Trigrams Chaos

Trigrams Chaos
Chapter 118.


Chapter 118. Benua Bintang.


Mendengar suara serak yang tampak jelas disamarkan, Tian Zhi membalikkan badan, melihat dua orang dengan tubuh ramping, dan jubah dan membentuk lekuk tubuh khas seorang wanita, itu terlihat jelas dengan dada yang membusung dengan bangga.


Mencium aroma wangi yang pernah dia rasakan, Tian Zhi menjadi teringat dengan He Hua dan Miao Jiang. Seketika Tian Zhi tersenyum di dalam hatinya saat yakin kedua orang itu adalah He Hua dan Miao Jiang, walaupun mereka menggunakan topeng dan jubah penyamaran.


Namun, dia jadi teringat akan janji sumpah setia sebagai anggota Organisasi Tangan Hitam, sehingga Tian Zhi tidak bisa membunuh sesama anggota.


Tapi, di dalam hatinya, dia menyeringai akan menaklukkan kedua wanita ini dengan teknik yang lama tidak dia gunakan, yaitu memanfaatkan aroma afrodisiak.


Disaat kedua orang bertopeng Perak berhadapan dengan Tian Zhi, salah satu orang yang diperkirakan adalah He Hua segera berkata:


"Biar kami yang menanggani misi di Benua Bintang. "


Dari nada bicara jelas terlihat dia serius, walaupun ekspresi wajah dibalik topeng tidak terlihat.


Mana mungkin Tian Zhi mau melepaskan tujuan yang telah dia rencanakan, dia pun menolak, dengan menjawab:


"Aku sudah mengambilnya terlebih dahulu dua misi utama dan kalian cari yang lainnya, atau kalian bisa ambil misi di bawahnya. "


Tian Zhi membalikkan badan menghadap si pekerja dan berkata:


"Aku ambil dua misi utama, sisanya biarkan mereka yang selesaikan. "


Segera peserta mencatat misi yang diambil Tian Zhi. Akan tetapi wanita yang dianggap Tian Zhi sebagai He Hua mengambil kuas si pekerja sebelum selesai membuat laporan penerimaan misi.


"Aku ambil misi utama membunuh putra mahkota Kerajaan Wang, satunya untukmu!" katanya.


Tian Zhi menghela nafas untuk menahan emosinya dan menganggukkan kepada si pekerja untuk mengikuti kemauan wanita yang menyebalkan ini, dia makin yakin jika wanita di sebelahnya ini adalah He Hua, karena sifatnya tidak berubah.


Segera si pekerja membuat laporan, dan setelah selesai dia berkata kepada tiga orang Topeng Perak di depannya sambil memberi surat tugasnya:


"Misi sudah aktif. Setelah kalian menyelesaikan misinya, upahnya kalian akan secara otomatis masuk ke dalam kartu platinum. "


Segera Tian Zhi membalikkan badan untuk segera menyelesaikan tugasnya untuk membunuh seseorang ahli Alkemis, lalu dia mempelajari berkas informasi targetnya.


Si Alkemis bermarga Dong dan nama belakangnya Jian, Dong Jian.


Mengetahui nama targetnya, seketika Tian Zhi berhenti berjalan saat merasa familiar, dia seakan-akan pernah mengenal dan berinteraksi dengan Dong Jian.


Jelas Tian Zhi tidak mengingat muridnya sendiri, sebab ingatannya telah menghilang, dia bisa merasa pernah mengenal karena memori alam bawah sadarnya masih menyimpan segala yang diketahuinya.


Dong Jian adalah Penatua Paviliun Pil Surga di Benua Awan Timur, sebelum menjadi muridnya.


Dia menghela nafas tak berdaya ketika tidak mengingat orang yang bernama Dong Jian. Tian Zhi kembali berjalan menuju altar portal dimensi untuk menuju Benua Bintang.


"Apa masalahnya sehingga Dong Jian menjadi target Organisasi Tangan Hitam? " batinnya Tian Zhi yang menjadi penasaran dengan konflik Dong Jian dan si penyewa jasa Organisasi Tangan Hitam.


Selain nama, tempat dan status target pembunuhan, Tian Zhi tidak mendapatkan informasi tentang si penyewa jasa Assassin maupun masalah yang sedang terjadi.


Tidak berselang lama Tian Zhi pun tiba dan melihat dua orang bertopeng Hitam sebagai penjaganya.


Segera mereka menghalangi Tian Zhi, walaupun tahu pangkat keanggotaannya lebih rendah, karena sudah tugas dan kewajibannya untuk bertanya kepada siapapun yang akan meninggalkan wilayah Organisasi Tangan Hitam.


