Trigrams Chaos

Trigrams Chaos
Chapter 239. Serangan Bola Energi Elemen Es.


Chapter 239. Serangan Bola Energi Elemen Es.


Matahari terbit telah muncul dan penonton yang meninggalkan Colosseum mulai berdatangan lagi untuk mengetahui siapa yang menjadi pemenangnya. He Hua dan semua saudarinya juga telah selesai berkultivasi dan kembali melihat suaminya.


Bagi sebagian orang yang bukan berprofesi sebagai Alkemis jelas bosan melihatnya. Namun berbeda bagi Alkemis, mereka tidak bosan dan setiap detik mereka selalu mengamati Dewi Alkemis dan Master Tian.


Dibalik topeng, Dewi Alkemis mengembangkan senyuman puas, puas telah menang di babak pertama, lalu dia melihat jam pasir yang tersisa waktu dua dupa.


Dewi Alkemis melihat Tian Zhi dan sedikit terkejut, ternyata rivalnya mampu menyusulnya dengan sangat cepat. Tian Zhi telah mendapatkan pil dan tinggal proses penyempurnaan.


"Aku selesai!" kata Dewi Alkemis dengan suara lantang agar didengar oleh semua orang yang menonton, lalu membuka penutup tungku.


Aroma wangi Pil Explosion Power menyeruak keluar dan tercium oleh semua orang di colloseum. Semua orang merasakan kekuatannya meningkat sesaat hanya dengan mencium aromanya saja.


Semua juri dan Master Jin segera menghampiri Tungku Api Surgawi dan melihat ke dalam berisi dua butir Pil Explosion Power berwarna merah darah, semuanya berada di tingkat Celestial Supreme tahap menengah.


Kepala Juri mengeluarkan alat pengukur kualitas pil, dia mengambil satu butir pil dan memasukkan ke dalam alat pengukur. Muncul delapan garis dan angka 87% yang menandakan kualitas pil.


"Dua butir Pil Explosion Power tingkat Celestial Supreme tahap menengah, dengan kualitas 89% dan 87%." Sang juri mewartakan hasil penilaiannya kepada semua orang.


Serempak penonton bertepuk tangan dan mengelu-elukan nama Dewi Alkemis. Suara penonton terdengar hingga keluar dari colloseum. Di Kota Qingshan yang melihat melalui layar hologram Formasi juga ikut bertepuk tangan, terutama yang menjagokan Dewi Alkemis dalam taruhannya telah yakin dengan kemenangan.


Setelah semua tenang, Tian Zhi menjadi pusat perhatian lagi, dimana dia terlihat tidak panik mengetahui hasilnya. Dewi Alkemis tidak henti-hentinya tersenyum penuh kemenangan dan menunggu rivalnya selesai.


Semua orang melihat jam pasir yang menyisakan waktu kurang dari satu dupa, namun Tian Zhi belum juga selesai. He Hua dan semua istrinya tidak khawatir jika suaminya kalah, sebab mereka tahu kemampuan yang sebenarnya.


"Kebiasaan lama menjadi andalannya!" gerutu He Hua yang hafal sifat dan cara main suaminya.


Miao Jiang tertawa kecil, setelah itu dia berkata, "Kak, jangan lupakan janjinya setelah dia selesai!"


Ya, Miao Jiang dan semua saudarinya ingin mendapatkan Winged Golden War Cloak yang sudah diperlihatkan sebelum pertandingan dimulai.


"Tentu, aku tidak akan melupakannya!" jawab He Hua dan melihat Tian Zhi yang sedang mendongak ke arah Barat.


Tian Zhi yang melihat ke atas jelas diikuti oleh semua orang, mereka melihat sebuah benda berbentuk bulat yang berukuran kecil, berwarna putih kebiruan. Benda tersebut mengarah ke Kota Qingshan dan perlahan mulai terlihat ukuran diameternya mencapai sebelas meter.


Angin kencang segera dirasakan oleh semua orang dan juga merasakan tekanan kuat. Selain itu benda itu mengeluarkan hawa dingin yang ekstrim. Angin kencang dengan cepat berhenti dan membentuk kristal es.


Semua orang menjadi ketakutan, wajah menjadi pucat, tubuh menggigil dan seakan-akan tulang membeku, nafasnya menjadi berat. Lalu melihat beberapa ekor burung yang kebetulan melintas seketika menjadi patung es, padahal jaraknya dari bola energi elemen es terpaut lima ratus meter.


"Semuanya keluar dari sini! Cepat!" teriakan Patriark Klan Xu yang tahu benda itu adalah bola energi yang mengandung elemen es, dia segera terbang untuk mengatasi bola energi elemen es.


