Trigrams Chaos

Trigrams Chaos
Chapter 166. Awal Pertempuran.


Chapter 166. Awal Pertempuran.


Tidak berselang lama setelah masuk ke dalam Aula Beladiri, Tian Zhi dan timnya telah keluar dengan cepat, bukannya tidak bertarung, tapi disaat baru masuk dan naik ke dalam panggung pertarungan, semua peserta sudah ketakutan saat Tian Zhi dan Meyleen mengeluarkan basis kultivasinya, jelas peserta tidak mau melawan mereka berdua.


Akhirnya Tian Zhi menjadi Raja Kerajaan Merah. Secara otomatis nama Tian Zhi telah terukir di papan prestasi Negara. Setelah Tian Zhi ditasbihkan sebagai Raja, Roh Peri Kecil keluar dan menjelaskan perihal jabatan seperti empat Jenderal, Kanselir Negara, Ahli Perang dan sebagainya.


Semua jabatan didapatkan oleh peserta sesuai kontribusinya dalam memperluas wilayah. Memiliki jabatan juga berpengaruh terhadap kekuatan pasukan yang bertambah, seperti Tian Zhi yang mendapatkan tambahan pasukan sebanyak seribu prajurit secara otomatis setelah menjadi raja.


Menjabat sebagai jenderal mendapatkan lima ratus prajurit, Ahli Perang dan jabatan lainnya mendapatkan dua ratus lima puluh prajurit. Akan tetapi, setiap jabatan didapatkan melalui perjuangan memperluas wilayah, semakin banyak musuh yang terbunuh maka akan dengan cepat mendapatkan jabatan.


"Ayo, kita segera bertempur, sudah gatal tanganku!" kata He Hua penuh semangat saat menuju Gerbang Pahlawan.


Tian Zhi dan timnya juga penasaran seperti apa memiliki pasukan di kompetisi Duel Sage, antara penasaran dan semangat di hati mereka. Tidak hanya Tian Zhi dan timnya, tapi semua peserta memiliki perasaan yang sama.


"Silakan, Tuan-tuan masuk ke dalam Gerbang Pahlawan!" teriak boneka wayang seperti seorang penjual barang dagangannya.


Tian Zhi sebagai raja segera masuk untuk pertama kali bersama timnya. Disaat masuk ke Gerbang Pahlawan, medali bercahaya tanda gerbang itu membaca identitas peserta.


Swosh...


Tian Zhi dan timnya muncul di luar wilayah Mansion, lalu melihat 10.500 Kavaleri dan 5.500 Penyihir. Semua prajurit itu terbuat dari boneka wayang. Tian Zhi dan timnya juga telah menunggangi kuda boneka wayang.


Kemudian, Tian Zhi dan tim memiliki senjata pedang dan tombak, senjata biasa dan tidak berharga bagi mereka. Mereka menduga jika ini hanyalah sementara, dan akan mendapatkan yang lebih baik jika membeli di Ruang Harta.


"Jadi begini ... !" gumam Tian Zhi yang akhirnya paham kenapa panitia kompetisi tidak khawatir membekali peserta dengan pasukan dan segala kebutuhan dalam berperang, ternyata semua prajuritnya hanyalah boneka wayang dan senjata buruk.


Semua peserta kompetisi juga mendapatkan pasukan boneka wayang yang sama hanya berbeda kekuatannya. Semua boneka wayang terkoneksi dengan para peserta, jika setiap peserta memberikan perintah maka boneka wayang akan beraksi.


Tian Zhi membuka Mata Dewa untuk melihat keseluruhan wilayah yang tidak pernah dia kunjungi. Banyak hutan, pertanian, tambang, pelabuhan, banyak bukit dan pegunungan. Ini tidak ada bedanya dengan wilayah manapun.


"Kita kearah Timur saja yang lebih dekat!" saran He Hua sambil jari lentik menunjuk.


Tian Zhi mengangguk dan segera memacu kuda menuju ke timur, lalu disusul timnya beserta pasukan Kavaleri dan Penyihir. Peserta lainnya ada yang mengikuti dan sebagian menyebar ke arah Barat, Selatan dan Utara.


