Trigrams Chaos

Trigrams Chaos
Chapter 314. He Hua Menjadi Target!


Chapter 314. He Hua Menjadi Target!


Tidak berhenti tiga kekuatan yang mendukung Klan Zhi, Istana Surgawi juga datang dan langsung menyergap pasukan lawan yang memblokir pintu gerbang Timur. Lu Bai, Yuan Shao, Yang Wei dan Zhu Rong memimpin lima juta Pasukan Surgawi. Diantara mereka, hadir juga Tim Pemberantas Mayat Hidup.


Semua ini berkat rencana He Hua yang telah menghubungi mereka jauh hari. Sebagai ratu Kaisar Tian, dia memiliki wewenang untuk memobilisasi pasukan Kerajaan Guang, Kekaisaran Tian dan juga Istana Surgawi.


Sedangkan Zhi Shaosheng yang sudah tahu rencana He Hua, dia juga telah membuat rencana serangan gabungan di hari yang sama. Tujuan semua ini agar dalam satu gerakan peperangan harus terselesaikan untuk mengurangi jumlah korban.


Patriark Klan Xu yang dikepung, segera memerintahkan kepada bawahannya untuk membagi pasukannya. 13 juta prajurit Klan Zhi dan pendukungnya segera membagi menjadi empat pasukan.


Tiba-tiba muncul tiga orang bertopeng di kereta perang milik Patriark Klan Xu, mereka adalah utusan dari Kaisar Kun yang berasal dari Galaksi Nebula.


"Saatnya kalian semua turun. Targetkan serangan pada anak dan istrinya, tangkap mereka dan bawa ke Lembah Kekosongan!" perintah topeng berlian yang berasal dari Galaksi Nebula, lalu dia duduk di kursi kereta perang milik Patriark Klan Xu.


Ya, mereka datang untuk menangkap He Hua, Zhi Yinping dan anak-anaknya, ini sudah sesuai dengan apa yang direncanakan. Menunggu Formasi Perlindungan hancur dan mulai untuk menyelesaikan rencananya.


"Sudah lama aku tidak bertarung!" ujar Zhi Zixuan yang menargetkan leluhurnya, dia tidak takut kalah karena didukung oleh tiga utusan dari Kaisar Kun, belum lagi ada leluhur Klan Xu dan yang lainnya.


"Kita bertiga melawan Zhi Shaosheng, kalian kalahkan Raja Suzaku. Sisanya sesuai dengan rencana! Lakukan dengan cepat dan segera tangkap anak dan istrinya!" atur topeng emas kepada Zhi Zixuan dan leluhur Klan Xu.


Sedangkan topeng perak bersama Patriark Klan Xu, Nanggong dan Bai melawan Raja Suzaku. Para ketua gabungan melawan Raja Guang, High King Kaili dan Lu Bai.


Segera mereka menuju ke barisan pasukan yang telah terbagi menjadi empat. Hanya pria bertopeng berlian yang tidak ikut berperang, dia akan bergerak jika ada lawan yang setara dan untuk melawan Tian Zhi.


Xiang Ri Kui, Guo Shun dan Tian Yinping semakin bersemangat dengan datangnya bala bantuan, mereka tanpa ampun membantai prajurit musuh. Wajah yang berlumuran darah tidak dihiraukan, bagi mereka membalas dendam demi ayahnya adalah hal yang penting. Naga Api, Naga Bumi dan Macan Putih tidak jauh dari mereka yang selalu melindungi.


Zhi Shaosheng dan semua orang dengan jelas melihat lawan tangguh yang akhirnya turun tangan memimpin pasukannya masing-masing.


"Junior Hua, kalian berkumpul dengan anakmu dan jangan terpisah. Mereka terlihat menargetkan kalian!" perintah Zhi Shaosheng.


"Baik, Leluhur!" jawab He Hua yang mengerti, dia tahu selama ini menjadi incaran musuh.


"Kalian mundur!" perintah He Hua kepada anak-anaknya yang bertarung.


Xiang Ri Kui, Guo Shun dan Tian Yinping mendengar suara telepati dari ibunya. Walaupun enggan mereka tetap mundur dan diikuti oleh binatang penjaga serta generasi muda. Bagi mereka, perkataan ibunya adalah perintah pengganti ayahnya.


Zhi Shaosheng segera mengatur para petinggi sesuai dengan kekuatan pihak lawan, dia yang tahu menjadi target tidak takut melawan Zhi Zixuan, pria bertopeng emas dan leluhur Xu.


Suara teriakan untuk menyerang segera terdengar dimana-mana. Peperangan saudara tidak terhindarkan lagi antara Kasta Raja melawan Kasta Jenderal dan pendukungnya.


Ras Asyura menampilkan wujud aslinya yang memiliki lebih dari satu pasang tangan dan bertubuh besar, tubuh mereka juga terselimuti api.


