
Chapter 185. Kekhawatiran Nanggong Kaili.
Tian Zhi berkata kepada Zhu Rong, Miao Jiang dan Shan bersaudari, "kalian segera kabari keluarga mu tentang hari pernikahan kita."
Zhu Rong menghela nafas berat, lalu menjawab, "aku anak yatim-piatu!" dia merasakan kesedihan tidak memiliki keluarga.
Jun Mei Lin dan Mu Bingyun memeluk Zhu Rong untuk menghiburnya. Tian Zhi juga memeluknya dengan hati menyesal.
"Maafkan aku!" sesal Tian Zhi yang tidak tahu jika orang tua Zhu Rong telah tiada.
Lalu Tian Zhi melihat Miao Jiang dan Shan bersaudari, jawaban mereka juga sama. Tian Zhi tidak menyangka jika istrinya banyak yang yatim-piatu, dengan raut wajah menyesal dia memeluk mereka.
"Kalian kini memiliki keluarga baru, jadi jangan bersedih lagi!" hibur Tian Zhi, lalu dia melihat He Hua.
"Aku juga yatim-piatu dan menjadi anak angkat pemimpin Akademi Istana Surgawi!" ungkap He Hua yang tahu arti tatapan Tian Zhi.
"Beri kabar tentang pernikahan kita, walaupun dia hanya ayah angkat!" tutur halus Tian Zhi.
He Hua mengangguk dan mengeluarkan Siput Penghantar Suara, setelah memberi kabar kepada Yu Guan dia menyimpan alat komunikasinya, tanpa menunggu balasan dari ayah angkatnya.
Tian Zhi yang tahu jika He Hua tidak mengabarkan ayah angkatnya, dia hanya menghela nafas tak berdaya dan tidak bertanya, karena He Hua pasti ada alasannya.
...----------------...
Tidak terasa hari yang dinantikan telah tiba, dimana ibukota Kerajaan Jun menjadi ramai dengan banyaknya penduduk yang akan menyaksikan pernikahan Tian Zhi dengan dua belas wanita.
Murid-murid Sekte Yin menjadi dayang-dayang bagi He Hua dan sebelas calon istri Tian Zhi. Mereka sangat senang bisa menjadi bagian dalam acara yang membahagiakan ini, setiap istri Tian Zhi memiliki dua puluh lima dayang, setiap dayang memiliki kemampuan yang mumpuni.
Tian Zhi sendiri memiliki tiga pengawal cantik yang wajahnya mirip dengan Meyleen. Untuk tiga pria yang memiliki kekuatan tingkat Dewa Absolute level 60 dijadikan Kepala Keamanan Kerajaan Jun.
Nanggong Kaili menjadi wali bagi Tian Zhi, dan Zheng Deng menjadi wali bagi Shan bersaudari. Raja Jun menyiapkan keluarga besarnya untuk menjadi wali bagi He Hua, Miao Jiang, Meyleen, Li Jiancheng, Ling Ling, Ling Xuan dan Zhu Rong.
Prosesi pernikahan pun dimulai, acara sangat khidmat dan disaksikan banyak penduduk. Setelah penghormatan kepada orang tua wali, dilanjutkan dengan acara hiburan tarian dan seterusnya.
Saat hari akan beranjak tengah malam, Tian Zhi undur diri untuk memenuhi kewajibannya sebagai seorang suami. Raut wajah semua istrinya dibalik cadar begitu bahagia.
Bersama dua belas istrinya, Tian Zhi masuk ke dalam kamar pribadi yang telah dipersiapkan. Tiga pengawal wanita dan beberapa dayang-dayang juga ikut masuk ke dalam kamar untuk melayani He Hua dan yang lainnya.
Tian Zhi melihat dua belas istrinya duduk di pinggir tempat tidur, dia menghampiri He Hua terlebih dahulu, membuka cadarnya dan memberikan kecupan di bibir, lalu berlanjut ke Miao Jiang, Mu Bingyun, Jun Mei Lin dan seterusnya...
Malam itu, suara lenguhan setiap wanita terus terdengar hingga pagi hari. Selama itu, tiga pengawal wanita dan dayang-dayang selalu dibuat gelisah melihat Tian Zhi mampu membuat istrinya bahagia dan mencapai puncak kenikmatan berkali-kali.
...----------------...