"Senior, apa tujuan Anda kesini? "


"Aku menerima misi di Benua Bintang! " jawab Tian Zhi sambil memberikan surat tugasnya.


"Maaf Senior! Sudah tugas kami untuk selalu bertanya kepada siapapun. Silakan berdiri di tengah altar dan kami akan mengatur tujuan Anda, " ucap si penjaga sambil mengembalikan surat tugas.


Tian Zhi segera berjalan dan berhenti tepat di tengah altar portal dimensi, tapi dia melihat dua wanita menyebalkan menghentikan dua penjaga yang sedang mengisi tenaga altar dengan Batu Mistik sebagai sumber energi.


"Kami juga akan pergi ke Benua Bintang, ini surat tugasnya, " kata He Hua kepada si penjaga sambil menyodorkan suratnya.


"Silakan Senior berdiri di tengah altar! " pinta si penjaga setelah pemeriksaan.


Segera mereka berdua menghampiri Tian Zhi dan berdiri di depannya. Di balik topeng, Tian Zhi jelas kesal melihat mereka yang seakan-akan selalu ingin membuat masalah.


Kedua penjaga itu telah mengisi setiap lubang di tugu altar dengan Batu Mistik, kemudian mereka berdua mengaktifkan altar portal dimensi dengan mengalirkan energinya.


Swosh...


Seketika Tian Zhi dan dua pembunuh bayaran menghilang dari altar portal dimensi.


Di atas gedung utama Organisasi Tangan Hitam tampak seseorang bertopeng emas selalu memperhatikan Tian Zhi, dibalik topengnya dia tersenyum tipis.


.....


Sebelum adanya lubang portal dimensi Benua Bintang merupakan wilayah yang subur, makmur, indah dan banyak penghuninya.


Kini semua telah berubah, banyak tempat yang porak-poranda, tulang manusia berserakan dimana-mana, di setiap tulang mengeluarkan fluktuasi energi panas, bisa diidentifikasi jika tulang tersebut milik Ras Asyura, disetiap tulang meninggalkan jejak gigitan dan cakar dari binatang monster.


Selain tulang Ras Asyura, ada banyak tulang binatang monster yang menghitam dan juga meninggalkan jejak panas, bisa diidentifikasikan Kematiannya karena Api Asyura.


Swosh...


Muncul sebuah lubang dimensi dan keluar tiga orang bertopeng. Setelah keluar, lubang dimensi menutup dengan sendirinya.


Ketiga orang bertopeng perak segera mengedarkan pandangan disekitarnya dan tidak menemukan siapapun kecuali tulang berserakan, pepohonan tumbang dan kayu yang menjadi arang dengan asap yang masih mengepul.


"Akan sulit menemukan target utama! " gumam salah satu wanita yang selalu diam semenjak bertemu dengan Tian Zhi, dia melepaskan topengnya.


Tian Zhi yang melihatnya seketika terkejut saat tebakannya meleset, ternyata dia bukan Miao Jiang, tapi wanita lainnya yang tidak Tian Zhi kenali; wajah oval, kulit kuning, bibir tipis tanpa perona bibir, mata sedikit sipit, hidup kecil tapi mancung. Walaupun tidak secantik Miao Jiang, wanita ini masih bisa dikatakan menarik dengan tubuh pada berisi dan dada berukuran 34B, tinggi badan 170 cm, rambut panjang sebahu yang diikat dengan gaya kuncir kuda.


"Apa semua wanita memiliki favorit parfum yang sama? " batin Tian Zhi, dia menebak karena aroma wangi yang sama dengan milik Miao Jiang, lalu dia melihat wanita satunya juga melepaskan topengnya.


Sekali lagi Tian Zhi salah menebak, ternyata bukan He Hua. Wajah runcing dan kulit juga berwarna kuning pucat, rambut hitam panjang sepunggung, tinggi badan sedikit lebih tinggi dari wanita satunya dan sedikit lebih cantik.


"Apakah mereka sedang menyamar dengan menggunakan Pil Perubahan Wajah! " batin Tian Zhi ketika nalurinya selalu mengatakan jika kedua wanita ini adalah He Hua dan Miao Jiang.


Memang ada Pil Perubahan Wajah, tapi ramuannya sangat sulit didapatkan, Tian Zhi sendiri ingin membuatnya namun tidak memiliki bahan-bahan yang diperlukan.


"Kenapa kamu tidak melepaskan topeng-mu?" tanya wanita yang dikira He Hua kepada Tian Zhi.


