Trigrams Chaos

Trigrams Chaos
Chapter 254. Merusak Sistem Pencipta.


Chapter 254. Merusak Sistem Pencipta!


Akhirnya Tian Zhi mengurungkan niatnya menuju ke wilayah Kekaisaran Qing, dia berkomunikasi dengan ketiga jenderalnya untuk membukakan jalan bagi Zhi Yinping.


Kapal angkasa milik Zhi Yinping melewati Kota Jalur Sutra tanpa halangan.


"Aku akan kembali dulu untuk mengabarkan kepada semua istriku." Pamitnya tanpa menunggu jawaban dari Zhi Yinping.


Roh Tian Zhi telah kembali ke dalam tubuhnya, lalu melihat He Hua dan Pasukan Phoenix telah selesai memusnahkan mayat hidup. Dia segera mengabarkan jika Zhi Yinping akan menjadi bagian keluarga besarnya.


Karena Zhi Yinping adalah seorang ahli Alkemis, He Hua dan semua istrinya menyambutnya dengan baik. He Hua segera memimpin Pasukan Phoenix keluar dari dunia bawah tanah untuk menemui Zhi Yinping.


Tidak berselang lama, Zhi Yinping akhirnya tiba, dia langsung dibawa ke dalam istana untuk diajak berdiskusi tentang perang ekonomi dengan Kekaisaran Qing.


Zhi Yinping juga bercerita tentang tujuan Dewi Alkemis yang sengaja membatalkan pertandingan, hanya demi Buah Suci tingkat Dewa. He Hua dan semua wanita melihat Tian Zhi untuk menunggu apa yang akan diputuskannya setelah mengetahui tentang alasan Dewi Alkemis.


"Kalian istirahat dulu selama dua hari ini. Hari berikutnya mulai membuat pil dalam skala besar-besaran, dari tingkat paling rendah hingga tertinggi, sesuaikan dengan kemampuan kalian. Untuk masalah ramuannya, aku sudah menyediakan...," kata Tian Zhi dan melambaikan tangan kanannya.


Tiba-tiba di lantai istana muncul banyak ramuan yang tersimpan di dalam kotak, setiap kotak berisi sepuluh set ramuan. Semua orang melongo melihat kekayaan suaminya yang tidak terduga.


Zhi Yinping yang telah menjualkan 75% ramuan yang dimiliki oleh Paviliun Pil Langit kepada Tian Zhi, tidak sebanding dengan apa yang dilihatnya saat ini.


"Semua ramuan ini setara dengan yang dimiliki oleh seluruh cabang Paviliun Pil Langit!" batin Zhi Yinping.


"Jika kurang, tinggal katakan saja," kata Tian Zhi kepada semua istrinya.


Tian Zhi tidak bermaksud pamer maupun menyombongkan dirinya, memang dia memiliki banyak ramuan terbaik didalam Dunia Jiwanya. Bahkan bawahannya para ahli Alkemis, jarang sekali menggunakan tanaman yang berkualitas menengah, mereka selalu memilih kualitas terbaik.


Di Dunia Jiwa, semua penghuninya tidak ada kekurangan apapun, semua telah Tian Zhi penuhi. Yang mereka lakukan di Dunia Jiwa selain berkultivasi; menciptakan banyak hal yang berguna, seperti membuat persenjataan untuk berperang, menciptakan banyak pil varian baru, melatih beladiri dan keterampilan dalam berbagai profesi, meningkatkan dan menciptakan berbagai macam Formasi.


Persaingan di Dunia Jiwa hanya untuk menguji seberapa besar peningkatan dalam seni beladiri dan juga profesi, selain itu mereka hidup bahagia dan berkembang pesat. Kehidupan di Dunia Jiwa telah meningkatkan dua kali lipat, dan itupun masih belum separuhnya memenuhi Dunia Jiwa.


Binatang mistik banyak yang telah berevolusi menjadi manusia, tapi sebagian masih ada yang menjadi setengah manusia dan binatang. Intinya semua kehidupan di dalam Dunia Jiwa sangat makmur dan mereka siap sewaktu-waktu untuk berperang.


"Dari mana kamu dapatkan semua ini?" tanya He Hua sambil melihat Miao Jiang mendata kotak ramuan sebelum didistribusikan kepada para ahli Alkemis.


"Apa kamu lupa jika aku tersesat di Dunia Wanita selama dua tahun lebih? Disana melimpah ruah akan tanaman langka yang bermanfaat bagi kultivator!" jawab Tian Zhi yang masuk diakal.


"Oh iya! Aku lupa!" ujar He Hua, ia terlihat malunya telah melupakan cerita suaminya saat terdampar di Dunia Wanita, dia berdiri untuk menghampiri Miao Jiang.


