Trigrams Chaos

Trigrams Chaos
Chapter 231. Tian Zhi Diculik?


Chapter 231. Tian Zhi Diculik?


...****************...


Setelah He Hua dan semua wanita berkumpul di tenda utama, mereka bertanya kepada Hei Bao tentang suaminya. Hei Bao mengatakan jika Tian Zhi berada di Kedai Teh Pelangi.


Kemudian semua wanita membuka Mata Dewa untuk mencari keberadaan Tian Zhi. Namun, setelah mencari seisi ruang di dalam Kedai Teh Pelangi, mereka tidak menemukannya.


Pencarian pun berlanjut dengan memeriksa seluruh sudut Kota Qingshan, sekali lagi tidak menemukan Tian Zhi, malahan beberapa orang dari Alam Keabadian sedang menemui Duke Qing Fei untuk bertanya tentang identitas Tian Zhi.


"Tampaknya malam ini hingga esok kita harus lebih berhati-hati... Perintahkan para penjaga yang berada di luar untuk masuk ke dalam Formasi Perlindungan!" perintah He Hua kepada salah satu murid Sekte Yin.


"Apakah suami kita sedang berada di cincin dimensinya?" tanya Miao Jiang kepada He Hua, setelah salah satu wanita memanggil penjaga pintu masuk ke tenda.


"Mungkin saja... Melihat banyak orang yang datang dari Alam Keabadian, dia mungkin sedang merencanakan sesuatu... Perkiraanku, suami kita menargetkan Dewa Bintang!" jawab He Hua yang meyakinkan, sebab dia tahu jika salah satu Batu Keabadian dibawa oleh Dewa Bintang.


Semua orang juga berpikiran sama, jika Tian Zhi sedang menargetkan Dewa Bintang untuk mengambil kembali Batu Keabadian. Dengan Mata Dewa, mereka mengawasi Dewa Bintang dan rombongannya.


"Jangan berlama-lama mengawasi mereka! Segera waspada dan kembali ke posnya masing-masing!" tegur He Hua kepada semua orang, dia khawatir akan diketahui oleh Dewa Bintang.


Semua orang segera menutup Mata Dewa dan keluar dari tenda utama. Di dalam tenda hanya menyisakan 31 orang, termasuk Hei Bao. He Hua melihat Hei Bao dan bertanya, "Paman, aku tidak bisa melihat kekuatan Dewa Bintang, di tingkat apa dia?"


"Sedikit lebih kuat dari Dewi Alkemis!" jawab Hei Bao dengan nada serius, lalu dia melihat keluar Formasi Perlindungan dengan Mata Dewa.


Kekuatan Dewi Alkemis berada di tingkat Half Alfa level lima, sedangkan Dewa Bintang berada di level tujuh. Mengetahui kekuatan lawan, He Hua dan yang lainnya menjadi gelisah, mereka khawatir suaminya tidak bisa mendapatkan Batu Keabadian dan malahan akan membuat masalah baru.


Mengetahui kegelisahan istri tuannya, Hei Bao berkata, "jangan khawatir! Yang Mulia banyak cara untuk menghadapi situasi yang sulit! Lebih baik, Yang Mulia sekalian menggunakan waktu untuk berkultivasi!"


Dengan perkataan Hei Bao yang meyakinkan, He Hua sedikit merasa lega, lalu mereka pun mematuhi saran Hei Bao untuk berkultivasi. Hei Bao juga keluar dari tenda utama.


Setelah memeriksa sekitarnya dan aman, dia keluar dari Formasi Perlindungan untuk mengantisipasi jika ada tamu yang tak diundang.


...****************...


Saat baru keluar dari Portal Dimensi, Dewa Bintang yang telah mendapatkan informasi tentang Tian Zhi dari Master Wei Yan, dia beserta rombongannya menuju langsung ke Balai Kota Qingshan.


Duke Qing Fei yang didesak oleh Dewa Bintang untuk menunjukkan tempat tinggal Tian Zhi, akhirnya dengan berat hati menunjukkan lokasinya, tapi dia tidak mau mengantarkan mereka.


Kemudian, Dewa Bintang dan rombongannya bergegas menuju ke tenda Pasukan Phoenix, jarak antara Kota Qingshan dan tenda Pasukan Phoenix hanya terpaut 500 meter.


"Sebelum acara esok dimulai, kita harus mendapatkan keempat Batu Keabadian," ujar Dewa Bintang yang tampak ingin segera mendapatkan Batu Keabadian.


"Sial... Gara-gara dia (Meyleen) identitas ku terbongkar!?" sungut Master Wei Yan yang tidak terima dengan perbuatan Meyleen.


"Bagaimana bisa monster ciptaan mu menjadi manusia sempurna?" tanya Dewa Bintang yang tidak habis pikir dengan tranformasi Meyleen dan Tim Enam Iblis.


