
Chapter 135. Misi Baru Dari Gerbang Ancient Lightning.
He Hua dan Miao Jiang yang baru selesai berkultivasi, mereka melihat kekasihnya dengan raut wajah gembira, dengan penasaran mereka bertanya, dan Tian Zhi segera berbicara.
Kedua wanita itu juga ikut senang dengan memberikan pelukan serta ciuman setelah mengetahui jika kekasihnya telah melewati Kesengsaraan Petir, apalagi harus menerima jenis petir peringkat ke-empat.
Kemudian Tian Zhi bercerita banyak hal selama mereka berkultivasi, dan membuat kedua wanita itu juga merasakan familiar dengan nama Ordo Kegelapan dan Diao Chin. Tian Zhi tidak menceritakan perihal Gerbang Ancient Lightning kepada kekasihnya, sebab ini terkait masa depan yang tidak dia inginkan.
"Aku juga merasakan sama sepertimu, tapi tidak mengingat tentang Diao Chin dan Ordo Kegelapan, " kata He Hua setelah tidak mengingat apapun, padahal kedua nama itu tidak asing baginya.
Tian Zhi hanya mengangguk paham, dan dia segera memejamkan mata untuk merenungi kejadian di dalam Gerbang Ancient Lightning. Tian Zhi berpikir, "apakah aku sudah menjadi Anak Langit pilihan dan menjadi penerus Kerajaan Langit? Lalu apa yang aku dapatkan jika menjadi penerus Kerajaan Langit?"
Tian Zhi jelas kebingungan tentang statusnya saat ini yang katanya menjadi penerus, sebab dia tidak bisa banyak bertanya kepada suara Gerbang Ancient Lightning. Seandainya dia tidak dikembalikan ke istana, sudah pasti Tian Zhi akan banyak berbicara dengan suara Gerbang Ancient Lightning.
Disaat Tian Zhi sedang merenung, dia merasakan sesuatu hal yang baru dan bukan miliknya berada di cincin dimensinya. Segera Tian Zhi mengambil barang itu dengan pikirannya dan terkejut saat melihat sebuah Token informasi dan sebuah Kitab Emas di telapak kedua tangannya.
Keterkejutan menjadi kegembiraan, demikian juga dengan He Hua dan Miao Jiang yang berada di sebelahnya, jelas melihat Token informasi dan Kitab Emas yang tiba-tiba muncul di kedua tangan Tian Zhi. Mereka tidak menyangka jika kekasihnya memiliki Kitab Emas yang super langka dan berharga.
"Tentang teknik apa itu?" tanya Miao Jiang yang tidak sabar ingin tahu.
"Darimana kamu mendapatkannya? Kitab Emas ini sangat berharga dan akan menjadi pertumpahan darah jika diketahui oleh pihak lain!" selidik He Hua dan juga mengingatkan.
"Aku tahu. Kita lihat sama-sama setelah aku mengetahui Token informasi ini, " kata Tian Zhi yang tidak segera menjawab pertanyaan kedua kekasihnya, sebab dia sendiri juga tidak tahu.
Segera Tian Zhi memecahkan Token informasi dan keluar sinar memasuki kepalanya, dia langsung memejamkan mata untuk mencerna informasi, dan terdengar suara Gerbang Ancient Lightning...
("Takdirmu memang menjadi Penguasa Iblis Langit, namun setiap perjalanan bisa berubah dan tidak harus seperti yang kamu lihat. Itu semua juga tergantung pilihanmu untuk mengambil keputusan. Sebagai penerus Kerajaan Langit, Kitab Emas itu adalah modal mu mencapai kekuatan tertinggi, tapi semua tergantung dirimu dan keberuntungan. Sebagai penerus Kerajaan Langit, kamu juga diharuskan untuk menjalankan misi..., ")
Tian Zhi mengumpat kesal di dalam hatinya ketika mendapatkan misi baru, sebab dia sendiri masih memiliki dua misi pribadi yang belum terselesaikan hingga saat ini.
Tian Zhi mendapatkan satu misi dari Gerbang Ancient Lightning, yaitu; mengumpulkan empat Kitab Suci yang telah menghilang, misi yang belum pernah berhasil diselesaikan oleh Anak Langit yang sebelum dirinya.
Kitab Suci tersebut berisi tentang pengetahuan alam semesta, yaitu;
Kitab Kebenaran Dunia.
Kitab Siklus Samsara.
Kitab Hidup dan Mati.
Kitab Jalan Kehidupan.
Sayangnya, suara Gerbang Ancient Lightning tidak menjelaskan apa isi tentang setiap kitab, dan yang membuat Tian Zhi makin kesal, karena dia tidak tahu dimana lokasi kitab tersebut.
"Apa perduli ku! Kalian ingin mengendalikan hidupku seenaknya... Tidak, hidupku adalah milikku dan bukan milik kalian. Merasa hebat tapi sampai kehilangan kitab, menggelikan!?" geram Tian Zhi di dalam hatinya, dia merasa jijik dengan suara Gerbang Ancient Lightning.
He Hua dan Miao Jiang melihat ekspresi kekasihnya yang tampak kesal, tapi tidak ingin mengganggunya, mereka akan bertanya setelah Tian Zhi membuka matanya.
