
Chapter 101. Katak Naga Keberuntungan.
Tian Zhi telah masuk ke dalam wilayah Hutan Peperangan, dia melihat sekelilingnya dan tidak menemukan siapapun, bahkan He Hua dan Miao Jiang yang masuk bersamaan tidak dia lihat, tampaknya benar yang dikatakan oleh Ketua Wei Yang, peserta kirim secara acak saat melewati pintu masuk Formasi.
Hutan Peperangan sama seperti pada umumnya, hanya saja aura kematian cukup pekat, membuat bulu kuduk merinding, dada terasa sesak saat menghirup udara. Namun, bagi Tian Zhi tidak ada pengaruhnya karena faktor garis darahnya, Rasa Asyura.
Di dalam hidupnya saat ini, Tian Zhi tidak pernah menunjukkan garis darahnya, sebab Ras Asyura sangat dibenci oleh penduduk Benua Peri, karena dianggap pembawa bencana dan kesialan bagi yang mendekati.
"Dimana mencari Token Giok-nya! " gumam Tian Zhi sambil memeriksa sekitarnya dengan Mata Dewa, namun tidak menemukan Token Giok, seakan-akan Mata Dewa tidak diperbolehkan untuk digunakan.
Akhirnya mau tidak mau, Tian Zhi berjalan pelan sambil mencari. Setelah beberapa saat Tian Zhi melihat cahaya berkedip yang sengaja disembunyikan dengan Formasi di lubang pohon.
Dengan wajah gembira dia langsung menghancurkan Formasi dengan mudah, dan menemukan satu Token Giok berwarna hijau. Jika Tian Zhi bukan seorang ahli Formasi Array, dia akan kesulitan menemukannya.
Dia ambil Token Giok dan secara otomatis masuk ke dalam cincin dimensi pemberian Feng Zixuan.
Kembali Tian Zhi berjalan dan setelah beberapa ratus meter dia menemukan lagi di bawah tanah yang tertutupi ranting. Seperti sebelumnya Token Giok tertutup Formasi.
Tian Zhi menghela nafas berat, sebab untuk menjadi juara pertama tidaklah mudah dengan mencari Token Giok, apalagi geografis Hutan Peperangan sangat luas dan banyak sekali pegunungan, bukit, lembah, sungai dan masih banyak lagi kendalanya.
Selain itu, dia baru mengikuti kompetisi Asyura Path dan tidak mengenal Hutan Peperangan. Yang dia tahu dari obrolan para peserta sebelum masuk, ada sebuah tempat untuk beristirahat bagi peserta, tempat transaksi jual beli barang yang ditemukan di Hutan Peperangan.
Disaat Tian Zhi berjalan sambil mencari Token Giok, dia mendengar suara seekor katak yang melengking, dengan penasaran karena suara katak yang aneh, Tian Zhi mencari sumber suara katak.
Akhirnya Tian Zhi sampai di sumber suara dimana dia melihat Danau yang dikelilingi oleh banyak peserta. Para peserta itu mengepung katak berwarna merah emas.
Katak merah emas itu mengigit satu koin emas, dan menelannya tanpa kuatir mati, memiliki dua tanduk, ekor panjang dan ujungnya menyerupai sirip, orang mengenalnya Katak Naga Keberuntungan.
Sangatlah langka, keunikannya sesuai nama, mampu mencari benda berharga seperti emas, emas merupakan favoritnya dan dianggap paling berharga daripada Batu Roh.
Asal-usul Katak Naga Keberuntungan.
Dalam cerita rakyat Benua Peri, katak Naga Keberuntungan yang legendaris diperkirakan memiliki kemampuan untuk menghasilkan koin emas dan perak dari mulutnya. Konon katanya, Katak Naga Keberuntungan ini hidup di bulan bersama Dewa Koin.
Ada berbagai kisah lain yang diceritakan tentang katak Naga Keberuntungan. Ada satu cerita, dimana Dewi Bulan berubah menjadi katak akibat mencuri ramuan keabadian dari pasangannya. Dongeng lain menjelaskan bahwa gerhana bulan adalah hasil dari katak Naga Keberuntungan yang menelan bulan.
"Jangan sampai lepas Katak Naga Keberuntungan! " perintah salah satu pemimpin tim kepada anggotanya.
Pemimpin itu tidak lain adalah He Hua dan Miao Jiang. Karena kepopulerannya, Peri Bersaudari dengan cepat mendapatkan anak buah tanpa susah payah merekrutnya.
"Jika kalian mampu menangkapnya, aku akan beri satu Buah Suci tingkat Bumi," kata Miao Jiang semakin membuat para peserta bersemangat.
Segera banyak peserta melompat ke dalam Danau dan berlomba-lomba menangkap Katak Naga Keberuntungan. Katak Naga dengan gesit menghindari kecepatan tangan dari orang yang ingin menangkapnya, dia masuk ke dalam air dan muncul di kejauhan.
Sedangkan Tian Zhi hanya menonton saja dengan bersandar pada batang pohon sambil melipatkan kedua tangannya, dia sedang mencari kesempatan untuk menangkap Katak Naga Keberuntungan.
He Hua yang merasakan kehadiran Tian Zhi segera membalikan badan dan menyenggol Miao Jiang dan berbisik:
"Dia disini! "
Miao Jiang membalikkan badan dan melihatnya, dan berkata:
"Aneh, kenapa dia tidak tertarik dengan Katak Naga Keberuntungan! "
"Mungkin mencari kesempatan, kita lihat saja!" jawab He Hua dan kembali melihat anak buahnya yang masih mengejar Katak Naga.
