
Chapter 83. Ketahuan!
Yu Bao jelas terkejut melihat ada Thunderbird sedang menghadang jalan mereka berdua, dan keterkejutannya berganti keheranan dengan apa yang baru saja dia lihat, apalagi dia tidak pernah melihat Tian Zhi begitu marah kepada seseorang.
Dengan rasa penasaran Yu Bao bertanya. "Apa hubunganmu dengan Thunderbird?"
Tian Zhi pun menjawab sambil mengurangi kecepatannya, dia menceritakan awal bertemunya dengan Thunderbird yang masih berada di dalam telur hingga terakhir bertemu.
"Kamu tidak seharusnya langsung mengutuk dia! Mungkin dia memiliki alasan sendiri yang tidak bisa menemanimu sementara waktu, nyatanya dia pernah menyelamatkanmu dan bahkan menemui mu disini!" tegur Yu Bao dengan suara lembut.
Tian Zhi langsung berhenti saat dirinya telah disadarkan oleh Yu Bao, dia merasa bersalah kepada Annchi yang tidak bertanya terlebih dahulu sebelum meluapkan kemarahannya.
Tian Zhi geleng-geleng karena tidak mampu mengendalikan emosinya. "Aku memang salah!" ucap Tian Zhi dengan jujur.
Swosh...
Thunderbird muncul lagi dan dengan air mata yang masih mengalir, tanpa memberikan kesempatan Tian Zhi meminta maaf dan mencabut kutukan, dia segera berbicara.
"Jika kamu inginkan Sacral Stone, kamu harus mengikuti kompetisi Dewi Cahaya, sebab dia yang membawanya!" ungkapnya dan melihat kedua mata Yu Bao sambil mengangguk.
Swosh...
Setelah berbicara, Annchi si Thunderbird menghilang dari hadapan Tian Zhi dan Yu Bao, bahkan Tian Zhi tidak bisa menahannya untuk pergi sebelum dia berbicara.
"Bodohnya aku!!" sesalnya sambil berlahan turun dan memukul batang pohon hingga hancur.
Bang...
Seandainya, jika dia tidak membuat Annchi marah, pasti akan mendapatkan informasi penting, tapi mau bagaimana lagi, semua sudah terlanjur hanya karena emosi sesaat.
"Sudah, jangan merasa bersalah! Yang terpenting, kamu bisa memetik hikmah dari tindakanmu!" tutur kata yang lembut membuat Tian Zhi menjadi tenang dengan memeluknya.
Desiran angin hutan membelai wajah Tian Zhi yang masih memeluk Yu Bao. Dia merasa jika tindakannya bukan seperti dirinya sendiri, tindakan yang bodoh, mudah emosi dan tanpa bisa berpikir dengan jernih.
Tian Zhi menarik nafas dalam-dalam untuk menstabilkan hati dan pikiran, lalu menatap wajah Yu Bao yang cantik. Kedua mata saling bertemu dengan tatapan kasih sayang.
"Ayo kita menjarah lagi!" ajak Yu Bao dengan bersemangat, dia ingin Tian Zhi tidak lagi merasakan bersalah.
"Kita buat mereka menjadi marah...!!" jawab Tian Zhi dan tertawa setelahnya.
Tian Zhi kembali menggendong Yu Bao di punggungnya dan kembali terbang dengan tetap menjadi udara. Yu Bao sangat bahagia dengan Tian Zhi yang selalu menggendong.
Sesampainya di dekat wilayah hitam, Tian Zhi melihat begitu ramainya zona bebas, semua orang sibuk mencari keberuntungan dengan menemukan sesuatu yang bermanfaat di setiap penjual yang menjual berbagai macam barang antik, unik dan aneh.
Banyak orang yang memiliki kepala bermacam jenis binatang, dan Tian Zhi menganggap Ras Rubah yang paling unggul jika menilai dari fisiknya, dan termasuk bangsa siluman yang sedikit di bawah Ras Rubah jika dilihat dari penampilannya.
Tapi, tetap saja tidak ada wanita yang lebih unggul dari Yu Bao, Tian Zhi merasa bangga memiliki Yu Bao, sudah cantik, baik dan berhati lembut, lebih unggul dari semua wanitanya.
Mengingat tentang semua wanita dan bawahannya yang dibawa oleh tiga orang misterius, Tian Zhi kembali menghela nafas berat, dia benar-benar harus sesegera mungkin untuk menjadi kuat agar tidak kehilangan lagi orang yang dia sayangi.
"Aku harus kuat, harus kuat, tidak perduli apapun bahayanya untuk menjadi kuat ... Aku harus kuat!!" tekad Tian Zhi di dalam hatinya.
