Trigrams Chaos

Trigrams Chaos
Chapter 53. Kemarahan Tian Zhi (1).


Chapter 53. Kemarahan Tian Zhi (1).


Tian Zhi terbang dengan sangat cepat, dia tampak senang bisa keluar dari Pulau Tanah Dewa. Namun, Kepala Suku Golem mengetahuinya dan buru-buru mengejar Tian Zhi dan menghadangnya.


"Hmm!!" dengus Kepala Suku Golem, "kamu tidak akan bisa keluar dari tempat ini, sebelum kamu bertanggungjawab atas perbuatan-mu membunuh banyak anggota ku!" alasan Kepala Suku Golem.


Tian Zhi tersenyum dan tidak takut lagi seperti sebelumnya yang selalu kabur, walaupun kekuatan Kepala Suku Golem berada pada tingkat True God tahap delapan.


Tian Zhi melihat tubuh Kepala Suku Golem yang unik, tubuh seperti batu bara api, namun sangat menggoda. Kepala Suku Golem yang merasa tubuhnya menarik minat Tian Zhi, dia mendekati sambil memamerkan tubuhnya.



"Terus apa kemauan mu?" tantang Tian Zhi dengan bergerak mundur.


"Aku mau kamu menjadi budak ku!" jawabnya.


"Dalam mimpimu!" pekik Tian Zhi dengan wujud berubah menjadi udara.


Tian Zhi sangat marah jika Kepala Suku Golem menginginkan dirinya menjadi budak.


"Sialan, dia kabur lagi!?" teriak Kepala Suku Golem sambil mencari keberadaan Tian Zhi.


Swosh...


Desiran angin terasa dibelakangnya, segera Kepala Suku Golem membalikkan tubuhnya dengan tangan beradu serangan kepalan tangan milik Tian Zhi.


Boom💥...


Ledakan hebat saat beradu pukulan dan Tian Zhi terpental di udara sejauh seratus meter. Tangan Tian Zhi merasakan sakit seakan-akan tulang akan remuk, secara tidak sadar wujudnya terlihat oleh Kepala Suku.


"Kekuatan fisik tingkat Berlian tahap puncak, pantas ... !" gumam Tian Zhi yang tahu perbedaan kekuatan fisiknya setelah beradu pukulan, sedangkan fisiknya hanya berada pada tingkat Emas tahap rendah.


Perbedaan antara fisik Emas dan Berlian jelas sangat jauh. Karena tidak ingin beradu fisik, Tian Zhi segera kabur dengan berubah menjadi udara lagi. Tian Zhi tidak bodoh untuk mengungkapkan semua kekuatannya, walaupun dia mengeluarkan garis darah Kasta Kaisar yang memberikan kekuatan hingga lima level, tetap saja dia akan kalah jika bertarung dengan Kepala Suku.


"Tian... Keluar?!" teriakan Kepala Suku saat Tian Zhi menghilang lagi.


Tian Zhi terkekeh mendengar suara Kepala Suku, dia melesat seperti petir menuju Formasi Penghalang. Kemudian, disaat tiba Tian Zhi berhenti dan mencoba mengeluarkan tangannya dari Formasi, dia bernafas lega saat tangannya lolos.


"Berarti hanya yang memiliki segel kutukan yang tidak bisa keluar dari sini!" tebak Tian Zhi dan segera keluar dari Pulau Tanah Dewa.


Setelah peningkatan drastis dengan memiliki kekuatan True God, Tian Zhi dengan cepat menuju pulau terpencil dimana terakhir dia meninggalkan Matriark Yin. Segera Tian Zhi memasuki goa dan sudah tidak ada lagi Matriark Yin, hanya ada tempat tidurnya yang berdebu dan banyak sarang laba-laba.


Setelah Tian Zhi membersihkan tempat tidurnya, dia menyimpannya dan segera keluar dari goa. Dia berubah menjadi petir lagi agar cepat sampai di Kota Donggi, tidak berselang lama dia pun tiba.


"Sialan!?" teriakan Tian Zhi sangat keras hingga didengarkan oleh semua penduduk Kota Donggi dan semua mata melihat Tian Zhi yang melayang diatas reruntuhan villa.


Tian Zhi melihat villa nya kini telah menjadi reruntuhan dan tidak terlihat siapapun, kedua matanya menatap tajam semua penduduk dibawahnya, dan aura menindas membuat semua orang berlutut.


"Katakan, siapa pelakunya! Jika tidak, aku akan hancurkan kota ini?!" teriakan kemarahan Tian Zhi yang meminta penjelasan, suaranya hampir didengar di seluruh penjuru wilayah Kota Donggi.


Karena tidak ada jawaban, Tian Zhi merentangkan tangan kanan ke pusat Kota Donggi, dan bola energi keluar dari telapak tangannya, kekuatan mengerikan membuat semua orang ketakutan dan menangis.


"Grand Master Tian Zhi, tolong redam amarah Anda!!"