"Entahlah, aku tidak tahu bagaimana caranya bocah itu bisa merubah monster menjadi manusia sejati!" jawab Master Wei Yan.


Semenjak Meyleen dan disusul Tim Enam Iblis, si Wei Yan telah mencoba merubah setiap monster menjadi manusia sejati tetapi selalu gagal, dia hanya bisa merubah fisik tapi tidak mampu merubah sifat liar monster yang haus darah dan brutal. Untung saja Naga Api dan Naga Air selalu dia kendalikan, sehingga tidak menimbulkan masalah.


Saat berjalan menuju ke tenda Pasukan Phoenix, Dewa Bintang, Master Wei Yan dan dua puluh orang membuka Mata Dewa untuk memeriksa seluruh lokasi tenda Pasukan Phoenix.


Namun, Mata Dewa tidak mampu melihat ke dalam tenda maupun di dalam kapal angkasa, mereka hanya melihat di luar tenda banyak wanita sedang duduk bersila dan memejamkan mata. Tenda-tenda itu dikelilingi pagar kayu sebagai pembatas, pagar kayu yang bisa dengan mudah dihancurkan.


Di antara dua puluh orang itu, ada murid andalannya, yaitu Naga Api dan Naga Air, mereka berdua sengaja dibawa oleh Dewa Bintang, dengan tujuan membuat keributan.


"Kalian menyebar agar bocah itu tidak memiliki jalan untuk kabur. Naga Api dan Naga Air, tugasmu sesuai rencana!" perintah Dewa Bintang setelah keluar dari Kota Qingshan.


Naga Api dan Naga Air (julukan) segera bergerak menuju ke pintu masuk tenda Pasukan Phoenix, sedangkan delapan belas orang menyebar untuk mengepung tenda Pasukan Phoenix.


Dewa Bintang dan Master Wei Yan terbang hingga berada tempat diatas Kapal Angkasa Kaisar Api Asyura. Mereka melakukan tugasnya masing-masing, Dewa Bintang menggunakan kemampuan Crown Stone, mampu mengendalikan segala elemen, rencananya dia membuat gempa buatan tepat dibawah lokasi tenda Pasukan Phoenix.


Sedangkan Master Wei Yan akan membangkitkan kerangka manusia dan binatang yang tertimbun tanah, tujuan membuat Tian Zhi muncul. Namun, mereka berdua harus menunggu kedua muridnya untuk melakukan rencananya terlebih dahulu.


Pasukan Phoenix melihat kedatangan Dewa Bintang dan rombongannya, namun tetap tidak beranjak dari tempatnya, mereka tetap duduk bersila seperti sedang berkultivasi. Pasukan Phoenix tetap tenang karena adanya Formasi Perlindungan, selain itu Hei Bao telah memberitahukan kedatangan musuh.


"Hei! Kamu monster wanita, dimana tuan mu?" tanya Naga Air kepada Mey bersaudari.


Mey bersaudari tidak mempedulikan panggilan Naga Air, mereka tetap memejamkan mata seolah-olah tidak mendengar suaranya. Naga Api berjalan mendekati pintu masuk yang terbuat dari kayu, lalu dia mengangkat kaki kiri untuk menghancurkan pintu.


Bang...


Suara benturan ketika tendangan Naga Api mengenai Formasi Perlindungan dan mengeluarkan fluktuasi energi berwarna biru. Sontak semua orang terkejut jika tenda Pasukan Phoenix dilindungi oleh Formasi.


Bang... Bang...


Naga Api dan Naga Air tanpa diperintah untuk menghancurkan Formasi, mereka langsung melepaskan pukulan dan berusaha menghancurkan Formasi.


Penduduk Kota Qingshan segera keluar saat mengetahui adanya keributan di tenda Pasukan Phoenix, mereka tidak ada yang berani mendekati saat merasakan kekuatan Dewa Absolute yang mengepung.


"Lagi-lagi ada orang bodoh yang salah menargetkan lawan!" celetuk salah satu penduduk Kota Qingshan yang melihat tenda Pasukan Phoenix sedang dikepung.


"Lumayan buat tontonan!" sahut tetangganya yang bersilang dada untuk menikmati pertunjukan.


Penduduk Kota Qingshan sangat mempercayai kemampuan Master Tian dan pasukannya, sebab telah menunjukkan kehebatan mereka saat melawan Penguasa Iblis Langit dan si Bocah Tua.


Duke Qing Fei yang mengawasi dari atap Balai Kota Qingshan hanya bisa geleng-geleng kepala, sebab dia juga yakin jika Tian Zhi dan pasukannya mampu mengatasi Dewa Bintang dan rombongannya.


