
Chapter 223. Pertarungan Di Gunung Lengshan.
...****************...
Awan hitam menghilang ketika Tian Zhi dibawa oleh Gate Ancient Lightning, dan alam sekitarnya menjadi tenang kembali. Namun, ketenangan itu tidak berlangsung lama, sebab kemunculan Bocah Tua yang ingin merebut Pil Penyembuh Dantian jelas memicu kemarahan Master Tao dan Xu Lian, mereka berdua langsung menyerang si Bocah Tua.
He Hua, Meyleen, Yu Bao, Zhi Yinping, Qing Huan, Duke Qing Fei dan banyak orang yang melindungi Master Tian ikut marah, mereka berkerjasama untuk menangkap si Bocah Tua.
Namun, si Bocah Tua yang memiliki kekuatan Sang Void level tiga puluh jelas tidak takut dengan banyak orang yang mengeroyoknya, dia tertawa mengejek sambil melambaikan tangan kanan dan kiri untuk menangkis segala serangan.
Boom... Boom...
Ledakan terus terdengar berkali-kali, ketika serangan energi ditangkis oleh Bocah Tua, tak ada satupun serangan yang mampu melukainya, bahkan sesekali menatap kecantikan istri Master Tian yang mengalahkan pesona Zhi Yinping.
He Hua, Meyleen dan Yu Bao risih saat merasakan tatapan mesum si Bocah Tua, seakan-akan tubuhnya sedang dinikmati dengan bebas dan membuat ketiga wanita itu semakin marah.
"Kalian semakin cantik jika marah! Hahaha!" goda Bocah Tua sambil menangkis serangan banyak kekuatan, "ikutlah denganku dan pasti aku akan puaskan kalian!" sambungnya dan kembali tertawa terbahak-bahak.
"Tak tahu malu!? Perilaku mu tidak mencerminkan seseorang seperti pertapa!?" bentak He Hua sambil senjata kipasnya di lambaikan, lalu keluar bulu-bulu Angsa dan melesat ke arah si Bocah Tua.
Bocah Tua tertawa dan sekali lagi melambaikan tangan kirinya untuk menangkis serangan energi spiritual yang berbentuk bulu-bulu Angsa. Kesenjangan kekuatan si Bocah Tua dan semua orang yang menyerangnya sangatlah jauh. Bagi Bocah Tua, serangan mereka hanyalah permainan anak-anak.
Meyleen makin marah, dia mengayunkan pedang kembarnya ke arah Bocah Tua, keluar dari pedang kembarnya sinar yang berbentuk sabit dan melesat dengan sangat cepat. Yu Bao juga tidak tinggal diam, dia melepaskan pukulan jarak jauh yang berubah menjadi seekor Rubah ekor sembilan.
Bocah Tua yang tahu jika Yu Bao adalah Ras Rubah seketika kedua matanya berbinar-binar, sebab baginya Ras Rubah ekor sembilan sangat besar manfaatnya untuk meningkatkan kekuatan. Dia menangkis serangan mereka berdua dengan lambaian tangan kanan, dan suara "Boom" sekali lagi terdengar keras.
Bocah Tua langsung melesat ke arah Yu Bao untuk menangkapnya. Namun Master Tao dan Xu Lian terlebih dahulu menyerang dan membuatnya terhenti serta menangkis serangan mereka berdua.
"Lindungi istri Master Tian!" perintah Master Tao yang tahu niat buruk si Bocah Tua.
Segera Duke Qing Fei dan banyak orang terbang dengan cepat dan berdiri di depan He ketiga istri Tian Zhi.
Di Kota Jalur Sutra, Sun Yao berdiri di Balai kota dan melihat Kesengsaraan Petir hingga pertarungan sengit di Gunung Lengshan, dia dan pasukannya telah siap untuk bergerak jika diperintahkan oleh He Hua.
Tidak hanya Sun Yao saja yang ada di Kota Jalur Sutra, ternyata Miao Jiang, Pasukan Phoenix dan pasukan binatang juga telah berkumpul, bahkan senjata utama Kapal Perang Kaisar Api Asyura telah mengunci tubuh si Bocah Tua. Guam Liem dan ayahnya juga mengikuti, mereka ingin tahu apa yang akan terjadi dengan Kekaisaran Qing.
"Kenapa kak He Hua tidak segera memerintahkan kita untuk bergerak?" tanya Zhu Rong yang tidak sabaran untuk meledakkan tubuh si Bocah Tua.
Semua istri Tian Zhi memanggil He Hua dengan sebutan kakak tertua disaat tidak berada di istana maupun ditempat umum,
"Kakak sedang menunggu suami kita kembali dari Gate Ancient Lightning, dia ingin suami kita menjadi marah dan menunjukkan kekuatan sebenarnya di Alam Mahadewa!" jelas Miao Jiang yang telah mengetahui tujuan He Hua.
