
Chapter 290. Negosiasi!
Dua hari kemudian.
Di Ibukota Kerajaan Guang, tepatnya di rumah makan Chow Mein mendadak ramai dengan banyaknya pengunjung, tapi bukan dari kalangan penduduk, melainkan ramai dengan kedatangan keluarga kerajaan.
Permaisuri Guang Liem memboking seluruh tempat selama satu hari penuh untuk menjamu Dewa Air yang ingin berbicara empat mata dengan Tian Zhi.
Menu andalan rumah makan Chow Mein yang terkenal adalah masakan mie gorengnya. Hampir seluruh Alam Mahadewa mengetahui bahwa masakan rumah makan Chow Mein sangatlah terkenal akan kelezatannya.
Di lantai tiga, hanya ada dua orang, mereka adalah Tian Zhi dan Dewa Air. Sedangkan di lantai dua dan dasar penuh dengan keluarga kerajaan, terutama banyak wanita yang tidak lain istri Kaisar Tian. Selain mereka ada juga Zhi Jianying si Dewi Seribu Wajah yang sedang hamil tua, lalu ada Dewi Alkemis beserta Zhou Qionglin.
Keluarga Besar Chow sebagai pemilik usaha jelas kegirangan dan juga sibuk melayani keluarga kerajaan. Mereka tidak menyangka Permaisuri Guang Liem menyewa tempatnya. Kepala keluarga Chow bernama Chow Kang.
"Maaf menganggu Waktu Yang Mulia. hamba juga berterima kasih Yang Mulia telah meluangkan waktu," kata Dewa Air yang kini tampak menghormati Tian Zhi.
"Tidak menganggu, santai saja! Silakan nikmati dulu, baru nanti kita lanjutkan tentang tujuan Anda ingin berbicara empat mata!" balas Tian Zhi yang juga sopan, lalu dia melihat Chow Kang yang secara pribadi melayaninya beserta istri dan putri.
Chow Kang segera memerintahkan istri dan putrinya untuk menghidangkan mie goreng yang telah dimasak secara pribadi. Meja pun penuh dengan masakan, terutama mie goreng, lalu ada ayam tumis (Kung Pao chicken) dan Chop Suey (sup).
"Selamat menikmati, Yang Mulia." ucap Chow Kang setelah hidangan telah siap.
"Terima kasih! Silakan."
Tian Zhi dan Dewa Air segera memakan mie goreng dengan lahap. Tidak butuh waktu lama semua hidangan telah berpindah tempat di perut. Lalu putri pertama Chow Kang yang bernama Chow Yu Jie menuangkan minuman terbaik, yaitu Baiju (arak putih--).
Lalu Tian Zhi mengangkat tangan kanannya agar Kepala keluarga Chow berserta lainnya untuk keluar dari lantai tiga.
"Silakan, utarakan tujuan Anda!" pinta Tian Zhi, lalu dia menjentikkan jarinya dan muncul fluktuasi energi di sekitar mereka yang berasal dari Formasi Perlindungan telah aktif.
"Yang Mulia, akhir-akhir ini Daratan Es Tengah Samudera makin dingin dan beberapa hari yang lalu lautan mulai membeku. Hamba dan jajaran petinggi telah menyelidikinya, namun semakin kedalam suhu dingin tidak mampu kami netralisir dengan energi. Jika kejadian ini tidak segera ditanggulangi, maka Alam Mahadewa bisa menjadi Benua Es. Hamba ingin meminta bantuan kepada Yang Mulia untuk menyelidikinya," kata Dewa Air dan menjelaskan tujuan untuk berbicara empat mata dengan Tian Zhi.
Tian Zhi mengunci alisnya ketika memikirkan ucapan Dewa Air, dia menduga ini ada kaitannya dengan Dewa Es Abadi dan Dewi Salju. Tapi Tian Zhi merasa tujuan Dewa Air tidak sesederhana ini. Selain itu, dia juga tidak mendapatkan laporan terkait Daratan Es Tengah Samudera yang suhunya berubah.
"Untuk masalah ini, aku yang akan menanganinya secara pribadi. Namun, aku merasa tujuan Anda bukan masalah ini, kan?" tanya Tian Zhi dan melihat Dewa Air tersenyum masam lalu mengangguk.
"Benar! Sejujurnya, 30 tahun lalu, istri hamba terkena penyakit yang misterius setelah berburu Balok Es Misteri. Semenjak itu, dia selalu uring-uringan dengan tidak jelas, saat didekati siapapun pasti akan mengamuk. Anehnya, maaf... Dari organ kewanitaannya selalu mengeluarkan cairan yang biasa terjadi setelah berhubungan intim. Padahal, tidak ada penyebab apapun yang bisa memicu organ kewanitaannya ...," Dewa Air menceritakan kronologis penyakit yang diderita istri kesayangannya, dia selalu meminta maaf saat membicarakan tentang hal kewanitaan.
