
Chapter 252. Qing Guozhi.
...****************...
Di Kekaisaran Qing - Forest Peach Blossom.
Seorang pria telah keluar dari kultivasi tertutup yang telah dijalani selama 1.000 tahun. Energi kuat meluap-luap dari tubuhnya, tanda dia baru saja menerobos ke tingkat Half Alfa.
Yang mengejutkan, kekuatannya bukan berada di level 20, tapi di tingkat Half Alfa level 27. Pria itu mengembangkan senyuman bahagia saat keluar dari gua di Bukit Pearl - lokasi yang masih berada di Forest Peach Blossom.
Dia menarik nafas dalam-dalam untuk menikmati udara segar, lalu melihat matahari terbenam dengan indah. Wajahnya yang dulu tua, kini terlihat lebih muda seperti usia 75 tahun, padahal usianya telah mencapai ribuan tahun.
Dialah sosok legenda Kekaisaran Qing, namanya adalah Qing Guozhi si Leluhur Matahari, itu julukannya.
Dewa Surya yang masih berada di Forest Peach Blossom merasakan aura leluhurnya, dia dan semua orang buru-buru menyambut Qing Guozhi dengan wajah berseri-seri.
Master Tao dan Xu Lian juga ikut menyambut Qing Guozhi sebagai sosok yang sangat dihormati oleh penduduk di Kekaisaran Qing.
Qing Guozhi melihat keturunannya berdatangan, dia tertawa bahagia karena keturunannya tampak sehat dan makmur. Semua orang membungkuk kepada Qing Guozhi sebagai bentuk penghormatan.
Qing Guozhi duduk bersila dan melihat wajah-wajah keturunannya, lalu dia melihat Xu Lian yang bukan dari keluarganya, namun dia tidak peduli karena dianggapnya lemah.
"Apa yang telah berubah selama aku dalam pengasingan?" tanya Qing Guozhi yang ingin tahu perkembangan di Alam Mahadewa.
"Kakek, banyak yang telah terjadi selama Anda berkultivasi tertutup...," Dewa Surya segera menceritakan berita penting.
Dari invasi binatang monster, tewasnya Kaisar Song saat berperang di Benua Dewa, Raja Iblis yang menculik putrinya Qing Lin, perebutan kekuasaan antara Permaisuri Liem dan putra mahkota, lalu kehadiran Tian Zhi juga diceritakan secara detail, bahkan dantian-nya yang terluka juga diceritakan.
Qing Guozhi hanya mengangguk berulang-ulang sebagai bentuk responnya, ketika Dewa Surya menceritakan tentang Tian Zhi yang mampu mengalahkan Bocah Tua dan Bai Dong, dia terlihat bersemangat untuk menguji kehebatan Tian Zhi.
"Bocah itu menyatakan perang terhadap kita. Lalu bagaimana kita harus melangkah, Kek?" Akhirnya Dewa Surya selesai menceritakan panjang lebar perkembangan Alam Mahadewa, diakhiri ceritanya dia meminta dukungan Qing Guozhi.
"Ras Asyura, ya...!" gumam Qing Guozhi sambil membelai jenggotnya yang telah memutih, setelah berpikir sejenak, dia bertanya sebelum memberikan jawaban, "apakah kamu sudah menyelidiki kemampuan anak muda itu?"
Dewa Surya melihat Xu Lian yang telah menyelidiki Tian Zhi. Xu Lian menangkupkan kedua tangannya, setelah itu dia berbicara, "Senior, perkenalkan saya Xu Lian dari Klan Xu di Alam Keabadian...,"
Qin Guozhi sedikit terkejut jika wanita bertopeng adalah anggota Klan Xu.
"Oh... Klan Xu...! Ya... Ya, aku mengenal Patriark Klan Xu - mu dengan baik, beliau orang yang misterius dan sebenarnya sangat kuat melebihi ku, apa hubunganmu dengan beliau?" sela Qing Guozhi sebelum Xu Lian membicarakan kemampuan Tian Zhi.
Dari nada bicaranya, Qing Guozhi tampak sangat menghormati Patriark Klan Xu, karena dulu pernah saling menguji kekuatan dan dirinya dikalahkan dengan mudah. Semenjak saat itu Qing Guozhi sangat menghormatinya.
Xu Lian tersenyum puas jika nama pemimpinnya sangat disegani. Sebelum dia menjawab, Dewa Surya menyela dengan wajah sedikit bangga, "istriku adalah adik ketiga dari Patriark Klan Xu. Xu Lian ini adalah adik istriku dan tetap bersama kita untuk melindungi kekaisaran selama Kakek berkultivasi secara tertutup!"
