil mendengarkan penjelasan Master Jin.


"... Jadi seperti itu aturan mainnya. Apakah kamu sudah menyiapkan peserta yang handal, mumpung ini masih hari pertama. Kompetisi ini berlangsung empat tahun."


Master Jin selesai menjelaskan, lalu dia bertanya kepada pria berjubah hitam. Pria berjubah hitam itu mengangguk tanda telah menyiapkan pesertanya yang sesuai kriteria, lalu berkata, "tambahkan lima persen bagian ku. Tapi, berhasil atau tidaknya peserta ini, itu tergantung kamu yang mengelolanya."


Master Jin tertawa, lalu dia mengisi cangkir pria berjubah hitam dan miliknya. Setelah menenggak arak, dia berkata, "besok mereka harus hadir, biar menambah keseruan kompetisi Duel Sage.'


"Anggap saja mereka sudah ada!" sahut pria berjubah hitam sambil melambaikan tangan di luar pintu kedai minuman.


Lalu masuk enam orang, tiga pria dan wanita yang juga menggunakan jubah penyamaran, setelah dekat dengan meja Master Jin, mereka berdiri tanpa berbicara.


Master Jin melihat keenam orang itu, lalu mengangguk puas mengetahui kekuatan mereka yang berada di tingkat Dewa Absolute, kekuatan yang mampu mengalahkan Zhu Rong dengan mudah.


"Mereka dapat diandalkan, cukup perintahkan saja dan mereka akan melakukan apapun, bahkan jika kamu meminta mereka untuk membunuh siapapun!" jelas pria berjubah hitam yang tampak percaya diri akan kehebatan enam orang yang dia panggil.


"Bagus, bagus! Empat tahun atau sekarang?" Master Jin sangat senang, lalu dia bertanya tentang pembayarannya.


"Sekarang! Aku ingin membuat Artefak!" jawab pria berjubah hitam.


Master Jin mengeluarkan cincin dimensi dan melemparkannya kepada pria berjubah hitam. Pria itu segera memeriksa isi, lalu dia mengangguk puas melihat isinya.


"Semoga sukses!" pamit pria berjubah hitam, lalu dia segera meninggalkan kedai minuman tanpa menunggu Master Jin berbicara.


"Ayo, aku akan berikan kalian kunci kemenangan dalam kompetisi Duel Sage!" ajak Master Jin kepada keenam orang itu yang akan menjadi peserta kompetisi, dia menuju ke luar Kota Beladiri untuk memberikan mereka arahan dan strategi menjadi kuat dalam kompetisi Duel Sage tanpa diketahui oleh Wali Pelindung.


Sedangkan, Wali Pelindung telah memberikan arahan kepada Zhu Rong, Dewi Pesona dan semua murid Akademi Black Hole, dia meminta untuk mengikuti strategi penggabungan peserta. Karena satu akademi, semua murid tidak keberatan, apalagi melihat hasil perolehan poin kontribusi milik Tian Zhi dan Mammoth yang terpaut jauh dari mereka.


...****************...


Kembali ke Tian Zhi, dia masih membuat Pil Kultivasi hingga pagi hari, dia dan tim tidak berniat berburu poin kontribusi karena telah sukses membuat lima butir Pil Kultivasi tingkat Celestial Supreme tahap rendah. Dengan memiliki lima butir pil itu, mereka telah mengganggap memiliki lima ratus juta poin kontribusi, angka fantastis bagi siapapun dan ini baru di hari kedua.


Tidak hanya itu saja, dengan ramuan setingkat Celestial Supreme tahap puncak, Tian Zhi tidak mungkin membuat hanya pil tahap rendah, dia juga membuat sepuluh butir tahap menengah.


Untuk Pil Kultivasi tingkat Celestial Supreme tahap rendah mampu meningkatkan kekuatan setingkat Dewa Absolute naik satu level, jika digunakan oleh kekuatan di bawahnya jelas besar manfaatnya. Untuk tahap menengah mampu meningkatkan dua level.


Tian Zhi tidak mampu membuat tahap puncak karena harus membaginya, seandainya tidak dijual untuk mendapatkan poin kontribusi, dia sudah pasti mampu membuat dua atau tiga butir pil tahap puncak.


Banyak alasan Tian Zhi tidak membuat tahap puncak, karena pasti akan menggemparkan dunia, tahap rendah saja sudah pasti membuat keributan.


"Kenapa tidak dilelang saja, kan lebih menguntungkan jika hasil perolehan lelang dijadikan poin kontribusi!" saran Miao Jiang.


"Benar itu Kak, lelang saja tambah banyak poin kontribusinya!" dukung Shan Luse dengan wajah berseri-seri.


"Di Pos Suplai ada tempat lelang, buat pengumuman dulu disana!" sahut Meyleen yang tiba-tiba ikut berbicara.


Tian Zhi dan dua kekasihnya melihat Meyleen yang wajah selalu sama tanpa ekspresi.


Pos Suplai memang ada, tapi hanya berada di Mansion. Setelah membuat pengumuman untuk lelang, tidak hanya peserta saja ikut berpartisipasi dalam lelang, tapi para penjudi juga ikut jika ada yang menarik perhatian.


"Ide yang bagus itu!" He Hua juga ikut mendukung saran Miao Jiang dan yang lainnya.


Tian Zhi tidak segera menjawab, dia sedang berpikir dampak negatif baginya dan tim, dia juga perlu mendapatkan lagi ramuan. Setelah berpikir, dia berbicara kepada timnya, "aku membutuhkan ramuan lagi agar banyak membuat pil, jika kita lelang langsung, aku khawatir panitia tidak akan memberikan harga murah dan mungkin tidak lagi menjual ramuannya. Jadi, kita jual dulu satu butir dan membelinya lagi ramuan. Apa kalian paham?"


"Hebat! Pemikiran yang jenius!" seruan Shan Lan dengan melompat gembira, ingin rasanya dia menerkam Tian Zhi jika tidak ada Meyleen.


"Aku setujui, lebih baik kita jangan terlebih dahulu membuat perhatian mereka. Kita kumpulkan dulu pil-nya dan lelang ...!" He Hua jelas mendukung pemikiran Tian Zhi.


"Baiklah, kita segera jual untuk membeli ramuan lagi," ajak Tian Zhi yang ingin mendapatkan ramuan sesegera mungkin.


"Biar aku yang mengaturnya agar tidak menarik perhatian...," kata He Hua yang sudah memiliki rencananya.


Tian Zhi segera memberikan satu butir pil yang telah dimasukkan ke dalam kotak ramuan. Kemudian mereka semua keluar dari kamar tidur dan menuju Ruang Harta.


Sesampainya di Ruang Harta, wanita boneka wayang kembali menyambutnya. He Hua segera menjual satu butir Pil Kultivasi tingkat Celestial Supreme tahap rendah.


Master Jin yang berada di ruang bawah tanah untuk memantau peserta kompetisi jelas kaget, demikian juga dengan para penjudi. Para penjudi langsung berebut untuk mendapatkan pil ciptaan Jenderal Tian Zhi.


Tapi, Master Jin jelas tidak bodoh, karena ingin meraup untung besar dan tanpa sepengetahuan Tian Zhi, dia melelangkan Pil Kultivasi kepada orang-orang kaya dan para pemimpin di seluruh Alam Semesta Aurora.


He Hua segera menuju lantai tiga untuk membeli Pusaka, sesuai rencana awalnya. Dengan angka seratus juta poin kontribusi, Tian Zhi dan timnya berjalan gagah tanpa khawatir kalah dengan peserta lain.