Trigrams Chaos

Trigrams Chaos
Chapter 153. Posesif!


Chapter 153. Posesif!


Bi Liqin adalah wanita yang Naga Hitam sukai dan belum pernah disentuhnya sekali saja, tapi orang yang baru dikenal hampir saja menodai kesucian Bi Liqin. Jelas Naga Hitam tidak terima hingga mengabaikan lukanya yang tertusuk pedang.


Naga Hitam melesat menjauhi Danau Panca Warna sambil membuka mulut untuk membunuh musuhnya dengan bola energi racun. Tian Zhi tidak tinggal diam, dia mengeluarkan Teknik 10.000 Tubuh Ganda, lalu dengan kedua tangan masih memeluk pinggang kekasihnya berubah menjadi udara.


Naga Hitam berhenti karena kebingungan sekaligus ketakutannya, takut dengan kekuatan Tubuh Ganda yang memiliki kekuatan Sang Mahadewa level 50. Jika hanya seratus Tubuh Ganda saja Naga Hitam tidak gentar, tapi dengan lawan menjadi sepuluh ribu dia berpikir ulang melawan.


Sepuluh ribu Tubuh Ganda mengepung Naga Hitam dan mengeluarkan serangan jarak jauh dengan pukulan. Naga Hitam mengayunkan ekornya untuk menghancurkan semua musuh. "Boom... Boom" suara ledakan benturan energi ketika serangan jarak jauh mengenai tubuh Naga Hitam yang besar dan panjang.


He Hua dan Miao Jiang masih belum menyadari jika telah berubah menjadi udara bersama kekasihnya, mereka masih terpukau dengan Teknik 10.000 Tubuh Ganda yang memiliki kekuatan Sang Mahadewa level 50.


Di kejauhan Li Jiancheng semakin mengagumi Tian Zhi yang menurutnya sangat hebat dan kuat, dia melihat sepuluh ribu Tubuh Ganda menghujani Naga Hitam dengan serangan jarak jauh.


Raja Li, Raja Ling dan semua orang yang melihat melongo melihat Tian Zhi bisa membuat banyak tubuh tiruan,


Boom... Boom...


Rentetan bunyi ledakan hebat menghujani tubuh Naga Hitam yang kesulitan menghindari banyaknya serangan Tubuh Ganda, dia hanya bisa meraung kesakitan, ingin menyerang balik selalu digagalkan oleh Tubuh Ganda yang lainnya.


"Kenapa kamu tidak menggunakan kekuatan jiwa agar dia tunduk?" tanya He Hua yang penasaran, biasanya kekasihnya selalu menjinakkan binatang mistik yang memiliki kekuatan tinggi.


"Kapan lagi aku menguji semua teknik ku setelah memiliki kekuatan tingkat Dewa Absolute...!" jawab Tian Zhi yang mudah dipahami oleh kekasihnya dengan anggukan kepala.


Semenjak Tian Zhi naik ke tingkat Dewa Absolute belum pernah dia melawan musuh yang seimbang. Naga Hitam sengaja tidak segera dikalahkan dengan tujuan sebagai bahan latihannya.


"Kenapa dia tidak menyerang kita, padahal jelas tubuh aslimu disini?" Miao Jiang keheranan dengan Naga Hitam.


Tian Zhi tertawa ringan, lalu dia berkata, "lihat tangan kalian!"


He Hua dan Miao Jiang mengikuti perkataan Tian Zhi dan kaget saat tidak melihat tangan dan seluruh tubuhnya, mereka seakan-akan tidak melihat apapun tapi masih bisa merasakan tubuhnya sendiri.


"Kita menjadi udara!" seruan He Hua yang kegirangan, dia merasakan tubuhnya semakin ringan seperti udara, dia mencoba menggenggam tangan kanan Tian Zhi untuk mengujinya, ternyata bisa menyentuh apapun.


Miao Jiang juga ikut senang dengan melakukan hal yang sama. Tian Zhi menggoda kekasihnya dengan melepaskan pelukannya pada pinggang mereka.


Naga Hitam yang kewalahan melawan banyaknya Tubuh Ganda merasakan kehadiran dua orang dan melihat He Hua serta Miao Jiang, segera dia mengeluarkan bola energi racun untuk membunuh kekasih lawannya.


He Hua dan Miao Jiang seketika melupakan kegembiraan saat merasakan serangan Naga Hitam, mereka segera bereaksi dengan menyerang balik walaupun tahu akan kalah dengan kekuatan Dewa Absolute.


