Trigrams Chaos

Trigrams Chaos
Chapter 43. Menguji.


Chapter 43. Menguji.


Selama waktu delapan dupa di dalam goa, Tian Zhi tidak perduli dengan situasi di luar goa, padahal pulau yang tidak berpenghuni di penuhi banyak tentara Kepiting, mereka terus mencari keberadaan musuh mereka.


"Huff! Akhirnya selesai juga!"


Tian Zhi menghela nafas lega saat berhasil membuat empat butir pill tingkat Peri Benua tahap puncak garis tujuh. Wajahnya penuh keringat dan sedikit pucat, sebab dia terlalu berlebihan menggunakan kekuatan spiritual untuk membagi empat butir pill.


Segera Tian Zhi memasukkan ke dalam botol giok, lalu dia berjalan menuju tempat tidur, dan membanting tubuhnya, dia segera memejamkan mata karena kelelahan.


"Tubuh yang lemah!" gerutunya dan tertidur.


Keesokan harinya, Tian Zhi membuka mata, lalu dia beranjak dari tempat tidur menuju kolam kecil untuk membasuh mukanya, setelah itu dia keluar dari dalam goa.


Disaat keluar menuju Ngarai hijau, dia kaget melihat seseorang orang yang tergeletak dipinggir sungai. Dengan hati-hati, Tian Zhi mendekati orang yang masih hidup atau tidak.


"Madam Yin!" serunya saat melihat pakaiannya dan tubuh yang penuh luka, dia jelas ketakutan dan buru-buru akan kabur.


Namun, dia urungkan niatnya saat merasakan wilayah Ngarai hijau banyak tentara Kepiting yang mendekati. "Apa aku harus menolongnya! Jika aku tolong, dia pasti akan membunuhku!" gumam Tian Zhi yang ragu-ragu.


Dia segera mencari ranting dan menemukannya, dengan hati-hati Tian Zhi menggunakan ranting itu untuk membangunkan Matriark Yin, tapi Matriark Yin tidak bergerak sama sekali.


Tian Zhi pun memutuskan untuk memeriksa Matriark Yin, dan dia tercengang melihat wajahnya yang sudah tidak memakai cadar. Wajah Matriark Yin sangat cantik, kecantikannya sangat jauh dari semua wanitanya. Kedua matanya tidak berkedip melihat wajah cantik seperti ukiran mahakarya, kulit mulus dan putih, bibir tipis yang berbentuk busur, wajah berbentuk oval, alis tebal dan sepanjang kelopak mata.


Tinggi badan mencapai 185, dada ukuran 36B dan sedikit terlihat belahannya. Tian Zhi yang melihatnya menelan salivanya, ingin rasanya memakan Matriark Yin. Namun, dia jelas tidak berani, segera Tian Zhi menenangkan pikiran buruknya dan mengulurkan tangan kanan untuk merasakan denyut nadi Matriark Yin.


"Untung kamu bertemu pria yang sopan dan bermoral!" gumam Tian Zhi setelah mengetahui jika Matriark Yin masih hidup, dan memang sedang terluka parah.


"Apa-apaan ini ... Kenapa banyak kepiting disini!" gerutunya saat merasakan kekuatan tentara kepiting setingkat Great Ascension.


Kekuatan mereka sangat mengerikan jika keluar dari Laut Selatan, dan mampu menguasai Benua Awan Timur dengan mudah, untung saja tentara kepiting tidak bisa berlama-lama di daratan.


Segera Tian Zhi mengangkat tubuh Matriark Yin dan menggendongnya, dia mencium aroma wangi dari tubuh wanita itu.


Dia kembali menuju ke dalam goa, sebelum diketahui oleh tentara kepiting, dan menutup dengan rapat-rapat pintu masuknya.


Tian Zhi membaringkan tubuh Matriark Yin di tempat tidurnya, dan berniat untuk merawat luka-lukanya. Namun, niatnya dia urungkan karena takut Matriark Yin sewaktu-waktu bisa bangun dan mengira dia telah melakukan hal yang tidak senonoh.


