
Chapter 63. Xiang Huangdi.
Tian Zhi melihat altar, dia ingin masuk ke dalam altar tapi takut terjadi sesuatu, sebab pria bertopeng itu saja tidak berani masuk dan hanya menggunakan energinya untuk mengontrol gambar ber-hologram.
"Apa rencana mereka? Pemicu... Apa yang akan dia lakukan dengan pemicu?" banyak pikiran di benak Tian Zhi dengan pembicaraan pria bertopeng dan Xiang Huangdi, segera Tian Zhi menipis semua hal yang menganggu pikirannya.
Karena dia penasaran apa yang terjadi jika melewati altar, Tian Zhi mengeluarkan ayam hidup yang dia miliki di cincin dimensi, lalu melemparkan ayam ke dalam altar, seketika ayam itu menjadi abu tanpa bersuara.
Tian Zhi menelan salivanya dan bergidik ngeri, untung saja dia tidak ceroboh dengan asal masuk ke altar tanpa memeriksanya terlebih dahulu. Lalu, Tian Zhi menguji lagi dengan benda mati, dia mengeluarkan koin perak dan melemparkan ke dalam altar, dan sama seperti ayam hidup, koin perak menjadi abu.
"Aku coba menirunya saja!" gumamnya.
Tian Zhi segera mengangkat tangan kanan dan mengeluarkan energinya untuk melewati altar secara berlahan. Saat energinya melewati altar, Tian Zhi bernafas lega sebab tidak terjadi apa-apa.
Segera Tian Zhi arahkan energi spiritual menuju Throat Stone dan merasa mampu melakukan seperti yang dilakukan pria bertopeng itu, tapi dia tidak meniru pria bertopeng yang menggerakkan gambar ber-hologram. Tian Zhi mengalirkan energinya untuk menyelimuti Throat Stone dan secara berlahan dia angkat, disaat akan diangkat, Throat Stone sangat sulit untuk bergerak.
Kemudian, Tian Zhi memaksimalkan energi spiritual dengan menggunakan tangan kirinya agar Throat Stone bisa dia ambil, dengan kedua tangan bekerjasama mengontrol energi spiritual, Throat Stone bisa dia angkat dan secara berlahan keluar dari tempatnya.
Seketika gambar ber-hologram menghilang dan sinar laser juga menghilang. Buru-buru Tian Zhi menarik Throat Stone dan langsung menangkapnya, dia tertawa terbahak-bahak saat berhasil mendapatkan batu kedua dari tujuh Batu Keabadian yang harus dia miliki.
Lalu Tian Zhi meletakkan Throat Stone pada lubang armor nya, dan keluar cahaya keemasan yang terang. Seketika Tian Zhi memejamkan mata saat mendapatkan banyak informasi tentang kegunaan Throat Stone.
Setelah beberapa saat memejamkan matanya, Tian Zhi membuka mata dan tertawa lagi, kini dia memiliki kemampuan memanipulasi pikiran, teleportasi, proyeksi astral dan komunikasi alam bawah sadar.
Kemampuan memanipulasi pikiran; ini seperti menipu pikiran lawan bicara, mengendalikan pikiran lawan untuk mengungkapkan kebenaran dan semua rahasianya.
Teleportasi; kemampuan untuk berpindah-pindah tempat dalam sekejap, tidak terbatas ruang dan waktu, cukup dengan hanya memikirkan tempat yang pernah dia kunjungi.
Proyeksi Astral (atau perjalanan astral); mampu memisahkan jiwa atau kesadarannya dari tubuhnya, mampu melakukan perjalanan ke seluruh alam semesta, ini hampir mirip seperti telepati yang berbentuk suara.
Komunikasi alam bawah sadar; ini seperti komunikasi telepati, dengan kemampuan ini si pengguna mampu meningkatkan potensi diri dan orang lain secara sadar maupun saat dihipnotis. Misalkan, saat orang lain berkehendak lain, kita menggubah pemikiran orang tersebut dengan mengendalikan otak sebelah kanannya untuk bertindak positif maupun negatif.
Tian Zhi segera menenangkan rasa bahagianya dan segera keluar dari ruang rahasia. Tiba-tiba Tian Zhi merasakan robekan pada kehampaan, dan buru-buru dia masuk ke dalam cincin dimensi untuk bersembunyi, dan dia melihat pria bertopeng kembali.
"Huff! Untung saja aku telah memiliki kemampuan dari Throat Stone!" batin Tian Zhi yang bernafas lega.
Seandainya dia tidak bisa merasakan fluktuasi energi pada robekan kehampaan, jelas Tian Zhi akan menjadi buruan pria bertopeng itu.
"Bangsat!! Siapa yang mengambilnya!" bentaknya sambil melihat sekeliling dan tidak melihat siapapun, lalu dia melihat pintu masuk menuju ruang rahasia masih tertutup rapat, "untung saja aku telah mengaktifkan pemicunya." lanjutnya dengan menyimpan altar miliknya, dan kembali mengedarkan pandangan untuk mencari si pencuri.
