Trigrams Chaos

Trigrams Chaos
Chapter 47. Pulau Shen Zhou.


Chapter 47. Pulau Shen Zhou.


Selama dua puluh hari di dalam pohon Pinus Putih, Tian Zhi dengan sabar terus-menerus meningkatkan kekuatannya hingga empat butir pill telah dia habiskan.


Kekuatannya meningkatkan drastis dari Earth Immortal tahap satu hingga naik mencapai tingkat Profound Immortal (Abadi Yang Mendalam) tahap sepuluh.


"Aku melupakan jika dantian ku diatas rata-rata kultivator lainnya ... !" gumam Tian Zhi dengan menghela nafas kecewa, dia salah perhitungan setelah menghabiskan empat butir pill tingkat Peri Benua.


Jika dantian Tian Zhi normal seperti pada umumnya, dia pasti mencapai tingkat Great Principle Golden Immortal (Prinsip Agung Emas Abadi). Sayangnya, pill itu hanya mampu meningkatkan dua tingkat.


Swosh...


"Sudah waktunya menguji kekuatan baru, jangan hanya fokus pada kenaikan saja!" tegur Annchi setelah masuk, dia selalu keluar goa pohon disaat bosan di dalam, selain itu dia juga mengumpulkan banyak biji Pinus Putih, jamur dan banyak tanaman.


Tian Zhi hanya mengangguk paham, dia keluar dari goa pohon setelah menyimpan semua biji dan tanaman, dan menghirup udara yang menyegarkan setelah keluar, sedangkan Thunderbird bertengger di bahu kanannya.


"Untuk membuat pill tingkat Dewa Bumi, kamu harus memburu inti binatang yang memiliki kekuatan tingkat Golden Immortal," kata Annchi.


Ya, Tian Zhi membutuhkan inti binatang buas untuk meramu pill tingkat Dewa Bumi tahap puncak, itu untuk meningkatkan kekuatannya ke tingkat Golden Immortal. Tanpa dukungan pill, seseorang kultivator akan sangat lama hanya dengan menyerap energi Alam, dan jelas Tian Zhi tidak mau seperti itu.


Setelah mengangguk paham, dia segera terbang dengan cepat mencari binatang buas, dia terbang menuju arah timur. Disaat terbang di bawahnya banyak berkeliaran binatang buas, tapi di bawah tingkat Golden Immortal.


Swosh... Swosh...


Tiba-tiba Tian Zhi diserang banyak anak panah berwarna putih dari bawah dan itu adalah jaring Laba-laba, Tian Zhi pun segera menghindari serangan jaring Laba-laba, dia pun juga mengeluarkan senjata pedang.


Swosh... Swosh... Boom... Boom...


Tian Zhi melepaskan serangan balasan dengan pedangnya, dan rentetan ledakan menghancurkan persembunyian laba-laba di pepohonan. Kemudian, Tian Zhi melihat banyak laba-laba seukuran bayi berjatuhan, dan dari dada laba-laba keluar inti binatang.


Buru-buru Tian Zhi turun dan mengambil semua inti yang berjumlah puluhan, walaupun tidak sesuai apa yang dia cari, sebagai Alkemis dia tidak akan meninggalkan sumberdaya yang melimpah.


Swosh... Swosh...


Kembali Tian Zhi diserang oleh senjata andalan binatang laba-laba, kali ini lebih banyak dari sebelumnya, diserang dari segala penjuru. Tian Zhi segera menghindari dan memberikan serangan balasan.


Boom... Boom...


Ledakan demi ledakan energi menggema dan setiap tebasan pedang membuat banyak laba-laba berjatuhan dari pohon. Sedangkan Annchi terbang dan bertengger di puncak pohon yang tidak jauh dari Tian Zhi, sengaja dia tidak membantu Tian Zhi, sebab ini juga bentuk dari pelatihan.


Setelah melihat sebentar, Annchi kembali terbang meninggalkan Tian Zhi, pergi entah kemana.


Boom... Boom...


Ledakan terus terdengar, dimana Tian Zhi tampak kewalahan diserang dari segala penjuru, dia secara berlahan bergerak semakin jauh dari tempat tinggalnya, setiap jalan dia menemui banyak jebakan jaring laba-laba, dan menghancurkannya dengan kekuatan pedang energi.


Laba-laba semakin berdatangan dan mengepung pergerakan Tian Zhi, tampaknya Tian Zhi sengaja digiring menuju suatu tempat terdalam dari wilayah laba-laba.


