
Chapter 264. Serangan Binatang Air.
Dua hari berlalu, matahari mulai terlihat, pagi hari ini di Kota Jalur Sutra begitu menyegarkan bagi semua orang. Semua penduduk mulai beraktivitas lebih awal dengan penuh semangat, beberapa hari ini mereka hidup bahagia, aman dan nyaman setelah wilayah Kota Jalur Sutra terlindungi Formasi besar.
Setelah Pil Kultivasi tingkat Jenderal Surgawi telah ciptaan Dewi Alkemis dilelang, mulai banyak kultivator dan penduduk berbondong-bondong ke Kota Jalur Sutra untuk membeli Pil Kultivasi tingkat Dewa Emas tahap puncak. Sebagian segera menuju ke ibukota Kerajaan Guang untuk membeli Pil Kultivasi tingkat Dewa Leluhur tahap puncak.
Melihat perkembangan Kota Jalur Sutra yang sangat jauh berbeda dari sebelumnya, banyak pendatang yang mulai betah tinggal, ada beberapa pendatang yang membeli sebidang tanah, ada yang membeli rumah-rumah tanpa ada pemiliknya.
Marquis Guo Bojing sangat sibuk dengan antusiasme kultivator dan penduduk wilayah Selatan, bahkan tidak sedikit penduduk asli wilayah Utara juga mulai kembali. Demikian juga dengan ibukota Kerajaan Guang yang kini makin ramai dan padat.
Di Gedung Alkemis, para pegawai telah sibuk melayani pembeli yang mengantri. Tidak hanya di Gedung Alkemis saja yang sibuk, Gedung Smelting juga ramai dengan pengunjung yang ingin membeli perlengkapan perang maupun bertarung, di sini hanya menjual Armament Grade Beast hingga Grade Human tahap puncak.
Jika ingin membeli persenjataan yang lebih berkualitas harus datang ke ibukota Kerajaan Guang, disana menjual Armament Grade Beast hingga Grade God.
Sebagai pendukung dalam berburu, bertarung dan perlindungan diri, banyak kultivator yang mendatangi Gedung Formasi Array. Jika kultivator maupun pengusaha yang ingin memiliki binatang penjaga, maka Gedung Beast Tamer adalah tempatnya. Intinya, wilayah Kerajaan Guang kini mulai kembali ramai dengan penduduk dan kultivator.
Tian Zhi dan ketiga jenderalnya sedang berada di rumah makan yang dikelola oleh istrinya, dia tersenyum puas melihat hasil jerih payahnya membuahkan hasil.
"Minimal situasi seperti saat ini saja, Kekaisaran Qing akan perlahan runtuh," kata Hei Bao setelah meminum teh hangat, minuman yang cocok di pagi hari.
"Justru aku sedang berpikir, kenapa Qing Guozhi tidak segera bertindak, ini semakin membuat hatiku gatal!" sahut Sun Yao yang ingin bertarung, apalagi mendapatkan teknik baru.
Sun Yao ingin mencoba teknik baru yang diberikan oleh Tian Zhi, tekniknya hampir sama dengan Teknik 10.000 Tubuh Ganda. Tian Zhi menciptakan Teknik Tubuh Bayangan, teknik yang lama tidak dipergunakannya, teknik ini khusus bagi istri dan orang-orang kepercayaannya saja.
Tidak hanya Sun Yao saja yang mendapat Kitab Hitam - Teknik Tubuh Bayangan, semua istrinya dan juga Pasukan Phoenix juga mendapatkannya.
Teknik Tubuh Bayangan serupa tapi tidak sama dengan Teknik 10.000 Tubuh Ganda. Teknik ini hanya mampu membuat 10 klon, setiap klon memiliki kekuatan dibawah 10 level dari pemiliknya, mampu bertahan selama waktu setengah dupa, bisa digunakan lagi setelah 30 tarikan nafas, setiap kali penggunaan mengkonsumsi 10% energi. Teknik ini masih bisa ditingkatkan, tapi tergantung pemahaman si pengguna dan bakatnya.
"Kedamaian dalam masa-masa perseteruan biasanya tidak berlangsung lama, lebih baik tetap waspada dengan serangan mendadak!" pesan Tian Zhi agar ketiga jenderalnya tidak lengah dalam situasi seperti saat ini.
Ketiga jenderalnya mengangguk paham. Kemudian Tian Zhi mengeluarkan Siput Penghantar Suara untuk berkomunikasi dengan High King Kaili atau Nanggong Kaili.
"High King Kaili, bagaimana perkembangan Benua Dewa?" Tian Zhi mengirim pesan dan menunggu balasan dari Nanggong Kaili.
Tidak berselang lama Siput Penghantar Suara bergetar, lalu terdengar suara Nanggong Kaili.
"Salam, Yang Mulia. Benua Dewa dalam keadaan kondusif. Penduduk telah perkembangan pesat dalam hal ekonomi."
Setelah mengetahui perkembangan Benua Dewa, Tian Zhi kembali bertanya, "apakah Anda ada hubungannya dengan Keluarga Besar Nanggong?"