Sebelum He Hua datang ke Kota Qingshan, dia telah berdiskusi dengan saudari-saudarinya perihal rencana Tian Zhi yang ingin menghancurkan perekonomian Kekaisaran Qing dan Kerajaan Air. Baginya, metode suaminya terlalu lambat dan juga membutuhkan waktu serta sumber daya yang besar. Jadi, He Hua memutuskan untuk menunjukkan kekuatan suaminya di Alam Mahadewa dengan mengeluarkan Api Suci Petir Asyura dan Skill 10.000 Tubuh Ganda.
Setelah membuat penghuni Alam Mahadewa takut dan juga hormat kepada Tian Zhi, maka akan mudah meningkatkan popularitas Kerajaan Guang. Secara otomatis, penduduk dan kultivator akan kembali serta memberikan dukungannya kepada Keluarga Besar Guang.
Zhu Rong dan semua wanita mengangguk paham tujuan He Hua yang tidak mengandalkan mereka terlebih dahulu.
"Paman bertiga, lindungi ratu!" perintah Miao Jiang kepada ketiga jenderalnya, dia melihat banyak orang yang kewalahan menghadapi Bocah Tua dan juga tidak ingin kakaknya terluka sedikitpun.
"Dengan senang hati, Yang Mulia Ratu!" jawab Sun Yao yang tidak sabaran untuk mengalahkan si Bocah Tua.
Segera Sun Yao, Ma Xiu dan Hei Bao terbang dengan sangat cepat ke arah Kota Qingshan. Jian Nuwa yang paling kuat di antara semua wanita, tangannya sudah gatal.
"Biarkan aku menyusul mereka!" pinta Jian Nuwa kepada Miao Jiang.
"Jangan dulu, lihat situasinya! Jika ketiga paman tidak mampu mengulur waktu, baru kita bergerak!" tolak Miao Jiang yang tidak ingin merusak rencananya.
Sun Yao yang sudah dekat dengan Gunung Lengshan, segera mengayunkan tongkatnya yang berubah menjadi raksasa, sebelum Bocah Tua memberikan serangan untuk pertama kalinya.
Swosh...
He Hua dan semua orang yang bertarung dengan Bocah Tua terkejut, saat melihat tongkat raksasa melesat di atas kepala dan mengarah ke Bocah Tua.
Bocah Tua yang paling syok saat dirinya menjadi target serangan tongkat raksasa, dia langsung memukul ujung tongkat dengan kepalan tangan kanan.
Boom...
Ledakan benturan tongkat dan kepalan tangan si Bocah Tua sangat keras. Tongkat itu bergetar hebat dan Bocah Tua mundur beberapa puluh langkah.
Tawa Sun Yao sangat nyaring dan muncul di depan semua orang bersama Ma Xiu dan Hei Bao. Tongkat milik Sun Yao kembali seperti semula dan diletakkan di bahunya.
"Baru segitu sudah mundur, pondasi mu sangat lemah!" ejek Sun Yao kepada Bocah Tua yang memang fisiknya tidak sebanding dengan basis kultivasi.
Berbeda jauh dengan Sun Yao dan kedua sahabatnya yang telah meningkat kekuatan fisik saat berada di Dunia Jiwa. Senjata tongkat tingkat Dewa juga telah ditingkatkan hingga menjadi Artefak Bintang Lima tahap puncak oleh Dewa Binatang dan mampu mengikuti kekuatan Sun Yao.
"Cih!!" Bocah Tua meludah dengan hinaan si Kera Emas, "lemah!" balasnya yang tidak mau kalah dibilang lemah juga, dia melihat kekuatan Sun Yao hanya jauh dibawahnya.
Ma Xiu membalikkan badan dan sedikit membungkuk kepada He Hua. "Yang Mulia Ratu, harap mundur. Biar kita yang melawan dia!" pintanya kepada He Hua.
He Hua, Meyleen dan Yu Bao segera mundur untuk memberikan ruang bagi pertarungan setingkat Sang Void. Semua orang yang awalnya tercengang dengan status ketiga istri Master Tian dan segera ikut mundur.
"Ketiga semut, maju!" tantang Bocah Tua yang tidak takut dengan Sun Yao dan sahabatnya.
Ma Xiu segera maju paling depan untuk menjadi perisai bagi Sun Yao dan Hei Bao, sebab fisiknya yang paling kuat. Mereka bertiga segera mengaktifkan Jirah Perang Bersayap dan kekuatan melejit hingga tiga level.
Bocah Tua tercengang hingga mulut terbuka lebar, dia tidak menyangka lawannya memiliki jirah perang yang memiliki sayap. Tidak hanya Bocah Tua saja yang tercengang, semua orang juga takjub melihatnya.
