
Chapter 211. Kota Qingshan, Qing Huan.
Tian Zhi telah mendekati pelabuhan milik Kekaisaran Qing, Pelabuhan Qingshan yang berada di wilayah kekuasaan Kota Qingshan, pemimpinnya seorang yang bergelar Duke (Adipati) bermarga Qing, Qing Fei.
Wilayah Kota Qingshan sangat makmur dan berbeda dengan Kota Jalur Sutra yang telah mengalami masa-masa sulit setelah jatuhnya Kekaisaran Song. Jika dilihat penduduknya yang makmur, Duke Qing Fei pasti memimpin kota dengan bijaksana dan adil.
Tian Zhi pun menjadi tertarik untuk mengenal pemimpin Kota Qingshan, dia segera mendarat di pintu gerbang Kota Qingshan, lalu dia ikut mengantri untuk masuk ke kota.
"Seratus keping emas!" pinta prajurit penjaga gerbang kota kepada Tian Zhi, dia tahu jika orang dihadapannya adalah pendatang.
Tian Zhi segera membayar retribusi masuk ke Kota Qingshan, lalu dia diperintahkan oleh prajurit untuk segera masuk.
"Anak muda, selama kamu di sini, jangan buat masalah!" peringatan si prajurit kepada Tian Zhi.
"Mengerti, Senior!" jawab Tian Zhi dan melenggang pergi.
Setelah berada di dalam Kota Qingshan, Tian Zhi tersenyum puas dengan sikap prajurit yang tidak sewenang-wenang terhadap pendatang baru. Penilaian kinerja yang patut dipuji, pikirnya.
Tian Zhi pun berkeliling kota sambil sekali-kali membeli oleh-oleh untuk istrinya, lalu dia melihat toko pakaian. Dia pun masuk dan disambut dengan ramah oleh si pegawai.
Disaat Tian Zhi baru masuk, ada tiga orang wanita yang juga masuk, mereka berniat untuk membeli pakaian.
"Tuan Muda, apa yang bisa saya bantu?" tanya si pegawai wanita itu kepada Tian Zhi.
"Aku borong semua pakaian sutra yang terbaik dimiliki toko ini!" jawab Tian Zhi sambil melihat di lantai dua yang banyak dipajang pakaian wanita.
Si pegawai wanita tercengang dengan keinginan pelanggan baru, dia bingung harus berkata apa, sebab harga pakaian tidaklah murah dan jumlahnya sangat banyak.
"Apa Tuan Muda tidak sedang bergurau?" tanya si pegawai wanita itu.
"Tidak, aku memiliki kartu platinum...!" jawab Tian Zhi sambil mengeluarkan kartu platinum sebagai bukti dia memiliki uang.
"Tuan Muda, bisa saya pinjam sebentar kartu platinum nya!" pinta si pegawai wanita yang ingin memeriksa isi kartu platinum.
Tian Zhi memberikan kartunya. Lalu si pegawai wanita itu mengeluarkan alat khusus, dia memasukkan kartu platinum di alatnya. Keluar angka yang fantastis di kartu platinum.
Seketika wajah si pegawai wanita itu berseri-seri dan mengembalikan kartu platinum kepada Tian Zhi. "Dia seorang ahli Alkemis, pantas sangat kaya raya!" batinnya yang tahu informasi Tian Zhi melalui kartu platinum.
"Semua ini adalah pakaian pria, apakah Tuan Muda akan memborong nya?"
"Iya dan aku juga membeli semua pakaian wanita untuk istriku. Tapi yang berkualitas terbaik saja!" jelas Tian Zhi sambil melihat pakaian pria yang berada di sebelahnya, dia membeli semua pakaian karena istrinya sangat banyak dan satu toko pasti kurang.
Ketiga wanita yang akan membeli pakaian melongo melihat seseorang pria akan memboroskan uangnya hanya demi pakaian. Dengan rasa penasaran, ketiga wanita itu mengikuti Tian Zhi yang berjalan menuju ke lantai dua.
"Tuan Muda, disini dan di lantai tiga khusus pakaian wanita, apakah pakaian anak-anak juga Anda beli?" tanya si pegawai wanita.
"Aku belum memiliki anak, yang aku borong pakaian dewasa usia minimal 16 tahun!" jawab Tian Zhi dengan segera.
"Silakan Tuan Muda duduk disini, kami akan menyiapkan pesanan Anda."
Tian Zhi segera duduk dan si pegawai wanita itu dengan senang hati memanggil rekannya dan menyiapkan semua pesanan Tian Zhi.
"Halo! Apakah Anda bukan asli dari sini?" sapa salah satu wanita yang mengikuti Tian Zhi.
Tian Zhi melihat mereka bertiga yang menarik, lalu memberikan senyuman. "Iya, aku kebetulan kesini karena wilayah Utara sedang dalam keadaan tidak baik. Kalian pasti tahu beritanya, kan!" jawabnya dengan ramah.
