
Chapter 245. Deklarasi Perang!
Tian Zhi dan Zhi Jingying duduk berjajar di sofa panjang. Kepala Zhi Jianying bersandar di bahu kirinya dengan kedua tangan mereka saling berpegangan.
Kemudian Tian Zhi bertanya, "apakah kamu kenal dengan orang yang kita lawan?"
Zhi Jianying mengangguk dan menjawab, "orang itu satu perguruan dengan Dewa Es Abadi dan Dewi Salju, dia adalah Bai Dong. Aku menduga tujuannya untuk menangkap kamu yang telah membunuh murid Kuil Alam Es, orang yang kamu bunuh adalah si Bocah Tua."
Zhi Jianying menceritakan tentang Kuil Alam Es kepada Tian Zhi, dia mengetahuinya semuanya dari kakaknya yang sering menceritakan tentang Kuil Alam Es yang berada di Alam Suci.
Mendengar kata Alam Suci, Tian Zhi tersenyum tipis dan lagi-lagi pihak penguasa disana selalu intervensi dalam urusan Alam semesta lain, seolah-olah mereka adalah penguasa tunggal seluruh Alam Jagat Raya.
Tian Zhi menduga jika Kuil Alam Es didirikan oleh Maharaja Yaksa atau Deity si Kaisar Langit, sebab misi dan visi sama seperti Wei Yan musuh abadinya, mencari berbagai macam Artefak Alami dan elemen yang unik.
Tebakan Tian Zhi tidak salah, Kuil Alam Es didirikan oleh Maharaja Yaksa. Adanya Kuil Alam Es dikarenakan ketidakbecusan Wei Yan dalam mengemban tugas yang diberikan oleh Maharaja Yaksa, padahal Wei Yan telah diberikan banyak sumber daya untuk bisa bekerja dan malah mengkhianatinya.
Dengan mendirikan Kuil Alam Es, Maharaja Yaksa akan mudah memberikan tugas kepada para murid untuk mencari berbagai macam jenis Artefak Alami dan elemen unik, sekaligus menghemat sumber daya.
Setelah Zhi Jianying membeberkan semuanya kepada Tian Zhi, dia bertanya, "jika Kuil Alam Es tidak peduli dengan muridnya, kenapa Bocah Tua itu dipedulikan mereka?"
"Kendi Arak Ilahi sebenarnya adalah properti berharga milik Kuil Alam Es, yang dipinjamkan kepada muridnya selama menjalankan misi. Sebab itu, para tetua memberikan perintah kepada Bai Dong untuk menangkap mu!"
Akhirnya Tian Zhi mengerti. Untungnya dia tidak mengungkapkan semua kemampuannya saat bertarung dengan Bai Dong. Jika dia menggunakan Zirah Perang Dewa Binatang, maka Maharaja Yaksa akan kembali mengincarnya seperti sewaktu menjadi Dewa Binatang. Dengan kekuatannya saat ini, dia akan cepat kembali bereinkarnasi sebelum meningkatkan kekuatan Batu Keabadian.
Kemampuan Batu Keabadian selama ini hanya meningkatkan sebesar 11,5% dan masih banyak butuh waktu agar menjadi sempurna. Kemampuan Batu Keabadian bisa meningkat manakala sering digunakan dan mengalami banyak peristiwa apapun.
Tian Zhi membayangkan jika Batu Keabadian telah menjadi sempurna, seberapa hebat kekuatannya saat digunakan. Saat ini saja sudah memuaskan, salah satu contohnya adalah Meyleen, dari kerangka manusia bisa menjadi manusia seutuhnya.
"Jika sempurna, bukankah mengalahkan segalanya ... Mungkin menciptakan kehidupan tidaklah sulit ... Ini sama saja terlahir dari Alam Semesta untuk melawan Alam semesta itu sendiri. Menyalahi hukum alam ...!" batin Tian Zhi dan tersenyum sinis setelahnya.