Tian Zhi menoleh kebelakang dan melihat pasukannya tidak tertinggal, padahal dia dan timnya sudah memacu kuda dengan sangat cepat. Tidak beberapa lama mereka pun tiba di depan benteng musuh.


Di depan benteng sudah menunggu pasukan musuh yang berbaris, setiap baris kolom berisi 2.500 prajurit dan satu komandan, mereka juga boneka wayang.


Tian Zhi berhenti saat jarak serangan pasukan penyihir dalam jangkauan. Kemudian, dia merasakan keanehan, dimana pasukan musuh hanya diam saja.


"Kenapa mereka tidak menyerang kita?" tanya Miao Jiang, yang juga merasakan keanehan komandan musuh yang diam saja tidak memerintahkan pasukannya melawan.


Lalu muncul Roh Peri Kecil untuk memberikan sedikit penjelasan.


[Tuan harus menyerang terlebih dahulu, dikarenakan Combat Power lebih tinggi dari lawan. Setelah Tuan mengalahkan barisan depan, maka barisan berikutnya langsung menyerang sebagai bentuk pembalasan]


Tian Zhi dan timnya segera mengerti penjelasan singkat Roh Peri Kecil. Kemudian, Deputi Penyihir Shan Lan segera memberikan perintah kepada pasukan.


"Gale Fire!" teriakkan Deputi Shan Lan saat memerintahkan pasukan penyihir untuk mengeluarkan badai api.


Pasukan boneka wayang penyihir bergerak mengangkat tongkat. Lalu diujung tongkat mengeluarkan cahaya. Kemudian dari atas kepala pasukan musuh bermunculan batu meteor berapi seperti air hujan.


Boom... Boom...


Rentetan ledakan hebat terdengar terus menerus sampai batas waktu tiga tarikan nafas usai. Seketika 2.500 prajurit menjadi hancur berkeping-keping, lalu potong-potong tubuh boneka wayang menjadi sinar dan menghilang.


Peserta lainnya yang berada di belakang pasukan Tian Zhi melongo, mereka tidak menyangka penggabungan peserta bisa sedahsyat ini, sekali serangan musuh kalah total.


Jelas pasukan musuh kalah jauh dengan combat power milik jenderal Tian Zhi sebesar 7.970, sedangkan combat power komandan garnisun hanya sebesar 600.


Tidak memberikan nafas bagi Tian Zhi dan timnya, komandan barisan kedua bergerak maju bersama 2.500 prajurit infanteri dan pemanah.


"Arrow Rain!" perintah komandan kepada pasukan pemanah untuk menyerang.


Kemudian, sebanyak seribu prajurit pemanah menarik tali busur keatas dan melepaskannya. Tampak seperti hujan panah yang akan menghujani lawan.


Deputi Kavaleri Shan Luse segera memberikan perintah kepada pasukannya dengan suara lantang.


"Oppression."


Seketika 16.000 prajurit mengeluarkan aura penindasan sehingga seribu anak panah yang akan menghujani Tian Zhi dan timnya menguap. Tidak berhenti disitu, Deputi Penyihir Shan Lan kembali memberikan perintah kepada pasukan penyihir.


"Gale Fire."


Suara Shan Lan sangat keras walaupun tubuhnya kecil. Kemudian bermunculan badai api seperti meteor menghujani pasukan musuh. Suara "Boom... Boom...," menggetarkan tanah, seketika pasukan boneka wayang kembali menjadi sinar dan menghilang.


Tian Zhi geleng-geleng tak mengerti bagaimana semua ini bisa begitu hebatnya, lalu dia kembali memanggil Roh Peri Kecil untuk meminta penjelasan sebelum pasukan lawan bergerak lagi.


"Peri kecil, bagaimana aturan mainnya?"


Kembali Roh Peri Kecil muncul di depan mata Tian Zhi saat ditanya.