Zhi Shaosheng muncul di hadapan Zi Zixuan dan dua pendukungnya, dia telah berubah menjadi wujud aslinya sebagai Ras Asyura.


Mereka segera saling bertarung satu lawan tiga.


Boom boom boom...


Benturan energi spiritual dirasakan dimana-mana dan gelombang kejutnya menghempaskan apapun yang dilintasi.


He Hua memimpin anak dan saudarinya melawan prajurit yang ingin menerobos pintu gerbang kota. Lu Bai dan sahabatnya segera bergabung dengan He Hua, mereka telah berhasil mengalahkan pasukan Klan Xu yang memblokir pintu gerbang Timur.


Pasukan Surgawi merangsek ke depan untuk melindungi He Hua dan anak-anaknya. Raja Guang dan pasukannya juga tidak kalah sengit melawan musuh. High King Kaili juga sama, dia dan pasukan membabi-buta membantai musuhnya.


Pria bertopeng berlian tersenyum tipis melihat dua pihak saling membunuh, dia selalu melihat He Hua yang menjadi target utama untuk memancing Tian Zhi. Dia melihat He Hua, Zhi Yinping dan anak-anaknya mengeluarkan Api Suci Petir Asyura.


"Api Suci Petir Asyura memang hebat! Gunakan sepuas-puasnya, sebentar lagi apapun yang kalian miliki akan berpindah tangan," gumam pria bertopeng berlian yang menginginkan Api Suci Petir Asyura.


Yang paling sengit adalah pertarungan tiga lawan satu, dimana Zhi Shaosheng tidak sedikitpun kewalahan menghadapi tiga lawannya. Walaupun sudah sangat tua, dia masih sangat lincah seperti anak muda.


Boom boom boom...


Ledakan energi tidak ada henti-hentinya memekakkan telinga, para prajurit berjatuhan, darah mengalir membasahi tanah. Teriakan kesakitan seperti alunan suara yang memicu semangat siapapun, mereka seperti kesetanan yang tidak kenal takut.


Hari yang seharusnya cerah, kini menjadi gelap gulita karena awan hitam menutupi wilayah Klan Zhi. Petir menggelegar dan menyambar pasukan Klan Xu dan pendukungnya.


Raja Suzaku dan pasukannya juga tidak kalah sengit melawan musuhnya. Raja Suzaku bertarung dengan Patriark Klan Xu dan pria bertopeng perak, sedangkan para jenderalnya dan ketua Penegak Hukum bekerjasama membantai pasukan Klan Xu.


Pria bertopeng berlian mulai jenuh menunggu bawahannya yang tidak bisa dengan cepat mengalahkan Zhi Shaosheng. Dia memilih mengunci tubuh He Hua yang akan diculiknya.


"Lama sekali kalian!" gerutu pria bertopeng berlian setelah melihat Zhi Shaosheng tidak segera dikalahkan.


Sebelum pria bertopeng berlian berdiri, tiba-tiba dia merasakan niat membunuh yang sangat pekat. Angin makin kencang dan guntur memekakkan telinga. Petir makin brutal menyambar pasukan Klan Xu. Selain itu, salju mulai turun dan hawa dingin makin meningkat drastis.


"Ada apa ini!" gumam pria bertopeng berlian yang keheranan melihat akan muncul badai besar, dimana di langit terbentuk pusaran badai angin yang disertai petir dan salju.


Anehnya lagi, setiap petir hanya menyambar pasukan Klan Xu dan pendukungnya. Dengan cepat badai angin kencang terlihat dimana-mana dan mengepung semua orang.


Setelah itu, banyaknya badai angin memisahkan dua pasukan yang saling bertarung. Setelah terpisah, pasukan Klan Xu dan pendukungnya dihujani petir.


"Ibu, ada apa ini? Kenapa fenomena ini seperti Api Suci Petir Asyura, tapi jauh lebih kuat dari milik ayah... Selain itu, ada hawa dingin ekstremnya juga!" tanya Tian Yinping.


"Ini seperti milik ayahmu, tiga perpaduan elemen, api, angin, air dan menghasilkan dua elemen evolusi, yaitu petir dan es. Tapi, apa yang kita lihat ini memang lebih kuat dari milik ayahmu...," jawab He Hua sambil menoleh ke belakang untuk melihat kediamannya.


"Ayahmu tidak ada...!" pekik He Hua yang terkejut tidak melihat Tian Zhi didalam kamar.


Xiang Ri Kui, Guo Shun, Tian Yinping dan ibunya melihat kediamannya dengan Mata Dewa. Mereka mampu menembus Formasi Array berkat plat pengendali Formasi.


Pria bertopeng berlian melihat kesempatan, dimana He Hua sedang melihat kediamannya. Dia menggetarkan tubuh dan menghilang...


Zhi Shaosheng yang tahu pergerakan pria bertopeng berlian, segera melepaskan pukulan terkuatnya untuk mengalahkan tiga musuh.