Wanita yang menyapa Tian Zhi segera maju, dia mengulurkan tangannya. " Namaku Qing Huan."
"Panggil saja Tian." balas Tian Zhi dan menjabat tangan Qing Huan.
Qing Huan adalah putri tunggal dari Duke Qing Fei, dia sengaja tidak mau menunjukkan identitasnya kepada Tian Zhi, khawatir jika Tian Zhi akan menghindarinya. Kedua wanita yang lainnya adalah dayang-dayang dan sekaligus pengawal pribadi Qing Huan.
Duke Qing Fei sangat disegani di Kota Qingshan dan tidak ada yang berani mendekati Qing Huan selain para bangsawan. Karena hal itu, Qing Huan hanya memperkenalkan namanya saja.
"Qing, apakah kamu masih kerabat Kekaisaran Qing?" tanya Tian Zhi yang ingin mengenal baik musuhnya.
Qing Huan menghela nafas berat, saat marga Qing sangat terkenal, dia menduga jika Tian Zhi akan menghindarinya jika tahu.
"Jauh, kita adalah keluarga dari Kasta Prajurit, tapi masih tetap bermarga Qing!" jawab Qing Huan yang berbohong, padahal dia memiliki garis darah Ras Manusia Kasta Jenderal.
"Kamu selidik Tuan Tian. Tadi si pegawai itu memeriksa kartu platinum nya!" dengan komunikasi telepati Qing Huan memberikan tugas kepada pengawalnya yang berada di belakang sebelah kanan.
Tian Zhi melirik si pengawal Qing Huan dan kembali melihat Qing Huan yang duduk di sampingnya, sedangkan satu pengawal berdiri disamping Qing Huan.
"Kalian tidak membeli pakaian?" tanya Tian Zhi.
"Bagaimana kami bisa membelinya jika semua pakaian terbaik Anda borong!" jawab Qing Huan lalu tertawa kecil.
"Minta saja kepada pegawai, sekalian aku yang bayar," kata Tian Zhi sambil bersandar dikursi.
"Benarkah?" tanya Qing Huan yang berpikir Tian Zhi bercanda.
"Terima kasih!" ucapnya, lalu Qing Huan segera berdiri dan berlari kecil menuju ke lantai tiga.
Tian Zhi tersenyum melihat Qing Huan, lalu memejamkan mata untuk menyelidiki wilayah Kota Qingshan. Tian Zhi terkejut saat persepsinya mendeteksi seseorang sedang mengawasinya dari Balai Kota Qingshan.
Tian Zhi menebak jika Qing Huan adalah putri pemimpin Kota Qingshan, sebab pria tidak melepaskan pandangannya kepada Qing Huan.
"Kebetulan sekali!" batin Tian Zhi yang akan menggunakan Qing Huan untuk mendekati Qing Fei.
Dengan bantuan Qing Huan, Tian Zhi akan mudah untuk menyelidiki kekuatan Kekaisaran Qing dan bisnis apa yang menjadi prioritas utama di Kekaisaran Qing.
Setelah waktu dua dupa, si pegawai dan Qing Huan telah kembali, mereka melihat Tian Zhi sedang tertidur.
"Maaf... Tuan Tian...!" panggil Qing Huan yang tampak khawatir menganggu Tian Zhi.
Tian Zhi membuat mata dan tersenyum setelahnya, lalu dia memberikan kartu platinum kepada pegawai toko.
"Semuanya dua ratus lima puluh juta keping emas, pakaian yang terbaik untuk Tuan Muda," jelas pegawai wanita itu agar Tian Zhi tidak terkejut.
"Tidak masalah, potong saja sekalian milik Nona Huan!" jawab Tian Zhi dan berdiri.
Setelah beberapa saat, Tian Zhi diberikan cincin dimensi tingkat rendah yang berisi pakaian pria dan wanita dewasa. Lalu dia segera meninggalkan toko pakaian bersama Qing Huan.
"Kamu sangat kaya... Apakah kamu bukan dari Alam Mahadewa?" tanya Qing Huan sambil berjalan bersama mengikuti Tian Zhi.
Qing Huan telah mendapatkan informasi tentang identitas Tian Zhi, yang merupakan peserta juara pertama kompetisi Duel Sage dan Asyura Path, dia berharap bisa menjalani hubungan baik dan jika bisa lebih dari itu. Berharap lebih karena Tian Zhi adalah seorang ahli Alkemis tingkat Celestial Supreme tahap rendah.
"Iya, aku dari Benua Dewa!" jawab Tian Zhi sambil melihat gedung Alkemis, "aku perlu membeli pil. Kita berpisah sampai di sini." lanjutnya dan berpamitan.
"Aku sedikit kenal dengan Ketua Paviliun Pil Langit... Bagaimana jika aku menemanimu selama berada di sini, anggap saja sebagai ucapan terima kasihku yang telah ditraktir!" sahut Qing Huan yang menawarkan dirinya sebagai pemandu.
