
Chapter 248. Putri Raja Mayat Hidup, Jiang Chen Mei.
Akhirnya semua orang keluar dari portal dimensi dan telah berada di dunia bawah tanah, tepatnya di luar dinding pertahanan Istana Giok. Tian Zhi dan semua istrinya melihat dunia bawah tanah terbagi menjadi dua dengan pembatas Formasi Array, pencahayaan menggunakan Formasi juga.
Wilayah penjara bagi mayat hidup banyak sekali lubang selebar dua meter, tampaknya mayat hidup berusaha mencari jalan keluar dengan cara menggali tanah. Sesuai dengan perkataan Guang Liem, dimana tempat penjara bagi mayat hidup sangat tandus dan tidak ada satupun pepohonan, tapi banyak tanaman beracun yang sudah berevolusi.
Berbeda jauh dengan wilayah Istana Giok, dimana ada pepohonan yang sengaja dibudidayakan, ladang sayuran, air bersih yang mengalir dan bisa dikatakan tidak jauh berbeda dengan dunia atas.
Istana Giok sesuai namanya, dindingnya terbuat dari batu giok berwarna hijau muda, kecuali dinding pertahanan yang terbuat dari batu pualam tebal. Ternyata masih ada Keluarga Besar Guang yang tinggal di dunia bawah tanah, mereka hidup normal dan sudah terbiasa hidup dekat dengan mayat hidup.
Guang Liang segera menemui keluarganya. Kedatangan Guang Liem dan rombongannya diketahui oleh mayat hidup dan dengan cepat mereka berdatangan, karena dekat dengan dinding Formasi. Banyak juga yang keluar dari lubang dan berhenti di depan dinding Formasi sambil melihat mangsa.
Fisik mayat hidup tidak jauh beda dengan zombie, walaupun cacat masih bisa bergerak, mayat hidup itu adalah jenis Zi Zong, Bai Zong, Luse Zong, Mao Zong dan terlihat sebagai mayat hidup akan berevolusi menjadi jenis Fei Zong.
Selain Tian Zhi, Guang Liem, Guang Liang dan keluarganya yang tidak terkejut melihat mayat hidup, berbeda dengan He Hua dan yang lainnya, mereka bergidik ngeri melihat penampilan mayat hidup yang menyeramkan dan aneh.
Mayat hidup melihat banyak manusia menjadi beringas dengan mengendor dinding Formasi dan membuat semua wanita bergerak mundur. Mayat hidup yang menjadi beringas dikarenakan lama tidak mendapatkan makan.
Tian Zhi tersenyum melihat reaksi istrinya. "Mereka hanya mayat hidup yang tergolong lemah... Kecuali... Kalian lihat mayat hidup itu yang bisa melompat dan mendarat dengan perlahan, mayat itu akan berevolusi menjadi jenis Fei Zong dan bisa terbang," katanya sambil menunjuk mayat hidup yang melompat dan mendarat dengan perlahan.
Guam Liem terkejut dengan pengetahuan Tian Zhi, dengan rasa penasaran dia bertanya, "apa kamu pernah melawan mayat hidup dan bagaimana kamu tahu tentang mereka?"
Tian Zhi tidak segera menjawab, dia berjalan mendekati dinding Formasi dan diikuti oleh semua orang. Saat dekat dengan dinding Formasi Tian Zhi berhenti sambil menunjuk ke mayat hidup yang berkulit putih (Bai Zong).
"Ini adalah mayat hidup jenis Bai Zong, kalian pelajari ciri-ciri mereka. Itu adalah Luse Zong dan tubuhnya beracun, lihat warna hijau yang keluar dari tubuhnya itu adalah racun, karena itu aku meminta kalian menyiapkan Pil Detoksifikasi Racun...," Tian Zhi membeberkan kemampuan dan kelemahan mayat hidup kepada semua orang.
Karena pengalamannya melimpah dan sering melawan mayat hidup hingga pernah memusnahkannya, penjelasan Tian Zhi seperti seorang guru dan sangat mudah dipahami. Semua orang mendengar dan mempelajari ciri-ciri mayat hidup.
"... Fei Zong memiliki tulang sekuat besi dan memiliki kekuatan... Holy Dao. Mudah kalian mengalahkannya walaupun memiliki tulang yang kuat." Akhirnya Tian Zhi selesai menjelaskan panjang lebar, lalu dia membalikkan badan untuk melihat istrinya.