"Jika aku menyembuhkan kamu, itu tidak baik bagiku!" gumam Tian Zhi dan menjauh dari Matriark Yin setelah menyelimuti tubuhnya, dan meletakkan beberapa botol berisi serbuk obat dan perban kain disamping Matriark Yin.


"Cantik sekali pemilik Paviliun Hitam!" gumam Tian Zhi dan menuju kolam untuk menangkap beberapa ikan untuk dipanggang, dia melihat wajah cantik Matriark Yin yang pingsan.


"Hah! Seekor katak tidak mungkin bersanding dengan angsa!" ejeknya pada diri sendiri, dia tampak mulai menyukai Matriark Yin.


Tian Zhi akhirnya mengurungkan niatnya untuk menerima Kesengsaraan Petir, sebab diluar masih banyak tentara kepiting yang berkeliaran. Sebenarnya Tian Zhi berkesempatan besar untuk membunuh Matriark Yin maupun melakukan hal tak senonoh disaat keadaan musuhnya yang pingsan, namun dia tidak ingin seperti pria pengecut yang mengalahkan lawan disaat lemah.


Disaat Tian Zhi sedang memanggang ikan, Matriark Yin membuka matanya secara berlahan ketika mencium bau harum ikan panggang, dia sedikit meringis saat tubuhnya terasa sakit dan perih, dia terkejut saat merasakan tempat tidur yang begitu mewah dan empuk. Dia berusaha berdiri namun tidak sanggup hanya untuk sekedar duduk, segera dia membuka selimutnya dan merasa lega dia tidak dimanfaatkan seseorang disaat pingsan.


Lalu, Matriark Yin mencari sumber aroma harum ikan panggang dan terkejut saat mengenali sosok yang selalu dia buru, dia tidak menyangka telah diselamatkan oleh Grand Master Tian Zhi, orang yang selalu dia buru demi sebuah metode alkimia.


"Dia bisa saja membunuhku disaat lemah, lebih buruknya dia bisa ... !" gumam Matriark Yin dengan suara lirih, dia bersyukur tidak dinodai oleh Tian Zhi.


Matriark Yin melihat Tian Zhi yang makan dengan lahap ikan panggang, perutnya pun meraung-raung karena merasa lapar, dia heran bisa merasakan lapar, padahal kekuatan setingkat Nascent Soul tidak perlu makan seperti tubuh fana.


Tian Zhi yang mendengar suara perut Matriark Yin segera berdiri dan menjauhi dengan kewaspadaan tinggi. Matriark Yin melihat reaksi Tian Zhi menahan senyuman, dia menampilkan raut wajah marah telah disentuh pria, padahal selama ini dia tidak pernah dekat dengan pria manapun.


"A ... Aku hanya menolong-mu yang tadi pingsan dipinggir sungai, jika tidak kamu akan ditangkap oleh tentara kepiting!" Tian Zhi segera membela dirinya dengan alasan yang jujur.


Segera Matriark Yin melihat pintu masuk ke goa, dan kesadarannya merasakan banyak kepiting yang memiliki kekuatan Great Ascension, dia merasa lega telah diselamatkan oleh orang yang dia buru.


Kembali Matriark Yin menatap tajam Tian Zhi, dan membuat Tian Zhi berjalan mundur. 'Monster!!' batin Tian Zhi yang tubuhnya sudah berkeringat, dia ingin kabur tapi kuatir Matriark Yin akan salah paham, dan membahayakan bawahannya yang berada di villa dan juga wanitanya.


Segera Matriark Yin mengeluarkan tiga butir Pill Penyembuh tingkat Kaisar tahap menengah dan menelannya, seketika luka-lukanya mulai menutup dan dengan mata telanjang bisa melihat kulitnya yang tergores kembali seperti semula.


"Uhuk... Uhuk...!!" Matriark Yin terbatuk dan mengeluarkan darah cair yang berwarna hitam, dia syok saat teringat telah terkena serangan jarum dan bola air dari binatang air Kunpeng.