Tian Zhi tidak putus asa telah kehilangan banyak orang yang dia sayangi, walaupun tanpa dukungan dari siapapun, dia hanya mengandalkan dirinya dan sedikit ingatan dari masa lalu.
"Disana, tenda itu menjual berbagai macam ramuan dan pill," kata Yu Bao sambil menunjuk, saat berada di wilayah hitam bagian dalam.
Tian Zhi mengangguk pelan dan langsung masuk kedalam tenda tanpa diketahui siapapun dengan berubah menjadi udara, padahal situasi di dalam tenda sangat ramai dengan banyaknya kultivator maupun prajurit yang membeli keperluan mereka.
Tian Zhi melihat tempat ramuan dan pill hanya terbuat dari lemari kaca dan dilindungi oleh kekuatan tingkat Half God. Mengetahui kekuatan para tetua, pengawas dan penjaga tenda alkemis, Tian Zhi sedikit ragu-ragu.
Keraguan Tian Zhi karena dia kuatir diketahui saat menjarah. Demi mendapatkan kekuatan dengan cepat, Tian Zhi menghilangkan kekuatirannya dengan menguji mengambil cincin dimensi milik tetua.
Tetua yang menjadi korbannya hanya merasakan desiran angin lembut melewati tubuhnya, dia segera melihat sekelilingnya, karena tidak ada hal yang mencurigakan, tetua tersebut kembali fokus dengan apa yang dia sedang kerjakan.
Tian Zhi bernafas lega saat kekuatirannya tidak terbukti, Yu Bao juga sudah berdebar-debar saat Tian Zhi menargetkan tetua penanggungjawab tenda alkemis.
"Kita ambil cincin penyimpanan mereka dulu."
Tian Zhi langsung beraksi mengambil cincin dimensi setiap kultivator dan prajurit, korbannya hanya merasakan desiran angin dan tidak menganggapnya aneh. Tapi, saat ingin membayar dan menyimpan barang yang mereka beli, baru sadar telah kehilangan.
Segera keributan terjadi diantara korban pencurian dan mereka saling menuduh. Perkelahian pun tidak terhindar dan membuat para tetua, pengawas dan penjaga barang bertindak dan mengusir mereka.
Kesempatan ini tidak di sia-siakan Tian Zhi, dia menjarah semua ramuan dan pill, bahkan cincin dimensi milik semua tetua, pengawas dan penjaga barang juga tidak luput.
"Tenang, setelah kita menjarah wilayah hitam dan kembali ke goa, aku akan mengajarkanmu!" jawab Tian Zhi sambil keluar dari tenda untuk berlanjut menjarah.
Saat keluar dari tenda, Tian Zhi dan Yu Bao melihat pertarungan para korban yang terus saling menuduh, dan kesempatan ini jelas dimanfaatkan dengan baik. Tapi, Tian Zhi tidak menjarah rakyat biasa, yang dia targetkan hanyalah kultivator.
Wilayah hitam zona dalam menjadi kacau balau dengan menghilangnya barang dagangan dan juga cincin dimensi. Tian Zhi memutari zona dalam dan telah mengambil semua milik kultivator dan barang apapun.
"Hati-hati, zona tengah dihuni oleh kekuatan setingkat Dewa Sejati hingga Dewa Hitam!" peringatan Yu Bao agar Tian Zhi lebih berhati-hati dalam bertindak.
Tian Zhi dan Yu Bao melihat banyak para dewa melihat kearah zona dalam tanpa berniat ikut campur, padahal kekacauan sudah menjalar ke seluruh zona dalam.
Para dewa hanya tertawa melihat kekacauan dan malah mengejek dengan perkataan yang menyakitkan. Tian Zhi berlahan mendekati kultivator yang memiliki kekuatan Dewa Sejati.
Seperti sebelumnya, Tian Zhi melewati korbannya sambil mengambil cincin dimensinya. Reaksi korbannya juga sama hanya merasakan desiran angin tanpa curiga.
Tian Zhi dan Yu Bao menghela nafas lega.
"Kita coba dulu dengan yang memiliki kekuatan Dewa Hitam," kata Tian Zhi kepada Yu Bao dan mengangguk saja.
Setelah ketemu, Tian Zhi secara berlahan melewati korbannya sambil mengambil cincin dimensi, namun korbannya segera bereaksi dengan memegang tangan yang terselip cincin dimensi dan melihat sekitarnya dengan waspada.
Tian Zhi gagal mendapatkan cincin dimensi korbannya dan buru-buru menjauh, mereka berdua sempat merasakan aura membunuh yang dikeluarkan oleh korbannya.
"Kita tidak bisa mengambil dari kekuatan Dewa Hitam!" ujar Tian Zhi dengan jantung yang masih berdebar-debar.