Spontan Qing Guozhi tertawa bahagia, dia tidak menyangka keturunannya menjalin ikatan pernikahan dengan orang yang dia hormati. Setelah berhenti tertawa, dia melihat Xu Lian dan menangkupkan kedua tangannya sebagai bentuk hormat bagi Patriark Klan Xu.
"Putri Lian, maafkan ketidaksopanan cucuku ini yang menganggap mu sebagai pengawal...!" ucap Qing Guozhi dengan tulus dan melototi Dewa Surya yang tidak menghargai Xu Lian.
Dewa Surya menunduk sambil garuk-garuk kepala, karena merasa bersalah tidak memperlakukan Xu Lian dengan baik.
"Tidak masalah... Tidak masalah! Saya sudah berjanji kepada kakak untuk menjaga Keluarga Besar Qing!" ujar Xu Lian, didalam hatinya sangat bahagia Qing Guozhi secara pribadi meminta maaf kepadanya.
"Kamu gadis yang cantik dan juga berjiwa besar!" Qing Guozhi memuji Xu Lian dan kembali berbicara, "apakah Nona Muda Lian mengenal si Tian Zhi?"
"Benar, Senior, saya sudah menyelidikinya secara mendalam dan detail. Tian Zhi ini memiliki kemampuan menggandakan tubuhnya sebanyak 10.000 klon, dengan kekuatan selisih 10 level dari aslinya. Kekuatannya sendiri berada di tingkat Half Alfa level 7, namun setelah bertarung dengan utusan dari Kuil Alam Es, perkiraan saya kekuatannya yang sebenarnya berada di level 20...,"
Xu Lian membeberkan semua kemampuan Tian Zhi sesuai pengamatannya, dia juga menceritakan tentang Penguasa Iblis Langit yang dikalahkan oleh Tian Zhi dengan mudah, Lightning God Sword sebagai senjata di atas Artefak Bintang juga diberitahukan kepada Qing Guozhi.
Mengetahui jika Tian Zhi memiliki banyak harta langka dan teknik beladiri yang hebat membuat kedua mata Qing Guozhi berbinar-binar, muncullah keserakahan di hati untuk mendapatkan semuanya.
"Bocah itu juga memiliki Batu Keabadian yang dia rebut dari Dewa Bintang dan Master Wei Yan!" imbuh Dewa Surya ketika Xu Lian melupakan hal yang paling penting harta yang dimiliki oleh Tian Zhi.
Ada kekecewaan di hati Qing Guozhi, dia pikir setelah keluar dari kultivasinya bisa menikmati hidup dengan damai, namun harapan itu tidak terealisasi, apalagi Tian Zhi telah menyatakan perang, mau tak mau harus ikut campur dan memikirkan cara untuk mengalahkan Tian Zhi. Selain itu, dia masih belum mendapatkan Kitab Hidup dan Mati yang berada di Istana Giok.
"Perketat Pelabuhan Qingshan, adakan pertemuan dengan leluhur Kerajaan Air, Dewa Bintang, Master Wei Yan, semua keluarga besar, klan dan semua orang penting di Alam Mahadewa, termasuk di Alam Keabadian. Aku secara pribadi akan mengundang Patriark Klan Xu untuk berpartisipasi dalam melawannya! Dalam waktu tujuh hari kedepan, aku harap semua orang penting bisa berkumpul" Qing Guozhi segera membuat rencana pertama untuk mengalahkan Tian Zhi, dia akan membuat aliansi dengan banyak kekuatan di dua alam.
Dengan membentuk aliansi, Qing Guozhi dengan mudah mengalahkan Tian Zhi yang memiliki banyak kemampuan unik. Sebelum semua orang mulai bekerja, Qing Guozhi kembali berbicara, "beberkan semua kemampuan dia agar menarik minat mereka!"
"Lalu apa yang kita dapatkan, Kek?" tanya Dewa Surya yang khawatir tidak mendapatkan keuntungan jika banyak orang kuat merebutkan harta milik Tian Zhi.
"Jelas kita bagi! Karena itu kita akan bahas saat pertemuan nanti!" jawab Qing Guozhi, "baiklah, semua bisa kembali dan persiapkan pertemuan, kecuali Nona Muda Lian." lanjutnya, dia ingin menemui Patriark Klan Xu bersama Xu Lian.
Dewa Surya dan semua bawahannya segera meninggalkan Bukit Pearl, tinggal Xu Lian dan Qing Guozhi.
"Berapa banyak wanita yang dia miliki?" tanya Qing Guozhi kepada Xu Lian.
"Banyak, Senior."
"Apakah kamu bisa menculik salah satu dari wanitanya?"
Xu Lian mengunci alisnya saat tahu tujuan Qing Guozhi, yaitu menggunakan wanita sebagai sandera dan alat pertukaran.
