Trigrams Chaos

Trigrams Chaos
Chapter 285. Aksi Lu Bai Dan Sahabatnya.


Chapter 285. Aksi Lu Bai Dan Sahabatnya.


Di dalam cincin dimensi, Tian Zhi melihat mantan Raja Mu masih pingsan. Kemudian dia membaca ingatan Mu Aming. Tian Zhi menghela napas berat yang tidak menemukan hal penting terkait Zhi Shirong dan Dewa Es Abadi.


Karena kesal, dia menendang perut Mu Aming agar terbangun. Mu Aming terbangun dengan merintih kesakitan, lalu dia segera berdiri saat berada di tempat lain. Dia terkejut melihat sosok yang selalu menjadi mimpi buruk tiap malam berada di depannya. Mu Aming segera mengeluarkan senjata, namun cincin dimensi tidak berada di jari telunjuknya.


"Aku ... Aku tidak ada hubungannya dengan Xiang Dongjun dan juga tidak pernah merugikan mu!" alasan Mu Aming agar tidak dibunuh, dia melihat cincin dimensi sedang dipegang oleh Tian Zhi.


Tian Zhi yang tidak bertanya maupun berkata-kata mengangkat sudut bibirnya.


"Xue Mei mati juga karena ulah kalian, apanya yang tidak ada hubungan? Jangan membual dengan ku!" geram Tian Zhi.


Lalu dia melihat batu seukuran kepalan tangan dan menendangnya. Batu melesat ke arah Mu Aming. Mu Aming segera membuat perisai energi untuk melindunginya.


Bang...


Mu Aming terpental karena perisai energinya tidak mampu memblokir batu. Lalu Tian Zhi berjalan menghampirinya. Mu Aming segera berdiri dan berniat untuk kabur, namun tubuhnya seakan-akan menolak untuk digerakkan. Dia hanya pasrah melihat Tian Zhi mengangkat kaki kanannya. Lalu dengan tangan kiri, Mu Aming berniat menangkis.


Bang...


"Tendangan itu untuk Xiang Tianzhi," ucap Tian Zhi setelah membuat Mu Aming terguling-guling karena tendangannya.


Pipi kiri Mu Aming seketika memar dan perlahan mulai membengkak, dia memuntahkan darah beserta beberapa gigi yang rontok.


"Lalu siapa kamu?" tanyanya, setelah Tian Zhi menendangnya karena untuk Xiang Tianzhi.


"Percuma aku ceritakan, kamu juga tidak akan mengenal siapa aku!" jawab Tian Zhi yang malas membicarakan dirinya sendiri.


Mu Aming berdiri dan terkejut saat melihat Tian Zhi telah berada di depannya dengan tangan yang berubah menjadi pisau.


"Arghh!!" teriakan Mu Aming ketika jantungnya tertusuk pisau, dia segera memegang pergelangan tangan Tian Zhi dan berusaha untuk mencabutnya.


"Ahhh!!" teriakan Mu Aming makin keras saat tangan kanan Tian Zhi yang berubah menjadi pisau mencolek mata kanannya.


Tian Zhi mengangkat lututnya dan menghantam perut Mu Aming hingga membungkuk. Mu Aming kembali berteriak saat Tian Zhi memotong lengan kirinya.


"Itu untuk perbuatan mu yang telah memerintahkan Xue Ling hingga membuat Xue Mei mati," ucap Tian Zhi sambil membersihkan kedua tangannya, dia melihat Mu Aming berlutut dan menangis.


"Am... Ampun! Bunuh aku dan jangan siksa seperti ini!" mohon Mu Aming yang tidak sanggup lagi menahan rasa sakit.


"Seharusnya kamu membayangkan bagaimana Xue Mei lari dari kejaran kalian! Apakah dia tidak kesakitan, sedih, lelah dan semua rasa dia alami selama berbulan-bulan. Pria payah!" cibir Tian Zhi dan melepaskan pukulan berenergi.


Boom...


Seketika tubuh Mu Aming meledak dalam sekali pukulan. Kemudian Tian Zhi memejamkan mata ketika merasakan kelegaan dihatinya. Tugasnya membalas dendam untuk Xue Mei dan Xiang Tianzhi telah usai.


"Aku sudah tidak lagi berhutang. Semoga jiwa kalian bisa tenang di Alam Jiwa!" gumam Tian Zhi sambil melambaikan tangan kanan untuk membersihkan daging milik Mu Aming yang berserakan.


Tian Zhi membicarakan almarhum Xue Mei yang telah menjadi sosok ibu rahim bagi Xiang Tianzhi, walaupun bukan ibu kandung Xiang Tianzhi, jasanya yang telah merawat semenjak lahir sangatlah besar dan Tian Zhi tidak sedikitpun melupakannya.


Tian Zhi berjalan dengan hati yang damai, dia menuju ke kamar pribadi di dalam mansion. Kini tinggal mencari biang masalah, yaitu Zhi Shirong dan yang terlibat...


Setelah waktu lewat delapan dupa, datang banyak kapal angkasa dari Istana Surgawi yang dipimpin langsung oleh Dewa Bintang, ternyata leluhur Mu bersama mereka.


