
Chapter 104. Pria Tua Misterius.
Tian Zhi melihat banyak pedagang yang mengelar kain sebagai alas barang yang dijual. Mata Tian Zhi selalu bergerak ke kiri dan ke kanan mencari sesuai yang menarik.
Lalu, dia menghampiri salah satu pedagang yang menjual banyak botol giok, dia ingin membelinya untuk tempat pil yang memang miliknya hampir habis.
"Paman, berapa satu botol giok ini?" tanya Tian Zhi setelah dia berjongkok dan memegang satu botol giok.
Tian Zhi melihat pria tua sedang tidur miring dengan tangan kanan menyangga kepalanya. Tinggi badan 220 meter, sangat tinggi bagi ukuran penduduk Benua Peri, rambut panjang yang sudah memutih dan jenggot menjuntai berwarna putih, kedua rambut alis juga putih.
Tian Zhi melihat pria tua itu terlihat tidak berkultivasi, tampak lemah. Tapi Tian Zhi meyakini pria tua di hadapannya sangatlah kuat, dan juga tidak mungkin berada di lingkungan keras jika tidak memiliki kekuatan.
Pria tua itu membuka mata kanannya untuk melihat Tian Zhi dan kembali memejamkan mata, dia menjawab:
"1 koin emas. "
Tian Zhi mengunci alisnya saat tahu harganya sangat mahal dari biasanya, umumnya berharga 100 koin perak per botolnya.
Namun, dia menyadari jika saat ini berada di Hutan Peperangan dan hanya ada satu kota.
"Baiklah, aku beli semuanya. "
Tian Zhi mengambil satu Batu Roh dan meletakkan di depan pria tua itu, dia mengambil semua botol giok sesuai dengan harga Batu Roh. Berhubung masih kurang dengan seharga Batu Roh, Tian Zhi yang akan meminta menjadi diam, saat pria tua itu melambaikan tangannya dan keluar banyak botol giok di atas alas kain dagangan.
(1 Batu Roh \= 1.000 koin emas)
Dugaan Tian Zhi benar jika pria tua itu sangat kuat, untung saja dia tidak menawar harga dan menyinggung perasaan pria tua itu.
Tian Zhi segera mengambil semua botol giok dan menyimpan di dalam cincin dimensi.
Disaat akan berdiri, Tian Zhi terkejut saat pria itu melambaikan tangan lagi dan keluar banyak kulit kayu Kuno berbagai pola acak. Dengan penasaran, Tian Zhi memeriksa semua kulit kayu kuno.
"Paman, apa kegunaan kulit kayu kuno ini?" tanya Tian Zhi yang memang tidak tahu, dia hanya merasakan aura positif dari setiap kulit kayu kuno.
Tanpa membuka mata, pria tua itu berbicara:
"Hidup dikendalikan oleh seseorang itu tidaklah menyenangkan!"
Ucapan pria tua itu membuat Tian Zhi kebingungan, dia melihat sekitarnya dan tidak menemukan orang yang diajak bicara. Karena yakin yang diajak bicara dirinya, Tian Zhi pun bertanya:
"Apa maksudnya paman, aku tidak mengerti?"
"Jelas kamu tidak mengerti, kamu hanyalah boneka bagi keegoisan mereka. Niat mereka baik agar kamu bisa dengan cepat menjalani siklus samsara. Tapi, dengan ikut campur-nya mereka, sama saja menghambat perkembangan jiwamu!" jawab pria tua itu.
Jelaslah Tian Zhi makin bingung, selama ini dia tidak merasa dikendalikan oleh siapapun, apapun yang dia lakukan merupakan kehendaknya sendiri.
Dia juga berpikir; apakah hidupnya saat ini sedang menjalani siklus samsara? Jika memang benar telah menjadi boneka, siapa yang mengendalikannya?
"Maaf Senior, saya benar-benar tidak tahu maksudnya. Tolong perjelas lagi! " pinta Tian Zhi yang kini lebih sopan, panggilan nama juga berubah, dan juga ada penekanan dalam berbicara.
"Awalnya aku tidak ingin turun, tapi berhubung mereka berbuat sesuka hati, mau tidak mau aku ikut campur. Perbuatan mereka tanpa disadari telah melawan siklus samsara, itu tidak baik bagi perkembangan-mu dan juga siklus kehidupan disekitarnya! Aku bisa membantumu, tapi kita buat kesepakatan dulu!" jawab pria tua itu dan makin membuat Tian Zhi tidak mengerti.
Tian Zhi menghela nafas, sebab ucapan pria tua itu makin tidak karuan. Tanpa tahu apa maksudnya dan sudah ingin membuat kesepakatan, jelas Tian Zhi menganggap pria tua itu hanya asal bicara dan berniat memanfaatkan dirinya.
"Berapa harga kulit kayu kuno ini? " tanya Tian Zhi yang ingin mengalihkan pembicaraan.