He Hua, Meyleen dan Yu Bao awalnya terkejut, tapi langsung berubah menjadi cemburu dengan ketiga jenderalnya yang memiliki Jirah Perang Bersayap.
"Suami kita tidak adil dengan memberikan mereka jirah perang!" gerutu He Hua.
"Humph! Setelah dia kembali, aku akan minta seperti milik mereka!" sahut Meyleen.
"Jika tidak mau... Hmm! Kita buat dia tersiksa!" ancam Yu Bao dengan gerakan memegang erat tongkat kebanggaan Tian Zhi, dia dan semua orang masih melihat kehebatan tiga jenderal binatang.
"Jika itu mau mu, Kakek jelek!!" ejek Sun Yao yang menerima tantangan Bocah Tua, dia mengacungkan tongkat dengan gerakan memutar-mutar.
Ma Xiu menggunakan tombak bermata dua dan Hei Bao menggunakan pedang Dao (sejenis dengan Golok atau saber). Ma Xiu segera terbang dengan cepat dan lebih cepat dari sebelumnya. Lalu diikuti oleh Sun Yao yang terbang ke kiri dan bermanuver sambil mengayunkan tongkatnya ke arah Bocah Tua. Sedangkan Hei Bao terbang sedikit memisahkan diri untuk memberikan serangan dari sisi kanan. Serangan mereka bertiga disebut Formasi Trisula Attack.
Bocah Tua terkejut dengan kecepatan ketiga lawannya, dia bergerak mundur sambil mengeluarkan senjata pedang, dan menebaskan pedangnya kepada Ma Xiu yang paling dekat. Namun, tongkat Sun Yao terlebih dahulu melesat ke arahnya.
Boom...
Lengan kanan Bocah Tua terkena hantaman ujung tongkat yang berubah menjadi raksasa hingga membuatnya terpental ke kiri. Hei Bao yang berada di sisi kiri segera melepaskan tebasan pedang Dao nya yang mengeluarkan energi.
Bocah Tua segera menangkis serangan Hei Bao, tapi dihalangi oleh Ma Xiu yang menghunuskan tombaknya ke arah jantungnya.
Gerakan ketiga jenderal binatang sangat cepat dan sulit diikuti oleh mata Dewa. He Hua dan kedua saudarinya makin iri melihat jenderal di istimewa oleh suaminya.
"Lihat... Formasi mereka tidak kita miliki!" sungut He Hua, sambil memperhatikan pertarungan Bocah Tua yang kewalahan melawan ketiga jenderalnya.
Tiba-tiba Tian Zhi muncul dibelakang ketiga istrinya, dan menempel jari telunjuk di bibirnya agar semua orang tidak bersuara.
"Kak, kan kamu sedang hamil muda... Buat kejutan bagi suami kita, lalu minta hadiah yang dimiliki mereka!" saran Yu Bao dengan suara lirih.
Tian Zhi yang mendengar ucapan Yu Bao seketika kegirangan dengan memeluk pinggang He Hua. "Sejak kapan kamu hamil?" tanyanya kepadanya.
"Suami!!" seruan He Hua, Meyleen dan Yu Bao secara serempak memeluk Tian Zhi.
Tian Zhi tertawa bahagia yang sebentar lagi menjadi seorang ayah. Kebahagiaan mereka dilihat banyak orang yang ikut bahagia. Kecuali Zhi Yinping dan Qing Huan yang cemburu tidak menjadi bagian keluarga besar Tian Zhi. Terutama Xu Lian yang menatap ketiga wanita Master Tian dengan rasa iri.
He Hua memeluk Tian Zhi dengan manja, lalu berkata, "sudah empat belas hari aku hamil. Aku minta hadiah seperti yang dimiliki ketiga paman... Tidak hanya aku, tapi semua saudariku juga harus memilikinya!"
Tian Zhi tertawa dan mengacak-acak rambut He Hua dan melihat pertarungan ketiga jenderalnya. "Belum jera juga dia!" geramnya.
"Dia melecehkan kita!" sahut Yu Bao yang mengadu kepada Tian Zhi.
Tian Zhi jelas marah setelah mendapatkan pengaduan dari istrinya, seketika dia berteleportasi dan muncul dibelakang Bocah Tua.
"Mati!!" Teriakan Tian Zhi dengan kepalan tangan yang terfokus di kepala si Bocah Tua.
Bocah Tua yang merasakan kehadiran seseorang dari belakang jelas kaget. Sayangnya, dia terlambat menghindari pukulan Tian Zhi dan "Boom...!!"
Kepala Bocah Tua terhantam kepalan tangan Tian Zhi, hingga dirinya menabrak tanah hingga membentuk sebuah kawah. Tian Zhi langsung mengeluarkan Kendi Arak Ilahi untuk menyerap tubuh si Bocah Tua.