Inilah inti yang ingin ditanyakan oleh Tian Zhi, pertanyaan pertama sekedar basa-basi, sebab di Benua Dewa telah ada Raja Fung dan pasukan Burung Gajah. Sedikit lebih lama Nanggong Kaili memberikan balasan.
"Maaf Yang Mulia. Hamba sudah lama tidak berkomunikasi dengan keluarga dari Alam Keabadian, karena ada beberapa hal yang kita tidak sejalan."
Tian Zhi kembali mengalirkan energi spiritual ke Siput Penghantar Suara, lalu berbicara, "sejujurnya, Patriark Nanggong ingin mencari masalah denganku di sini! Apakah tidak masalah jika aku bertindak tegas, bahkan mungkin bisa merenggut nyawanya?"
Ucapan Tian Zhi sangat tegas, seandainya Nanggong Kaili mencegahnya maupun ada nada melindungi Patriark Nanggong, maka Tian Zhi akan memerintahkan Raja Fung untuk membereskannya. Ketika jenderalnya hanya mendengar dan sekali-kali melihat ke arah pelabuhan Jalur Sutra.
"Sesuai kehendak Yang Mulia, hamba tidak ikut campur masalah mereka." Balas Nanggong Kaili dengan tegas.
Tian Zhi tersenyum dan menduga ada permasalahan internal di keluarga besar Nanggong. "Terima kasih informasinya! Tetap terus berhubungan dengan Wali Pelindung. Untuk masalah Patriark Nanggong, jika diperlukan aku akan bertindak tegas!" Balasnya menutup komunikasi dengan High King Kaili.
Setelah itu Tian Zhi menghubungi Raja Fung, "Paman, bagaimana situasi di Benua Dewa?"
"Salam, Yang Mulia. Situasi saat ini lebih baik dari kepemimpinan Kaisar Shang. Tapi tetap ada perseteruan kecil diantara wilayah, namun secara keseluruhan masih dalam hal yang wajar. Laporan selesai."
Tian Zhi terus berbicara dengan Raja Fung, ingin rasanya dia mengajaknya untuk menjelajahi Alam Mahadewa dan Alam Keabadian, namun di Benua Dewa masih menyimpan beberapa masalah, seperti Keluarga Besar Shang yang sewaktu-waktu bisa kembali dan mengkudeta kekaisarannya.
Teng... Teng... Teng ..
Tiba-tiba suara lonceng marabahaya di pelabuhan Jalur Sutra terdengar tiga kali, tanda ada penyusup yang berusaha menerobos Formasi Perlindungan.
Tian Zhi segera menutup pembicaraan dengan Raja Fung, lalu memberikan perintah kepada ketiga jenderalnya, "amati saja dan tenangkan para pengunjung dan rakyat!"
"Laksanakan, Yang Mulia."
Ketiga jenderalnya segera keluar dari rumah makan dengan wajah bersemangat untuk menguji teknik barunya. Tidak berselang lama, setelah kepergian ketiga jenderalnya, datang He Hua dan beberapa istrinya.
"Ayo, kita lihat siapa yang ingin menerobos Formasi Perlindungan!" ajak He Hua sambil memegang perutnya yang terlihat sedikit buncit.
Sesampainya di pelabuhan Jalur Sutra, Tian Zhi dan semua istrinya melihat banyak penduduk dan pengunjung yang lebih dulu datang, mereka melihat Formasi Perlindungan terus berfluktuasi karena ada yang ingin menerobos.
Pasukan Phoenix dan binatang telah bersiap-siap jikalau Formasi Perlindungan berhasil dihancurkan. Tian Zhi dan semua orang melihat banyak Gurita besar sedang berusaha menghancurkan dinding Formasi.
Bang... Bang...
Suara benturan keras ketika banyak tentakel berusaha meruntuhkan dinding Formasi Perlindungan, namun Formasi Perlindungan hanya sedikit bergetar dan mengeluarkan Fluktuasi energi berwarna kebiruan.
Didasar laut, Tian Zhi melihat banyak pasukan Kepiting yang juga berusaha menghancurkan dinding Formasi, namun usaha mereka sia-sia. Tian Zhi menyeringai saat ingin merasakan daging Gurita dan kepiting.
"Semua orang, persiapkan bumbu terbaik untuk memasak daging Gurita dan kepiting, aku akan tangkap beberapa ekor," kata Tian Zhi kepada semua orang.
He Hua mengelus perutnya yang tiba-tiba ingin makan daging Gurita, semua istrinya segera menyiapkan bumbu-bumbu dapur, dan memerintahkan beberapa pasukan Kera untuk mencari kayu bakar.
"Yang Mulia, biarkan aku saja!" pinta Sun Yao yang bersemangat dan langsung terbang keluar Formasi Perlindungan tanpa menunggu jawaban.
Tian Zhi hanya tersenyum dan duduk di kursi yang telah dipersiapkan oleh istrinya, dia duduk bersama Marquis Guo Bojing dan kedua jenderalnya.