Hei Bao tidak tinggal, dia segera ikut terbang untuk menghancurkan bola energi elemen es sebelum mendekati Kota Qingshan. Patriark Klan Zhi dan semua orang yang kuat pun mengikuti Patriark Klan Xu, bahkan Dewa Surya, Dewa Air, Duke Qing Fei juga ikut.


Sebagian penonton yang memiliki kekuatan rendah segera berhamburan keluar dari colloseum dan sebagian ikut membantu.


He Hua dan Pasukan Phoenix segera terbang untuk membantu menghancurkan bola energi elemen es dan membuat Tian Zhi menjadi panik, sebab istrinya sedang hamil muda. Selain itu, dia khawatir dengan Patriark Klan Xu yang selalu melihatnya semenjak berada di colloseum.


Tian Zhi tahu kekuatan sebenarnya Patriark Klan Xu berada di tingkat Half Alfa level 80, dan bukan di tingkat Dewa Absolute level 85. Sedangkan Patriark Klan Zhi berada di tingkat Half Alfa level 15 dan bukan tandingan bagi Patriark Klan Xu. Tian Zhi teringat telah membunuh putra Patriark Klan Xu, karena itu dia khawatir diketahui olehnya.


"Master Tian, jangan khawatir. Biar mereka yang mengatasinya!" cegah Master Jin ketika Tian Zhi mulai melayang untuk membantu menghancurkan bola energi elemen es.


Tian Zhi mengangguk mengerti dan dia melihat lagi istrinya. Segera Tian Zhi mempercepat proses penyempurnaan dengan meningkatkan kekuatan jiwa agar cepat selesai.


Patriark Klan Xu langsung melepaskan pukulan berenergi dari jarak jauh dan disusul oleh Hei Bao dan semua orang. Patriark Klan Zhi menggunakan pukulan Api Asyura dan juga diikuti oleh semua orang yang memiliki elemen api.


Boom... Boom...


Ledakan demi ledakan bergemuruh di ketinggian dua ribu meter dari atas permukaan tanah. Namun setelah serangan gabungan, bola energi elemen es tidak langsung hancur, tapi terlihat retakan.


"Serang bersama-sama!" perintah Patriark Klan Zhi yang paling kuat, dia tidak tahu jika rivalnya mampu membunuhnya dengan mudah.


Kembali semua orang melepaskan pukulan jarak jauh. He Hua dan semua saudarinya juga melepaskan pukulan berenergi.


Boom...


Ledakan hebat ketika serangan gabungan menghancurkan bola energi elemen es. Seketika hujan salju turun setelah bola energi elemen es hancur berkeping-keping.


Setelah bahaya menghilang, semua orang mulai berpikir siapa pelaku yang ingin merusak acara pertandingan Alkemis. Hei Bao dan Pasukan Phoenix yang menyamar segera menyisir wilayah Kota Qingshan untuk menemukan pelakunya.


Sedangkan He Hua dan semua orang kembali ke tempat duduknya masing-masing. Demikian juga dengan penonton yang ketakutan segera kembali lagi dan sebagian besar mengumpat kesal kepada pelakunya.


Setelah duduk, He Hua menjadi teringat akan Dewi Seribu Wajah yang memiliki elemen es. Tapi tidak mungkin Dewi Seribu Wajah menjadi pelakunya, dikarenakan memiliki segel Keluarga Besar Tian Zhi.


"Jangan-jangan si penyerang adalah Dewi Seribu Wajah?" tebakan Yu Bao yang ikut mendengar suaminya berurusan dengan Dewi Seribu Wajah.


"Tidak mungkin! Suami kita telah memberikan dia segel keluarga. Dengan memiliki segel keluarga, kita tidak bisa saling menyakiti maupun berkhianat!" sanggah He Hua dan di anggukkan kepala oleh semua saudarinya.


Kembali semua orang melihat Tian Zhi yang terlihat tenang, tidak terganggu dan fokus untuk penyempurnaan Pil Explosion Power. Padahal, Tian Zhi juga sedang memikirkan siapa pelakunya, dia juga memikirkan tentang hubungan Master Wei Yan dan Patriark Klan Xu.


"Apakah mereka berselisih?" batin Tian Zhi yang menerka-nerka, sebab tidak melihat Patriark Klan Xu membantu Master Wei Yan ketika ingin merebut Batu Keabadian miliknya.


Akhirnya Tian Zhi menyelesaikan pembuatan Pil Explosion Power, dimana dia melihat dan tersenyum kepada semua istrinya.


"Anda yang menang!" pungkas Tian Zhi kepada Dewi Alkemis, dia segera membuka penutup tungku.


Keluar tujuh butir pil melayang di depannya, semua pil pada tingkat Celestial Supreme tahap rendah, warnanya merah muda dan berbeda dengan milik Dewi Alkemis yang berwarna merah darah.


