Trigrams Chaos

Trigrams Chaos
Chapter 272. Dewa Air Menyerah!


Chapter 272. Dewa Air Menyerah!


Bandit Lautan Api terkenal di Alam Mahadewa, segala kejahatan jenis apapun yang mereka lakukan telah menjadikannya terkenal dan ditakuti banyak orang.


"Aku yang berolahraga atau kalian," kata Tian Zhi.


"Masalah sepele ini, biarkan kita!" sahut Mey Chan yang tiba-tiba mau berbicara, sebelum dia jarang sekali berbicara kepada siapapun, kecuali saat berkultivasi ganda dengan Tian Zhi.


Mey bersaudari segera terbang menuju dermaga yang baru selesai dibangun, lalu menyusul Shan bersaudari.


"Guru, apakah mampu bibi Shan dan Mey mengalahkan bandit itu?" tanya Guo Shun yang belum mengetahui dasar-dasar kekuatan kultivator, dia baru mempelajari teknik beladiri tingkat dasar, kekuatannya juga baru berada di tingkat Kelahiran level 7.


Guo Shun tergolong berbakat, dalam dua hari berkultivasi telah mencapai peningkatan yang signifikan, itu juga berkat Lou Yang yang selalu membimbingnya secara pribadi, dia melakukan itu karena tidak memiliki murid lagi semenjak menjadi pasangan Dao Tian Zhi.


Luo Yang mengusap rambut Guo Shun, lalu dia menjawab, "bibi mu bukan wanita yang lemah, bandit-bandit itu bukanlah tandingannya. Kamu kan sudah melihat kehebatan bibi mu saat mengalahkan pasukan di pelabuhan Jalur Sutra kemarin."


Guo Shun mengangguk paham seperti orang dewasa, padahal dia waktu itu kebingungan melihat pertempuran banyak orang dan tidak jeli memperhatikan satu per satu kehebatan Pasukan Phoenix.


Tian Zhi hanya tersenyum dan mengelus perut He Hua, dia tidak sabar ingin segera memiliki anak, lalu melihat Meyleen mengikuti enam istrinya telah berdiri di ujung dermaga.


Meyleen memimpin Shan Lan, Shan Hongse, Shan Luse, Mey Chan, Mey Chun dan Mey Mei, mereka untuk mengeluarkan senjata Busur, lalu membidik lima kapal angkasa yang sengaja tidak terbang dengan membentuk Formasi segitiga, terdepan adalah pemimpinnya.


"Bersiap!" perintah Meyleen dengan mengangkat tangan kanan.


Muncul tiga anak panah energi disetiap Busur dan telah mengunci target. Meyleen menunggu lima kapal angkasa mendekat.


Para bandit melihat tujuh wanita cantik berada di dermaga, kedua mata mereka berbinar-binar dan tidak peduli telah dibidik dengan anak panah.


Saat jaraknya terpaut 20 meter, Meyleen segera memberikan perintah, "tembak!"


Keenam wanita itu melepaskan tali busur setelah mendapatkan perintah, lalu anak panah energi melesat dengan sangat cepat. Anak buah kapal terkejut melihat 18 sinar berkecepatan tinggi mengarah ke kapalnya.


"Serangan!" teriakan anak buah kapal.


"Buat perisai energi!" pemimpin bandit segera memerintahkan kelima nakhoda kapal untuk menangkis serangan dengan perisai energi.


Boom... Boom... Boom...


Rentetan ledakan ketika anak panah berbenturan dengan perisai energi. Seketika perisai energi hancur berkeping-keping, mereka terkejut melihat anak panah energi tidak ikut hancur dan masih bergerak.


Boom... Boom...


Kembali suara ledakan saat anak panah mengenai badan kapal hingga menciptakan lubang, air laut langsung masuk dan dengan cepat memenuhi ruang-ruang didalam kapal. Para awak kapal segera memblokir air laut yang mengalir deras.


"Serang!" perintah Meyleen dengan segera terbang dan diikuti keenam saudarinya.


Pemimpin bandit melihat Meyleen yang cantik dan seksi, dia segera terbang menyambut kedatangannya dengan menghunuskan senjata tombak. Meyleen geram melihat tatapan cabul pemimpin bandit, dia tiba-tiba menghilang dan muncul diatasnya dengan tangan kanan mengarah di kepala.


Pemimpin bandit terkejut dan menggunakan tombaknya untuk menangkis pukulan Meyleen sebelum mengenainya.


Boom...


Seketika senjata tombaknya patah dan pukulan Meyleen masih bergerak ke wajah.


Bang...


Pemimpin bandit terpental dan menghantam dek kapal hingga tembus kebawah. Sedangkan enam wanita memporak-porandakan empat kapal angkasa.


Tian Zhi dan semua orang melihat keganasan Meyleen. Tian Zhi pernah merasakan kekuatan pukulan Meyleen yang sangat kuat dan membuatnya sempat terhuyung-huyung.


Guo Shun bersorak gembira saat melihat aksi ketujuh bibinya yang hebat, namun dia langsung diam saat melihat semua bibinya tetap tenang, dia pun ikut tenang dengan menyilang kedua tangan di depan dada.


