Trigrams Chaos

Trigrams Chaos
Chapter 129.


Chapter 129. Menjinakkan Macan Putih.


Tidak ingin terus terbawa arus kebencian disaat dirinya masih lemah, Tian Zhi untuk sementara membuang pikiran untuk membalas dendam, saat ini yang terpenting meningkatkan kekuatan secepatnya.


"Naga Bumi, apakah padang pasir dan istana ini menggunakan Formasi ilusi atau berada di dunia lain? " tanya Tian Zhi.


"Sebenarnya saya juga ingin bertanya, tapi karena Tuan sudah bertanya terlebih dahulu, saya mengira Tuan tidak tahu apa-apa tentang tempat ini. Tuan tidak berada di dunia lain, tapi makam kuno yang terbagi menjadi dua jalur Formasi..., " jawab Naga Bumi dan menjelaskan semuanya kepada Tuan barunya.


Ternyata Formasi Perlindungan makam kuno setingkat Celestial Supreme, Formasi yang mampu menghalangi kekuatan di atas Dewa Hitam untuk masuk, sebab itu Tian Zhi tidak bisa masuk karena basis kultivasi-nya melebihi Dewa Hitam.


Seandainya Tian Zhi memiliki kekuatan di bawah Dewa Hitam, saat melewati Formasi maka akan berada di jalur khusus ras campuran dan akan melihat makam.


Berhubung Tian Zhi menumpang pada binatang monster, maka dia masuk jalur khusus binatang. Binatang monster yang masuk dengan sendirinya karena Naga Hitam yang memanggilnya, tujuannya untuk memanen Orb Aura Beast dan Roh Beast.


"Jadi ini milik si Diao Chin itu! Lalu apa tujuannya membuat makam ini? " tanya Tian Zhi.


"Saya sendiri tidak tahu Tuan! Saya hanya diperintahkan untuk menjaga saja! " jawab Naga Bumi.


"Dengan adanya Api Mekar Melahap Bulan disini, berarti kamu sudah lama ya disini? "


"Sangat lama Tuan," jawab Naga Bumi dan tiba-tiba teringat sesuatu, "oh iya! Ada jalur ke dunia lain, tapi saya tidak diijinkan masuk! Kalau Tuan ingin tahu, ayo kita masuk, sudah sejak lama saya penasaran ada apa di dalam jalur itu! " lanjutnya yang tampak memprovokasi rasa keingintahuan Tian Zhi.


Jelas Tian Zhi penasaran dan berharap mendapatkan sesuatu yang berharga, tapi dirinya masih harus menjalani Kesengsaraan Petir terlebih dahulu dan menyelesaikan misinya untuk membunuh Xu Huang.


"Kamu tahu aku besok menjalani Kesengsaraan Petir, belum menjelajahi tempat ini dan juga misi ku. Setelah semua selesai, baru kita jelajahi dunia yang kamu katakan itu, " jelas Tian Zhi.


"Tuan, ditempat ini tidak ada yang berharga selain Api Mekar Melahap Bulan, Orb Aura Beast dan Roh Beast. Ini semua hanya ilusi! " ungkap Naga Bumi, dia tampak tidak sabar memasuki dunia itu.


Tian Zhi mengunci alisnya ketika memikirkan ucapan Naga Bumi, dia tahu Naga Bumi tidak mungkin berbohong, tapi yang mengganjal hatinya; untuk tujuan apa makam ini diciptakan oleh si Diao Chin?


Tian Zhi membuang pikiran yang tidak bisa dia ketahui jawabannya, dan kembali bertanya, "apakah kamu bisa mengetahui jika ada orang yang memasuki makam ini? "


"Iya."


"Kalau begitu, kumpulan Orb Aura Beast dan Roh Beast dan bunuh seseorang yang bernama Xu Huang saat dia masuk dan ambil semua hartanya. Aku akan mempersiapkan diri untuk menjalani Kesengsaraan Petir! " perintah Tian Zhi kepada Naga Bumi.


Setelah Tian Zhi mengikat kontrak jiwa dengan Naga Bumi, secara otomatis mereka berdua saling mengetahui rahasianya, mengenal kekurangan dan kelebihannya masing-masing untuk saling melengkapi


"Laksanakan, Tuan! "


Dengan semangat Naga Bumi keluar dari tubuh tuannya, dia segera keluar dari istana untuk menjalankan perintah. Tian Zhi tersenyum lebar memiliki binatang penjaga sekuat Naga Bumi.