"Karena mereka belum ada yang bisa terbang, gunakan kapal angkasa!" saran Tian Zhi agar istrinya tidak susah payah melawan mayat hidup.
He Hua dan semua orang mengangguk paham. Lalu Zhu Rong bertanya kepada Guang Liem, "bagaimana kita bisa keluar dari dinding Formasi?"
Guang Liem mengeluarkan sebuah plat besi yang diukir dengan simbol-simbol Formasi, lalu dia menjawab, "dengan plat Formasi ini, kita bisa keluar masuk melewati dinding Formasi. Tapi aku tidak punya banyak!" Ada rasa malu tidak bisa memberikan banyak plat Formasi untuk saudarinya, sebab keterbatasan sumber daya.
"Tidak masalah, 12 plat Formasi untuk setiap kapal angkasa!" sahut He Hua dan Guang Liem membagikan plat Formasi.
Tian Zhi hanya melihat istrinya tanpa ada niat untuk membantu mereka melewati dinding Formasi, baginya dinding Formasi setingkat Dewa Emas mudah dihancurkan.
"Apa kalian tidak beristirahat dulu!" tegur Guang Liang yang telah menemui keluarganya untuk menceritakan tujuannya datang ke dunia bawah tanah. Keluarga Besar Guang yang tinggal di dunia bawah tanah juga mengikutinya.
"Tidak, Paman. Kita ingin selesai ini sesegera mungkin, nanti setelah semuanya beres," ujar Jian Nuwa yang ingin menjadi mayat hidup bahan latihan Pasukan Phoenix.
Segera He Hua mengeluarkan Kapal Angkasa Kaisar Api Asyura dan diikuti oleh saudarinya. Dua belas kapal angkasa berjajar rapi dan semua wanita segera naik. Tian Zhi mengeluarkan Pasukan Phoenix dari cincin dimensi, dan mereka naik ke kapal angkasa.
"Hati-hati!" pesan Tian Zhi yang tidak ikut berpartisipasi dalam memuaskan mayat hidup.
"Tenang saja, kita bisa mengatasinya!" jawab He Hua sambil mengangkat plat Formasi yang bersinar.
Swosh... Swosh
Dua belas kapal angkasa melesat ke luar dari dinding Formasi dan semua Pasukan Phoenix melepaskan pukulan jarak jauh ke bawah. Suara ledakan energi membuat dunia bawah tanah menjadi bisik dan memekakkan telinga.
"Bagaimana ceritanya penduduk Kekaisaran Giok tidak bisa mengantisipasi mayat hidup? Bukannya kekuatan kalian jauh di atas mayat hidup!" tanya Tian Zhi yang sebenarnya heran Kaisar Giok tidak mampu mengalahkan mayat hidup yang tergolong lemah.
Guang Liem dan keluarganya menghela nafas berat dan terlihat ada beban yang mengganjal di hati. Malu ingin bercerita tentang sejarah leluhurnya.
"Leluhur kami memang bijak, cerdas dan juga teliti... Sayangnya, nilai lebih ada juga kurangnya, dimana beliau terlalu sayang dengan istrinya yang tidak jelas akan asal usulnya...," Guang Liem pun menceritakan bagaimana Kaisar Giok tidak mampu mengalahkan mayat hidup.
Semasa Kaisar Giok masih muda, tepatnya usia 27 tahun, dia bertemu dengan seorang wanita cantik berwajah pucat dan terlihat lemah, wanita itu yang bernama Jiang Chen Mei.
Jiang Chen Mei mengaku dikejar oleh musuh keluarganya hingga tersesat di Alam Mahadewa, semua keluarganya telah dimusnahkan oleh seseorang yang katanya adalah Dewa Binatang.
Jiang Chen Mei mengatakan jika Dewa Binatang itu sangat kejam dan tanpa alasan memusnahkan seluruh keluarganya yang tinggal di Benua Cahaya, letaknya sangat jauh dari Alam Semesta Aurora.
Karena kecantikan Jiang Chen Mei, Kaisar Giok menikahinya dan menjadi selir yang ke-230. Kaisar Giok sangat menyayangi Jiang Chen Mei melebihi ratu dan semua istrinya.
Apakah Ratu Giok dan para selir marah? Anehnya tidak ada yang iri dan marah kepada Jiang Chen Mei yang mendapatkan kasih sayang dari Kaisar Giok, sebab Jiang Chen Mei telah meracuni semua istri Kaisar Giok dengan menggunakan racun cacing Gu, dimana korbannya bisa dikendalikan pemilik racun cacing Gu.