Katak Naga telah tersudut di tengah Danau dan semua orang mengalirkan energinya untuk membuat perisai agar Katak Naga tidak bisa lolos lagi.
Disaat dua orang masuk ke dalam perisai energi, Katak Naga melompat berniat melewati kedua orang tersebut. Namun Katak Naga merasakan kehadiran seseorang yang tidak kelihatan di sampingnya, sayangnya Katak Naga terlambat mengantisipasi dan Tian Zhi berhasil menangkapnya tanpa terlihat oleh siapapun.
Sontak semua orang kaget melihat Katak Naga tiba-tiba menghilang setelah melompat. Demikian juga dengan He Hua dan Miao Jiang, mereka berdua segera melihat ke tempat Tian Zhi bersandar dan sudah tidak melihatnya lagi.
"Sialan! Pasti dia! " umpat He Hua dengan suara rendah dan di anggukan oleh Miao Jiang.
Jelas He Hua kesal, sebab Katak Naga Keberuntungan juga mampu mencari Token Giok, dan memang Katak Naga telah disediakan oleh gurunya untuk mempermudah mereka mengumpulkan Token Giok.
"Bagaimana cara dia melakukannya? " tanya Miao Jiang yang tidak tahu metode apa yang digunakan Tian Zhi saat menangkap Katak Naga.
"Aku tidak tahu! Perintahkan mereka untuk berhenti mencari Katak Naga, dan buru orang itu! Dan aku tidak mau kalah dengannya! " perintah He Hua dengan memendam rasa kesalnya.
He Hua yang telah menantang Tian Zhi jelas tidak mau dikalahkan, kekalahannya akan membuat harga dirinya jatuh, ditertawakan banyak orang dan yang pasti dia tidak ingin kehilangan Buah Suci.
Segera Miao Jiang menghentikan mereka yang masih mencari Katak Naga dan mengatakan jika Tian Zhi lah yang telah mendapatkannya.
Mendengar nama 'Tian Zhi' semua peserta langsung marah dan segera membentuk kelompok untuk memburu Tian Zhi. Siapapun tahu jika Tian Zhi suka merebut sumberdaya yang hampir dimiliki seseorang, selain itu sejarah keluarga yang buruk makin membuat orang jijik dan membencinya.
Para peserta yang sudah berkelompok segera menyebar tanpa harus diberi arahan. Hanya ada dua pria yang tidak ikut mencari Tian Zhi, mereka adalah teman di Akademi Istana Surgawi dan menyukai Peri Bersaudari.
Long Quan dari Ras Naga menyukai He Hua, dan pria lainnya bernama Huang Liao dari Ras Phoniex menyukai Miao Jiang.
Mereka berdua memiliki kekuatan Dewa Bintang level lima.
Kedatangan mereka berdua terlambat dan tidak seharusnya bisa mengikuti kompetisi, berhubung Ketua Wei Yan adalah guru mereka di akademi, maka diperbolehkan mengikuti kompetisi Asyura Path.
Long Quan dan Huang Liao menghampiri Peri Bersaudari dengan wajah senang, sedangkan He Hua dan Miao Jiang tampak kesal melihat raut wajah mereka, padahal wajah mereka berdua tampan dan bakat juga mumpuni.
"Kenapa kalian kesal? " tanya Long Quan yang mencoba mencari bahan pembicaraan, padahal dia tahu jika He Hua tidak mendapatkan Katak Naga Keberuntungan.
"Bagaimana bisa kalian masuk, kan masuk sudah ditutup? " tanya Miao Jiang.
"Kita kan murid kebanggaan guru, jadi sangat mudah melanggar aturan kompetisi! " jawab Huang Liao sambil mendekati Miao Jiang.
He Hua mendengus mengetahui temannya memanfaatkan status murid dari gurunya, dengan menarik tangan Miao Jiang agar tidak didekati oleh Huang Liao, dia beralasan:
"Ayo kita cari pria itu! "
"Tunggu, kita akan bantu cari dia! " cegah Long Quan dan mengikuti He Hua bersama Huang Liao.
"Jual mahal! " geram Huang Liao yang tak senang diperlakukan seperti ini.
"Harus sabar mendapatkan mereka, jika waktu tiba mereka pasti akan tunduk! Hahaha! " jawab Long Quan dan tertawa, dia sudah memiliki rencana buruk kepada Peri Bersaudari.
Sebenarnya, Tian Zhi tidak kemana-mana, dia bersembunyi di dalam cincin dimensi setelah menangkap Katak Naga Keberuntungan, dia tersenyum sinis saat mendengar obrolan Long Quan dan Huang Liao.
(Note: Kerajaan Dewa Dewi - dipimpin oleh Raja Wu. Dewa dan Dewi merupakan keturunan Deity. Karena identitas sebagai keturunan Deity, maka banyak orang memanggil Raja Wu sebagai Raja Dewa Dewi.
Dewa dan Dewi juga merupakan nama gelar dan tingkatan kekuatan, karena itu saya menambahkan nama depan dan belakang sebagai pemisah-nya. Gelar disini ada dua jenis, gelar untuk keturunan dan gelar dalam pemerintahan.
Saya ingin menggunakan nama gelar yang lebih kuno, tapi kuatir sulit dipahami. Jadi, saya gunakan yang mudah dipahami, misalnya dibawah raja, saya gunakan Duke-- atau Viscount--... Terimakasih sudah memberikan komentar baik. Salam)