Trigrams Chaos

Trigrams Chaos
Chapter 228. Tantangan Tian Zhi.


Chapter 228. Tantangan Tian Zhi.


Hari telah berganti malam, di luar Kota Qingshan atau tepatnya di lokasi perkemahan Pasukan Phoenix, suasananya menjadi ramai dengan adanya perayaan kemenangan Tian Zhi yang mengalahkan si Bocah Tua.


Di tenda utama, Tian Zhi bersama istrinya berkumpul dengan banyak orang penting. Wajah Duke Qing Fei terlihat kebingungan, dimana dia ingin bertanya tapi khawatir menyinggung perasaan Tian Zhi.


"Apakah ada yang ingin ditanyakan, Tuan Fei?" tanya Tian Zhi kepada Duke Qing Fei yang terlihat gelisah.


Duke Qing Fei mengangguk, lalu dia menarik nafas dalam-dalam untuk menenangkan hati, lalu dia berbicara, "apakah Master Tian akan menjadi musuh bagi Kekaisaran Qing?"


Seketika semua orang terdiam mendengar ucapan Duke Qing Fei, mereka menatap Tian Zhi untuk menunggu jawaban. Duke Qing Fei telah mendapatkan informasi tentang identitas Tian Zhi yang merupakan pendukung Permaisuri Liem, apalagi saat ini orangnya juga hadir bersama Guang Liang.


"Tergantung mereka! Sejujurnya aku tidak berniat menjadi musuh siapapun... Tapi, jika ada yang berani mengusik kita, aku dengan senang hati menyambutnya. Mereka jual aku beli!" jawab Tian Zhi dengan tegas, sebab dengan kekuatannya saat ini dia tidak khawatir dengan siapapun, walaupun tahu ada yang lebih kuat darinya, salah satunya adalah Dewi Alkemis yang memiliki kekuatan tingkat True Alfa.


Saat Tian Zhi bertarung dengan Penguasa Iblis Langit, dia sekilas melihat Dewi Alkemis yang menggunakan topeng, walaupun wajahnya ditutupi, dia masih bisa melihat wajah asli Dewi Alkemis, karena ia memiliki Mata Langit.


Wajah Dewi Alkemis tidak kalah cantik dengan Meyleen dan He Hua, tapi Dewi Alkemis lebih berwajah keibuan. Tian Zhi menduga jika Dewi Alkemis telah bersuami.


"Saya harap kita terus berhubungan baik dan tidak ada perseteruan apapun di pihak kita!" harap Duke Qing Fei yang tidak ingin menjadi musuh bagi Tian Zhi.


"Aku juga berharap begitu! Sudahlah, lebih baik kita nikmati malam ini!" ucap Tian Zhi enggan membahas masalah politik dan lain sebagainya.


Semua orang berharap sama, tidak ada perseteruan antara Tian Zhi dan Kekaisaran Qing, apalagi menjadi musuh seorang ahli Alkemis tidaklah bijaksana.


Kemudian, Master Jin dari Mansion Batu Tempa mencairkan suasana dengan mengeluarkan sumber daya yang dibutuhkan oleh Tian Zhi. He Hua segera menanggani membayar sumber daya alam. Setelah itu berganti dengan Master Han dari Balai Formasi Array dan satu per satu para bangsawan menjual hasil sumber dayanya.


Zhi Yinping mendekati Tian Zhi dari belakang, lalu dia berbisik, "bisakah aku meminta waktumu untuk berbicara secara empat mata?"


"Tunjukkan jalannya!" jawab Tian Zhi, lalu dia melihat He Hua dan berkata, "tunggu di sini saja."


He Hua mengangguk dan melihat Zhi Yinping. Kemudian Tian Zhi dan Zhi Yinping keluar dari tenda utama. Zhi Yinping mengajak Tian Zhi ke Paviliun Pil Langit.


"Apa yang ingin dibicarakan?" tanya Tian Zhi.


"Ada seseorang yang ingin bertemu denganmu...!" jawab Zhi Yinping yang membuat Tian Zhi penasaran.


Tidak butuh waktu lama, Zhi Yinping dan Tian Zhi telah tiba di Paviliun Pil Langit, lalu naik ke lantai dua di ruangan khusus. Disaat masuk, Tian Zhi melihat sosok wanita bertopeng.


Wanita bertopeng itu tidak berdiri ketika Tian Zhi masuk, dia mengamatinya dari kepala hingga ujung kaki. Tian Zhi menjadi risih ketika tubuhnya seperti telanjang dihadapan Dewi Alkemis.