Matriark Yin segera memeriksa seluruh tubuh dalamnya dan terkejut saat dantian nya terblokir racun dari serangan jarum, untung saja tidak seluruh kekuatannya terhalang, dia masih bisa menggunakan kekuatan setingkat Earth Immortal.


"Aku mau mengganti pakaian... Balikan badanmu!" perintah Matriark Yin.


Segera Tian Zhi tanpa banyak bicara membalikkan tubuhnya dan berjalan menjauhi Matriark Yin. "Huff! Sudah ditolong tidak tahu berterima kasih!" dengus Tian Zhi yang kesal dengan Matriark Yin.


Tian Zhi tergagap saat menjawab. "Itu ... Kenapa Pemimpin Paviliun Hitam diburu tentara kepiting dan kenapa sampai binatang air Kunpeng menyerang mu?" alasan Tian Zhi yang.


"Aku sudah selesai, balikan badanmu!" perintah Matriark Yin yang tampak tidak ingin menjawab pertanyaan Tian Zhi.


Tian Zhi membalikkan badannya, dan melihat Matriark Yin sudah berganti pakaian dan menutup wajahnya lagi, dia segera duduk di pinggir kolam dan melihat ikan berenang.


Tian Zhi berpikir bagaimana caranya mengusir tentara kepiting yang mengepung pulau ini.


"Terima kasih sudah menyelamatkanku! Dan ingat, jangan sekali-kali memberitahukan siapapun jika kamu telah melihat wajahku!" Matriark Yin mengucapkan rasa terimakasih telah diselamatkan dan sekaligus mengancam.


"Apa untungnya menyebarkan wajahmu! Jangan sok cantik!" sungut Tian Zhi dengan tersenyum sinis.


Swosh... Boom💥...


Matriark Yin langsung menyerang Tian Zhi dengan pukulan jarak jauh, namun seketika Tian Zhi menghilang sebelum serangan Matriark Yin mengenainya.


Matriark Yin tercengang saat Tian Zhi menghilang di depan matanya, dia segera mencari keberadaan Tian Zhi.


"Tahu begitu aku ambil kesucian mu!" suara Tian Zhi menggema di dalam goa, dia telah berubah menjadi udara dan mendekati Matriark Yin yang waspada.


"Keluar kamu!?" bentak Matriark Yin, dia tadi menyerang Tian Zhi karena merasa direndahkan, dan kini semakin kesal.


Segera Tian Zhi mengeluarkan feromon afrodisiak yang wangi. Matriark Yin mencium aroma wangi dan seketika wajahnya menjadi merah, nafas terengah-engah, terlihat tubuh Matriark Yin mulai bereaksi dengan gelisah.


Tian Zhi yang awalnya hanya ingin menguji Teknik Dual Cultivation kepada wanita yang memiliki kekuatan jauh diatasnya segera kegirangan, saat hafal dengan gerakan tubuh wanita yang mulai terpancing hasratnya. Namun, dia menunggu tindakan Matriark Yin sebelum memperlihatkan dirinya.


'Ada apa dengan tubuh ku?' batin Matriark Yin yang merasakan naluri wanita yang ingin berhubungan intim, dia segera mencari penyebab tubuhnya yang aneh, tapi dia tidak menemukan sesuatu yang memicu gejolak kewanitaannya.


"Keluar kamu Tian Zhi!" sekali lagi Matriark Yin berteriak dengan suara yang agak dia kecilkan, sebab nafasnya terasa sesak menahan gejolak keinginan binatang.


"Aku mau keluar asal kamu tidak membunuhku!" jawab Tian Zhi yang ingin jaminan.


"Iya aku janji, cepat keluar!"


Tubuh Matriark Yin makin gelisah, kedua kakinya bergetar dan dia rapatkan, kedua tangannya menahan dadanya agar bisa tenang, saat bicara pun dia tampak tidak sabaran ingin melihat Tian Zhi.