Namun salah satu Tubuh Ganda segera menghalangi bola energi racun, dan bunyi "Boom" ketika Tubuh Ganda itu meledakkan terkena bola energi racun.


He Hua dan Miao Jiang bernafas lega, lalu melihat wajah Tian Zhi yang berpura-pura serius melihat pertarungan Tubuh Ganda dengan kedua tangan berada di belakang pinggang.


"Kamu menyebalkan!" protes He Hua lalu mencubit pinggang Tian Zhi.


"Kenapa tidak bilang-bilang dulu...!" sungut Miao Jiang yang juga mencubit pinggang Tian Zhi.


Tian Zhi tertawa dan kembali memeluk pinggang kekasihnya dan kembali menjadi udara, sebelum Naga Hitam akan mengeluarkan bola energi racun kearahnya.


Di kejauhan Li Jiancheng terlihat cemburu, ingin menghampiri mereka tapi takut saat melintasi lautan yang berbahaya. Permaisuri Ling menghampiri putrinya lalu merangkul pundaknya, dia dan semua orang melihat Tian Zhi dan kekasihnya menghilang lagi.


"Sulit untuk mendapatkan Tuan Muda Tian, kamu jauh dari kedua kekasihnya! Namun, jika kamu mencintainya, berusahalah mendapatkan simpatinya dan jangan pernah menyerah!" kata Permaisuri Ling yang ingin menyadarkan putrinya, tapi dia juga tidak ingin putrinya bersedih dengan memberikan dukungan.


Li Jiancheng menyandarkan kepalanya di bahu ibunya, dia meneteskan air mata dan menganggukkan kepalanya. "Aku pasti mendapatkan hatinya!" tekad Li Jiancheng yang yakin bisa menjadi bagian dari keluarga Tian Zhi dan kekasihnya.


Permaisuri Ling membelai rambut putrinya dan tersenyum, lalu berkata, "Ibu yakin kamu bisa mendapatkan hatinya!"


Perkataan permaisuri Ling membuat Li Jiancheng semakin bersemangat dengan mengembangkan senyuman.


Boom... Boom...


Semua binatang buas sudah sejak awal menjauhi Lembah Binatang Buas, mereka jelas ketakutan dengan bersembunyi. Tidak ada yang berani mengeluarkan suaranya, diam dengan tubuh menggigil.


Boom...


Akhirnya Naga Hitam tumbang, dia terjatuh di Lembah Binatang Buas. Tidak mungkin Naga Hitam biasa mengalahkan banyaknya Tubuh Ganda walaupun sudah berusaha melawannya. Kini tersisa lebih dari lima ribu Tubuh Ganda dan langsung menghujani Naga Hitam dengan tendangan serta pukulan.


Tian Zhi dan kekasihnya segera menghampiri Naga Hitam dengan menginjak kepalanya. Disaat Naga Hitam akan meraung, Tubuh Ganda langsung menendang mulutnya.


"Serahkan batu itu dan aku akan melepaskan mu?" tanya Tian Zhi dengan ketus, dia malas menjadikan Naga Hitam binatang penjaganya, sebab kemesraannya bersama Bi Liqin menjadi terganggu.


Namun Naga Hitam malah tersenyum sinis. "Bang... Bang...." dua Tubuh Ganda kembali menendang mulutnya, karena masih tidak mau berbicara, seluruh Tubuh Ganda memberikan pukulan dan tendangan bertubi-tubi.


He Hua dan Miao Jiang merasa kasihan melihat Naga Hitam disiksa sedemikian rupa, dengan memelas He Hua memohon kepada kekasihnya agar menjadikan Naga Hitam sebagai binatang penjaganya.


Tian Zhi jelas menolak permintaan He Hua, sebab Naga Hitam jenis binatang jantan, jika betina dia pasti menjadikan Naga Hitam binatang penjaga untuk He Hua.


Karena He Hua dan Miao Jiang terus mendesaknya, akhirnya Tian Zhi memutuskan untuk menjadikan Naga Hitam Orb Soul Beast. Dengan memiliki Orb Soul Beast, maka jiwa Naga Hitam bisa diletakkan pada senjata andalan. Senjata yang memiliki jiwa binatang mistik akan semakin dahsyat kekuatannya saat digunakan si pemiliknya.


"Aku akan mengekstrak Naga Hitam menjadi Orb Soul Beast," kata Tian Zhi kepada He Hua.


