
Chapter 98. Hukuman.
Jatuhnya kapal angkasa, membuat wilayah Kerajaan Dewa Dewi semakin mencekam, dimana awan berapi-api disertai petir masih terus membuat kekacauan dengan sambaran, dan semakin mengerikan dengan panas Api Suci Petir Asyura.
Suara jeritan dan ketakutan tidak menyurutkan tubuh bayangan untuk terus membunuh, siapapun yang dia lihat selalu di serang dengan api dan petir.
Kedua wanita dari Black Hole Akademi dan juga semua pasukan serta personil segera bertindak dan menghancurkan seribu tubuh bayangan, mereka ingin menekan jumlah korban yang dibunuh.
Para kultivator, Raja Dewa Dewi dan juga para pemimpin bersorak-sorai kedatangan mereka, dan segera ikut bergabung menghancurkan tubuh bayangan.
Di tempat lain, para penguasa melihat jika wilayah Kerajaan Dewa Dewi mengalami bencana, segera berdatangan. Saat tiba di wilayah Raja Wu mereka tercengang, melihat banyak tubuh bayangan membantai setiap kehidupan yang dilihatnya.
Segera semua penguasa wilayah membantu dan berkerjasama dengan murid Black Hole Akademi untuk melawan tubuh bayangan.
Sedangkan Tian Zhi sudah keluar sebelum kapal angkasa menghantam tanah, lalu dia mengeluarkan Busur Langit dan membidik wanita yang bernama Hua.
Setelah itu muncul di belakangnya banyak anak panah energi yang tercipta dari Api Suci Petir Asyura.
Xiu... Xiu...
Suara ber-desingan saat Tian Zhi melepaskan tali busur, puluhan anak panah melesat kearah targetnya. Si Hua yang telah menghancurkan salah satu tubuh bayangan, dia merasakan niat membunuh, segera dia membalikkan badan dan melihat anak panah yang seperti ular melesat kearahnya.
"Sialan!? Dia benar-benar ingin membunuh ku!" si Hua menjadi marah, "semuanya menyingkir!!" lanjutnya dengan memerintahkan semua orang untuk menjauh.
Si Hua mengaktifkan Jirah Perang untuk melindungi dirinya, dan buru-buru mengeluarkan senjata kipas yang terbuat dari bulu-bulu Merak. Lalu dia mengibaskan kipasnya dan mengeluarkan banyak bulu Merak untuk menangkal serangan Tian Zhi.
Bulu-bulu Merak melesat sebelum anak panah mendekat. Terjadilah benturan dan rentetan ledakan terdengar keras. Namun, bulu-bulu Merak ternyata kalah dengan panas Api Suci Petir Asyura dan anak panah terus bergerak menuju kearahnya.
Si Hua pun segera terbang dan menghindari setiap anak panah dengan lincah, yang tidak dia sadari awan Api Suci Petir Asyura telah menargetkan-nya.
Cedarrr... Cedarrr... Boom💥...
Serat-serat petir menghujani Si Hua, sontak dia pun kaget dan dengan panik menghindari hujan petir. Si Jiang yang mengetahuinya segera bertindak dengan mengeluarkan senjata cambuk, dan pasukan kekosongan segera ikut melindungi si Hua.
Sayangnya, tindakan mereka ibarat bunuh diri, seketika petir menghantam tubuh para prajurit kekosongan, dan membuat si Hua makin panik melihat pasukannya berjatuhan, dengan terpaksa dia mengeluarkan Giok bala bantuan, segera Giok itu dia pecahkan.
Tian Zhi yang tidak puas sebelum kedua wanita itu mati, dia membidik lagi dengan memaksimalkan Api Suci Petir Asyura, seketika awan berapi-api semakin intens mengeluarkan petir dan panas. Namun, sebelum Tian Zhi melepaskan serangan...
(Berdengung)
Suara dengungan terdengar dan seketika membuat kepala Tian Zhi sangat pusing, dia terhuyung-huyung dan hampir saja terjatuh.
Kemudian, awan Api Suci Petir Asyura menghilang dalam sekejap, demikian juga tubuh bayangan yang tersisa menjadi asap, dan wilayah Kerajaan Dewa Dewi kembali tenang.
Setelah itu muncul dari langit sosok bercahaya dengan sinar yang mengalahkan matahari.
Semua orang melihat keatas tapi segera memejamkan mata karena cahaya itu sangat menyilaukan.
Kemudian, sosok bercahaya itu melihat sekitarnya yang sudah porak-poranda dan melihat dua wanita yang meminta bantuan, terakhir sosok itu melihat Tian Zhi yang sedang memegangi kepalanya.
Si Hua dan si Jiang menghela nafas setelah bantuannya tiba, mereka buru-buru menghampiri dan berdiri di sebelah kanan dan kiri.
"Guru, maaf telah memanggilmu! " kata si Hua dengan nada menyesal.
