Trigrams Chaos

Trigrams Chaos
Chapter 274. Putra Pertama.


Chapter 274. Putra Pertama.


Waktu berlalu dengan cepat, tidak terasa sepuluh bulan lewat dalam sekejap mata semenjak berita menghebohkan. Kondisi Kerajaan Guang semakin membaik, hampir seluruh wilayahnya telah dipadati oleh penduduk. Tian Zhi juga banyak membuatkan altar dimensi sebagai sarana transportasi cepat antarkota.


Dewi Alkemis memilih berdamai dengan Tian Zhi setelah berbicara dengan Zhi Yinping, dia membangun pusat Persatuan Alkemis di ibukota Kerajaan Guang, dia juga mengaktifkan Paviliun Pil Langit yang sengaja tidak tutup pasca perebutan kekuasaan antara Permaisuri Guang Liem dan putra mahkota Song Shen.


Sedangkan wilayah Selatan ditangani oleh High King of Qing Fei dan pusatnya tetap berada di Kota Henjiu.


Selama sepuluh bulan itu, kejadian menghebohkan juga terjadi di Alam Keabadian, dimana mayat hidup makin merajalela. Yang lebih mengerikan, tidak hanya kultivator dan rakyat biasa yang menjadi korbannya, bahkan binatang ternak maupun liar ikut terinfeksi dan memburu apapun yang bergerak, akibatnya jumlah mayat hidup telah meningkat drastis dan juga telah berevolusi menjadi Fei Zong (mayat terbang) dan Zhe Zong (mayat pengembara).


Awalnya para penguasa meremehkan mayat hidup yang dianggap lemah, dan baru merespon ketika jumlahnya mencapai puluhan juta mayat hidup dan juga banyak yang telah berevolusi.


Seluruh penghuni wilayah Istana Surgawi yang menjadi target utama mayat hidup, mereka setiap malam tidak ada henti-hentinya selalu bertarung di pertahanan pertama. Disaat siang, mereka yang keluar dari wilayah Istana Surgawi selalu diburu oleh mayat hidup jenis Fei Zong dan Zhe Zong, sehingga memilih untuk tetap berada di pertahanan pertama.


Anehnya, Ketua Wei Yan yang menjadi biang kerok adanya mayat hidup, dia tidak pernah sekalipun muncul setelah kehilangan Batu Keabadian, hanya dua muridnya si Naga Api dan Naga Air yang tetap terlihat, mereka berdua membantu mengalahkan mayat hidup yang menyerang pertahanan pertama.


Sedangkan Dewa Bintang, dia kini lebih aktif daripada sebelumnya, dia mengawasi pertahanan pertama dan akan bertindak jika mayat hidup berhasil masuk.


Jiang Chen Mei puas melihat hasil jerih payahnya membuahkan hasil karena diremehkan oleh para penguasa. Sayangnya, dia masih belum menemukan si Wei Yan, padahal berbagai cara telah dilakukan untuk menemukan lokasi keberadaan si Wei Yan.


Untungnya, kekesalan Jiang Chen Mei selalu terobati dengan kedatangan Tian Zhi yang sering menemuinya dan memuaskan hasratnya sebagai Ras Mayat Hidup.


Ya, Tian Zhi memang lebih banyak waktu untuk berkultivasi ganda selama sepuluh bulan ini, dia melakukan itu untuk meningkatkan kekuatannya. Masa usia kandungan He Hua saat ini sudah tua, tinggal beberapa hari akan melahirkan.


Sebelum He Hua melahirkan, kini Tian Zhi telah berada di wilayah Daratan Es Tengah Samudera, sudah waktunya dia menemui orangtuanya Xiang Tianzhi.


Tian Zhi tidak sendirian, dia bersama Zhi Yinping. Mereka berdua telah berada dalam satu ranjang bersama Zhi Jianying si Dewi Seribu Wajah. Mereka bertiga baru selesai berkultivasi ganda.


Usia kandungan Zhi Jianying baru menginjak delapan bulan, karena kekuatannya berada di tingkat Half Alfa, maka masa waktu melahirkan lebih lama daripada He Hua.


"Jika kamu menemui mereka, aku khawatir Zhi Shirong mengetahuinya!" jelas Zhi Jianying agar Tian Zhi tidak menemui orangtuanya, "kamu tidak perlu khawatir, semua tentangmu telah aku ceritakan!" Imbuhnya.


"Tidak masalah! Aku hanya datang untuk berkunjung," ucap Tian Zhi sambil membelai perut Zhi Jianying dan Zhi Yinping.


Zhi Yinping juga hamil, usia kehamilan memasuki trimester, tidak hanya dia saja yang hamil, melainkan Qing Huan, Yu Bao, Miao Jiang, Jian Nuwa, Jun Mei Lin, Ling Ling, Ling Xuan, Li Jiancheng dan masih banyak istrinya yang hamil, total ada 67 wanita yang hamil, termasuk Guang Liem yang juga hamil.