...****************...


Tian Zhi yang pingsan dibawa oleh wanita bercadar menuju ke suatu tempat terpencil, sangat jauh dari Kota Qingshan, tepatnya di lokasi Dataran Es Tengah Samudera, wilayah kekuasaan Kerajaan Air.


Lingkungan Daratan Es Tengah Samudera begitu dingin, suhu dingin mencapai diatas minus 100°C, titik beku tertinggi berada di wilayah pusat. Orang biasa yang tidak berkultivasi akan langsung membeku menjadi patung es. Bahkan seorang kultivator tingkat Dewa Absolute akan berpikir dua kali untuk melewatinya.


Namun, wanita bercadar itu tidak merasakan sedikitpun kedinginan dengan menggendong Tian Zhi di punggungnya, dia terbang sangat cepat menuju pusat Daratan Es Tengah Samudera, terlihat sebuah Istana Es yang mengikuti megah, dinding-dindingnya terbuat dari es yang membentuk kristal.


Wanita bercadar itu belum menyadari jika Tian Zhi hanya berpura-pura pingsan untuk mengetahui tujuannya. "Pendamping mu? Apa maksudmu?" batinnya.


Tian Zhi merasa tidak mengenali wanita bercadar yang menyamar menjadi seorang penari di Kedai Teh Pelangi, selama ini dia selalu mengingat wajah setiap wanita yang ditemuinya. Justru karena penasaran, Tian Zhi sengaja lengah agar dibuat pingsan.


Dengan kesadarannya, Tian Zhi melihat Istana Es yang tampak tidak berpenghuni. Dia terkejut saat melihat banyak boneka wayang tingkat menengah yang terbuat dari logam terkuat, jumlahnya sekitar dua ratus lebih boneka wayang.


Wanita bercadar itu tidak melewati pintu gerbang Istana Es, dia langsung terbang dan mendarat di depan pintu istana. Disaat


Wanita bercadar itu melangkah, pintu istana terbuka dengan sendirinya, terlihat banyak patung-patung yang terbuat dari es berbaris rapi hingga dekat dengan singgasana.


Dibelakang singgasana terlihat lukisan seorang pria tampan dan wanita cantik, dibawah lukisan itu, tertulis nama "Dewa Es Abadi, Lu Xun Pang" sedangkan wanita itu bernama "Zhi Xiancai, Dewi Salju".


Saat berada di depan lukisan, wanita itu menekan tombol dibawah lukisan. Kemudian, lukisan itu terbelah menjadi dua, memisahkan dua orang yang dilukis. Terlihat sebuah ruangan yang tidak terpengaruh oleh suhu dingin ekstrem, tempatnya hangat untuk ditinggali. Wanita bercadar itu masuk dan pintu secara perlahan tertutup.


Setelah wanita itu membaringkan tubuh Tian Zhi diranjang yang empuk dan hangat, dia mengikat kedua kaki dan tangan Tian Zhi dengan rantai energi. Kemudian, dia menepuk kening Tian Zhi agar terbangun.


"Humph!!" keluar udara hangat dari mulut Tian Zhi seperti kabut, lalu dia perlahan membuka mata dan melihat sekitarnya.


Sontak Tian Zhi terkejut melihat wanita yang telah membuatnya pingsan. Disaat akan berdiri, dia kesulitan dengan tangan dan kaki telah terikat erat dengan rantai energi.


"Siapa kamu? Apa tujuan mu menculik ku?" tanya Tian Zhi dengan nada tinggi, dia berusaha untuk melepaskan ikat di tangannya, "ohh... Jangan-jangan kamu adalah orang suruhan Dewi Alkemis! Menculik ku agar semua orang mengira aku tidak berani melawannya, kan?"


Wanita bercadar yang diberondong banyak pertanyaan hanya tersenyum tipis, lalu dia menarik kursi dan duduk dengan menyilangkan kaki kiri bertumpu pada paha kanan, terlihatlah paha mulus nan halus.


Tian Zhi yang melihat cara duduknya menebak jika dihadapannya adalah Dewi Alkemis, sebab caranya tampak sama. Tapi, kenapa wajahnya berbeda dengan Dewi Alkemis? Wanita dihadapannya lebih cantik dan seksi, ada tato teratai es di paha kanan bagian dalam.


"Apakah kamu benar-benar melupakan aku?" tanya wanita bercadar yang tidak mau menjawab pertanyaan Tian Zhi.


"Tidak! Aku merasa tidak pernah bertemu denganmu! Jawab pertanyaan ku tadi!" bentak Tian Zhi, dia tidak peduli jika hadapannya adalah seorang wanita cantik.


"Menculik mu?" ucapnya, lalu tertawa kecil sambil berdiri dan duduk disamping Tian Zhi.