Dua hari berikutnya, Tian Zhi berpamitan kepada Raja Jun untuk kembali ke Benua Dewa. Setelah Jun Mei Lin dan Mu Bingyun berpamitan, Tian Zhi memberikan banyak sumber daya kepada mertuanya untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur.
"Kalian lindungi Benua Awan Timur dan juga keluarga kerajaan. Jika ada sesuatu yang membahayakan, segera aku dikabari!" perintah Tian Zhi kepada tiga pengawal pria.
"Mengerti, Tuan!" jawab serempak ketiga pengawal itu.
Kemudian, Tian Zhi mengeluarkan Kapal Angkasa Kaisar Api Asyura, dia dan istrinya segera naik dan diikuti oleh Nanggong Kaili, Zheng Deng dan murid Sekte Yin dan murid Perguruan Lima Elemen. Tidak ketinggalan pengawal wanita yang selalu menjaga ketat Tian Zhi kemanapun pergi.
Raja Jun dan keluarga besarnya dengan berat hati melepaskan menantu dan putrinya, banyak penduduk yang Ikut mengiringi kepergian Tian Zhi dan rombongannya.
"Torehkan prestasi lebih banyak!" teriak Raja Jun dengan melambaikan tangannya, lalu diikuti banyak orang yang juga melambaikan tangan.
Swosh...
Kapal angkasa melesat dengan sangat cepat saat ketinggian mencapai dua ribu meter. Raja Jun menghela nafas panjang dan tetap melihat kapal angkasa hingga melewati batas atmosfer Benua Awan Timur.
"Ramalan leluhur kita ... Semoga dia bisa mengatasinya!" gumam Raja Jun, dia enggan melanjutkan ucapannya.
Permaisuri Kerajaan Jun memegang tangan suaminya, lalu dia berkata, "semoga putri kita segera hamil untuk melanjutkan kisah ayahnya dimasa depan."
Raja Jun mengangguk, dia juga berharap segera mendapatkan cucu dan membuktikan ramalan leluhurnya.
Tian Zhi bukannya tidak tahu tentang masa depannya, tapi dia memilih menutup mata dan menikmati saat ini, sebab dia telah merencanakan semuanya sebelum menjadi seperti saat ini. Kehidupannya kali ini, Tian Zhi hanya ingin memutuskan keluarganya agar tidak selalu ikut campur, supaya reinkarnasi berikutnya dia bisa lebih banyak berkreasi sendiri.
Zheng Deng bertanggungjawab untuk menjadi komandan kapal angkasa, sedangkan Tian Zhi bersama istrinya, semua murid dan ketiga pengawal wanita masuk ke dalam cincin dimensi.
Tian Zhi merombak Mansion agar mampu menampung banyak orang, dia juga mengajarkan kepada murid Sekte Yin berbagai macam teknik beladiri.
Selain beladiri, Tian Zhi membagi murid Sekte Yin menjadi empat bagian, dimana setiap bagian akan diajarkan untuk menjadi seorang ahli Alkemis, Formasi Array, Smelting dan Beast Tamer.
Tian Zhi telah mengganggap murid Sekte Yin adalah bagian keluarganya, dia juga memberikan segel kedua, dimana mampu memberikan kekuatan sebanyak tiga level.
Sebenarnya, selama di Benua Awan Timur, banyak murid Sketsa Yin disukai oleh murid Perguruan Lima Elemen, namun mereka menolaknya karena telah mengabdikan hidupnya hanya untuk He Hua dan Tian Zhi.
Tiga hari pun berlalu, kapal angkasa Kaisar Api Asyura telah kembali ke Benua Dewa saat pagi hari. Semua guru dan murid Perguruan Lima Elemen menyambut pemimpinnya.
Tian Zhi turun bersama semua istrinya setelah Nanggong Kaili dan Zheng Deng terlebih dahulu turun dari kapal angkasa. Lalu Tian Tian menepuk badan kapal angkasa dan berubah menjadi miniatur, kemudian dia menyimpannya di dalam cincin dimensi.
Disaat berjalan menuju ke gedung utama perguruan, Ketua Balai Penegak Hukum mendekati Nanggong Kaili.
"Pemimpin, Kekaisaran Song telah memukul mundur pasukan Kekaisaran Shang di perbatasan. Kabar dari mata-mata kita, pasukan Kekaisaran Song telah bergerak menuju Benua Dewa!" lapor Ketua Balai Penegak Hukum Perguruan Lima Elemen.