Mengingat tentang Shima Yao, Bai Nuan dan Juan Fangsu, Tian Zhi tersenyum tipis, dia tidak menduga bertemu mereka lagi setelah sekian lama berpisah. Sayangnya, waktu itu ingatannya belum kembali.


"Kalian sengaja mengurung ku hanya untuk mendapatkan keturunan... Semoga anak-anak ku tumbuh dengan sehat tanpa kehadiran ayahnya!" batin Tian Zhi yang ingin melihat anaknya.


Sayangnya, dia tidak tahu titik koordinat Galaxy Andromeda, jika tahu ia akan segera berteleportasi ke Dunia Wanita. Tian Zhi juga sudah mencari altar dimensi, tapi belum menemukannya. Ia sebenarnya bisa membuat altar dimensi, namun tetap harus mengetahui titik koordinatnya agar bisa terhubung dengan Dunia Wanita.


Di saat Tian Zhi sedang melamun, Guang Liem keluar dari dunia bawah tanah seorang diri dengan pakaian yang serba putih, pakaian khusus untuk berkabung.


"Apa kamu sudah tenang?" sapa Tian Zhi setelah Guang Liem duduk di sampingnya.


Tian Zhi tidak duduk di singgasananya, sebab masih digunakan sebagai jalur keluar masuk ke dunia bawah tanah. Rencananya, Tian Zhi akan membuat istana baru sebagai pusat pemerintahan, sedangkan istana lama akan dijadikan ruang rahasia bagi Keluarga Besar Guang, serta tempat penjara bagi penjahat yang dihukum seumur hidup.


Guang menyandarkan kepalanya di lengan kanan Tian Zhi, lalu dia menjawab, "aku sengaja mengakhiri masa berkabung, sebab tidak mungkin pemerintahan tinggalkan begitu saja."


"Kamu terlalu khawatir, kan ada kita yang bisa menggantikan posisimu sementara!" sahut Ling Ling dan berlanjut mengobrol dengan He Hua yang sedang memeriksa isi kotak ramuan.


"ini peninggalan leluhur mu." Tian Zhi memberikan cincin dimensi milik Kaisar Giok, dia hanya mengambil Kitab Hidup dan Mati.


"Terima kasih!" Guang Liem menerimanya dan segera menyimpan tanpa memeriksa isinya, dia segera memberikan ciuman di pipi Tian Zhi dan berdiri untuk menemani Miao Jiang yang sedang mencatat.


Tian Zhi mendengar obrolan sesama wanita membuatnya mengantuk. Disaat akan memejamkan mata, Siput Penghantar Suaranya bergetar tanda ada seseorang yang menghubungi, dia segera berpamitan kepada istrinya untuk menuju ke Kekaisaran Qing.


Setelah keluar dari istana, ternyata yang menghubunginya adalah Jiang Chen Mei, dia berkata bahwa Lu Bai dan kedua sahabatnya telah siap untuk diambil Sistem Pencipta.


Tian Zhi kembali menggunakan skill teleportasi dan muncul di gedung utama Organisasi Tangan Hitam, ia melihat Jiang Chen Mei sedang berbicara kepada ketiga bawahannya untuk mengatur strategi.


"Siap yang akan dulu?" tegur Tian Zhi mengejutkan Jiang Chen Mei dan ketiga bawahannya.


"Aduh Bos... Kamu membuatku kaget saja!" tegur Yang Wei sambil mengelus dadanya.


Tian Zhi tersenyum dan duduk di lantai seperti mereka, sebelahnya Lu Bai, lalu dia melihat Jiang Chen Mei yang wajahnya lebih cantik dari sebelumnya.


"Aku dulu!" ucap Lu Bai yang ingin melepaskan Sistem Penciptanya.


"Baiklah, kalau begitu kamu tetap duduk bersila dan menghadap ke arahku!" pinta Tian Zhi dan menggeser duduknya agar menghadap ke arah Lu Bai.


Setelah mereka duduk saling berhadapan, Tian Zhi mengangkat tangan kanan dan meletakkan di dahi Lu Bai, lalu mengalirkan kekuatan jiwanya.


Lu Bai yang memejamkan mata merasakan energi lembut masuk ke dalam jiwanya, dia melihat Sistem Pencipta memberikan peringatan bahaya. Karena tidak digubris oleh Lu Bai, Sistem Pencipta membuat perisai diri agar energi luar tidak mengganggunya.


Namun, Tian Zhi dengan mudah menghancurkan perisai energi milik Sistem Pencipta dan segera kekuatan jiwanya memblokir syaraf-syaraf di jaringan darah, otak dan segala sistem organ tubuh.


Lu Bai menahan rasa sakit di kepalanya, keringat dingin mulai bercucuran, wajahnya menjadi pucat pasi...


Tidak butuh waktu setengah dupa, keluar dari kepala Lu Bai sebuah bola kristal bening dan terlihat banyak angka dan huruf didalamnya, itu adalah bola Sistem Pencipta.