Tian Zhi tersenyum dan mengangguk, dia telah berhasil memikat Qing Huan. Bagi Tian Zhi, wanita sangat mudah ditaklukkan dengan bermodalkan kekayaan, royal dan tidak sombong.
Qing Huan dengan senang hati memimpin Tian Zhi menuju Paviliun Pil Langit. Paviliun Pil Langit di Kota Qingshan merupakan anak cabang dan pusatnya berada di Ibukota Qing.
Disaat masuk ke Paviliun Pil Langit, Qing Huan segera disambut baik oleh para pegawai. Qing Huan mengedipkan mata berkali-kali kepada si pegawai agar tidak memanggilnya dengan sebutan putri Huan. Si pegawai Paviliun Pil Langit melihat mata Qing Huan dan mengerti.
"Ada yang bisa saya bantu?" tanya si pegawai.
"Tuan Tian ingin membeli pil ...," kata Qing Huan sambil melihat Tian Zhi.
"Apakah ada pil yang bermanfaat bagi kekuatan setingkat Dewa Absolute?" tanya Tian Zhi.
Si pegawai itu melongo dan memeriksa tubuh Tian Zhi yang terlihat lemah dan tidak memiliki kekuatan tingkat Dewa Absolute.
"Hei! Dia adalah Monster Pembunuh, peserta juara pertama kompetisi Duel Sage dan Asyura Path, dia juga seorang ahli Alkemis yang sedang menyamar. Jika tidak percaya, tanyakan kepada Master Jin!" buru-buru Qing Huan berkomunikasi telepati dengan si pegawai agar tidak membuat Tian Zhi tersinggung.
Namun, si pegawai paviliun makin tercengang dengan mulut terbuka. Qing Huan mendengus kesal, lalu dia menginjak kaki wanita itu, agar tidak diam saja seperti orang bodoh.
Segera si pegawai paviliun tersadar dan segera menjawab pertanyaan Tian Zhi, "maaf, pil disini terbaik hanya berada di tingkat Dewa Bumi tahap rendah. Jenis pil apa yang akan Tuan Muda beli?"
"Berapa banyak yang kalian miliki?" tanya balik Tian Zhi sebelum kembali memborong.
Qing Huan melotot kepada si pegawai, lalu kembali menginjak kakinya agar segera menjawab. Buru-buru si pegawai tersadar dan merasa malu.
"Tuan Muda, silakan ikuti saya."
Tian Zhi pun mengikuti si pegawai bersama Qing Huan. Si pegawai mengajak Tian Zhi ke kamar pribadi untuk bertransaksi skala besar, lalu dia keluar dan meninggalkan Tian Zhi dan Qing Huan di kamar transaksi, sedangkan pengawal Qing Huan diperintahkan untuk menunggu di luar.
"Aku mencium aroma obat dari tubuhmu... Aku menebak jika kamu seorang ahli Alkemis, ditingkat apa?" tanya Qing Huan yang basa-basi, sebab dia sudah tahu identitasnya.
"Kamu sudah tahu semuanya setelah bertanya kepada si pegawai toko tadi!" jawab Tian Zhi dan seketika membuat Qing Huan menjadi malu.
Qing Huan ingin rasanya bersembunyi dari Tian Zhi, dia seperti bertelanjang bulat dihadapan seorang ahli Alkemis tingkat Celestial Supreme.
Tian Zhi tersenyum melihat wajah Qing Huan menjadi memerah, lalu dia mencolek hidungnya. "Kamu lucu, Putri Huan!" kata Tian Zhi dan membuat Qing Huan terkejut.
Qing Huan tidak menyangka jika identitasnya telah diketahui oleh Tian Zhi. Qing Huan tidak tahu jika Tian Zhi telah memeriksa Balai Kota Qingshan dengan Mata Langit, dia melihat lukisan Qing Huan bersama ayahnya.
Qing Huan menghela nafas panjang untuk menenangkan hatinya, lalu dia duduk lebih dekat dengan Tian Zhi. "Apakah kamu akan menjauh seperti yang lainnya setelah tahu siapa aku?" tanyanya.
Tian Zhi tertawa ringan, lalu dia menjawab, "bodoh jika ada pria yang menghindari wanita cantik, tubuh padat berisi dan menawan."
Qing Huan tersenyum lebar dan mengangkat tangan kanan dengan jari kelingking yang dijulurkan kepada Tian Zhi. "Kita saat ini adalah teman baik...."
Tian Zhi meraih tangan Qing Huan dan berkata, "jika kamu mau, aku meminta lebih, bagaimana?"
Tangan Qing Huan bergetar hebat saat baru pertama kali dipegang oleh seorang pria, seumur-umur baru kali ini ada pria yang berani mendekati dan menyentuhnya...