Walaupun malu untuk berbicara kepada Tian Zhi, Dewa Air menebalkan wajah demi kesembuhan istrinya, dia berharap kepada Tian Zhi yang ahli Alkemis tingkat Celestial Supreme mampu menyembuhkan istrinya.
Dewa Air telah banyak mencoba berbagai cara untuk menyembuhkan istrinya, ribuan tabib telah dikerahkan dan juga para ahli Alkemis, namun tidak ada satupun yang berhasil menyembuhkan istrinya. Bahkan Dewi Alkemis juga telah berusaha untuk menyembuhkan istrinya, dan hasilnya nihil.
Tian Zhi mengangguk berulang-ulang ketika Dewa Air menceritakan kondisi istrinya yang bernama Zhou Liu Changhai. Zhou Liu Changhai adalah kakaknya Zhou Qionglin.
"Kapan terakhir kalian berhubungan ...?" tanya Tian Zhi.
"Sebelum istri hamba pergi ke Daratan Es Tengah Samudera. Semenjak itu, dia tidak mau siapapun yang mendekatinya. Setiap tabib atau Alkemis yang akan memeriksa, kita harus membuatnya pingsan terlebih dahulu!" jawab Dewa Air yang selalu menundukkan kepala karena malu.
"Kalau tidak salah dan sesuai apa yang Anda katakan, itu tanda kelainan genetik karena mutasi yang diturunkan. Kalau tidak salah tebak, dia juga selalu mengeluarkan keringat dingin disertai demam karena menahan diri ... Apakah benar?" Tian Zhi sedikit memahami apa yang diderita oleh Zhou Liu Changhai dan bertanya untuk memastikan tebakannya tidak salah.
Dewa Air sontak menatap wajah Tian Zhi, sebab apa yang dikatakannya tepat, padahal dia tidak menceritakan tentang kelainan lain yang dialami oleh istirnya. Tapi satu hal yang tidak dimengerti oleh Dewa Air, dia tidak tahu apa itu kelainan genetik, sebab hasil diagnosa Tian Zhi berbeda dengan para tabib dan Alkemis.
Umumnya diagnosa para tabib jika Zhou Liu Changhai terkena kutukan saat berada di Daratan Es Tengah Samudera. Berbeda dengan para Alkemis, mereka mengatakan jika Zhou Liu Changhai kelebihan energi Yin.
Apa yang diderita oleh Zhou Liu Changhai adalah Persistent sexual arousal syndrome, yaitu kondisi terang*sang tanpa henti, bisa menyerang siapa saja tanpa memandang usia, jenis kelamin atau orientasi seksual.
Dan, Tian Zhi tahu bahwa hipersensitivitas saraf pada organ genital bisa jadi salah satu penyebab yang dialami oleh Zhou Liu Changhai. Kemungkinan juga, dia menduga bahwa ada penyempitan pembuluh darah vena pada panggul hingga mengalami gangguan hormon. Ini membutuhkan Teknik Pijatan Surgawi alias butuh ahli akupuntur untuk membuka titik-titik yang tersumbat.
"Benar. Apakah Yang Mulia bisa menyembuhkannya?" jawab Dewa Air dan penuh harapan istrinya bisa disembuhkan, dia tidak peduli apa itu kelainan genetik.
Tian Zhi menyesap arak putih sambil berpikir keras, dia bisa saja dengan mudah menyembuhkan Zhou Liu Changhai. Masalahnya, dia malas untuk datang ke Kerajaan Air.
"Setelah aku berbicara dengan Dewi Alkemis mengenai ramuan yang dibutuhkan oleh istri Anda, nanti aku akan kabari. Silakan, Anda tunggu dibawah dulu!" alasan Tian Zhi yang tidak segera memberikan jawaban, sebab dia ingin tahu tujuan Dewi Alkemis menemuinya.
Selain itu, dia perlu berbicara dengan Zhi Jianying si Dewi Seribu Wajah mengenai perubahan suhu dingin di Daratan Es Tengah Samudera. Hal ini juga penting demi keberlangsungan hidup di Alam Mahadewa.
Wajah Dewa Air berseri-seri dan segera meninggalkan lantai tiga. Lalu Tian Zhi melihat tiga istrinya Mey bersaudari yang selalu berjaga-jaga di pintu.
Setelah menonaktifkan Formasi Perlindungan, Tian Zhi berkata kepada Mey bersaudari, "Sayang, panggilkan pasien berikutnya!"
Semua orang yang berada di lantai dua dan dasar tertawa mendengar lelucon suaminya. Berbeda dengan Mey bersaudari yang selalu memperlihatkan wajah dingin dan tidak sekalipun tersenyum.