Setelah memutuskan untuk tidak menerima misi dari Gerbang Ancient Lightning, Tian Zhi membuka matanya dan melihat Kitab Emas.
"Informasi apa yang kamu dapatkan?" tanya He Hua dengan segera.
"Tidak penting! Orang yang memberikan Kitab Emas ini menginginkan aku menjalankan misi yang mustahil aku lakukan! Dia ingin aku mencari empat Kitab Suci tentang pengetahuan yang menghilang dari Kerajaan Langit. Menurutmu, apakah tidak aneh setingkat kekuatan mereka yang sangat jauh dari kita memberikan misi ini?" jawab Tian Zhi yang jelas terlihat menahan emosinya.
Kedua wanitanya tidak segera menjawab karena kebingungan, mereka berdua menjadi ikut berpikir tentang Kitab Suci tersebut.
"Memang aneh jika mereka kuat memberikanmu misi mencari Kitab Suci yang berharga ... Oh iya, aku pernah mendengar tentang Kitab Suci, salah satunya Kitab Jalan Kehidupan. Kalau tidak salah berada di Kuil Alam Dewa, di Benua Dewa. Untuk ketiga lainnya aku tidak tahu. Lebih baik kita kunjungi Benua Dewa setelah ini, " kata He Hua yang ingin membantu Tian Zhi.
"Aku juga pernah mendengar desas-desus tentang Kitab Siklus Samsara, di Alam Keabadian, tapi tidak tahu benar atau tidak!" sahut Miao Jiang dan di anggukan oleh He Hua yang juga pernah mendengarnya.
Mendapatkan informasi kedua dari empat Kitab Suci, Tian Zhi yang sudah tidak berminat hanya mengangguk saja, tapi dia pasti akan mencari tahu tentang kedua kitab tersebut, sebab tujuan selanjutnya menuju ke Benua Dewa, dan markas Organisasi Tangan Hitam juga di wilayah Alam Keabadian.
"Kita lihat dulu apa isi Kitab Emas ini, " kata Tian Zhi dan di angguk kekasihnya.
Secara berlahan Tian Zhi membuka gulungan, dan tiba-tiba Kitab Emas mencair dan masuk ke dalam jari tangannya, dia tidak terkejut dan sengaja membiarkan memasuki tubuhnya.
Tian Zhi mengerutkan alisnya saat menahan rasa pusing mendapatkan banyak informasi dari Kitab Emas. Tubuhnya bersinar berwarna keemasan dan membuat Miao Jiang dan He Hua menutup matanya. Setelah beberapa saat rasa pusingnya menghilang demikian juga cahaya yang keluar dari tubuhnya.
"Tentang apa? " tanya Miao Jiang yang sudah tidak sabar ingin mengetahuinya, setelah Tian Zhi membuka mata.
"Teknik pasif dalam budidaya menyerap energi. Namanya Teknik Melahap Alam...," jawab Tian Zhi dan menjelaskan kepada kekasihnya.
Teknik Melahap Alam adalah teknik pasif dalam berkultivasi, mampu menyerap energi apapun dengan cepat tanpa harus melihat kondisi energi disekitarnya. Kecepatan dalam menyerap mencapai 75℅ dari kecepatan rata-rata orang biasa maupun yang memiliki Kitab Putih.
Setelah mendengar penjelasan Tian Zhi, He Hua dan Miao Jiang jelas kegirangan. Segera Tian Zhi menyentuh dahi kedua kekasihnya untuk mentransfer pengetahuan tentang Kitab Emas.
"Ini luar biasa hebatnya!" seru He Hua dan mencium Tian Zhi dan diikuti oleh Miao Jiang.
"Lebih baik kalian praktekkan segera, agar bisa segera menerobos ke Ranah Keabadian!" pinta Tian Zhi.
Segera kedua kekasihnya duduk bersila dengan raut wajah bahagia, mereka juga tidak ingin jauh tertinggal dengan Tian Zhi. Sedangkan Tian Zhi sendiri menganggap Kitab Emas ini terlalu lambat dan dia hanya membutuhkan Buah Suci agar cepat meningkatkan kekuatannya, padahal Kitab Emas tersebut sesuai dengan keinginannya yang ingin cepat mencapai kekuatan tertinggi.
Tian Zhi segera meninggalkan kekasihnya untuk menjelajahi dunia di dalam altar, dia ingin tahu ada apa di dalam sana. Segera Tian Zhi keluar dari cincin dimensinya.
Setelah keluar, dia bertanya kepada dua binatang penjaga, "bagaimana caranya masuk?"
Tapi jawaban kedua binatang membuat Tian Zhi menghela nafas, sebab mereka juga tidak tahu, namun dia tidak putus asa dan berjalan menuju ke tengah altar dan berhenti.
Di bawah kakinya, Tian Zhi melihat ukiran telapak tangan kanan. Dengan rasa penasaran, Tian Zhi berjongkok dan meletakkan telapak tangan kanannya sambil mengeluarkan energi spritual.
Tiba-tiba altar bergetar dan membuat Tian Zhi terkejut dan akan melompat untuk menjauhi altar, namun dia terlambat dan Tubuhnya tersedot ke dalam altar dan menghilang...