"Huff! Merepotkan jika begini terus!" geram Tian Zhi, dia menghentakkan kaki kanan berniat untuk terbang dan menjauhi wilayah Suku Laba-laba.


Crazh...


Tian Zhi menabrak jaring laba-laba di atasnya tanpa dia lihat, sebab dirinya disibukkan dengan serangan jaring yang di ludahkan dari mulut laba-laba. Tian Zhi meronta-ronta untuk lepas dari jaring laba-laba.


"Sialan jaring ini!" umpat Tian Zhi dengan mengeluarkan Api Asyura yang menyelimuti tubuhnya, seketika jaring Laba-laba menjadi abu.


Merasakan api yang sangat panas, semua laba-laba berlarian, dan api merupakan musuh utama dari Laba-laba. Tian Zhi tersenyum senang dan mengalirkan Api Asyura pada pedangnya, kemudian melambaikan pedang pada setiap musuhnya.


Boom... Boom...


Ledakan energi api membakar apapun yang terkena Api Asyura, namun segera Tian Zhi berhenti menyerang laba-laba yang sudah berlarian, sebab banyak tanaman langka yang siap panen, amat disayangkan jika terbakar dengan sia-sia.


"Nanti aku akan berurusan dengan kalian!" gumamnya dengan tubuh kembali normal dan menyimpan pedangnya.


Kemudian, Tian Zhi memanen apapun yang bermanfaat bagi Alkemis, yang mengherankan dan membuat Tian Zhi bertanya-tanya, kenapa banyak tanaman dan buah langka tidak diambil oleh penghuninya.


Namun, yang tidak Tian Zhi ketahui, terlihat dua laba-laba seukuran gajah bergerak cepat kearahnya, kali ini jenis Laba-laba Api.


Jenis laba-laba ini sangat menyukai api apapun, apalagi Api Asyura yang di pulau ini dianggap sangat langka.


Secara berlahan Tian Zhi merasakan getaran tanah dan terbelalak kaget melihat dua laba-laba raksasa, namun keterkejutan menjadi kegembiraan, karena Laba-laba Api memiliki kekuatan tingkat Golden Immortal.


Segera Tian Zhi kembali mengeluarkan dua Api Asyura dari telapak tangan lalu melemparkannya.


Boom... Boom...


"Sialan!!" umpat Tian Zhi saat Laba-laba Api tidak terpengaruh, bahkan menyerap Api Asyura seperti makanan bagi mereka.


Kembali Tian Zhi mengeluarkan pedangnya, lalu dia melesat ke kiri untuk membunuh salah satu laba-laba, dia menghindari serangan kaki laba-laba dan menerobos masuk dibawah tubuhnya dengan pedang dia hunuskan di perut.


Crazh...


Laba-laba Api menjerit kesakitan saat pedang merobek perutnya, seketika darah hijau menyerukan keluar dan laba-laba itu pun mati. Tian Zhi segera menyerang laba-laba yang tersisa, dengan tubuh lawan lebih besar, membuat Tian Zhi lebih mudah mengalahkan, walaupun kekuatan lawan lebih tinggi.


Setelah membunuh dua laba-laba besar, Tian Zhi membelah kepala laba-laba dan mengambil inti binatang, dengan wajah berseri-seri dia pun menyimpannya. Namun, Tian Zhi melihat kulit lengannya menjadi kebiruan, dan terkejut saat baru menyadari jika dia terkena racun.


"Ke ke ke!"


Tawa seorang wanita terdengar di saat melihat reaksi Tian Zhi yang terkena racun. Tian Zhi pun segera kembali waspada dan tatapannya tertuju ada sosok wanita cantik, tapi di punggungnya memiliki enam kaki laba-laba. Yang mengerikan dari wanita itu adalah kekuatannya yang berada pada tingkat True God tahap tujuh.


Segera Tian Zhi ingin bergerak mundur karena tekanan aura kekuatan, tapi tubuhnya seakan-akan dikendalikan oleh seseorang yang susah dia gerakan semaunya.


"Apa ... Apa mau mu? Dan siapa kamu?" tanya Tian Zhi yang sudah pasrah tidak bisa menggerakkan kedua kakinya, diam-diam dia mengeluarkan Pill Detoksifikasi tingkat Dewa, dan akan dia telan disaat lawan lengah.


Kembali wanita laba-laba tertawa. "Aku ... Aku adalah Ratu Laba-laba, dan kamu telah memasuki wilayah ku, jadi jangan salahkan jika anak-anakku menyerang-mu!" jawab Ratu Laba-laba dan terus mendekati Tian Zhi.