Tiba-tiba suara memohon terdengar dari Paviliun Hitam, dia tidak lain adalah penatua Bing Fung, dia segera keluar saat merasakan aura menindas tetapi tidak mengetahui setingkat apa kekuatan itu.


Penatua Bing Fung terkejut saat melihat sosok yang menghilang lebih dari dua tahun tiba-tiba muncul lagi, sebab itu dia buru-buru berbicara untuk meredam emosi Tian Zhi.


Tian Zhi pun melihat penatua Bing Fung dengan sorot mata tajam, dan membuat penatua Bing Fung bergidik ngeri. "Kekuatan apa ini!!" batin penatua Bing Fung saat dia kesulitan bernafas.


"Tol--tolong, tarik kekuatan Anda!!" sekali lagi penatua Bing Fung memohon.


Segera Tian Zhi menarik bola energi dan auranya, seketika semua orang bernafas lega dan segera berhamburan menjauhi Tian Zhi. Kemudian, penatua Bing Fung terbang untuk menghampiri Tian Zhi.


"Siapa pelakunya, dan aku pastikan hari ini pelakunya berserta keturunannya musnah!" bentak Tian Zhi.


Penatua Bing Fung syok dengan perubahan tempramental Tian Zhi setelah menghilang selama dua tahun lebih, dia segera menenangkan dari rasa takutnya dan mulai berbicara.


"Lebih baik kita berbicara di tempat lain agar lebih nyaman!" pinta penatua Bing Fung, dia sedang mengulur waktu untuk membuka pembicaraan awal dengan baik.


"Tidak! Katakan, siapa yang menghancurkan villa ku dan kemana semua semua wanita beserta anak buah ku?" tolak Tian Zhi yang masih bisa mengontrol emosi.


"Baiklah, saya akan ceritakan yang sebenarnya, tapi saya mohon Grand Master Tian Zhi tidak terburu emosi...!" penatua Bing Fung sekali lagi memohon.


"Semua kejadian ini bermula setelah dua bulan menghilangnya Anda..., " penatua Bing Fung pun mulai bercerita.


*****


Setelah menghilangnya Tian Zhi, muncul dua orang berjubah hitam yang misterius di Kota Donggi, tujuan kedua orang itu mencari keberadaan Tian Zhi, entah apa keinginan mereka, dan penatua Bing Fung tidak mengetahuinya.


Selama beberapa bulan tidak menemukannya, kedua orang itu akhirnya mendatangi villa nya secara terbuka dan tidak lagi sembunyi-sembunyi, hanya saja mereka tidak pernah melepaskan jubah penyamaran.


Mereka berdua mendesak semua wanita dan anak buah Tian Zhi untuk menunjukkan keberadaan orang yang mereka cari, namun semua wanita dan anak buah Tian Zhi jelas tidak mengetahuinya.


Kedua orang misterius itu pun pergi dengan meninggalkan ancaman, jika semua wanita dan anak buahnya tidak memberitahukan keberadaan Tian Zhi dalam satu bulan ini, maka mereka akan membunuh semua orang yang menjadi kepercayaan Tian Zhi.


Dengan ancaman itu, jelas membuat semua orang ketakutan, sehingga dua penatua dari Paviliun Pill Surga secara sembunyi-sembunyi membawa kabur semua wanita dan anak buahnya saat malam hari.


Mengetahui jika semua orang kepercayaan Grand Master Tian Zhi kabur tanpa terdeteksi kedua orang misterius itu, mereka menghancurkan villa dan anehnya walau mereka marah, kedua orang itu tidak berniat menghancurkan Kota Donggi.


Namun, Nobel Li Jiancheng melalui mata-matanya mengetahui kemana arah pelarian semua wanita dan anak buahnya, dia segera memberitahukan kepada kedua orang misterius itu dengan imbalan keping emas.


Segera kedua orang misterius itu mengejar semua orang kepercayaan Tian Zhi menuju Kerajaan Jun, tapi mereka telah kehilangan jejak semua orang, sebab mereka berdua dihadang oleh seseorang yang juga menggunakan jubah penyamaran.


Ketiga orang misterius itu bertarung dengan hebat di perbatasan Kerajaan Jun dan Kerajaan Xiang selama seharian, dan untung saja sosok yang menghadang berhasil membuat salah satu sosok misterius terluka.


Hingga akhirnya kedua sosok misterius itu kabur menuju Ibukota Xiang untuk mendapatkan dukungan dari Raja Xiang. Setelah itu, sosok misterius mengendalikan Kerajaan Xiang, tapi hanya dibalik bayang-bayang sambil terus mencari keberadaan Tian Zhi.


Ya, kedua sosok itu menggunakan kekuatan Kerajaan Xiang untuk mencari Grand Master Tian Zhi di seluruh Benua Awan Timur, namun sudah lebih dari setahun pencarian, Tian Zhi tidak pernah muncul maupun ada kabar beritanya.