Dewi Alkemis melihat pil buatan Tian jelas terkejut, sebab rivalnya mampu membuat tujuh butir pil dengan bahan yang sama. Ia segera mendekati Tungku Naga Phoenix Surgawi dan diikuti oleh para juri.


Seperti milik Dewi Alkemis, para juri berganti memeriksa Pil Explosion Power milik Tian Zhi. Dan hasilnya mengejutkan Dewi Alkemis dan enam juri. Bahkan mengulangi pemeriksaan dengan teliti pada tujuh butir pil, setelah itu baru yakin jika semua pil berkultivasi tertinggi, yaitu di angka 100%.


"Tujuh butir Pil Explosion Power tingkat Celestial Supreme tahap rendah, semuanya dengan kualitas 100%. Pemenangnya ...!" Kepala Juri segera mewartakan hasil penilaiannya dan sengaja berhenti berbicara agar semua orang tenang.


Siapapun pasti tidak akan tenang mengetahui pil buatan Master Tian tidak memberikan dampak buruk saat digunakan. Sedangkan milik Dewi Alkemis yang kualitasnya 89%, masih memberikan efek buruk pada tubuh.


Setelah semua penonton tenang, kembali Kepala Juri menentukan siapa pemenangnya dan semua orang sudah tahu.


"Babak pertama, pemenang adalah Dewi Alkemis."


Semua penonton berdiri dan bertepuk tangan sebagai bentuk apresiasi terhadap kemenangan Dewi Alkemis. Walaupun kualitas pil buatan Tian Zhi lebih baik, pil setingkat Celestial Supreme tahap menengah lebih banyak keuntungan, sebab mampu meningkatkan kekuatan sebesar dua level bagi kultivator yang memiliki kekuatan Dewa Absolute.


Semua orang yang menjagokan Dewi Alkemis, segera mengambil hasil kemenangannya walaupun tidak banyak, sebab bandar judi tidak berani bertaruh banyak dikarenakan Dewi Alkemis sudah dipastikan menjadi pemenangnya.


He Hua dan semua istrinya tidak kecewa akan kekalahan suaminya di babak pertama. Di babak pertama mereka tidak ikut taruhan, baru di babak kedua akan bertaruh dalam jumlah besar.


"Babak kedua akan dimulai esok harinya. Selamat beristirahat dan sampai jumpa lagi!" Akhirnya Master Jin menutup pertandingan hari ini untuk memberikan kesempatan kepada dua Alkemis beristirahat.


"Dua kali lipat!" ucap Dewi Alkemis dengan mengangkat dua jari agar Tian Zhi tidak melupakan taruhannya.


"Jangan khawatir!" jawab Tian Zhi dan meninggalkan Dewi Alkemis yang tersenyum puas dibalik topengnya, lalu dia menghilang dan muncul di sebelah Hei Bao yang berdiri di atap lantai tiga colloseum.


"Apakah sudah ketemu pelakunya atau jejaknya?" tanya Tian Zhi kepada Hei Bao.


He Hua dan semua istrinya menyusul dan berdiri dibelakang sambil mendengarkan Tian Zhi berbicara kepada Hei Bao.


"Serangan dari luar angkasa ... Tapi hamba tidak menemukan jejak auranya, Yang Mulia!" terang Hei Bao.


"Aku mengerti! Kekuatannya melebihi Patriark Klan Xu," kata Zhi Shimo.


"Bukannya Patriark Klan Xu hanya memiliki kekuatan Dewa Absolute level 85?" sahut Yu Bao dan di anggukkan semua orang kecuali He Hua dan Miao Jiang.


"Tanya pada Hua'er dan Jiang'er!" jawab Tian Zhi yang melimpahkan kepada He Hua agar menjawab.


"Kekuatan aslinya berada di tingkat Half Alfa level 80!" ungkap He Hua dan mengejutkan semua orang.


Segera mereka melihat Patriark Klan Xu yang meninggalkan Colosseum dan mengeluarkan fluktuasi energi kekuatan Dewa Absolute level 85. Patriark Klan Xu pergi bersama rombongannya, dia merasakan tatapan banyak orang, tapi tetap tenang tanpa melihat siapa yang sedang menyelidikinya.


"Dia menggunakan Artefak Bintang Lima tahap puncak yang telah ditingkatkan!" beber Tian Zhi yang mengetahui dibalik pakaian Patriark Klan Xu menggunakan armor dada yang menutupi kekuatannya.


Akhirnya semua orang mempercayai ucapan Tian Zhi sebagai seorang ahli Smelting. Tian Zhi segera kembali ke tenda Pasukan Phoenix untuk beristirahat, dan meninggalkan Hei Bao yang masih memikirkan siapa pelakunya.


"Pantas kekuatan diatas Half Alfa level 80... Siapa dia?" gumam Hei Bao yang akhirnya tahu kenapa dia tidak bisa merasakan aura kekuatan si pelaku.