Leluhur Mu tidak berhasil menemui Zhi Shirong yang katanya sedang berkultivasi tertutup. Mau tidak mau dia akhirnya kembali dengan kecewa berat dan sesegera mungkin kembali ke tempatnya, lalu dia bertemu dengan Dewa Bintang.


Dewa Bintang segera berangkat ke Kota Mu setelah Patriark Mu meminta bantuan, dia membawa 200.000 prajurit surgawi, termasuk Tim Pemberantas Mayat hidup.


Leluhur Mu, Dewa Bintang, Tim Pemberantas Mayat Hidup dan Pasukan Surgawi melihat Kota Mu sangat sepi dan tercium bau darah yang pekat.


Leluhur Mu yang sangat khawatir segera turun tanpa menunggu kapal angkasa mendarat. Lalu disusul oleh Dewa Bintang dan pasukannya. Ratusan kapal angkasa tetap melayang menunggu pemimpinnya.


Tian Zhi yang sudah menunggu tersenyum tipis melihat Dewa Bintang bersama leluhur Mu, dia juga melihat Lu Bai dan kedua sahabatnya. Tian Zhi segera berkomunikasi dengan Lu Bai melalui telepati.


"Lu Bai!" sapa Tian Zhi agar Lu Bai tidak terkejut.


Lu Bai yang mendengar suara Tian Zhi, segera mencari keberadaannya di sekitar tugu prasasti kebanggaan Keluarga Besar Mu. Yuan Shao dan Yang Wei juga mendengar suara telepati dari Tian Zhi.


"Yang Mulia, dimana Anda?" tanyanya setelah tidak menemukan Tian Zhi.


"Carilah tempat yang jauh dari mereka!" perintah Tian Zhi.


Segera Lu Bai mengajak sahabatnya, mereka berpura-pura memeriksa setiap rumah penduduk dan menjauh dari prajurit surgawi. Dirasakan cukup aman untuk berkomunikasi dengan telepati, Lu Bai menunggu Tian Zhi.


"Aku akan bertarung dengan leluhur Mu dan Dewa Bintang. Ketika pertarungan telah usai, bawa kembali beberapa ribu prajurit surgawi yang selamat. Saat itu, kamu tahu apa yang harus dilakukan untuk menyakinkan mereka agar percayai mu. Saat ini, kalian diam disini dan keluar ketika aku membunuh mereka!" perintah Tian Zhi.


"Apakah penyerangan ke markas mayat hidup masih dilanjutkan?" tanya Lu Bai setelah menenangkan dirinya.


"Iya, terus berlanjut. Kalian harus bisa memimpin mereka dan lebih menonjol daripada sekutu!" jawab Tian Zhi.


"Baik, Yang Mulia."


Setelah selesai berkomunikasi dengan Lu Bai, terdengar teriakan kemarahan leluhur Mu yang berada di ruang bawah tanah Balai Keluarga Mu, dia tidak melihat generasi muda di tempat persembunyian. Leluhur Mu melihat mayat-mayat milik keturunannya yang hanya menyisakan tulang.


Dewa Bintang yang ikut melihat merasakan kengerian yang tidak pernah dilihat selama hidupnya.


Setelah meluapkan kemarahannya dengan berteriak keras, leluhur Mu menatap Dewa Bintang. "Lihat... Lihat perbuatan si Wei Yan yang telah membawa mayat hidup ke alam ini! Apa tindakan mu? Apa masih terus melindunginya, hah?!" bentaknya sambil bergerak maju untuk mendekati Dewa Bintang.


Dewa Bintang berjalan mundur dan memutar otaknya untuk beralasan. Namun sebelum menemukan jawaban yang tepat, terdengar prajurit surgawi berteriak.


"Serangan mayat hidup!!"


Dewa Bintang segera keluar dari ruang persembunyian dan diikuti oleh leluhur Mu. Setelah keluar dari Balai Keluarga Mu, mereka berdua melihat banyak mayat hidup keluar dari bawah tanah.


Lu Bai, Yang Wei dan Yuan Shao yang bersembunyi di rumah penduduk hanya bengong melihat jutaan mayat hidup. Anehnya, rumah yang dijadikan persembunyian tidak sekalipun dimasuki oleh mayat hidup, padahal rumah lainnya didobrak.


Anehnya lagi, banyak mayat hidup menerkam penduduk yang bersembunyi di dalam rumah, padahal sebelumnya tidak ada satupun orang yang tinggal. Selain itu, mayat hidup banyak yang bertarung dengan Pasukan Surgawi dan membuat mereka kebingungan.


Ya, Tian Zhi telah menggunakan Formasi Ilusi, jelas Lu Bai dan kedua sahabatnya tidak mengetahuinya. Mereka melihat leluhur Mu dan Dewa Bintang menyerang mayat hidup.


Boom boom boom...


Ledakan demi ledakan terus-menerus terdengar. Tubuh mayat hidup yang meledak kembali hidup dan mengejutkan semua orang. Lu Bai dan kedua sahabatnya tidak sedikitpun bergerak dan hanya melihat saja.