Sebenarnya Tian Zhi telah melihat kondisi Dewa Es Abadi dan Dewi Salju yang baik-baik saja, hanya saja kedua orangtuanya saling dipisahkan dengan Formasi dan tidak boleh dipertemukan. Kedua tangan dan kaki Dewa Es Abadi dirantai, kekuatannya disegel. Sedangkan Dewi Salju hanya disegel kekuatannya dan berada di dalam kamar pribadi. Secara keseluruhan Zhi Jianying merawat mereka dengan baik.


Setelah mengobrol dengan Zhi Jianying, Tian Zhi kembali berkultivasi ganda hingga pagi hari. Lalu dia berpamitan saat Miao Jiang mengabarkan tentang kondisi He Hua yang akan melahirkan.


Tian Zhi dan Zhi Yinping segera berteleportasi dan muncul di Istana Kerajaan Guang yang baru dibangun. Tian Zhi segera menuju ke kamar pribadi milik He Hua, disana telah berkumpul banyak wanita. Disaat akan masuk ke kamar, dia dicegah oleh Miao Jiang.


"Bagaimana keadaannya?" tanya Tian Zhi dengan nada cemas.


"Jangan khawatir! Dia baik-baik saja. Sekarang kamu duduk tenang dan dengarkan saja, tapi kamu tidak boleh menggunakan Mata Dewa untuk mengintip!" jawab Miao Jiang dan memberikan peringatan.


Dengan menghela nafas berat, Tian Zhi duduk di kursi yang telah disediakan, dia mendengar tabib istana yang sedang berbicara kepada He Hua untuk menarik nafas dan mendorong.


Karena tidak tahu maksud perkataan tabib istana, Tian Zhi bergumam sambil memikirkan apa yang didengarnya, "apanya yang didorong?"


Semua wanita yang mendengar gumaman Tian Zhi menahan tawa, lalu Ling Ling mendekatinya dan berbisik, "itu prosedur standar tabib dalam menjalankan tugasnya."


Dari semua istrinya, Ling Ling paling berpengalaman, dimana telah memiliki anak yang kini menjadi pasangan Dao Tian Zhi.


Tian Zhi yang cemas selalu berjalan mondar-mandir di depan pintu kamar, sesekali dia melirik kedalam kamar, namun selalu ditegur istrinya.


Lalu terdengar suara bayi menangis dan membuat Tian Zhi kegirangan, namun dia masih tetap dilarang untuk masuk ke kamar sampai tabib istana mengijinkan untuk menemui ibu dan bayi.


Tidak berselang lama setelah tangisan bayi, pintu kamar terbuka dan tanpa menunggu tabib mengijinkan masuk, Tian Zhi langsung menerobos masuk ke kamar.


"Selamat! Anak pertama Yang Mulia berjenis kelamin laki-laki!" ucap salah satu tabib wanita sambil menggendong bayi.


Tian Zhi tertawa bahagia sambil menerima bayi dari gendongan tabib istana, dia melihat wajah putranya yang tampan. Sambil menggendong bayinya, Tian Zhi menghampiri He Hua yang sedang terbaring dan menyunggingkan senyuman bahagia.


Tian Zhi duduk dan memperlihatkan putranya kepada He Hua, lalu dia berkata, "terima kasih telah memberikanku putra!" setelah itu dia mencium kening He Hua.


Semua wanita bergantian mengucapkan selamat kepada He Hua dan berebut untuk menggendong bayinya.


"Berikan nama untuk putramu," kata He Hua.


Mendengar itu, Tian Zhi teringat akan janjinya kepada Xiang Tianzhi, lalu dia berkata, "walaupun sebenarnya aku bukan putra kandung Raja Xiang, dan berhubungan marga ku juga Xiang, maka putra kita tetap menggunakan marga Xiang, Xiang Ri Kui (bunga matahari)."


"Bunga Matahari...! Nama yang bagus!" gumam He Hua dan tersenyum setelahnya.


"Tapi untuk nama panggilannya cukup Ri Kui," terang Tian Zhi, tapi dia tidak menjelaskan alasannya.


He Hua tidak protes. Baginya, Tian Zhi adalah segalanya dan melebihi apapun, kelahiran putra pertama baginya adalah bonus.


Tian Zhi mengadakan pesta sederhana untuk kelahiran putra pertamanya selama tiga hari tiga malam, dia mengundang semua orang penting di Alam Mahadewa, bahkan dari Benua Dewa dan Benua Awan Timur juga diundang. Khususnya dari Benua Awan Timur, Tian Zhi secara pribadi menjemput mereka, dikarenakan jaraknya sangatlah jauh.


Walaupun hanya diadakan pesta secara sederhana, karena banyak penduduk yang mengetahui kelahiran putra pertama Kaisar Tian, banyak penduduk yang berbondong-bondong ke istana untuk mengucapkan selamat dengan membawa hadiah.