"Sulit untuk menculik salah satu wanitanya, mereka selalu berkelompok dan jarang terpisah. Seandainya mereka masih berada di Kota Qingshan, saya masih bisa menculik istrinya yang paling lemah!" jawab Xu Lian.
"Ya sudah, kita akan bahas nanti. Nona Muda Lian, hari ini kita temui Patriark Klan Xu."
Xu Lian dan Qing Guozhi segera berdiri dan mereka menuju ke ibukota Kekaisaran Qing, mereka berdua masuk ke portal dimensi sebagai alat transportasi jarak jauh.
Master Tao yang melihat kepergian Xu Lian dan Qing Guozhi, dia menghela nafas berat, dia kembali menjalankan tugasnya sebagai penjaga Forest Peach Blossom.
"Kenapa ketamakan selalu saja ada dikehidupan ini? Apakah tidak bisa menerima apa yang telah dimiliki!" gumam Master Tao, suara hatinya kali ini mengatakan, jika kejayaan Kekaisaran Qing akan berakhir pada zaman ini.
Master Tao termasuk orang yang tidak memiliki ambisi dalam hidupnya, baginya bisa berkultivasi dengan nyaman adalah anugerah, bisa melihat keturunannya hidup bahagia sudah lebih dari cukup.
Dia membicarakan tentang Qing Guozhi yang tidak pernah berubah semenjak dulu, selalu ingin mendapatkan apa yang dimiliki oleh orang lain, apapun caranya. Bagi Master Tao, Qing Guozhi adalah seniornya, dan seharusnya memberikan panutan baik untuk keturunannya.
"Dunia tanpa adanya ketamakan, kehidupan akan terasa hambar!"
Tiba-tiba muncul seorang pria tua yang seumuran dengan Master Tao, dia mendengar gumaman dan menyahut. Master Tao tidak terkejut kehadiran rekannya yang juga sebagai penjaga Forest Peach Blossom.
"Lucu! Wilayah ini saja begitu luas dan tidak semua tempat telah dijelajahi, kenapa harus tergiur dengan harta milik orang lain? Kamu bisa lihat itu... Buah Dewa yang dianggap orang lain berharga, bagi mereka ... Dibiarkan begitu saja membusuk, entah apa yang mereka pikirkan!" protes Master Tao yang tidak setuju dengan ucapan rekannya.
Mereka berdua saling berdebat dan hal itu sudah biasa terjadi saat menjaga Forest Peach Blossom...
...****************...
Di gedung utama Organisasi Tangan Hitam, terlihat dua lain jenis sedang berhubungan intim dengan intens selama waktu tiga dupa, mereka adalah Tian Zhi dan Jiang Chen Mei. Mereka berhubungan intim bukan karena rasa cinta, melainkan saling membutuhkan, terutama Jiang Chen Mei yang lama tidak merasakan lagi kemesraan.
Jiang Chen Mei terlihat puas dengan kehebatan Tian Zhi, dia tertidur pulas dengan dada milik Tian Zhi sebagai bantal. Tian Zhi menggeser tubuh Jiang Chen Mei, lalu dia menyelimuti tubuhnya dengan selimut.
Setelah berpakaian, Tian Zhi meninggalkan Jiang Chen Mei, dia segera berteleportasi dan muncul di depan pintu Istana Giok, dia melihat Guang Liem dan semua keluarganya sedang berkumpul di istana, terlihat kerangka Kaisar Giok dimasukkan ke dalam peti mati yang terbuat dari batu Giok.
Kemudian Tian Zhi mengurungkan niatnya untuk bertemu Guang Liem, dia melihat He Hua dan Pasukan Phoenix tidak lagi menyerang mayat hidup dari jarak jauh, melainkan berhadapan langsung dengan mayat hidup untuk melatih kekompakan dan juga beladiri.
Tidak ingin menganggu semua istrinya, Tian Zhi melihat sebuah pondok bambu, lalu dia berjalan menuju ke pondok. Melihat pondok bersih, Tian Zhi membaringkan tubuhnya di ranjang bambu dan memejamkan mata.
Dari tubuhnya keluar perisai energi untuk melindunginya, lalu Tian Zhi melepaskan rohnya. Tubuh rohnya keluar dari dunia bawah tanah dan melesat ke arah Kekaisaran Qing, dia berniat menjarah Forest Peach Blossom dan juga menyelidiki orang yang bernama Qing Guozhi.
Kemampuan yang baru saja dikeluarkan oleh Tian Zhi berasal dari Throat Stone, yaitu Proyeksi Astral atau melepaskan rohnya untuk melakukan perjalanan kemanapun sesuai keinginan.