"Silakan duduk, Master Tian!" pinta Dewi Alkemis dan melihat ke arah Zhi Yinping.


Zhi Yinping yang paham segera keluar dari ruang khusus. Tinggallah dua orang di dalam ruang. Tian Zhi segera duduk dan menunggu apa yang akan dibicarakan oleh Dewi Alkemis.


"Nama Master Tian mendahului Anda... Sebenarnya aku penasaran siapa guru Anda?" kata Dewi Alkemis yang memulai membuka pembicaraan.


Tian Zhi tersenyum sambil berpikir, sebab dia selama ini tidak memiliki seorang guru yang ahli dalam Alkemis. Namun dia teringat dengan nama Seng Long Pang, ayah mertuanya yang seorang Alkemis.


"Guruku bukan berasal dari alam semesta ini, beliau adalah Seng Long Pang dari Galaksi Kelahiran!" jawabnya.


Dewi Alkemis mengerutkan alisnya ketika mendengar nama Galaksi Kelahiran yang konon kabarnya telah menghilang dari Tata surya. "Seng Long Pang? Bukannya Galaksi Kelahiran telah lama menghilang dan kejadian itu telah melebihi usia Anda sekarang, apakah beliau ada disini?" selidiknya yang skeptis dengan jawaban Tian Zhi.


"Apa tujuan Anda hanya bertanya tentang hal ini?" sahut Tian Zhi yang enggan menjawab, lagipula, apa urusan Dewi Alkemis yang ingin tahu siapa gurunya.


Ya, inilah tujuan utama Dewi Alkemis, dia ingin mengikat Tian Zhi agar tidak menjadi masalah dikemudian hari, apalagi Tian Zhi telah memborong banyak ramuan dan dia tahu tujuannya. Dengan Tian Zhi menjadi penatua di persatuan Alkemis, maka dia bisa mengendalikan Tian Zhi.


Tian Zhi mengetuk sandaran kursi sambil memikirkan tawaran Dewi Alkemis. "Ngomong-ngomong, siapa Anda?" tanyanya yang ingin mengulur waktu untuk mempertimbangkan tawaran ini.


"Orang memanggilku dengan sebutan Dewi Alkemis, tapi panggil saja... Nyonya Xinxin!" jawabnya dengan menyilangkan kaki kiri bertumpu pada paha kanan.


Dewi Alkemis bernama Zhi Xinxin dari Klan Zhi, dia sengaja tidak mau mengungkapkan identitasnya yang berasal dari Klan Zhi, bahkan Zhi Yinping juga tidak tahu identitas aslinya. Zhi Yinping dan semua orang hanya mengenal Dewi Alkemis seorang anak yatim-piatu dan lahir di Alam Mahadewa.


Tian Zhi melihat belahan pakaian Nyonya Xinxin, terlihat kulit pahanya halus dan putih, lalu dia melihat kedua matanya, "baiklah Nyonya Xinxin... Seandainya aku menjadi penatua di persatuan Alkemis, apa keuntungan ku?"


Nyonya Xinxin telah menduga jika Tian Zhi akan bertanya tentang hal ini, lalu dia segera menjawab dengan lugas, "banyak, sumber daya untuk meramu pil diberikan secara gratis, status prestisius di Persatuan Alkemis, memiliki wewenang untuk mendirikan sebuah organisasi Alkemis dan lain sebagainya. Pihak kita hanya meminta Anda untuk berkontribusi dalam pembuatan pil sesuai dengan tingkat kemampuan Anda, satu bulan dua butir pil jenis apapun, bahan-bahan juga dari kita...,"


Nyonya Xinxin membeberkan semua keuntungan menjadi penatua di Persatuan Alkemis Alam Mahadewa dan Tian Zhi hanya mengangguk berulang-ulang. Tapi ada satu hal yang Tian Zhi tidak suka, dimana dia harus menetap di pusat Paviliun Pil Langit, itu sama saja mengurung dirinya dan bekerja untuk Kekaisaran Qing.


"Jujur saja, Anda pasti tahu asal-usul ku dan tidak mungkin aku mau menetap di satu tempat. Aku mau bergabung, asal bisa bebas dan tidak bekerja untuk Kekaisaran Qing. Bagaimana?" tolak Tian Zhi secara halus.