"Tidak perlu, kan sedang menjalankan misi! " jawab Tian Zhi secara spontan, tapi masuk akal.


Jelas Tian Zhi tidak akan menunjukkan wajah aslinya, sebab dia masih belum mengenal mereka. Kedua wanita itu tertawa dan menebak jika Tian Zhi merupakan anggota baru, karena sikapnya sama seperti lainnya.


"Aturan berlaku di dalam, di luar kita bebas, apalagi menjalankan misi tidak mungkin menggunakan topeng! Oh iya! Panggil saja aku Xinxin dan dia Yun Yun! " kata wanita yang dikira adalah He Hua, dia memperkenalkan diri sebagai Xinxin dan juga memperkenalkan rekannya.


Ucapan Xinxin yang mudah dimengerti oleh Tian Zhi dan membuatnya sedikit malu seperti seorang amatiran. Memang benar yang diucapkan oleh si Xinxin, tidak mungkin dalam misi menggunakan topeng saat berbaur dengan targetnya sebelum dibunuh.


Tapi ada metode lain yang tidak mengharukan berbaur; dengan mengamati di kejauhan, mempelajari kebiasaan target, disaat waktunya tepat membunuh targetnya dalam senyap, tepat, cepat tanpa meninggalkan jejak.


Metode berbaur umumnya digunakan Assassin wanita yang menyukai gerakan cepat; dengan merayu, mengikuti keinginan target sehingga membuat targetnya lengah...


Tian Zhi akhirnya membuka topeng juga, karena kedua wanita itu telah memperkenalkan diri, dia juga tidak mungkin menggunakan topeng terus sebelum menemukan target utamanya.


"Lumayan tampan! " pujian Xinxin sambil mengamati wajah Tian Zhi dari dekat tanpa ada rasa canggung.


Bagi Xinxin dan Yun Yun, mereka harus bisa dengan cepat beradaptasi dengan orang-orang baru dan tidak ada lagi rasa malu-malu dalam menjalankan misinya.


"Jangan dekat-dekat, kamu bisa jatuh cinta nantinya! " goda Tian Zhi dengan berjalan mundur dua langkah.


Xinxin tertawa dan jelas tidak mempan dengan rayuan umum, setelah tertawa dia bertanya:


"Siapa namamu? "


Tian Zhi melihat sekitarnya, setelah aman dia mendekati Xinxin hingga bibir berada di telinganya. Xinxin tidak menjauh malahan mendekatkan tubuhnya hingga dada mereka berdua saling menempel.


"Xiang, panggil saja Xiang. Ingat, ini rahasia kita! " bisik Tian Zhi sambil tangan kanannya memeluk pinggang si Xinxin.


Yun Yun seketika tertawa, sebab Tian Zhi yang berbisik bisa dia dengar, dan bukan lagi menjadi rahasia. Xinxin juga tertawa ringan sambil mendorong tubuh Tian Zhi.


"Tidak mudah bisa menyentuhku! Anggap saja itu salam perkenalan! " ucap Xinxin sambil menjulurkan lidahnya.


Tian Zhi mengangkat kedua bahunya, kemudian dia melihat lubang portal dimensi yang masih mengeluarkan binatang monster yang tergolong besar dan berbagai jenis yang berbeda.


Lalu dia mengaktifkan Mata Dewa untuk melihat keseluruhan Benua Bintang, dia melihat dinding tinggi mencapai dua puluh meter melingkar wilayah yang dianggap basis perlindungan terakhir, dengan banyak menara turret untuk melawan serangan binatang monster.


"Ini mempersulit ruang gerak kita untuk menyelesaikan misi sebelum menghancurkan lubang dimensi, " kata Xinxin sambil berjalan mendekati Tian Zhi dan berdiri berjajar, dia juga melihat apa yang di lihat Tian Zhi.


"Aku punya rencana untuk menghancurkan lubang itu! Kalian segera berbaur dengan para pengungsi, " ucap Tian Zhi yang berniat segera menyelesaikan misi pribadinya.


"Tidak mudah menghancurkan lubang dimensi, para pimpinan Istana Surgawi sudah mencobanya dan selalu gagal! " sahut Xinxin yang menganggap Tian Zhi terlalu berlebihan.


"Lebih baik kita bereskan misi daripada mengurusi lubang dimensi! " sambung Yun Yun dan di anggukan oleh Xinxin.


"Kalian bergerak duluan, aku akan menyusul! " pinta Tian Zhi.


Kedua wanita itu hanya mengangguk pelan dan melesat ke arah Kerajaan Wang sebagai basis perlindungan terakhir bagi penghuni Benua Bintang.