...****************...


Di Daratan Es Tengah Samudera, Zhi Jianying menemui kakaknya si Dewi Salju, dia menceritakan tentang kelahiran cucu pertamanya. Zhi Xiancai hanya bisa meneteskan air mata bahagia, usahanya untuk melindungi putra satu-satunya tidak sia-sia, ingin rasanya dia keluar dari kurungan hanya untuk menemui putra serta cucunya.


"Aku bisa membawa Kakak keluar, tapi hanya sebentar... Masalahnya ... Aku khawatir Zhi Shirong mengetahuinya dan itu akan membahayakan--"


"Tidak perlu!" sela Zhi Xiancai sebelum adiknya mengucapkan kata yang buruk kepada putranya, "aku ingin putraku, cucu dan menantuku bahagia!" alasannya sambil membelai lukisan Tian Zhi, dia lebih memilih untuk dikurung selamanya demi kebahagiaan putra satu-satunya.


"Mereka sudah tahu dan lambat laun bentrok akan segera terjadi ketika putramu datang ke Alam Keabadian. Lebih baik, ijinkan Tian Zhi untuk menyelamatkan mu secara pribadi agar mengetahui siapa musuh yang sebenarnya!" ungkap Zhi Jianying dan meminta kepada kakaknya agar berkumpul dengan putra.


Ya, semenjak Patriark Zhi Bingwen dan yang lainnya kembali ke Alam Keabadian, berita tentang Tian Zhi telah menyebar luas. Dan apa yang dikatakan oleh Zhi Jianying memang benar, jika bentrok tidak ada terhindarkan antara Tian Zhi dan Zhi Shirong.


"Bagaimana dengan orangtua kita yang dijadikan sandera? Aku keluar mereka jelas akan dibunuh oleh Zhi Shirong! Apa kamu mau itu terjadi?" tolak Zhi Xiancai dengan tegas, dia telah memikirkan hal ini sejak lama.


Zhi Jianying menghela nafas berat, setelah itu dia berbicara, "dia sudah mampu melindungi diri dan juga keluarganya, apa yang Kakak khawatirkan?"


"Ayahnya!" jawab Zhi Xiancai dengan singkat, dia enggan membicarakan Dewa Es Abadi.


"Pria itu sejak awal membawa sial bagi kita, bagaimana kamu bisa bertemu dengannya!" sungut Zhi Jianying.


"Tidak perlu dibicarakan!" ucap Zhi Xiancai dengan ketus dan meninggalkan Zhi Shimo di ruang tamu, dia terlihat kesal dengan orang yang bernama Lu Xu Pang si Dewa Es Abadi.


Zhi Jianying mengangkat kedua bahunya, lalu dia membelai perutnya yang buncit, kemudian dia meninggalkan tempat penjara kakaknya untuk menemui Tian Zhi.


...****************...


Tian Zhi menyambut kedatangan para tamu bersama He Hua yang menggendong putrinya. Memiliki anak pertama berjenis kelamin laki-laki adalah anugerah dari alam semesta, sebab seorang putra pertama akan menjadi pelindung bagi keluarganya.


"Selamat! Atas kelahiran putra pertama, Yang Mulia!" ucap High King of Qing Fei yang datang bersama dengan dua penasehatnya, Jin Dan dan Han Dang.


Tian Zhi tertawa bahagia dan memeluk mertuanya, setelah itu dia berkata, "lihat Qing Huan, sebentar lagi juga akan memberikan cucu bagi Ayah."


"Aku juga juga akan memiliki cucu, saat itu tiba, kita lihat cucu siapa yang paling tampan!" sahut Guang Liang.


"Tentu! Ayo, kita bertaruh, cucu siapa yang paling tampan!" tantang Qing Fei dengan membusungkan dadanya.


Suasana di dalam istana begitu meriah dengan gelak tawa para tamu. Lalu muncul Zhi Jianying dengan wajah yang berbeda dan lebih cantik dari Meyleen, kedatangannya jelas menarik perhatian banyak orang, sebab Zhi Jianying berbadan dua.


"Kamu harus tanggung jawab!" ucap Zhi Jianying yang berpura-pura marah.


Semua orang menatap wajah Tian Zhi yang terlihat tersenyum, lalu mereka melihat Zhi Jianying yang meneteskan air mata. He Hua dan semua istrinya menatap tajam Tian Zhi, kecuali Zhi Yinping yang menahan tawa.


"Jika hanya sekedar merubah tampilan, itu hal sepele...," kata Tian Zhi dan merubah tubuhnya seperti Zhi Jianying yang menyamar, "tapi aku tidak bisa seperti wanita yang lemah gemulai!" Lanjutnya sambil berjalan lenggak-lenggok tapi sangat kaku.


Zhi Yinping tidak mampu menahan tawa, dia tertawa keras melihat suaminya yang mencoba meniru gerakan seorang wanita.