Segera Tian Zhi muncul dibelakang Matriark Yin dengan berjarak dua meter. Matriark Yin yang merasakan desiran angin segera membalikkan badan, dia melihat wajah Tian Zhi yang seakan-akan paling tampan di seluruh alam semesta. Tanpa sadar Matriark Yin menerjang Tian Zhi dan memeluknya seperti kekasih yang tidak pernah berjumpa.


Matriark Yin mencium seluruh leher Tian Zhi, ciuman yang tidak berpengalaman sama sekali. Tian Zhi pun menyambut pelukan dan ciuman Matriark Yin. Secara berlahan Tian Zhi melepaskan pakaian Matriark Yin sambil berjalan ke tempat tidur, demikian juga dengan Matriark Yin yang terburu-buru melepaskan pakaian Tian Zhi.


Matriark Yin tanpa sudah tidak perduli lagi dengan Tian Zhi yang menanggalkan pakaiannya, dia hanya ingin melepaskan naluri kebinatangan yang merasuki pikiran.


"Mm!!" desa han Matriark Yin saat buah kenyalnya dilahap Tian Zhi saat tubuhnya sudah tertindih.


Secara naluri Matriark Yin mencari tongkat Tian Zhi, dan segera dia arahkan di lembah surganya yang telah basah. "Oh... !" lolongan Matriark Yin saat kepala tongkat menyentuh pintu lembah surganya, tapi sengaja Tian Zhi tahan.


Tian Zhi ingin merasakan seluruh tubuh Matriark Yin setiap inci.


Matriark Yin semakin tidak karuan dengan kepala selalu ke kanan dan ke kiri, dan tubuhnya terangkat ketika Tian Zhi mencium perutnya. "Oh...!" sekali lagi Matriark Yin melolong ketika Tian Zhi mencium lembah surganya yang tanpa rambut.


Tian Zhi yang mencium aroma kesucian, wangi dan indahnya lembah surga Matriark Yin semakin bersemangat, dia ******* habis lembah surga dan memainkan bijinya. Biji lembah surga semakin besar saat tersentuh lidah dan jari-jari Tian Zhi.


Matriark Yin menekan kepala Tian Zhi agar tidak melepaskan serangan lidah sambil merapatkan kedua paha pada kepala Tian Zhi.


Sekali lagi Matriark Yin melolong keras ketika dia telah mencapai puncaknya untuk pertama kali, tubuhnya bergetar hebat dan menikmati rasa yang tidak pernah dia pikirkan.


Tian Zhi yang sudah puas membuat Matriark Yin merasakan indahnya mencapai langit ketujuh, dia segera menghentikan aktivitasnya melahap lembah surga, dia kembali mencium bibir Matriark Yin dan langsung di sambutnya.


"Oh!" kembali Matriark Yin melolong keras saat lembah surganya tertusuk kepala tongkat, dia merasakan sensasi sakit tapi juga sangat nikmat. Matriark Yin melingkarkan kedua kakinya pada pinggang Tian Zhi.


Sekali lagi Matriark Yin melolong keras saat tongkat Tian Zhi menghancurkan kesuciannya yang dia jaga selama puluhan tahun. Tian Zhi sengaja diam agar Matriark Yin merasakan kenikmatan, dan kembali bergerak ketika kedua kaki Matriark Yin menekan pinggang.


"Mm!" sekali lagi Matriark Yin mencapai puncak ketika kepala tongkat memenuhi rahimnya.


Mereka berdua melakukan hubungan intim selama waktu enam dupa, dan berhenti ketika Matriark Yin kelelahan, karena tidak sanggup menerima rasa nikmat yang berlebihan.


Jauh di tempat dimana Tian Zhi bersama Matriark Yin, terlihat sosok wanita yang cantik tersenyum melihat aktifitas mereka berdua, wajahnya sangat mirip dengan Matriark Yin.


"Tinggal langkah terakhir!" gumamnya dan kembali memejamkan mata untuk berkultivasi.