Pria bertopeng itu yakin jika pelakunya bukan Xiang Huangdi, sebab muridnya tidak memiliki kemampuan untuk bisa bergerak cepat melebihi-nya. Namun, saat pria bertopeng itu melewati dimana cincin dimensi yang tidak terlihat, dia merasakan desiran angin yang halus dan melihat kearah cincin dimensi.
Detak jantung Tian Zhi melambat, nafas tertahan saat pria bertopeng itu mendekatinya, dan berhenti tepat di depan cincin dimensi yang berjarak satu jengkal dari matanya.
"Aneh... Aku merasakan ada sesuatu disini, tapi tidak ada apapun...!" gumam pria bertopeng itu dengan tangan meraih udara seakan-akan sedang menangkap sesuatu.
Detak jantung Tian Zhi langsung berhenti saat menahan nafasnya, ketika tangan kanan pria bertopeng hampir saja mengenai cincin dimensi. Pria bertopeng membalikkan badan dan meraih udara seolah-olah menangkap sesuatu yang tidak nampak.
Buru-buru Tian Zhi menggerakkan cincin dimensi ke bawah hingga menyentuh lantai. Pria bertopeng merasakan lagi desiran angin dan langsung membalikkan badan, dia kembali merasakan desiran angin yang dia rasakan tadi. Namun, setelah tidak menemukan asal desiran angin, pria itu melihat pintu keluar, dan melihat sedikit cahaya dari luar yang masuk.
"Sialan, ternyata dari sana ... Aku kira ada orang lain yang memiliki kemampuan seperti ku!" umpatnya setelah tahu penyebab desiran angin dan bukan si pencuri, dia mengira si pencuri mampu bersembunyi di dalam kehampaan seperti dirinya.
Pria bertopeng itu berpikir siapa orang yang tahu perihal tujuannya, dan siapa pelaku pencurian Throat Stone. Disaat tidak menemukan petunjuk, pria bertopeng mendengar suara keributan dari luar.
Pria bertopeng itu tersenyum saat bencana yang dia ciptakan akhirnya dimulai. "Siapapun yang mencuri Throat Stone, suatu saat pasti akan ketemu! Nikmati saja hidupmu untuk saat ini!" gumamnya dan merobek kehampaan untuk meninggalkan Benua Awan Timur yang sudah dia anggap tinggal sejarah.
Di luar ruang rahasia, langit terbelah dan menciptakan lubang hitam raksasa, dan keluar banyak monster berbagai bentuk dengan ukuran yang besar dan menyeramkan. Tanah bergetar saat para monster itu mendarat dan menciptakan kawah, jumlah mereka sangat banyak seperti koloni semut.
Disaat telah mendarat, para monster berpisah secara acak dan mulai memburu apapun yang bergerak, bahkan pepohonan dan rumput yang bergerak dihancurkan dan sebagian dimakan.
Spontan seluruh praktisi beladiri di Benua Awan Timur mulai menyerang para monster itu dengan bekerjasama, ledakan demi ledakan energi segera terdengar dimana-mana, dan yang mengenaskan sudah pasti rakyat lemah yang tidak mampu berkultivasi, mereka menjadi korban keganasan para monster.
Tian Zhi yang berada di ruang rahasia dengan bersembunyi di dalam cincin dimensi baru bisa bernafas lega setelah pria bertopeng itu pergi, dia juga mendengarkan keributan di luar dan ledakan demi ledakan menggetarkan tanah.
Setelah mengekstrak kekuatan korbannya, Tian Zhi melihat pintu rahasia terbuka dan segera menghentikan aktifitasnya, dia melihat Xiang Huangdi masuk sendirian untuk bersembunyi dari serangan monster.
"Saatnya pembalasan!" gumamnya dan menunggu Xiang Huangdi menutup pintu ruang rahasianya.
Kemudian, Xiang Huangdi masuk dan menghela nafas lega telah berhasil bersembunyi dari serangan monster, dia tahu jika para monster itu ulah gurunya.
"Sayang jika aku tidak menunggu semuanya hancur ...," katanya sambil duduk di kursi.
Xiang Huangdi berencana menunggu semua orang dimusnahkan oleh para monster, dan dia akan menjarah semua sumberdaya sebelum kabur menuju Alam Keabadian.
"Aneh, Batu Mistik yang langka dan hanya ayahku yang memilikinya ... !" gumamnya yang masih teringat akan jawaban gurunya, "jika batu itu sangat langka, kenapa aku tidak mengetahuinya dari catatan harta langka!" lanjutnya saat merasakan keganjilan akan jawaban gurunya, dan dia juga telah banyak belajar di perpustakaan Kerajaan Xiang, dan tidak ada catatan tentang Batu Mistik yang lain dari umumnya.
Karena telah lelah memikirkan tentang batu milik ayah dan perihal tujuan gurunya, Xiang Huangdi menuju ke tempat tidur, dia tampak tidak perduli dengan bencana yang terjadi.