Boom boom boom...


Ledakan hebat ketika Zhi Shaosheng secara tiba-tiba mengerahkan segala kekuatan. Zhi Zixuan, pria bertopeng emas dan leluhur Xu terpental, mereka menghantam tanah.


Setelah Zhi Shaosheng berhasil membuat tiga lawannya terjatuh, dia segera melesat dengan sangat cepat untuk menghalangi pria bertopeng berlian. Kecepatannya seperti sinar yang mengarah ke pria bertopeng berlian.


"Hati-hati!" peringatan Zhi Shaosheng kepada He Hua dan anak-anaknya.


Pria bertopeng berlian tersenyum tipis dan melepaskan pukulan berenergi ke arah Zhi Shaosheng. Demikian juga dengan Zhi Shaosheng yang mengeluarkan kekuatan maksimalnya untuk menghalau serangan.


Boom boom...


Benturan energi membuat He Hua dan anak-anaknya kembali fokus, mereka melihat Zhi Shaosheng yang terkena pukulan berenergi. Sebelum bereaksi, He Hua kaget melihat pria bertopeng berlian berdiri didepannya dengan tangan kanan terangkat...


Cedarrr...


Tiba-tiba petir menyambar pria bertopeng berlian sebelum mencengkram leher He Hua. Tidak hanya orang itu saja yang dihujani petir, pasukan Klan Xu dan pendukungnya lebih tragis darinya.


"Roarrr... Roarrr!!" raungan Naga Api, Naga Bumi dan Macan Putih yang sangat marah mengetahui tuannya menjadi sasaran.


Tiba binatang penjaga segera memuntahkan bola energi ke arah pria bertopeng berlian yang masih terhuyung-huyung setelah tersambar petir. Namun, pria bertopeng berlian dengan mudah menangkis serangan bola energi dari binatang penjaga.


Boom boom...


Bola energi meledak mengenai Pasukan Surgawi. Lalu Pria bertopeng berlian tiba-tiba telah berada di belakang He Hua.


Cedarrr...


Lagi-lagi petir menyambar pria bertopeng berlian dan membuatnya gagal menyentuh He Hua. He Hua yang menjadi target segera dilindungi oleh anak dan saudarinya, bahkan Lu Bai dan Pasukan Surgawi membentuk lingkaran.


Zhi Shaosheng segera bangkit, namun dia memuntahkan darah segar. Dia terkena pukulan di dadanya. Kekuatannya dan pria bertopeng berlian jauh berbeda.


Setelah mengusap darah di mulutnya, Zhi Shimo segera terbang dengan sangat cepat untuk melindungi He Hua...


Pria bertopeng berlian kesal karena selalu menjadi sasaran petir, dua mendongak dan melepaskan pukulan berenergi ke langit untuk membubarkan badai.


Boom boom...


Ledakan hebat ketika pukulan berenergi disambar ribuan petir. Dalam sekejap badai angin terpencar terkena gelombang kejut. Pria bertopeng berlian melihat He Hua dikelilingi banyak prajurit.


Namun badai kembali muncul...


"Bodoh!" ujar pria bertopeng berlian dan melepaskan kembali pukulan bertubi-tubi ke arah pasukan yang melindungi He Hua.


Namun, muncul Zhi Shaosheng dan Raja Suzaku memblokir serangan pria bertopeng. Mereka berdua bekerjasama dengan melepaskan pukulan berenergi.


Boom boom boom...


Pukulan mereka saling berbenturan. Zhi Shaosheng dan Raja Suzaku terpental dan tubuhnya menabrak pasukan yang berada di belakang.


Tiga binatang penjaga menyerang pria bertopeng berlian. Namun, pria bertopeng berlian tiba-tiba menghilang dan muncul di belakang He Hua yang dilindungi oleh anak dan pasukannya.


Boom...


Semua orang terpental ke segala arah ketika pria bertopeng berlian mengeluarkan aura kekuatan yang berada di tingkat True Delta. Dan jelas kekuatannya bukan lawan Zhi Shaosheng dan semua orang. Karena itu, sebanyak apapun pasukan, tidak akan ada yang sanggup melawan pria bertopeng berlian.


Sedangkan He Hua yang kalah cepat serta kekuatan, dia berusaha untuk kabur dengan memecahkan token teleportasi.


Akan tetapi, pria bertopeng berlian jauh lebih kuat dengan mudah memukul tengkuk leher He Hua. Seketika He Hua pingsan dan langsung pria bertopeng berlian memegang zirahnya...


"Aku bersumpah Galaksi Nebula menjadi abu!"


Tiba-tiba suara Tian Zhi menggelegar di seluruh wilayah Klan Zhi. Pria bertopeng berlian jelas kaget dan buru-buru terbang sambil membawa He Hua yang pingsan.


Tian Zhi langsung mengejarnya dengan sangat cepat, dia seperti badai angin saat mengejar pria bertopeng berlian...