Chow Kang berserta istrinya dan Chow Yu Jie segera membereskan meja. Lalu menggantikan dengan menu baru. Tian Zhi menatap wajah Chow Yu Jie yang menarik, namun segera memalingkan muka ketika ditatap oleh Mey bersaudari.
Chow Yu Jie tersenyum tipis, didalam hatinya sangat senang bisa menarik perhatian sosok yang disegani di Alam Mahadewa.
Tidak berselang lama, Dewi Alkemis tampak cemberut saat masuk ke lantai tiga, dia kesal dipanggil pasien oleh Tian Zhi, dia tidak sendirian, Zhou Qionglin selalu mengikutinya.
"Silakan duduk wanita cantik!" goda Tian Zhi agar Dewi Alkemis tidak menunjukkan wajah cemberut.
Dewi Alkemis mendengus dan segera duduk dan diikuti oleh Zhou Qionglin.
"Apa perlu kita berkompetisi lagi?" tanya Tian Zhi dan seketika membuat wajah Dewi Alkemis menjadi merah karena malu.
Mengingat apa yang akan dipertaruhkan waktu itu, Dewi Alkemis merasa dibodohi oleh Tian Zhi. Mempertaruhkan kesucian demi sebuah Artefak Bintang merupakan perbuatan yang sangat memalukan. Untung saja tidak ada yang mendengar waktu negoisasi terjadi.
"Tidak perlu!" sahut Dewi Alkemis dengan nada ketus.
Tian Zhi tersenyum melihat wajah cantik Dewi menjadi seram, lalu dia menjentikkan jari dan kembali lantai tiga terlindungi Formasi.
"Sudah privasi. Silakan berbicara apa tujuanmu menemui ku," pinta Tian Zhi yang ingin segera menyelesaikan pertemuan, sebab dia ingin bermain dengan anak-anaknya.
"Apa kita bisa berter benih Api Asyura Dasar Laut. Ini untuk adikku!" inilah tujuan Dewi Alkemis yang ingin mendapatkan Api Asyura Dasar Laut untuk Zhou Qionglin.
"Dengan apa?" tanya Tian Zhi yang ingin tahu apa yang akan dipertukarkan, dia melihat Zhou Qionglin.
"Elemen Es peringkat 16!" jawab Zhou Qionglin sambil mengeluarkan giok berbentuk kotak untuk menyimpan Es Teratai Biru, lalu meletakkannya di meja dan menyodorkan kepada Tian Zhi.
Seketika hawa dingin dirasakan oleh Tian Zhi dan membuat lantai tiga dipenuhi kabut. Dinginnya Es Teratai Biru tidak berpengaruh terhadap mereka bertiga yang memiliki elemen api.
Tian Zhi membuka kotak giok dan terlihat Bunga Teratai Biru, bentuknya seperti kristal dan ditengahnya ada satu biji. Setelah mengetahui jika didalamnya ada Es Teratai Biru, dia menutup kembali kotak giok.
"Sebenarnya, nilai barter tidak seimbang...," kata Tian Zhi dan membuat Zhou Qionglin kecewa.
Bagi Zhou Qionglin, Es Teratai Biru hartanya yang paling berharga. Sudah banyak orang yang ingin membelinya, tapi dia selalu menolaknya dengan alasan ingin barter yang sesuai kebutuhan dalam hal Alkemis.
Tian Zhi sebenarnya juga tidak terlalu memerlukannya, dan juga nilai Es Teratai Biru jauh dari Api Asyura Dasar Laut. Minimal harus dibarter dengan Es Pembeku Awan, elemen es peringkat 11.
"Apa aku tambah dengan metode pembuatan Pil Kultivasi tingkat Celestial Supreme tahap menengah?" tawar Dewi Alkemis memberikan hal yang paling berharga bagi ahli Alkemis.
Tian Zhi sedikit terkejut dengan tawaran Dewi Alkemis, tapi dia juga tidak membutuhkan metode pembuatan pil, sebab dia banyak memiliki metode atau teknik dalam meramu pil yang lebih baik.
Melihat reaksi Tian Zhi yang tampak tertarik, Dewi Alkemis dan Zhou Qionglin saling berpegangan tangan di bawah meja untuk menahan rasa gembira, mereka yakin jika Tian Zhi akan menerimanya.
Seandainya Zhou Qionglin memiliki Api Asyura Dasar Laut, dia dalam meramu pil akan lebih dipermudah dan juga meningkat kekuatannya. Selain itu, jenis Api Asyura Dasar Laut juga bisa dimanfaatkan untuk membuat Armament maupun Artefak.
"Jika aku menginginkan kalian berdua menjadi pasangan Dao, apakah kalian mau?"
Ucapan Tian Zhi seketika membuat Dewi Alkemis dan Zhou Qionglin diam membeku, mereka tidak menyangka Tian Zhi melontarkan kata-kata yang tidak terpikirkan...