Akhirnya leluhur Mu merubah wujud asli menjadi Ras Asyura. Dengan brutal dia menghancurkan tubuh mayat hidup yang tidak bisa dibunuh. Leluhur Mu mengeluarkan Api Asyura untuk membakar mayat hidup agar tidak hidup lagi.


"Saatnya kalian keluar dan berkumpul dengan timmu! Jangan khawatir mayat hidup akan melukai kalian!" perintah Tian Zhi kepada Lu Bai dan kedua sahabatnya.


Segera Lu Bai dan sahabatnya keluar dari rumah. Lalu mengayunkan senjata untuk menyerang mayat hidup. Mayat hidup yang diserang oleh Lu Bai dan sahabatnya tidak hidup kembali seperti yang lainnya.


Lu Bai segera berkumpul dengan Tim Pemberantas Mayat Hidup dan bahu-membahu mengalahkan mayat hidup. Dewa Bintang dan leluhur Mu terus meledakkan tubuh mayat hidup.


Aksi Lu Bai dan sahabatnya menjadi perhatian Sun Hongli, lalu dia bertanya sambil menyerang mayat hidup, "apa yang kalian gunakan sehingga mayat hidup tidak kembali bangkit?"


"Aku membuat formula khusus untuk mengalahkan mayat hidup. Ini pertama kalinya kita menggunakannya!" jawab Lu Bai dengan serius menyerang mayat hidup.


Tian Zhi yang mendengar pembicaraan Lu Bai, dia segera berubah menjadi mayat hidup. Kemudian dia menggunakan semua kemampuannya untuk meningkatkan kekuatannya, mengeluarkan Lightning God Sword agar bisa menggunakan Kitab Emas dan mengaktifkan Winged Golden War Cloak.


Tian Zhi mengeluarkan segala kemampuan untuk mengimbangi kekuatan lawan. Tian Zhi keluar dari cincin dimensi dan berbaur dengan mayat hidup, lalu mengeluarkan 10.000 Tubuh Ganda yang juga seperti mayat hidup.


Tubuh Ganda menyerang target utamanya, yaitu leluhur Mu dan Dewa Bintang. Lalu satu Tubuh Ganda memporak-porandakan Tim Pemberantas Mayat Hidup. Kemudian Tian Zhi menggunakan Kitab Emas untuk menurunkan kekuatan semua lawan.


Sontak menurunnya kekuatan membuat Dewa Bintang, leluhur Mu dan semua orang kaget. Yang paling membuat mereka kaget saat melihat mayat hidup yang memiliki kekuatan Half Alfa level 71.


Boom boom boom...


Tubuh Ganda melepaskan serangan Lightning God Sword tanpa menunggu lawan banyak bicara. Aksi Tubuh Ganda makin mengacaukan situasi lawan. Sedangkan satu Tubuh Ganda juga melepaskan serangan untuk memporak-porandakan Tim Pemberantas Mayat Hidup.


Lu Bai dan sahabatnya terpental namun tidak sampai terluka, tapi sangat berbeda dengan rekan-rekannya yang terluka dengan sekali serangan, termasuk Sun Hongli, Zhuting, Naga Api dan Naga Air, mereka berempat juga terluka serius.


Lu Bai dan sahabatnya segera bangkit dan membantu Sun Hongli dan Zhuting. Tubuh Ganda melepaskan serangan pedang kearah Naga Api dan Naga Air.


Boom boom...


Ledakan hebat ketika serangan mengenai tubuh Naga Api dan Naga Air, seketika mereka tewas dengan tubuh hancur. Lu Bai dan dekat dengan Naga Api kembali terpental dan sekali lagi tidak mengalami luka parah, hanya kulit tergores akibat gelombang kejut ledakan.


"Ayo, kita mundur!" teriak Lu Bai.


Yang We dan Yuan Shao membantu Sun Hongli serta Zhuting, sedangkan Lu Bai membantu rekan-rekan yang terluka...


Leluhur Mu dan Dewa Bintang kewalahan menghadapi serangan Tubuh Ganda, terutama Dewa Bintang yang sudah terluka parah karena terkena serangan pedang.


Lu Bai dan sahabatnya kembali ketempat persembunyian, lalu meletakkan Sun Hongli, Zhuting dan dua rekannya. Kemudian, mereka bertiga kembali keluar untuk menyelamatkan timnya dan juga prajurit surgawi sebanyak mungkin.


Sun Hongli terbatuk-batuk dan mengeluarkan darah segar, dia sekuat tenaga bangun dan mengintip ke luar rumah.


"Ternyata mereka bertiga menyembunyikan kekuatannya, aku kira kita adalah yang terkuat!" gumam Sun Hongli yang terdengar malu telah menganggap dirinya kuat.


Ya, Lu Bai dan kedua sahabatnya memiliki kekuatan Dewa Absolute level 90, jauh dari kekuatan Sun Hongli dan Zhuting. Selama ini Lu Bai dan sahabatnya menyembunyikan kekuatan untuk membuat kejutan disaat seperti ini.