Sun Yao segera mengeluarkan Teknik Tubuh Bayangan dengan mencabut sepuluh bulunya, lalu bulunya berubah menjadi sepuluh Kera Emas. Sepuluh Kera Emas tersebut menyerupai Sun Yao, memiliki kekuatan tingkat Sang Void level 5, mereka langsung melawan Gurita besar yang telah menggerakkan tentakelnya.
Boom... Boom...
Ledakan demi ledakan terdengar memekakkan telinga, ketika pukulan berenergi menghantam banyaknya tentakel. Satu Gurita besar telah berhasil dilumpuhkan, lalu dilempar ke dalam Formasi Perlindungan.
Para perwira pasukan Kera segera bertindak cepat dengan menangkap Gurita sebelum mengenai penduduk yang sedang menonton. Penduduk bersorak-sorai melihat kehebatan Jenderal Kera Emas yang mampu menggandakan tubuhnya dan mengalahkan Gurita.
Para penduduk dan kultivator berlomba-lomba memotong daging Gurita. Lalu datang lagi Gurita yang telah dikalahkan oleh Tubuh Bayangan Kera Emas...
Didasar laut, panglima perang Kerajaan Air bersama para jenderal, perwira melihat aksi sepuluh Kera Emas yang menangkap Gurita. Mereka tidak menyangka wilayah Kota Jalur Sutra terlindungi Formasi.
Panglima perang dan jajaran merasa sakit hati melihat Gurita menjadi rebutan banyak penduduk dan kultivator.
"Kerahkan Kunpeng untuk menghancurkan Formasi Perlindungan!" perintah panglima perang kepada ajudan pemegang bendera panji-panji.
Lalu ajudan mengibarkan panji-panji. Tidak berselang lama terlihat 20 ekor binatang air Kunpeng berenang sangat cepat, binatang itu langsung menuju ke dinding Formasi Perlindungan.
Bang... Bang bang bang...
Dinding Formasi Perlindungan berguncang hebat ketika kepala binatang air Kunpeng menabraknya. Penduduk kota yang sibuk berebut daging Gurita seketika kaget mendengar suara benturan berulang-ulang.
Melihat dinding Formasi Perlindungan tidak mengalami kerusakan, penduduk kembali memotong daging Gurita, apalagi mengetahui dua jenderal lainnya turun tangan.
Sun Yao yang sedari tadi melihat Tubuh Bayangan beraksi segera masuk ke dalam laut saat mengetahui binatang air Kunpeng yang ingin menghancurkan Formasi.
Ma Xiu dan Hei Bao tidak tinggal diam, mereka segera membantu Sun Yao untuk mengatasi binatang air Kunpeng.
Tidak berselang lama Gurita besar telah dikalahkan dan dilempar ke dermaga, kemudian disusul binatang air Kunpeng yang juga dengan mudah dikalahkan. Kini dermaga penuh dengan binatang besar dan membuat para nelayan dan penduduk bersukacita.
Setelah itu Sun Yao, Ma Xiu dan Hei Bao tidak berhenti disitu, mereka juga membereskan pasukan kepiting yang berada di dasar laut. Ketiga jenderal sengaja tidak membawa pasukan binatang, dikarenakan lemah ketika bertarung di air.
Air laut bergejolak hebat hingga membuat gelombang tsunami ketika tiga jenderal binatang bertarung dengan pasukan kepiting. Untung saja wilayah Kota Jalur Sutra terlindungi Formasi, jika tidak ada Formasi Perlindungan sudah dipastikan kota akan porak-poranda diterjang ombak tsunami.
Meyleen, Miao Jiang dan He Hua berjalan di tepi dermaga. Dari tubuh He Hua keluar Naga Api yang diberi oleh Tian Zhi, Meyleen juga mengeluarkan Kura-kura Hitam yang berasal dari Benua Venus, sedangkan Miao Jiang dari tubuhnya keluar binatang Ular yang didapatkan sewaktu di Benua Dewa.
Ketiga binatang itu segera masuk ke dalam air laut untuk membantu ketiga jenderalnya. Para penduduk dan kultivator berdecak kagum melihat istri Master Tian memiliki binatang penjaga.
Yu Bao juga mengeluarkan Macan Putih untuk membantu ketiga jenderalnya, namun si Macan Putih enggan bertarung didalam laut. Macan Putih menghampiri Tian Zhi dan mengelus kakinya dengan kepala.
Tian Zhi tertawa melihat Yu Bao yang cemberut, lalu berkata, "dia spesialis bertarung di daratan dan udara."
"Macan Putih hanya makan dan tidur saja kerjaannya!" sungut Yu Bao yang selalu membuatkan Pil Sky Soul God untuk Macan Putihnya.
Macan Putih mendengus dan tidur disamping tempat duduk milik Tian Zhi. Yu Bao segera duduk dipunggung Macan Putih dan melihat pertarungan tiga jenderal dan tiga binatang penjaga.
Sedangkan Tian Zhi, dengan Mata Langit melihat ke arah pelabuhan Qingshan, dimana terlihat banyak pasukan Kekaisaran Qing yang tampak telah bersiap-siap untuk bergerak.