Lu Bai menghela nafas lega saat Tian Zhi telah selesai mengambil Sistem Pencipta, dia melihat di telapak tangan Tian Zhi.


"Ambil buat kenangan dan pelajari, siapa tahu berguna di masa depan," kata Tian Zhi sambil memberikan bola Sistem Pencipta.


Tian Zhi dengan mudah memisahkan Sistem Pencipta karena telah memiliki pengalaman. Lu Bai menerima bola Sistem Pencipta.


"Terima kasih, Saudara!" ucapnya sambil menggeser tubuhnya untuk memberikan kesempatan kepada sahabatnya.


"Boleh aku lihat!" pinta Jiang Chen Mei yang ingin mengetahui Sistem Pencipta.


Lu Bai memberikannya dan Jiang Chen Mei segera menerimanya. Dengan penasaran, Jiang Chen Mei mempelajari kode-kode rumit didalam bola Sistem Pencipta.


Sedangkan Yang Wei telah menggantikan posisi Lu Bai, dia telah siap untuk diambil Sistem Penciptanya. Seperti sebelumnya, Tian Zhi dengan mudah mengambilnya dan memberikan kepada Yang Wei, lalu berlanjut ke Yuan Shao yang terlihat tidak sabar untuk lepas dari Sistem Pencipta.


Yuna Aurora si Dewi Cahaya hanya tersenyum saat mengetahui Tian Zhi telah mengambil Sistem Pencipta dan juga telah dirusak. Sengaja Tian Zhi merusak Sistem Pencipta sesuai keinginan Yuna Aurora, agar tidak disalahgunakan oleh siapapun.


Lu Bai, Yang Wei dan Yuan Shao tidak tahu tujuan asli Tian Zhi yang sebenarnya, dia ingin membantu Yuna Aurora untuk merusak Sistem Pencipta yang diambil oleh Wei Yan.


Tian Zhi berpura-pura kelelahan telah menggunakan kekuatan jiwa untuk mengambil Sistem Pencipta, lalu dia memberikan bola Sistem Pencipta kepada Yuan Shao.


Jiang Chen Mei yang tidak mengerti tentang bola Sistem Pencipta, segera mengembalikannya kepada Lu Bai dan mengajak Tian Zhi yang kelelahan untuk beristirahat.


"Kalian lakukan tugas kedua setelah beristirahat!" perintah Jiang Chen Mei sambil memegang lengan Tian Zhi yang terlihat kelelahan.


"Baik, Nyonya Shimo! Terima kasih, Saudara!" ucap Lu Bai dan kedua sahabatnya secara bersamaan.


Tian Zhi hanya melambaikan tangan sebagai bentuk responnya. Jiang Chen Mei telah menyiapkan kamar pribadi bersama Tian Zhi. Seperti seorang istri, Jiang Chen Mei merawat Tian Zhi dengan membersihkan tubuhnya yang berkeringat dengan kain basah.


"Apa rencana mu kedua?" tanya Tian Zhi sambil tiduran dan merasakan kelembutan Jiang Chen Mei yang mengusap keringat di dadanya.


"Aku meminta mereka untuk mengajak semua orang yang dikenali dan pendukungnya, aku akan menjadi mereka sebagai bawahan. Setelah itu, aku baru melepaskan mayat hidup di lokasi padat penduduk!" jawab Jiang Chen Mei sambil melepaskan pakaian bawah milik Tian Zhi.


Dia melihat tongkat besar milik Tian Zhi yang masih tertidur, lalu mengusap tongkat dengan kain basah. Jiang Chen Mei memperlakukan tongkat milik Tian Zhi seolah-olah barang berharga.


"Gara-gara ini... Aku tidak bisa lagi melirik pria manapun!" goda Jiang Chen Mei sambil melirik Tian Zhi yang tersenyum.


"Belum puas semalam aku buat kamu meminta ampun!" balas Tian Zhi.


Jiang Chen Mei tertawa dan mencubit telur yang menempel di tongkat, lalu dia berdalih, "kamu terlalu kasar dan tidak memberikan aku kesempatan untuk bernafas dengan lega!"


"Jelaslah! Kamu enak sudah keluar dan aku belum! Baru beberapa kali digoyang kamu sudah keluar, benar-benar amatiran!" ucap Tian Zhi yang membalikkan ejekan Jiang Chen Mei yang mengatakan amatiran.


Jiang Chen Mei yang gemas langsung mencium bibir Tian Zhi dengan ganas... Mereka berdua kembali berkultivasi ganda hingga pagi hari. Jiang Chen Mei yang selalu meminta ampun tidak digubris oleh Tian Zhi.


Setelah membuat putri Raja Mayat Hidup pingsan dengan wajah bahagia, Tian Zhi beristirahat sejenak, dia akan menyelesaikan rencana pertamanya di Kekaisaran Qing...