"Mu Bingyun, wanita murahan!? Menolak cintaku adalah kesalahan terbesar mu, setelah aku menjadi murid Akademi Istana Surgawi, dan disaat itu tiba pilihanku jelas bukan kamu lagi!!" geramnya yang sakit hati telah di tolak oleh Mu Bingyun, dan akan membalas rasa sakit hatinya dengan mencari kekasih yang lebih baik dari Mu Bingyun.
Tian Zhi terkekeh mendengar Xiang Huangdi di permainkan oleh Mu Bingyun. "Masih mending baru menyukai sudah ditolak, sedangkan aku sudah berkorban masih saja dikhianati! Entah yang bodoh itu kamu atau aku...!" ujarnya tanpa sadar, dia membandingkan perasaannya dengan rasa sakit yang dialami oleh Xiang Huangdi.
Disaat Xiang Huangdi telah memejamkan mata, tubuh bayangan Tian Zhi keluar dari cincin dimensi dan langsung membuatnya pingsan dengan memukul dahinya, lalu membawanya ke dalam cincin dimensi untuk di siksa secara berlahan.
Tian Zhi membuat sebuah palang kayu berbentuk 'T' dan mengikat Xiang Huangdi yang telah dia tanggalkan semua pakaiannya serta mengambil cincin dimensi-nya.
Lalu Tian Zhi menyiramkan air diwajah Xiang Huangdi agar sadarkan diri.
Segera Xiang Huangdi terbangun dan kaget saat melihat seseorang pria berdiri dihadapannya dengan membawa pisau tajam, dan terkejut lagi saat merasakan kedua kaki dan tangannya telah terikat dan telanjang.
"Siapa kamu?! Cepat lepaskan aku!?" bentak Xiang Huangdi yang berusaha tidak takut dan panik, dia jelas tidak mengenali Tian Zhi yang sekarang, sebab banyak perubahan pada fisik.
"Apa kamu sudah lupa dengan Adik sendiri dan mantan Mu Bingyun yang kalian jebak beberapa tahun yang lalu?" jawabnya dengan bertanya balik.
"Xi--Xiang ... Xiang Tianzhi ... !"
Spontan Xiang Huangdi terbelalak kaget dan kali ini dia baru merasakan ketakutan ekstrim, seperti melihat hantu di siang hari. Apalagi Tian Zhi mendekati sambil memotong buah.
"Masih ingat ya, bagus! Seingat-ku dulu, aku tidak pernah menyinggung kamu, tapi kenapa kamu berbuat jahat dengan ku dan termasuk ibuku, hingga kami seperti buronan dan dalam pelarian berbulan-bulan...!"
"Ampun!! Adik, aku minta maaf, ini semua karena perintah ayah kita, dia telah menjual nyawamu kepada Raja Mu!" jawab Xiang Huangdi dengan mengungkapkan dalang dibalik kejadian beberapa tahun lalu.
"Argh....!!"
Tian Zhi terkekeh dengan jawaban yang sudah dia tahu, dia langsung memotong telinga Xiang Huangdi, dia tidak perduli dengan teriakan kakaknya, dan kembali memotong telinga yang tersisa.
"Argh!! Ampun ... Adik, aku ini Kakakmu! Tolong lepaskan aku, ini semua ayah dan Raja Mu ...!" teriakan Xiang Huangdi yang kesakitan dan kembali menyebutkan pelaku yang sebenarnya.
"Aku tidak perduli siapa dalangnya! Yang jelas, siapapun yang terlibat akan merasakan hal yang sama seperti kamu...!" jawab Tian Zhi.
Dia menyiksa Xiang Huangdi dengan memutilasi satu per satu anggota tubuh dan darah segar seakan-akan memicu naluri kebinatangan untuk terus menyiksa.
Akhirnya Xiang Huangdi mati karena kehabisan darah dengan menyisakan bagian tubuh kepala hingga perut, bahkan kedua bola matanya di congkel. Kemudian, Tian Zhi mengekstrak kekuatan Xiang Huangdi sambil tertawa melihat musuhnya telah mati.
(Note : Komunikasi alam bawah sadar (Subconscious Mind atau komunikasi intuitif) adalah penyampaian informasi antara manusia secara tidak sadar.
Kadang kala komunikasi bawah sadar merupakan komunikasi interpersonal, misalnya bermimpi atau kesadaran saat dihipnotis, dan belum tentu merupakan komunikasi nonverbal (gerakan tubuh).
Usahakan selalu berpikir positif untuk memanfaatkan kekuatan besar alam bawah sadar, otak kanan (alam bawah sadar) 88℅, dan otak kiri (alam sadar) 12℅.
Umumnya manusia menggunakan otak kiri dalam kehidupan sehari-hari, dan jarang menggunakan otak sebelah kanan, biasanya otak sebelah kanan muncul saat keadaan terdesak atau secara spontan. Dan kita bisa melatihnya (alam bawah sadar) dengan selalu berpikiran positif yang berulang-ulang.
Contohnya : seorang atlet, memiliki kemampuan melebihi orang normal.)