Dengan dikendalikannya ratu dan semua selir Kaisar Giok, perlahan Jiang Chen Mei meracuni hampir seluruh Keluarga Besar Guang, termasuk Kaisar Giok yang perlahan dan secara bertahap di racuni.
Baru setelah hampir menguasai orang-orang penting dalam Istana Giok, Qing Guozhi mengirimkan sepuluh mayat hidup untuk melancarkan aksinya yang telah direncanakan oleh Jiang Chen Mei.
Kaisar Giok yang telah diracuni masih mampu mengendalikan diri agar tidak dikendalikan oleh Jiang Chen Mei, dia yang telah gagal menjadi seorang pemimpin segera bertindak, dengan mengiring Jiang Chen Mei menuju ke dunia bawah tanah, termasuk seluruh mayat hidup yang telah menginfeksi banyak penduduk wilayah Kekaisaran Giok.
"... Saat berhasil mengiring Jiang Chen Mei ke dunia bawah tanah, baru leluhur kita mengetahui jika Jiang Chen Mei berasal dari Ras Mayat Hidup Kasta Raja, putri dari Raja Mayat Hidup yang berasal dari Benua Cahaya...," sambung Guang Liem setelah menarik nafas dan kembali bercerita.
Karena sudah terkena racun cacing Gu, Kaisar Giok tidak bisa membunuh Jiang Chen Mei dan terpaksa mengurungnya di dalam Istana Giok bersama dengan dirinya. Hingga kini tempat penjara bagi Jiang Chen Mei tidak ada yang pernah memasukinya.
Semua Keluarga Besar Guang juga tidak tahu apakah Kaisar Giok telah meninggal atau keduanya sama-sama tewas, sebab tempat penjara bagi Jiang Chen Mei dan Kaisar Giok sangat tertutup serta sulit dibobol.
Sontak Tian Zhi terkejut mendengar sejarah Kaisar Giok, dia tidak menyangka Ras Mayat Hidup di Benua Cahaya masih ada yang lolos, dia langsung menebak jika ini ada hubungannya dengan Master Wei Yan musuh abadinya.
Saat mendengar nama Jiang Chen, Tian Zhi langsung mengetahuinya, sebab Jiang Chen adalah leluhur mayat hidup. Dan, dia menebak jika Jiang Chen Mei adalah keturunan Jiang Chen. Ayah Jiang Chen Mei adalah Raja Mayat Hidup.
"Antar aku ke tempat Jiang Chen Mei dikurung bersama Kaisar Giok!" pinta Tian Zhi dengan nada serius, dia ingin segera mengetahui sosok Jiang Chen Mei dan juga Kaisar Giok.
"Mari."
Guang Liem dan ayahnya segera memimpin Tian Zhi menuju ke dalam Istana Giok, tinggal Keluarga Besar Guang yang masih menonton Pasukan Phoenix menghancurkan banyak mayat hidup.
Saat berada di depan pintu istana yang juga terlindungi Formasi, Guang Liem berbicara, "sejak saat itu, istana ini tidak pernah dimasuki oleh siapapun, ini adalah pertama kalinya. Aku harap, duplikat stempel Giok ini bisa membuka pintu Istana Giok!"
"Berarti Jiang Chen Mei dan Kaisar Giok berada di dalam?" tanya Tian Zhi, sebab dia pikir didalam istana ada ruang bawah tanah lagi yang dijadikan tempat penjara.
"Benar, Yang Mulia! Saya sebenarnya khawatir jika leluhur kita telah dikendalikan oleh Jiang Chen Mei, beliau memiliki kekuatan tingkat Sang Void level 85!" jawab Guang Liang.
"Kalian jangan khawatir! Tetap disini dan hanya aku yang masuk!" pinta Tian Zhi dan tiba-tiba menghilang dari hadapan Guang Liem dan ayahnya.
Mereka berdua mencari keberadaan Tian Zhi dan tidak menemukannya. Jelas mereka tidak tahu, sebab Tian Zhi berubah menjadi udara dan telah masuk ke dalam Istana Giok.
"Suamimu selalu mengejutkan ku! Apakah dia bisa masuk tanpa membuka pintu?" tanya Guang Liang sambil melihat pintu istana yang terlindung oleh Formasi.
"Aku tidak tahu! Kita tunggu saja disini!" jawab Guang Liem dan membalikkan badan untuk melihat Pasukan Phoenix yang masih terus melepaskan serangan.