Nanggong Kaili melihat Tian Zhi, dia kini selalu menyerahkan masalah penting kepada Tian Zhi. Tian Zhi yang paham tatapan Nanggong Kaili tersenyum.
"Besok, antar aku menemui Kaisar Shang sebelum kompetisi Alkemis dimulai. Untuk hari ini kita istirahat dulu setelah perjalanan panjang," kata Tian Zhi yang tidak khawatir tentang kekaisaran Song.
Nanggong Kaili yang tidak tahu tujuan Tian Zhi menemui Kaisar Shang segera bertanya, "apakah Master Tian ingin mendukung Kaisar Shang untuk mengalahkan Kaisar Song?"
"Tidak, jika dia tidak mau menyerahkan apa yang aku inginkan. Tapi, jika mau memberikannya, maka aku akan bantu Kaisar Shang melawan Kaisar Song!" jawab Tian Zhi, lalu dia tersenyum tipis.
Nanggong Kaili dan yang lainnya penasaran apa yang diinginkan Tian Zhi. Kecuali semua istrinya yang sudah tahu, mereka telah merencanakan untuk menguasai Benua Dewa.
"Apa yang Master Tian inginkan?" tanya Zheng Deng.
"Mahkota miliknya!" jawab Tian Zhi dengan singkat.
Keinginan Tian Zhi jelas mengagetkan Nanggong Kaili dan semua orang, mereka tahu artinya, dimana Tian Zhi ingin menjadi seorang kaisar. Akhirnya Nanggong Kaili tahu maksud tujuan Tian Zhi yang merekrut banyak kultivator.
Raut wajah Nanggong Kaili seketika menjadi jelek, lalu dia berkata dengan nada tegas, "Master Tian, ini sama saja disebut pengkhianat disaat seperti ini, jelas tidak baik bagi kita!"
Semua guru dan banyak orang penting perguruan mengangguk setuju dengan ucapan Nanggong Kaili. Keinginan Tian Zhi akan membahayakan posisi Perguruan Lima Elemen dan akan menjadi musuh banyak orang.
Sayangnya mereka tidak tahu, jika Tian Zhi tidak menginginkan mahkota, melainkan Batu Keabadian yang dijadikan hiasan di mahkota Kaisar Shang, yaitu, Heart Stone yang berwarna hijau.
"Kalian salah paham, aku menginginkan batu yang langka di mahkota Kaisar Shang!" jelas Tian Zhi agar tidak ada kesalahpahaman.
Nanggong Kaili dan semua orang bernafas lega, tapi Nanggong Kaili masih khawatir, lalu dia kembali bertanya, "apa batu itu berwarna hijau?"
Tian Zhi mengangguk sebagai jawaban.
"Semoga beliau mau memberikannya! Tapi, jika Kaisar Shang tidak mau memberikannya, apa yang akan Master Tian lakukan?" tanya Nanggong Kaili yang ingin tahu langkah Tian Zhi.
"Menunggu Kekaisaran Shang runtuh!" jawab Tian Zhi, dan mereka telah sampai di gedung utama perguruan.
Nanggong Kaili geleng-geleng tak berdaya, runtuhnya Kekaisaran Shang akan berdampak besar bagi Benua Dewa, dan imbasnya akan dirasakan oleh Perguruan Lima Elemen, terutama rakyat jelata.
"Pemimpin, aku akan istirahat dulu, besok pagi kita berangkat ke Kekaisaran Shang!" pamit Tian Zhi yang ingin bersantai sejenak di mansion milik perguruan.
"Baik, Master Tian. Aku akan persiapkan surat kunjungannya."
Tian Zhi dan Nanggong Kaili terpisah. Sedangkan Nanggong Kaili melanjutkan pembicaraan penting dengan jajaran petinggi perguruan.
Sesampainya di dalam mansion, Tian Zhi memasukkan istrinya ke dalam cincin dimensi, lalu dia membuka Mata Langit untuk melihat lokasi Perguruan Phoenix Surga.
Setelah menemukan tempat Kuil Alam Dewa, Tian Zhi merubah wajahnya menjadi seorang pria tua usia 70 tahun. Kemudian dia berteleportasi...