[Sederhana, Tuan. Seperti sesaat yang lalu saya jelaskan. Combat Power tinggi akan menyerang terlebih dahulu, setelah itu pihak lawan akan membalasnya. Serang dan balas, intinya seperti itu. Karena Tuan hanya memiliki skill Oppression dan Combat Power lebih tinggi, serangan lawan bisa dinetralisir, ini sebagai bentuk pertahanan diri. Jika Combat Power lawan sedikit lebih tinggi, skill Oppression hanya mampu menetralisir serangan lawan sebesar 50%. Seandainya Tuan memiliki skill yang lainnya, maka Tuan bisa menyerang sebanyak dua kali berturut-turut, bahkan ada skill terus memberikan efek serangan sebanyak empat kali. Banyak pilihan di Ruang Harta, Tuan bisa memilih untuk melengkapi skill Takdir. Tuan, setelah ini bisa menggunakan skill Thunderbolt atau Gale Fire untuk menyerang.]


Panjang lebar Roh Peri Kecil menjelaskan kepada Tian Zhi. Sedikit banyaknya Tian Zhi memahami, dia selalu mengangguk pelan. Teringat masih memiliki skill Phalanx dan Arrow Rain, Tian Zhi kembali bertanya sebelum pasukan bergerak.


"Apakah aku juga bisa menggunakan skill Phalanx dan Arrow Rain?"


[Tidak bisa sebelum Tuan membeli atribut tambahan di Ruang Harta...]


Roh Peri Kecil kembali menjelaskan panjang lebar. Tian Zhi memang sudah memiliki empat Takdir yang sudah ada atributnya masing-masing. Seperti Meyleen memiliki dominan atribut Infanteri dengan skill Phalanx, berhubungan tidak memiliki pasukan Infanteri, maka skill Phalanx tidak bisa digunakan.


Sedangkan He Hua dan Miao Jiang bisa mengeluarkan serangan bersama Tian Zhi dengan skill Thunderbolt atau Gale Fire, tiga kali lipat lebih kuat daripada Tian Zhi menyerang sendiri. Ini oleh Roh Peri Kecil disebut Combo Skill.


Cendikiawan Shan Hongse juga bisa mengeluarkan skill Arrow Rain, asal memiliki pasukan pemanah. Semua itu harus dibeli oleh Tian Zhi di Ruang Harta untuk melengkapi Statistik Pahlawan.


Penjelasan dari Roh Peri Kecil semakin membuat Tian Zhi ingin berburu poin kontribusi sebanyak mungkin untuk mendapatkan segala kebutuhan baginya, tim dan pasukannya.


"Mereka bergerak," kata Miao Jiang kepada timnya.


"Kakak Tian, kini giliran mu!" sahut Shan Hongse yang mengingatkan Tian Zhi.


"Bisa gunakan Combo Skill Thunderbolt atau Gale Fire, Kak!" sambung Shan Luse.


Tian Zhi, Miao Jiang dan He Hua mengangguk paham. Lalu Tian Tian mengambil senjata pedang buruk yang terselip di pinggangnya. Namun, dia tiba-tiba ingin menguji apakah Formasi yang menyelimuti wilayah perebutan kekuasaan berpengaruh terhadap cincin dimensinya.


Dan, ternyata Tian Zhi masih terkoneksi dengan cincin dimensi, lalu dia bertanya kepada He Hua dan Miao Jiang, "apakah kalian bisa menggunakan cincin dimensi?"


He Hua dan Miao Jiang geleng-geleng dan menghela nafas tak berdaya, karena tidak bisa mengambil senjata di dalam cincin dimensi, bahkan menyimpan sesuatu saja tidak bisa.


Tian Zhi mengangguk pelan. Lalu pasukan lawan barisan ketiga mulai bergerak. Sedangkan tunggangan Tian Zhi dan timnya ikut maju beberapa puluh langkah tanpa diberi perintah.


"Sekarang!" perintah Tian Zhi kepada He Hua dan Miao Jiang untuk mengeluarkan Combo Skill, kedua kekasihnya mengangguk paham.