Zhi Jianying menatap wajah Tian Zhi yang terlihat memikirkan sesuatu, dia menduga jika ini terkait dengan Kuil Alam Es.
"Jika kamu mau, aku bisa mengajari Teknik Perubahan 1.000 Wajah, agar kamu tidak diketahui oleh pihak Kuil Alam Es!" tawaran Zhi Jianying agar Tian Zhi tidak khawatir.
Tian Zhi menatap wajah Zhi Jianying dan tersenyum setelahnya. Baginya, Teknik Perubahan 1.000 Wajah sama seperti miliknya, yaitu Teknik Perubahan Wujud, tekniknya bahkan lebih dapat diandalkan.
"Aku seorang Alkemis, jadi lebih praktis menggunakan Pil Perubahan Wujud untuk menyamar. Lagian, pasti butuh waktu lama saat mempelajarinya!" tolak Tian Zhi secara halus dan di anggukkan kepala oleh Zhi Jianying.
Memang Teknik Perubahan 1.000 Wajah butuh waktu lama untuk memahaminya, lalu perlu menempa diri agar tulang bisa elastis. Saat menempa tulang, akan membutuhkan banyak sumber daya yang tergolong langka, seperti Air Susu Stalaktit, Buah Tulang Dewa dan lain sebagainya untuk memperkuat fisik.
"Oh iya, ini tentang Istana Giok ... Jika Dewa Surya dan Dewa Air tetap ingin menguasai wilayah Kekaisaran Song demi mendapatkan Kitab Asal Muasal Alam Semesta, mereka hanya berhayal selama aku ada disini! Apakah kamu ingin menjadi melawanku?"
Zhi Jianying tertawa kecil dan memainkan jari tangan kanan di paha kiri milik Tian Zhi, dia tertawa untuk menghilangkan keterkejutannya dan tidak menyangka Tian Zhi bisa mengetahui pembicaraan mereka.
"Bagaimana dia tahu?" batin Zhi Jianying sambil menyenggolnya tongkat Tian Zhi masih tertidur, dia menduga ada mata-mata yang sekitarnya.
"Es Pembeku Api memang langka dan aku membutuhkannya untuk meningkatkan elemen milikku! Tapi, melawan mu ... Setelah pertarungan kita dan kejadian hari ini, sama saja mencari mati!" jawab Zhi Jianying dengan jujur, dia tidak mau melawan Tian Zhi lagi karena banyak faktor, salah satunya yang dia khawatirkan adalah aroma feromon afrodisiak.
Di saat Tian Zhi akan berbicara, Siput Penghantar Suaranya bergetar, segera Tian Zhi mengeluarkannya dari cincin dimensi. Setelah mengalirkan energi spiritual, terdengar suara Dewi Alkemis.
"Master Tian, bisakah kita bicara empat mata di Paviliun Pil Langit?"
"Baiklah, aku akan kesana setelah urusanku selesai!" balas Tian Zhi dan menyimpan Siput Penghantar Suara.
Zhi Jianying mendengus kesal momen berdua menjadi terganggu, lalu dia berkata, "dia tampaknya menyukaimu! Tapi dia bukan orang sembarangan, dibelakangnya ada pendukung yang kuat!"
Tian Zhi mengabaikan peringatan Zhi Jianying dengan cara mencium bibirnya. Sontak Zhi Jianying kaget dan berusaha mendorong tubuh Tian Zhi. Sayangnya, buah kenyalnya yang menantang telah dipegang oleh Tian Zhi, titik itu merupakan kelemahannya.
Dengan pasrah, Zhi Jianying membiarkan Tian Zhi memegang buah kenyalnya dan menyambut ciuman mesra. Zhi Jianying merasakan buah kenyalnya dibelai dengan lembut dan membuat gua surganya basah.
Dia memegang tongkat milik Tian Zhi yang belum sepenuhnya berdiri, lalu Zhi Jianying membuka sabuk celananya. Namun, Siput Penghantar Suara kembali bergetar dan membuat Tian Zhi kesal.