Karena kesal tidak menemukan Tian Zhi, akhirnya Kerajaan Xiang membuat skema licik, mereka membuat nama Tian Zhi buruk dengan mengatakan jika telah membunuh tiga Marquis, dua Viscount dan termasuk Kaisar Pill.


Dengan fitnah itu, jelas membuat Kerajaan Mu marah dan bekerjasama dengan Kerajaan Xiang untuk mengeluarkan dekrit Kerajaan, yang isinya; siapapun yang menemukan, membunuh dan termasuk seluruh anak buah Grand Master Tian Zhi, maka hadiah yang diterima sebesar seratus juta keping emas.


Untuk setiap kepala wanitanya Grand Master Tian Zhi, dihargai satu juta keping Emas, dan setiap anak buahnya, dihargai lima ratus ribu keping Emas. Dengan keluarnya dekrit Kerajaan Xiang dan Kerajaan Mu, maka secara otomatis membuat banyak praktisi beladiri memburu Tian Zhi dan seluruh orang kepercayaannya.


Kerajaan Jun yang menjadi petunjuk terakhir arah pelarian semua orang kepercayaan Grand Master Tian Zhi, menjadi sibuk dengan kedatangan banyak praktisi beladiri, dan karena tidak ingin menjadi musuh banyak kekuatan, Raja Jun mengijinkan siapapun untuk mencari keberadaan buruan mereka di wilayah Kerajaan Jun.


Penatua Bing Fung juga tidak mengetahui dimana keberadaan semua wanita dan anak buahnya, tapi yang membuat kebingungan penatua Bing Fung, Paviliun Pill Surga di Kota Donggi telah berganti kepemimpinannya, padahal dua penatua lama masih aktif setelah membantu pelarian bagi orang kepercayaan Grand Master Tian Zhi.


Akhirnya dua penatua itu menghilang setelah diberhentikan sepihak oleh pemilik Paviliun Pill Surga, yang juga merupakan sosok yang misterius.


Setelah dekrit Kerajaan keluar, keberadaan Tian Zhi dan orang kepercayaan tidak pernah ditemukan, hingga lambat laun dekrit Kerajaan telah dilupakan oleh para praktisi beladiri. Hingga saat ini, semua orang juga tidak pernah menemukan satupun orang kepercayaan Grand Master Tian Zhi, benar-benar menghilang seperti tersapu angin.


*****


Tian Zhi mengambil nafas dalam dan menghembuskan secara kasar, dari kedua matanya keluar cahaya hitam dan putih. Penatua Bing Fung yang melihatnya jelas ketakutan hingga membuat bergerak mundur.


Kemudian, kedua mata Tian Zhi melihat Balai Kota Donggi dengan tangan tangan menunjuk. Lalu Tian Zhi memusatkan seluruh kekuatannya dari jari telunjuk dan keluar serat-serat petir.


(Gemuruh)


Suara gemuruh terdengar di seluruh Kota Donggi, siang hari tiba-tiba menjadi gelap, semua penduduk yang bersembunyi semakin ketakutan saat melihat awan hitam berkumpul di wilayah Kota Donggi.


Nobel Li Jiancheng yang sedari tadi bersembunyi segera keluar dari Balai Kota Donggi, ketika tempat kediamannya menjadi panas, dia syok melihat sosok orang yang telah lama menghilang muncul kembali.


Nobel Li Jiancheng langsung berlutut memohon ampunan, saat melihat jari telunjuk Tian Zhi mengeluarkan energi petir yang mengerikan.


"Gawat!! Grand Master Tian Zhi, tolong jangan musnahkan seluruh penduduk Kota Donggi, ini hanya keserakahan satu orang saja!" penatua Bing Fung meminta belas kasihan bagi penduduk yang tidak bersalah.


Zrett.... Cetarrr... Boom💥...


Petir menggelegar dan menyambar Balai Kota Donggi hingga menjadi debu, suaranya sangat memekakkan telinga siapapun yang mendengarnya. Nobel Li Jiancheng seketika menjadi hangus dan tubuhnya tersebar menjadi abu.


Penatua Bing Fung hanya meratapi nasib sial Nobel Li Jiancheng yang mati tanpa tubuh dimakamkan, dia geleng-geleng dan sudah berusaha meredam emosi Tian Zhi.


Beruntung Tian Zhi hanya memusnahkan Balai Kota Donggi beserta pemimpinnya, walaupun sebagian gedung dan rumah penduduk terkena imbasnya.


"Mulai saat ini, penatua Bing Fung yang akan memimpin Kota Donggi ... Dan aku, Tian Zhi akan melindunginya. Siapapun yang melawan perintahnya ... Dia akan bernasib sama seperti Li Jiancheng!!"


Suara Tian Zhi menggelegar di seluruh penjuru wilayah Kota Donggi dan tidak ada yang berani membantahnya. Lalu Tian Zhi melihat penatua Bing Fung.


"Pimpinan Kota Donggi dengan baik!" perintah Tian Zhi kepada penatua Bing Fung dan menghilang setelahnya.