He Hua merenung sejenak dan akhirnya menyetujui keinginan Tian Zhi walaupun dia enggan. Tapi sebelum melakukannya, Tian Zhi membuat Naga Hitam pingsan dan memasukkan kedalam cincin dimensi.


"Masukkan aku juga kedalam cincin dimensi!"pinta He Hua kepada Tian Zhi, dia ingin menemani Naga Hitam sebelum dijadikan Orb Soul Beast.


"Aku juga!" sahut Miao Jiang yang selalu mengikuti He Hua.


Tian Zhi menghela nafas panjang karena hampir tersulut emosi, lalu dia mengalirkan energi spiritual untuk menyelimuti kekasihnya, sebelum memasukkan mereka, Tian Zhi berkata, "jika kalian macam ... Aku tidak kekurangan wanita!"


Sontak He Hua dan Miao Jiang kaget dan khawatir dengan ancaman Tian Zhi, mereka berdua tidak pernah menduga tindakannya membuat Tian Zhi menjadi marah. Sebelum He Hua berbicara, Tian Zhi segera masukkan mereka berdua kedalam cincin dimensi.


Kemudian Tian Zhi menutup rapat cincin dimensi agar He Hua dan Miao Jiang tidak bisa melihat keluar dan juga tidak bisa mendekati Naga Hitam.


Akhirnya sikap asli Tian Zhi yang posesif diketahui oleh He Hua dan Miao Jiang, selama ini mereka beranggapan kekasihnya cuek dan bertindak semuanya sendiri, kini baru tahu jika kekasihnya sangatlah pencemburu.


Di dalam cincin dimensi, He Hua dan Miao Jiang merenung perubahan sikap Tian Zhi yang tidak seperti biasanya, mereka berkomunikasi telepati agar tidak didengar oleh telinga Tian Zhi.


Tian Zhi yang tahu tidak perduli, dengan kemampuannya sekarang, dia bisa mendapatkan wanita yang lebih cantik dan lebih berbakat jika kekasihnya berbuat macam-macam, apalagi berpaling darinya, dengan senang hati dia akan menyerap energi Yin He Hua dan Miao Jiang.


"Aku laki-laki jangan kalian anggap remeh! Jika kalian menginginkan pria lain, silakan! Toh, pada akhirnya aku lebih bebas membunuh siapapun bahkan kalian, dan aku bisa mendapatkan apapun yang aku ingin! Jika kalian ingin selalu bersamaku, jangan sekali-kali berjingkrak-jingkrak diatas kepalaku!" geram Tian Zhi kepada He Hua dan Miao Jiang.


Perubahan sikap Tian Zhi karena hal sepele karena gagal bermesraan dengan Bi Liqin. Namun apa yang diucapkan Tian Zhi memang benar, dia tidak ingin hidupnya dikendalikan siapapun bahkan jika itu adalah kekasihnya.


Tian Zhi melihat sekitarnya yang dikelilingi dinding lembah dan banyak pepohonan menjulang tinggi. Di kejauhan Tian Zhi melihat goa yang tertutupi banyak akar-akar pohon, dengan penasaran ingin tahu didalamnya segera menuju ke goa itu.


Sesampainya di depan pintu goa, Tian Zhi langsung masuk dan melihat jalur goa dipenuhi sarang laba-laba, dengan Api Asyura dia membakar sarang laba-laba, bahkan penguasa goa yang berada di dalamnya juga terbakar habis tanpa bersuara.


Ketika sampai di ujung goa, dia melihat sebuah kolam yang airnya berwarna susu, kolam itu terbentuk secara alami. Air yang berwarna susu berasal dari tetesan karang stalaktit di atas goa.


Kemarahannya seketika menghilang saat melihat kolam air susu stalaktit, dimana air ini banyak manfaatnya bagi seorang Alkemis. Air susu stalaktit mampu meningkatkan kualitas pada pil jenis apapun, tanpa harus susah payah menjadikan pil bergaris.


Air susu stalaktit terbentuk sangat lama, Tian Zhi yang melihat batang kapur pada langit-langit gua dengan ujung meruncing ke bawah, dia menduga telah terbentuk ribuan tahun lamanya hingga membuat kolam alami.


Tapi disaat ingin mengambilnya, Tian Zhi tidak memiliki wadahnya, dia segera berpikir untuk membuka tempat khusus yang mampu menampung banyak air susu stalaktit.


Sebagai seorang ahli Smelting, Tian Zhi dengan mudah mendapat ide untuk membuat sebuah kendi yang mampu menampung literan kubik air. Segera ia mengeluarkan bahan-bahan pembuatan kendi...