Tian Zhi melepaskan ciuman dan tangan kanannya yang memainkan buah kenyal milik Zhi Jianying, lalu mengeluarkan Siput Penghantar Suara. Zhi Jianying yang sudah terpengaruh kewanitaannya, dia tetap membuka pakaian Tian Zhi tanpa peduli.
Saat melihat ukuran tongkat milik Tian Zhi yang besar dan panjang, Zhi Jianying kaget tongkat sebesar ini bisa masuk ke gua surganya, pantas sampai saat ini masih terasa perih dan juga menjadi lebar...
Suara Dewi Alkemis yang tampak tidak senang menunggu Tian Zhi harus selesai dengan urusannya. Wajar jika Dewi Alkemis bersikap seperti itu, sebab dia adalah pemimpin Persatuan Alkemis Alam Mahadewa dan juga Alkemis tingkat Celestial Supreme tahap menengah, lebih tinggi dari Tian Zhi.
Tian Zhi yang akan marah menjadi mereda ketika Zhi Jianying memainkan tongkatnya dengan lidah yang dingin.
Tanpa membalas Dewi Alkemis, Tian Zhi mengangkat pakaian hanfu milik Zhi Jianying dan segera memainkan gua surganya...
Mereka berdua berkultivasi ganda di sofa panjang selama waktu kurang dua dupa dan membuat Zhi Jianying terpuaskan dengan mencapai puncak kenikmatan berkali-kali. Tanpa pengaruh aroma afrodisiak, dia bisa lebih menikmati hubungan intim dan serasa hidupnya hanyalah untuk Tian Zhi seorang. Tian Zhi tidak melupakan untuk menyerap energi Yin milik Zhi Jianying, yang masih bisa meningkatkan kekuatannya asal berkultivasi ganda terus-menerus.
"Aku mau keluar!" bisik Tian Zhi yang akan mencapai puncak.
"Penuhi rahimku... aku ... ingin memiliki anak dari mu ... dan ini masa subur ku!" jawab Zhi Jianying dengan nafas tersengal-sengal saat Tian Zhi menghentakkan pinggulnya dengan sangat cepat.
"Ohh!!" Zhi Jianying melenguh panjang ketika rahimnya tersembur air surga milik Tian Zhi, dia juga kembali mencapai puncak kenikmatan untuk kesekian kalinya.
Seketika Zhi Jianying lemas dan nafas terengah-engah sambil memejamkan mata. Sedangkan Tian Zhi segera berdiri dan memakai pakaiannya.
"Jika hamil, segera kabari aku," kata Tian Zhi dan mencium bibirnya.
Zhi Jianying mengangguk dan kembali memejamkan mata karena kelelahan...
Tian Zhi keluar dari Rumah Makan Peri, dia melihat Pasukan Phoenix bahu-membahu mencairkan es. Sepanjang perjalanan menuju ke Paviliun Pil Langit, Tian Zhi mendapatkan banyak ciuman dari semua istrinya.
Akhirnya Tian Zhi telah berada di depan pintu Paviliun Pil Langit dan disambut oleh pegawai. Tian Zhi diantar ke ruang seperti sebelumnya saat bersama Zhi Yinping.
Sesampainya di ruang khusus, Tian Zhi mengunci alisnya saat melihat Zhi Yinping, Zhou Qionglin dan Dewi Alkemis sedang mengobrol, katanya mau berbicara empat mata nyatanya ini delapan mata.
"Silakan duduk!" pinta Dewi Alkemis.
Setelah duduk di depan kursi tamu, Tian Zhi segera bertanya, "ada hal penting apa?"
"Aku langsung topik utama! Berhubung situasi saat ini tidak baik, maka aku membatalkan pertandingan kita yang menyisakan dua babak. Dan, segala perjanjian kita, sudah tidak berlaku lagi. Aku juga minta maaf ... Kita membutuhkan ramuan yang kamu pesan untuk memulihkan kondisi Kota Qingshan dan kota lainnya pasca badai salju! Apakah Master Tian bisa memakluminya?" ungkap Dewi Alkemis dengan nada tegas, disaat berkata minta maaf ada keengganan di nada bicaranya.