Setelah kepergian Naga Bumi, Tian Zhi memejamkan matanya untuk melihat semua ingatan Naga Bumi. Ternyata Naga Bumi sudah berusia ratusan ribu tahun.


Tian Zhi juga melihat wajah Diao Chin yang kecantikannya melebihi kedua kekasihnya. Akan tetapi, saat melihat wajah asli Dewi Cahaya, Tian Zhi terkagum-kagum, ternyata di atas langit masih ada langit, wajah Dewi Cahaya melebihi kecantikan si Diao Chin.


"Hmm! Sayangnya, kamu musuhku! " desah Tian Zhi yang menyayangkan jika harus membunuh Dewi Cahaya, namun dia sudah terlanjur membencinya, mau tidak mau pasti akan bentrok dengan Dewa Cahaya.


Dari semua ingatan Naga Bumi, Tian Zhi tidak banyak mendapatkan informasi penting terkait Batu Keabadian dan yang lainnya. Hanya saja, jalur menuju dunia lain harus menggunakan altar Ordo Kegelapan. Tian Zhi membaca nama 'Ordo Kegelapan' merasakan familiar, tapi dia tidak mengingat dimana pernah mengetahuinya.


Sedangkan, untuk Api Mekar Melahap Bulan, memang sengaja diletakkan di istana ini oleh wanita yang bernama Diao Chin, tujuannya juga tidak jelas. Tian Zhi menghela nafas saat berhadapan dengan wanita yang selalu saja menyebalkan dan penuh teka-teki.


"Sudahlah! Memang wanita suka membuat sensasi yang tidak jelas akan tujuannya! " Tian Zhi yang kesal dengan memalingkan wajahnya untuk melihat ke arah Macan Putih, segera dia berubah menjadi udara.


"Karena makam kuno hanyalah rekayasa dengan tujuan yang tidak jelas, maka aku harus mencari sesuatu yang lain di dunia itu!" batin Tian Zhi.


Tian Zhi bisa dengan mudah menemukan persembunyian Macan Putih yang kini sedang memakan binatang monster dengan lahap. Tian Zhi menyerang Macan Putih yang dalam kewaspadaan rendah dengan kekuatan jiwa.


Bang...


"Roar!? " Macan Putih meraung keras sambil geleng-geleng karena merasa pusing.


Setelah mengikat kontrak jiwa, Macan Putih masuk ke dalam tubuh Tian Zhi dan terkejut melihat musuh bebuyutannya juga telah dijinakkan. Macan Putih langsung tertawa melihat musuhnya mengalami nasib yang sama, lalu dia menempatkan dirinya di dada kiri tuan barunya.


Kini dada kiri Tian Zhi juga memiliki tato Macan Putih, tato yang tampak nyata seperti dua tato di punggungnya.


"Naga Bumi, jangan bunuh dulu si Xu Huang, bawa dia menghadap kepadaku! " perintah Tian Zhi dengan suara telepati, saat teringat dia harus merekam mayat Xu Huang sebagai bukti telah menyelesaikan misinya.


"Baik Tuan, dia masih belum masuk. Saat ini banyak orang yang mulai berbondong-bondong mengelilingi Formasi, setelah binatang monster telah masuk semua! " jawab Naga Bumi dan juga memberikan laporan.


"Bagus! Bantai mereka semua kecuali Xu Huang, tunjukkan dominasi-mu sebagai Naga, dan namamu saat ini adalah Long De, " kata Tian Zhi dan memutuskan komunikasi telepatinya, dengan peliharaan memiliki nama Tian Zhi akan mempermudah memanggilnya.


Kemudian, Tian Zhi menuju tempat altar Ordo Kegelapan. Saat sampai di tempat, Tian Zhi melihat altar pada umumnya, bentuk melingkar dengan empat tugu, di tengahnya ada lubang sebagai pintu masuk.


"Setelah Kesengsaraan Petir aku akan masuk," gumamnya, "Macan Putih, namamu sekarang Bai Hu. " lanjutnya setelah menemukan nama yang cocok untuk Macan Putih.


"Terimakasih, Tuan! " jawab Bai Hu dengan senang hati.


"Mencari empat Batu Keabadian dan menghancurkan dua lubang dimensi. Dewi Cahaya, kamu masuk dalam daftar misi utama ketiga. Lihat saja, aku buat porak-poranda alam semesta mu! " geram Tian Zhi dan sudah membuat rencana baru.