"Thunderbolt!" teriakkan Tian Zhi dan kedua kekasihnya bersamaan.


Muncul awan hitam di atas kepala pasukan lawan, lalu mengeluarkan serat-serat petir dan menghujani pasukan lawan...


Cedarrr... Cedarrr...


Suara memekakkan telinga saat petir menggelegar dan menghancurkan 2.500 pasukan lawan. Kembali pasukan boneka wayang menjadi sinar dan menghilang.


Peserta lainnya hanya melongo tanpa bisa berkata apa-apa melihat Raja Kerajaan Merah sangat mengerikan serangannya. Sudah tiga kali berturut-turut pasukan lawan kalah telak.


Tian Zhi dan timnya merangsek ke depan dan terus mengalahkan pasukan Kekaisaran Kuning. Peserta lainnya hanya pasrah tidak bisa ikut dalam pertempuran, akhirnya mereka balik arah untuk menyerang wilayah lain.


Tian Zhi dan timnya tertawa melihat peserta lain terlihat putus asa tidak bisa mendapatkan poin kontribusi, sebab Tian Zhi dan pasukannya tidak kalah.


Sebenarnya tidak hanya Tim Tian Zhi saja yang kuat dalam menyerap, Tim Zhu Rong dan Tim Lu Bai juga melakukan hal yang sama. Namun, mereka lebih memilih solo dengan banyak peserta, sembilan peserta utama dan sisanya pendukung saja yang akan menyerang wilayah lainnya.


Karena Zhu Rong, Dewi Pesona dan Lu Bai beserta dua sahabatnya tidak bergabung menjadi satu pasukan, jumlah pasukan mereka juga berbeda dengan Tian Zhi.


Zhu Rong juga menjabat Kepala Negara di Kerajaan Hijau, Lu Bai menguasai Kerajaan Biru. Semua peserta telah menyerang Kekaisaran Kuning dan sebagai banyak yang kalah dan secara otomatis kembali ke wilayah Mansion.


Peserta yang kalah kembali masuk ke dalam Gerbang Pahlawan dan muncul dengan pasukan yang sama, mereka kembali menyerang untuk mendapatkan poin kontribusi sebanyak mungkin, sampai batas waktu telah habis.


Kembali ke Tian Zhi, dia melihat medalinya untuk memeriksa hasil perolehan poin kontribusi, hasilnya cukup memuaskan setelah mengalahkan lima puluh garnisun, setiap garnisun mendapatkan 125.000 poin kontribusi, jika tidak mampu mengalahkan satu garnisun hasilnya juga berbeda, dan mudah dihitung hasil perolehan poin kontribusinya.


"Peri Kecil, apakah pemimpin satu pasukan bisa diganti dengan yang lainnya?" tanya Tian Zhi, dia ingin memberikan kesempatan kepada timnya untuk menjadi pemimpin pasukan.


"Bisa Tuan, ini kita sebut Leader Reshuffle. Tapi, harus membelinya di Ruang Harta, namanya Kartu Leader Reshuffle. Dengan memiliki Leader Reshuffle, maka Tuan bisa dengan bebas merombak pimpinan tim. Harganya 1.500.000 poin kontribusi.]


Seketika mulut Tian Zhi terbuka lebar mendengar harga Leader Reshuffle, timnya seketika tertawa melihat Tian Zhi syok dengan harga Leader Reshuffle. Kecuali Meyleen hanya menatap Tian Zhi dengan mata yang menyala api dan menghilang lagi.


Tian Zhi segera memulihkan keterkejutannya, malu melihat kekasihnya yang menertawakannya, lalu dia bertanya, "lanjut apa istirahat di benteng untuk makan atau membeli sesuatu di Ruang Harta, kita memiliki 125.000 poin kontribusi?


"Lanjut!" semua wanita menjawab dengan kompak, karena memperhitungkan poin kontribusi saat ini masih sedikit saat mengetahui harga Kartu Leader Reshuffle.


Kembali Jenderal Tian Zhi dan timnya memacu kuda...