Tian Zhi tertawa ringan, dia tidak marah maupun tersinggung dengan pembatalan pertandingan Alkemis, segera dia berdiri untuk keluar dari ruang khusus tanpa berpamitan kepada ketiga wanita.
Zhi Yinping hanya menunduk dan malu dengan sikap Dewi Alkemis yang dianggap arogan dan semaunya sendiri. Tapi, dia juga tidak bisa membantah keinginan Dewi Alkemis.
"Kapan kau kembali ke Kerajaan Guang?" tanya Dewi Alkemis sebelum Tian Zhi menutup pintu.
Sudut bibir Tian Tian menyunggingkan dan tahu arti pertanyaan Dewi Alkemis yang menginginkan dia untuk meninggalkan wilayah Kekaisaran Qing.
"Hari ini." Jawab Tian Zhi dan menutup pintu.
Saat berada di luar Paviliun Pil Langit, Tian berbicara kepada semua Pasukan Phoenix dengan suara keras, "Pasukan Phoenix, hari ini kita kembali. Dalam satu bulan kedepan, kita lihat apakah Kekaisaran Qing masih ada di Alam Mahadewa atau tidak!'
Sontak ucapan Tian Zhi mengegerkan penduduk Kota Qingshan, sebab pernyataan itu merupakan deklarasi perang. Pasukan Phoenix serempak menghentikan aktivitasnya yang sedang membantu memulihkan kondisi Kota Qingshan, mereka tahu kemarahan suaminya.
Segera Pasukan Phoenix keluar dari Kota Qingshan dan menuju ke tendanya, mereka berkemas dengan cepat. He Hua yang berada di dalam kamar tersenyum mendengar suaminya menyatakan perang terhadap Kekaisaran Qing, hal ini yang sudah dia tunggu-tunggu.
Di dalam Balai Kota Qingshan, Duke Qing Fei menunduk lemas dengan pernyataan Master Tian, dia sendiri telah mendapatkan dekrit kekaisaran untuk mengusir Tian Zhi dan semua pasukannya. Dengan adanya perintah dari Dewa Surya, Duke Qing Fei hanya bisa mematuhinya. Selain itu, dia dan Dewa Surya masih satu keluarga.
"Untung ada putriku tercinta yang kini menjadi pasangan Dao Master Tian! Jika tidak... Kota ku ini yang akan menjadi medan peperangan!" gumam Duke Qing Fei yang bersyukur karena putrinya yang menjadi jembatan baik diantara dia dan menantunya.
"Ayah! Aku mau ikut suamiku... Ini dari darinya untuk Ayah!"
Qing Huan bersemangat dengan masuk ke ruang tamu di Balai kota Qingshan, dia memberikan cincin dimensi dari Tian Zhi. Duke Qing Fei segera memeriksanya dan melihat botol giok berisi Pil Explosion Power yang dibuat saat pertandingan, lalu dia mengeluarkan gulungan bambu.
Duke Qing Fei tersenyum puas setelah membaca isi gulungan bambu. Dimana isinya, Tian Zhi tidak akan menyerang Kota Qingshan, tapi akan membuat kekacauan di Ibukota Kekaisaran Qing.
"Ayah, aku pergi dulu. Ayah jaga diri baik-baik, ya!" pamit Qing Huan, lalu dia memeluk ayahnya dan segera keluar dari Balai Kota Qingshan.
"Semoga kamu bahagia! Tugas ku sebagai ayah telah selesai!" gumam Duke Qing Fei sambil meneteskan air mata bahagia, lalu dia melihat lukisan almarhum istrinya, "Huan'er, putrimu telah dewasa dan memiliki suami yang hebat sesuai dengan keinginanmu...!"