Detak jantung Tian Zhi berdebar-debar karena efek keracunan, nafasnya mulai terengah-engah, seluruh kulitnya telah berubah menjadi ungu, Tian Zhi pun ambruk dengan kedua lutut menyentuh tanah.


Kepalanya menunduk dan segera menelan pill detoksifikasi tanpa di ketahui Ratu Laba-laba.


"Kamu sudah terkena racun pelumpuh tulang saat kamu terkena jaring laba-laba tadi ...!" ungkap Ratu Laba-laba dan mencondongkan wajahnya tepat di depan Tian Zhi, dia mengendus-endus bau tubuhnya yang unik.


"Ras Asyura setengah Ras Manusia, sungguh keberuntungan yang tidak masuk akal menemukan kamu disini...!" lanjutnya yang tampak kegirangan dan tertawa keras.


Ratu Laba-laba mengira tidak ada jenis kehidupan lain di pulau yang berada ditengah samudera luas, dan tidak ada yang bisa keluar maupun masuk di pulau ini. Sebab itu dia merasakan keberuntungan yang tidak masuk akal jika ada yang bisa masuk.


Pulau yang disinggahi Tian Zhi dikenal dengan nama Pulau Tanah Dewa, dan hanya ada empat Suku yang dominan. Karena pulau tersegel oleh formasi, maka penghuninya tidak ada yang bisa keluar masuk, dan mengakibatkan pertumbuhan mereka menjadi stagnan.


Banyak penghuninya yang kesulitan untuk berkembang biak, dan sudah banyak metode untuk meningkatkan angka kelahiran tapi selalu gagal, dan akhirnya hanya ada satu solusinya, yaitu mendapatkan jenis Ras Manusia yang mampu beradaptasi dengan lingkungan baru dan juga memiliki benih yang subur. Tapi sayangnya, dimana mereka akan menemukan Ras Manusia di pulau ini?


Yang membuat Ratu Laba-laba tertawa keras karena Tian Zhi memiliki dua garis darah yang langka. Segera Ratu Laba-laba mengeluarkan jaring sutra dari mulutnya dan melilit tubuh Tian Zhi hingga menjadi kepompong, hanya terlihat wajah dengan mata terpejam.


"Jaga dengan ketat wilayah kita, jangan sampai ada yang tahu tentang kejadian ini! Siapapun yang masuk tanpa ijin segera bunuh! " perintah Ratu Laba-laba kepada anak buahnya, dan menggendong Tian Zhi seperti seorang bayi.


'Sialan, tubuhku ... Kenapa dengan tubuhku, kenapa pill tingkat Dewa tidak bereaksi ...!' batin Tian Zhi yang terkejut, dia merasakan pusing dan ingin berbicara saja tidak mampu, bahkan untuk berubah wujud saja dia tidak bisa, sebab dantian nya terkena racun.


Kemudian, keluar laba-laba api, dan Ratu Laba-laba pun naik, dia duduk di punggung anak buahnya dan membelai wajah Tian Zhi dengan lembut, dia mencium dengan kasih sayang.


"Aku akan selalu melindungimu dan menjadikan kamu Raja bagi Suku Laba-laba!" gumam Ratu Laba-laba dengan menatap wajah Tian Zhi.


Setelah Ratu Laba-laba kembali menuju sarang, ribuan laba-laba segera keluar dari tanah dan membuat banyak jebakan di setiap pepohonan, rumput dan juga lubang.


Tunggangan Ratu Laba-laba menuju sebuah gundukan besar yang sudah berlubang, dan memasukinya, segera ribuan laba-laba menutupi lubang hingga tampak seperti gunung kecil, lalu kembali membuat banyak jebakan dengan jaring beracun di seluruh sarangnya.


Di kejauhan Annchi hanya melihat tanpa berniat membantu Tian Zhi dan kembali terbang menuju pohon Pinus Putih. "Dia harus berusaha sendiri dengan kemampuannya ... !" gumam Annchi saat tiba di sarangnya, dari nadanya dia tampak sedih melihat Tian Zhi.


Selain Annchi, ternyata ada sosok wanita lain yang melihat wilayah Suku Laba-laba, dia adalah Kepala Suku Golem, dia merasakan Api Asyura sehingga membuatnya tertarik.


"Jangan berharap bisa memonopoli Ras Manusia sendirian!!" gumam Kepala Suku Golem, dan segera memerintah seluruh anggotanya untuk merebut Tian Zhi dari tangan Ratu Laba-laba.