"Tapi itu sudah menjadi syarat utama untuk menjabat menjadi penatua dan Anda secara pribadi akan selalu bersamaku. Lebih baik mengikuti aturan yang sudah ada, daripada membuat aturan sendiri yang memicu masalah yang tidak perlu. Renungkan dalam beberapa hari ini, nanti aku secara pribadi akan menemui mu!" jawab Nyonya Xinxin yang tidak ingin Tian Zhi bebas dan tetap menjadi bawahannya, dibalik ucapannya ada makna peringatan.


Tian Zhi tersenyum tipis dengan ancaman Nyonya Xinxin yang tampak halus. "Ada berapa orang yang telah menjadi seorang ahli Alkemis tingkat Celestial Supreme?" tanyanya yang sengaja menunjukkan kemampuannya.


"Ada dua orang, kamu dan orang dihadapan mu!"


Tian Zhi sedikit terkejut jika Nyonya Xinxin juga seorang ahli Alkemis tingkat Celestial Supreme, walaupun tahu kemampuannya jelas dia tetap tidak akan mau menjadi bawahannya.


"Bagaimana kita bertanding saja dalam meramu pil. Jika Anda menang, maka aku akan mengikuti kemauan Anda dan sebaliknya. Apakah Anda mau menerima tantangan ini?"


Nyonya Xinxin yang ditantang tertawa kecil, dia telah mengetahui kemampuan Tian Zhi berada di tingkat Celestial Supreme tahap rendah, sedangkan dirinya berada di tingkat Celestial Supreme tahap menengah, jelas dia yakin akan menjadi pemenangnya.


"Baik, aku terima tantangan mu! Kita beradu membuat tiga jenis pil yang berbeda, yaitu, Pil Explosion Power, Pil Long Life dan Pil Cultivasion. Tolak ukur penilaiannya berdasarkan kualitas pil, jika Anda atau aku yang meraih menang sebanyak dua kali, maka dinyatakan sebagai pihak pemenangnya. Segala ramuan ditanggung pihak masing-masing dan batas waktu dimulai pertandingan hingga satu bulan kedepan!" jawab Nyonya Xinxin dengan cepat, dia tidak mau menyia-nyiakan kesempatan ini untuk mendapatkan Tian Zhi.


Tian Zhi mengulurkan tangan kanannya untuk berjabat tangan sebagai tanda kesepakatan, segera Nyonya Xinxin menjabat tangannya.


"Dalam waktu dua hari, kita akan bertanding di kota ini saja," kata Nyonya Xinxin dengan melepaskan tangannya, sengaja dia mengulurkan waktu agar bisa mengabarkan berita ini kepada semua penghuni Alam Mahadewa, baginya, penonton sebagai saksinya.


"Tidak masalah! Apakah pesanan saya Anda yang bawa?" tanya Tian Zhi yang tidak melupakan ramuan yang dia pesan melalui Zhi Yinping.


"Nanti setelah pertandingan kita selesai...!" jawabnya sambil berdiri, dia tidak mau memberikan dulu pesanan Tian Zhi.


Tian Zhi yang tahu tujuan Nyonya Xinxin hanya bisa menghela nafas panjang, lalu ikut berdiri dan berpamitan kepadanya. Setelah itu, Tian Zhi segera keluar dari ruangan khusus pertemuan.


Sebelum Tian Zhi membuka pintu, Nyonya Xinxin berkata, "di luar, jangan pernah memanggil ku dengan sebutan Nyonya Xinxin, cukup Dewi Alkemis!"


Tian Zhi menoleh kebelakang dan mengangguk paham, lalu dia membuka pintu. Di luar, Zhi Yinping masih menunggu dengan setia, lalu dia bertanya, "apa yang dibicarakan?"


"Ketua Zhi!" panggil Nyonya Xinxin sebelum Tian Zhi berbicara.


Tian Zhi tersenyum melihat wajah kesal Zhi Yinping dan meninggalkan Paviliun Pil Langit. Sesampainya di tenda utama, dia hanya melihat istri-istrinya, Guang Liem, Guang Liang dan ketiga jenderalnya yang masih mengobrol, dan Duke Qing Fei serta orang penting telah kembali ke tempatnya masing-masing. Semua penduduk juga telah kembali ke rumahnya.


Tian Zhi segera menceritakan pertemuannya dengan Dewi Alkemis dan membuat semua istrinya ingin ketawa, mereka telah membayangkan bagaimana Dewi Alkemis dipermalukan oleh suaminya dan menjadi bawahan.