"Kedua wanita itu dari awal menyukaimu, tapi, dasar sifat wanita naif, selalu saja membuat perhatian dengan cara yang salah...!" jawab pria tua itu, tanpa sekalipun membuka matanya.
Jawaban pria tua itu membuat Tian Zhi menepuk kening dan geleng-geleng, dia heran dengan pola pikir orang di depannya ini, ditanya A dijawab B, ucapannya juga tak jelas, apalagi jawabannya yang tampak asal.
Karena fokus pada pria tua itu, Tian Zhi tidak memperhatikan sekitarnya, jika wanita yang dimaksud oleh pria tua itu adalah He Hua dan Miao Jiang, yang sedang berjalan mendekatinya, dibelakangnya ada Long Quan dan Huang Liao yang seperti pengawal.
"Kenapa kamu lari? Apa benar kamu mendapatkan Katak Naga Keberuntungan?"
Tian Zhi yang kaget langsung melompat dan menjauh saat mendengar suara He Hua, dia menatap tajam ke arah Peri Bersaudari.
Dia akhirnya tahu siapa wanita yang dimaksud oleh pria tua ini.
Disaat Tian Zhi melihat ke arah pria tua itu kembali, dia terkejut tidak melihatnya lagi.
Tian Zhi mengedarkan pandangan untuk mencari pria tua itu, sayangnya tidak diketemukan, bahkan barang dagangannya juga ikut menghilang.
"Siapa pria tua ini! " gumam Tian Zhi yang masih mencari pria tua itu yang membuatnya penasaran.
He Hua dan Miao Jiang seketika raut wajah cantik berubah menjadi merah saat mengira Tian Zhi sedang berbicara kepadanya, mereka menjadi marah di bilang pria tua.
Wajah cantik dan diburu banyak pria di manapun berada, bagaimana mungkin bisa berubah menjadi pria tua, jelas mereka marah.
"Kamu ... Kamu ... Matamu buta! Hah! " kemarahan He Hua sehingga saat berbicara terbata-bata dengan suaranya gemetaran.
Melihat kesempatan, Long Quan dan Huang Liao maju di depan Peri Bersaudari, saat inilah kesempatan mereka untuk menjadi pahlawan.
"Kurang ajar, mencari kematian?! " geram Long Quan sambil menunjuk wajah Tian Zhi.
Tian Zhi jelas kebingungan, kenapa mereka menjadi marah. Karena tidak tahu apa salahnya, Tian Zhi mulai tersulut emosinya, dia tanpa banyak bicara segera menghilang dengan berubah menjadi udara.
"Sialan, dia lolos lagi?! " teriakan Long Quan sangat keras, seketika membuat perhatian dari para peserta dan pedagang disekitarnya.
Peri Bersaudari menjadi waspada dan mencari keberadaan Tian Zhi, demikian juga kedua dua pria pemujanya.
"Jika kalian ingin mati, keluar! Aku berada di sisi Utara di dekat hutan" teriakan Tian Zhi sangat keras hingga terdengar di seluruh Kota Peristirahatan.
Semua orang juga ikut mencarinya, tapi tidak menemukan Tian Zhi, segera Long Quan dan Huang Liao menuju sisi Utara Kota Peristirahatan dan disusul banyak orang.
Kemudian, tiba-tiba pria tua itu muncul lagi tanpa diketahui oleh Peri Bersaudari, dengan posisinya yang tetap sama, tidur miring.
"Dia berbicara kepadaku ... Kalian telah membangkitkan monster di hatinya, " kata pria tua itu, dengan sengaja telah membuat Tian Zhi mengeluarkan sifat asli yang sebenarnya, dengan menggunakan Peri Bersaudari sebagai alat pemicunya.
He Hua dan Miao Jiang melihat segera pria yang berbicara kepadanya, dan melihat pria tua itu memejamkan mata sambil tersenyum.
Akhirnya Peri Bersaudari menyadari jika salah berprasangka buruk kepada Tian Zhi.
"Tidak baik, ayo kita cegah dia! " ajak He Hua yang merasakan pernah melihat peristiwa yang mengerikan setelah pria tua itu berbicara.
He Hua dan Miao Jiang segera terbang sangat cepat menuju ke Utara Kota Perbatasan. Pria tua itu pun membuka matanya dan tersenyum lagi.
"Walaupun kalian menghapus ingatan cucuku, tetap saja alam bawah sadarnya menyimpan kenangan dan apapun yang dia alami."
Pria tua itu menghilang setelah bergumam tentang Dewi Cahaya dan seseorang yang selalu mengontrol Tian Zhi. Pria tua itu tidak terima jika Tian Zhi yang dianggap cucunya dijadikan boneka oleh pihak lain.
Entah siapa pria tua itu?
Apa hubungannya dengan Tian Zhi?
Lalu siapa yang mengontrol Tian Zhi sehingga Dewi Cahaya hanya bisa mematuhinya?
Lalu siapa Dewi Cahaya dan Yuke?