Para bandit makin kewalahan dan ketakutan ketika tujuh wanita mampu menggandakan tubuhnya menjadi sepuluh. Para awak kapal telah menambal badan kapal yang berlubang, mereka segera membantu rekannya.


"Satu," Tian Zhi tiba-tiba berhitung dan menarik perhatian Guo Shun.


"Dua," kembali Tian Zhi berhitung.


Ya, Tian Zhi menghitung waktu Meyleen seberapa cepat mengalahkan para bandit, bukan menghitung bandit yang dikalahkan.


"Tiga...! Bibi cepat kalahkan mereka!" Guo Shun ikut berhitung dan menyoraki bibinya yang bertarung dengan para bandit.


"Lima," teriak Guo Shun yang melompati angka empat.


"Seharusnya empat dulu baru lima!" ralat Lou Yang.


"Kelamaan, Guru!" alasan Guo Shun.


Tian Zhi terkekeh kecil mendengar ucapan Guo Shun, lalu dia berhitung lagi, "delapan."


Guo Shun langsung melihat Tian Zhi dan memprotes, "enam dulu, Yang Mulia!"


"Kelamaan!" balas Tian Zhi yang sengaja menggoda Guo Shun.


"Benar, kelamaan bibi mengalahkan mereka!" Guo Shun malah mendukung ucapan Tian Zhi, "sebelas!" Sambungnya dengan berteriak.


"Terlalu jauh!" kini Tian Zhi yang protes.


"Humph!" desah Tian Zhi dengan memalingkan wajahnya.


Semua wanita menertawakan suaminya yang kalah berbicara dengan Guo Shun...


Setelah hitungan sampai angka tiga puluh empat, ketujuh wanita itu berhasil mengalahkan semua bandit dan termasuk pemimpinnya. Pemimpin bandit terluka parah, kaki patah, kedua lengan juga patah, tulang rusuk juga banyak yang patah hanya dengan pukulan Meyleen.


Mayat-mayat para bandit dibuang ke laut dan lima kapal angkasa dibawah oleh Meyleen dan timnya. Lima kapal masuk ke dalam Formasi Perlindungan dan bersandar di dermaga, Tian Zhi dan semua orang datang.


"Kapal ini berisi banyak harta bandit!" lapor Meyleen kepada Tian Zhi, dia langsung melompat dan memeluk suaminya.


"Biarkan ayah mertua yang mengurusnya, ini bagus untuk modal pengembangan Kota Henjiu!" jawab Tian Zhi.


Qing Fei, Jin Dan, Han Dang dan beberapa orang segera memeriksa kapal milik bandit, dan dua orang menangkap pemimpin bandit.


Sedangkan Tian Zhi dan istrinya kembali ke Menara Henjiu. Para penduduk tidak mengetahui kedatangan para bandit, sebab mereka telah tertidur pulas. Penduduk lama tidak merasakan ketenangan, nyaman dan aman selama ini, karena itu mereka bisa tertidur dengan nyenyak.


Tian Zhi dan semua istrinya masuk ke dalam cincin dimensi untuk beristirahat dan berkultivasi ganda, sudah waktunya bagi Tian Zhi melaksanakan tugasnya sebagai suami...


Keesokan harinya, Tian Zhi menemui Qing Fei, Jin Dan dan Han Dang, dia memberikan dekrit kerajaan. Ma Xiu segera membacakan isi dekrit dihadapan semua penduduk.


"Keputusan Kaisar Tian Zhi. Qing Fei mulai saat ini bergelar High King, High King of Qing Fei...,"


Semua orang mendengar dekrit kerajaan dengan seksama dan penuh perhatian, tidak ada satu pun orang yang mengeluarkan suara. Sedangkan Qing Fei, Jin Dan dan Han Dang berlutut ala prajurit saat menerima dekrit.


"... High King of Qing, Duke of Han, Duke of Jin, mulai saat ini bersumpah untuk mengabdi kepada Kerajaan Guang dan Kekaisaran Tian."


Akhirnya Ma Xiu selesai membacakan isi dekrit kerajaan, mereka menerima dekrit kerajaan sebagai bukti dan piagam. Kemudian mereka bertiga bersumpah untuk mengabdi kepada Kekaisaran Tian dan Kerajaan Guang.


Penduduk Kota Henjiu bersorak-sorai telah menjadi saksi diangkatnya tiga orang yang mereka hormati menjadi bagian keluarga besar Kekaisaran Tian.


Setelah kekalahan Qing Guozhi dalam pertempuran di pelabuhan Jalur Sutra, semua orang telah memprediksi jika Kekaisaran Qing akan segera menghilang dari Alam Mahadewa, sebab itu Qing Fei dan yang lainnya memilih pemimpin baru yang lebih bijaksana serta adil bagi semua orang.


Selama Tian Zhi dan Pasukan Phoenix berada di Kota Qingshan, banyak penduduk yang mendapatkan bantuan dan perlindungan, disaat penguasanya yang tidak peduli. Sebab itu mereka lebih memilih Tian Zhi sebagai pemimpinnya daripada dipimpin oleh Dewa Surya.