Yu Bao hanya mengangguk paham dengan wajah pucat pasi sambil memeluk leher Tian Zhi dengan erat. Tian Zhi juga merasakan ketakutan Yu Bao dan tidak akan lagi mengambil dari kekuatan Dewa Hitam.
Kembali Tian Zhi beraksi dengan mencoba kepada korbannya yang memiliki kekuatan tingkat Dewa Merah, dan beruntung korbannya hanya merasakan desiran angin dan melihat sekitarnya.
Dengan banyaknya uji coba, ternyata Teknik Perubahan Wujud masih dirasakan oleh kekuatan tingkat Dewa Hitam, walaupun korbannya tidak bisa melihat wujud aslinya.
Kembali Tian Zhi menjarah apapun yang berguna, dan menghindari kekuatan Dewa Hitam. Situasi zona tengah hampir sama dengan zona dalam, dimana semua kekuatan saling menuduh satu sama lainnya. Pertarungan antara dewa tidak terhindarkan
Namun, yang tidak diketahui oleh Tian Zhi, kekuatan diatas tingkat Dewa Perunggu melihat Teknik Perubahan Wujud seperti cahaya transparan yang bergerak seperti ular.
Dan ternyata dua wanita bawahan Ratu Siluman juga melihat Tian Zhi yang sedang menggendong Yu Bao sambil menjarah, mereka bisa melihat tubuh Tian Zhi dengan jelas dan segera mengabarkan kepada kedelapan rekannya, dan juga kepada Ratu Siluman dengan komunikasi telepati.
Para bawahan Ratu Siluman jelas mengetahui Tian Zhi, sebab memiliki kekuatan setingkat Dewa Penguasa paling tinggi dan terendah tingkat Dewa Elemen.
Setelah semua bawahan Ratu Siluman berkumpul, mereka tidak segera bertindak, melainkan mengepung Tian Zhi dengan menekan aura kekuatannya agar tidak ketahuan.
Sedangkan Tian Zhi dan Yu Bao masih melakukan hal yang sama, menjarah apapun yang bermanfaat untuk meningkatkan kekuatannya. Beruntung mereka berdua seorang alkemis yang memiliki persepsi yang kuat dan mengetahui sedang diamati.
"Tidak baik, ayo kita kabur!!" seruan Tian Zhi kepada Yu Bao dengan panik.
Mengetahui gelagat Tian Zhi yang sudah tahu, para kultivator setingkat diatas Dewa perak segera memburu cahaya transparan. Sedangkan sepuluh bawahan Ratu Siluman juga buru-buru mengejarnya.
"1.000 LANGKAH BAYANGAN!" gumam Tian Zhi dengan tubuh mengeluarkan seribu bayangan yang identik dengan wujud aslinya.
"Dia manusia!!" teriakan salah satu orang yang memiliki Kekuatan Dewa Perak.
Dengan Tian Zhi mengeluarkan langkah bayangan, kini bisa dilihat dengan jelas dan bukan lagi cahaya transparan. Mendengar suara itu, semua orang melihat dan langsung mengejar Ras Manusia yang sudah lama mereka cari semenjak menghilang setelah Kesengsaraan Petir.
Boom💥... Boom💥...
Seribu tubuh bayangan dengan panik kabur dengan menyebar, namun dengan mudah dihancurkan oleh kekuatan setingkat Immortal Emperor. Asap mengepul saat serangan energi mengenai tubuh bayangan.
Sepuluh bawahan Ratu Siluman dengan cepat menyusul Tian Zhi yang asli yang masih menggendong Yu Bao. Mereka melemparkan sepuluh jaring ikan kepada Tian Zhi, jaring mereka terikat pada pergelangan tangan.
Jaring itu melebar dan mengeluarkan aura kuat yang mampu menekan targetnya. Tian Zhi mengumpat kesal saat dengan cepat dikejar oleh bawahan Ratu Siluman, Kitab Hitam tidak berlaku pada orang yang memiliki kekuatan setingkat Dewa Perak.
Yu Bao jelas ketakutan tapi tidak bersuara, hanya saja semakin erat memeluk leher Tian Zhi, hingga membuat Tian Zhi tercekik. Tian Zhi melihat sepuluh jaring diatasnya dan berusaha menghindari dengan bermanuver.
Dengan terpaksa Tian Zhi menggunakan Teknik Perubahan Wujud sekali lagi untuk mengecoh musuhnya.. Namun, jaring telah menekannya hingga seribu tubuh bayangan seketika menjadi asap.
Bhuzh...
"Sialan?!" umpat salah satu wanita yang sangat marah, saat tidak melihat targetnya setelah berubah menjadi asap.
"Cari dia disekitar kita!" perintah pemimpin yang paling kuat kepada sembilan rekannya.
Segera mereka menyebar untuk mencari Tian Zhi yang entah kemana, tapi mereka tidak jauh dari tempat targetnya menghilang.