"Kenapa kamu membuat kekacauan ini?" tanya sosok bercahaya dengan nada lembut dan dia ternyata seorang wanita
Si Hua yang ditanya menjadi kebingungan harus memulai dari mana, sebab semua ini dialah yang telah memulainya. Guru si Hua geleng-geleng yang sudah tahu apa yang sedang terjadi.
"Tian, berhenti! " perintah sosok bercahaya itu dengan memanggil nama.
Tian Zhi segera berhenti saat merasakan suara familiar yang memenangkannya, seketika tubuhnya kembali normal seakan-akan dirinya tidak mampu mengendalikannya.
Setelah Tian Zhi kembali normal, wajahnya menjadi pucat pasi karena terlalu berlebihan mengeluarkan energinya, mengontrol Api Suci Petir Asyura dan seribu tubuh bayangan sangat membebani mentalnya.
Segera Tian Zhi mengeluarkan sepuluh butir Pil Pemulih Energi dan Stamina dan langsung menelannya, tidak berselang lama wajah kembali memerah dan cerah.
Kemudian, Tian Zhi menatap tajam ke arah dua wanita yang telah membuat masalah, dan kembali membidik mereka.
"Tian, cukup! Kamu sudah terlalu banyak membunuh orang yang tak bersalah! " perintah sosok bercahaya dengan tegas.
Sosok bercahaya tiba-tiba menghilang dan muncul di depan Tian Zhi dengan jarak yang terpaut tiga meter diantara mereka. Tian Zhi segera mundur sejauh dua puluh meter, tapi sosok bercahaya juga mengikutinya.
Kembali Tian Zhi mundur, demikian juga dengan sosok bercahaya yang selalu mengikutinya hingga menjauhi wilayah Kerajaan Dewa Dewi.
Karena kesal Tian Zhi pun berubah menjadi udara dan berniat untuk membunuh kedua murid sosok bercahaya itu. Namun, Tian Zhi terbentur perisai energi dari sosok bercahaya.
"Sudah hentikan, atau aku akan ambil semua kemampuanmu! " ancam sosok bercahaya yang mulai tidak sabar dengan kekerasan kepalanya.
Sontak Tian Zhi berhenti, dan berkata:
"Bunuh saja aku, jika kamu ingin menghentikan ku! "
Tian Zhi tidak takut jika dirinya harus kehilangan kekuatan, asal dia berhasil membunuh kedua wanita itu, karena dia tidak pernah memprovokasi maupun mengenal mereka.
"Belum waktunya kamu mati sebelum merasakan semua rasa sakit, karena itu bagian dari siklus samsara yang harus kamu jalani! " ungkap sosok bercahaya.
Sontak Tian Zhi kaget jika sudah ditakdirkan menjalani masa-masa suram, dia kembali teringat akan sosok bercahaya yang tidak lain adalah Dewi Cahaya. Seketika Tian Zhi tertawa terbahak-bahak.
"Dewi Cahaya, hebat, hebat kamu! Sesuka hati berucap... Jika kamu bisa berbicara sesuka hati ... Bagaimana dengan orang yang telah dibuat menjadi musuh semua orang, apakah ucapannya tidak lebih manjur! Aku bersum--! "
Boom💥... Bang... Bang...
Seketika cahaya keluar dari kedua mata Dewi Cahaya dan menghantam mulut Tian Zhi sebelum dia menyumpahi-nya. Tian Zhi terbanting di tanah dan seketika pingsan.
Lalu, kedua muridnya menghampiri, mereka kembali meminta maaf akan perbuatannya.
"Lihat perbuatan mu, banyak nyawa tak bersalah melayang dan kalian harus menerima hukuman! He Hua dan Miao Jiang, mulai saat ini kalian akan menjadi pasangannya, menerima segala kesulitan hidup bersamanya. Bahkan disaat dia telah kembali bereinkarnasi, kamu akan terus menunggunya, sampai dia menjemputmu! "
Ternyata kedua wanita itu adalah He Hua dan Miao Jiang yang telah membuat Tian Zhi mendapatkan banyak musuh. Seketika kedua wanita itu berlutut dan menangis.
"Guru, ampun! Tolong jangan hukuman seperti ini! " mohon He Hua dan Miao Jiang.
"Tidak! Ini yang harus kalian jalani. Dan aku hanya bisa bantu kalian untuk memulihkan semua ini. Mulai detik ini, kalian tidak akan bertemu denganku lagi...! "
Bruk... Bruk..
Dewi Cahaya membuat kedua muridnya pingsan dan meletakkan disamping Tian Zhi.
Tiba-tiba muncul sosok wanita, yang tidak lain adalah Yuke.
"Kembalikan semuanya seperti semula. Bawa manusia rubah beserta semua wanitanya, dan juga hilangkan ingatannya... ! " perintah Dewi Cahaya kepada Yuke sebagai tangan kanan.
Yuke hanya mengangguk dan sudah mengerti apa yang harus dia lakukan....