Setelah itu, Miao Jiang, Ling Ling, Li Jiancheng dan Ling Xuan segera menuju ke Kerajaan Guang untuk melanjutkan tugasnya yang telah dibicarakan semalam.


"Tidak perlu lewat altar dimensi...," kata Tian Zhi setelah mencium keempat istrinya.


"Apa menggunakan Kapal Angkasa Kaisar Api Asyura?" tanya Miao Jiang.


"Lewat sini...." jawab Tian Zhi dengan tangan kanan terangkat dan membuat gerakan seperti memotong.


Tiba-tiba dihadapan semua wanita terlihat robekan celah spasial, lalu mereka melihat Tian Zhi membuka celah spasial lebar-lebar. Terlihat istana Kerajaan Guang didalam celah spasial.


Apa yang dilakukan oleh Tian Zhi adalah kemampuan dalam memanipulasi ruang dan waktu, merobek kekosongan untuk mempercepat perjalanan.


"Silakan masuk, Nona Muda!" ujar Tian Zhi yang sedikit menggoda istrinya.


Miao Jiang tersenyum dan mencium bibir Tian Zhi, lalu dia segera masuk ke dalam celah spasial. Miao Jiang telah berada di depan istana Kerajaan Guang, lalu disusul oleh Ling Ling, Ling Xuan dan Li Jiancheng.


"Wow! Hebatnya!" seruan Guo Shun yang ingin seperti Tian Zhi yang mampu membuat jalan pintas.


"Jika kamu ingin seperti Beliau, rajin-rajinlah untuk berkultivasi. Jika kamu kuat, melakukan seperti tadi adalah hal mudah," tutur Luo Yang agar muridnya termotivasi.


"Aku semalam sudah menerobos satu level, kini kekuatan ku telah berada di tingkat Kelahiran level 8!" ujar Guo Shun dengan penuh semangat.


Tian Zhi mendengar obrolan Guo Shun dengan Luo Yang, lalu dia melihat High King of Qing. "Ini tugas pertama, sebarkan berita tentang keberadaan Kota Henjiu di wilayah Kekaisaran Qing. Buka Gedung penjualan pil, bicarakan hal ini dengan Mu Bingyun. Jenderal Ma Xiu akan berada di sini selama Kekaisaran Qing belum sepenuhnya runtuh!" perintah untuk bawahannya.


Kemudian Tian Zhi berpamitan kepada istrinya untuk melanjutkan rencananya. Setelah itu, dia segera berteleportasi dan muncul di ibukota Kekaisaran Qing dengan wajah yang telah berubah menjadi bandit.


Seperti sebelumnya, Tian Zhi mengeluarkan 10.000 Tubuh Ganda untuk membuat kekacauan di ibukota, menghancurkan infrastruktur penting yang baru direnovasi, menjarah harta milik para pengusaha, tapi tidak satupun penduduk yang terbunuh.


Boom... Boom...


10.000 Tubuh Ganda bertarung dengan para prajurit, ledakan demi ledakan membuat suasana mencekam. Dewa Surya yang masih terluka segera diungsikan ke wilayah Forest Peach Blossom...


Qing Guozhi dan Dewa Air segera mendapatkan kabar tentang kemunculan bandit di ibukota, mereka berdua terkejut dan langsung berdiri, mereka memeriksa Kota Jalur Sutra dengan Mata Dewa dan sosok target utamanya tidak diketemukan.


"Sialan! Kita dikecoh!?" umpatan Qing Guozhi dan segera terbang ke arah Kekaisaran Qing dengan kecepatan tinggi.


Dewa Air menghela nafas berat dan tampak enggan mengikuti Qing Guozhi, lalu dia mengeluarkan token perekam suara. "Aku, Dewa Air, dengan ini memilih untuk berdamai dengan Master Tian. Segala bentuk kerugian yang diderita oleh Master Tian, dalam dua hari akan aku kirim seseorang membawa upeti."


Dewa Air memutuskan untuk berdamai dengan Tian Zhi, lalu dia meletakkan token perekam suara di tempat duduknya. Dewa Air segera terjun ke laut dan meninggalkan pelabuhan Jalur Sutra.


Hei Bao dan Sun Yao melihat apa yang dilakukan oleh Dewa Air. Sun Yao segera keluar dari Formasi Perlindungan dan mengambil token perekam suara.


"Pada akhirnya kekuatan akan kalah dengan kecerdasan!" gumam Sun Yao dan melihat Dewa Air berenang dengan sangat cepat seperti bukan berada di air.


Dengan ini, Dewa Air telah menyerah sebelum keadaannya memburuk. Seluruh wilayah Kerajaan Air ditutup dan tidak diperbolehkan siapapun untuk keluar dari perairan, sampai kembalinya Qiaofeng si Dewi Samudera bersama Bi Liqin si Ratu Ular.


Bi Liqin penunggu Danau Panca Warna, tepatnya berada di Benua Venus.


Bersambung.