Kembali Tian Zhi Fokus, karena telah terikat jiwa dengan Long De, dia bisa melihat luar Formasi makam kuno dan sedikit terkejut saat melihat targetnya...


Di depan Formasi perlindungan sudah banyak orang yang berkumpul, salah satunya adalah Xu Huang bersama beberapa orang pengawal, tampaknya status Xu Huang sangat tinggi hingga di kawal dua orang setingkat kekuatan Dewa Absolute level 10 dan lima orang setingkat Sang Mahadewa level 25.


Sedangkan Xu Huang sendiri hanya setingkat Dewa Tertinggi, Tian Zhi yang telah mempelajari berkas targetnya merasakan ganjil, bagaimana mungkin seorang murid inti sampai di kawal dengan kekuatan Dewa Absolute. Selain itu, misi seperti ini seharusnya ditangani oleh Topeng Emas dan bukannya Topeng Perak, sebab targetnya membawa pengawal kekuatan Dewa Absolute level 10 dan beberapa kekuatan setingkat Sang Mahadewa.


"Apa karena dia memiliki garis darah Ras Asyura kasta Raja! Dan apa tujuannya Master Yan memilih kita untuk membunuh Xu Huang?" batin Tian Zhi yang bertanya-tanya.


Tian Zhi berpikir, "biarpun memiliki kasta Raja tidak seharusnya sampai di kawal sedemikian rupa, hanya satu jawabannya... Dia adalah keturunan seseorang yang terpandang, atau... Jika niatnya untuk mendapatkan Api Mekar, dia pasti seorang Alkemis. Dan juga, mungkin, Master Yan ingin menguji kerjasama kita bertiga sebagai pembunuh bayaran."


Tian Zhi tersenyum saat meyakini status Xu Huang dan tujuan Master Yan, sudah dua kali targetnya seseorang Alkemis, untung saja dia tidak membunuh muridnya sendiri.


Mengingat lagi muridnya, Tian Zhi makin membenci Dewi Cahaya, karena telah membunuh Tsai Yelu, anak buahnya dan juga membawa kekasihnya.


Kembali Tian Zhi terfokus melihat situasi di luar melalui mata Naga Bumi, dia melihat salah satu kultivator masuk dan seketika tubuhnya meledakkan. Setelah kultivator tersebut mati dengan cara mengenaskan, semua orang menjadi ketakutan.


Berbeda dengan Xu Huang, dia tersenyum sinis melihat kultivator itu menjadi bubur, dia mengeluarkan jubah khusus dan memakainya, pengawalnya juga melakukan hal yang sama.


Kemudian, Xu Huang dengan sombongnya masuk dan melewati Formasi perlindungan dengan aman. Xu Huang dan para pengawalnya masuk di jalur makam yang sesuai dengan perkataan Naga Bumi.


Naga Bumi tidak segera menampakkan dirinya, sebab makam masih banyak jebakan, dan berniat menggunakan jebakan itu untuk mengalahkan para pengawal.


Namun, salah satu pengawal yang memiliki kekuatan Dewa Absolute level 10 adalah seorang ahli Formasi, dan dengan mudah melihat banyak jebakan. Walaupun bisa mengetahui jebakan Formasi, mereka masih dengan susah payah melewatinya.


Tian Zhi kembali berpikir saat melihat mereka yang tampak hafal dengan situasi makam kuno dan bertanya kepada Long De, "apakah ada jalan lain menuju padang pasir? "


"Ada, Tuan. Melalui peti utama di akhir jebakan Formasi! " jawab Long De yang segera merespon pertanyaan Tian Zhi.


"Aku kirim Macan Putih untuk menyergap mereka, agar kamu tidak kewalahan saat melawan mereka, " kata Tian Zhi.


"Apakah Tuan menjinakkan kucing jelek itu? " tanya Long De dengan segera.


"Iya."


Naga Bumi langsung tertawa terbahak-bahak mengetahui nasib Macan Putih juga sama seperti dirinya. Kemudian Tian Zhi memerintahkan Bai Hu untuk membantu Long De menyergap Xu Huang dan pengawalnya.


Tian Zhi melakukan ini karena tahu jika Naga Bumi akan kewalahan saat melawan banyak kekuatan, walaupun memiliki kekuatan di atas mereka.


Bai Hu segera keluar dari tubuh Tian Zhi dengan semangat...