
Chapter 242. Badai Salju Di Kota Qingshan.
Tian Zhi melihat dan mendengar obrolan Zhi Jingying dan dua penguasa, segera dia mengabarkan kepada kedua jenderalnya yang masih berada di Kerajaan Guang.
"Paman, jaga ketat sumber mata air yang ada di wilayah Kerajaan Guang, akan ada yang mau meracuni. Kabarkan juga kepada Guang Liem untuk waspada dengan adanya propaganda yang akan terjadi!"
Peringatan Tian Zhi segera direspon oleh Ma Xiu dengan memberikan balasan.
"Laksanakan, Yang Mulia. Lapor! Semua pemberontak telah berhasil kita amankan, termasuk kekayaan mereka telah kita sita. Sebagian Patriark Klan melarikan diri ke Alam Keabadian, apakah kita perlu mengejar mereka?"
Tian Zhi mendengar balasan Ma Xiu, lalu dia segera menjawabnya, "tidak perlu! Yang terpenting, amankan sumber mata air dan jangan sampai diracuni!" Setelah berkomunikasi dengan Ma Xiu, dia menyimpan Siput Penghantar Suara.
"Pantas kalian begitu gigih untuk menguasai Kekaisaran Song, ternyata ...!" gumamnya, lalu Tian Zhi tersenyum tipis.
Akhirnya Tian Zhi mengetahuinya rencana Dewa Surya dan Dewa Air, dia tidak menyangka tujuannya mencari Kitab Asal Muasal Alam Semesta telah dipermudah.
"Istana Giok ... Menarik untuk diselidiki penyebab hilangnya kekaisaran Giok...," kembali Tian Zhi bergumam.
Dia menebak, wabah mayat hidup yang dimaksud oleh mereka adalah Ras Mayat Hidup, dan memang tempat tinggal mereka berada di dunia bawah tanah. Di kehidupannya dulu saat menjadi Dewa Binatang, Tian Zhi sering bertarung dengan Ras Mayat Hidup, bahkan memusnahkannya.
Tian Zhi tidak menyangka di kehidupannya yang sekarang harus kembali berurusan dengan Ras Mayat Hidup.
Disaat Tian Zhi akan keluar dari bak mandi, Siput Penghantar Suaranya bergetar, dia segera mengeluarkannya dan mengalirkan energi spiritual ke dalam alat komunikasi.
"Sayang, aku mendapatkan informasi dari paman Ma, apakah benar?"
Ternyata Guang Liem yang berkomunikasi dengan Tian Zhi. Setelah Ma Xiu mendapatkan tugas dari Tian Zhi, dia segera mengabarkan kepada Guang Liem dan seluruh pasangan Dao kaisar-nya.
"Benar. Dewa Surya dan Dewa Air ingin meracuni sumber mata air di wilayah mu, tujuan mereka kamu sudah tahu pasti. Oh iya Apa kamu mengetahui sejarah Kaisar Giok?" jawab Tian Zhi dan bertanya balik, dia ingin mempelajari sejarah masa lalu.
Tidak mendapatkan jawaban dari Guang Liem, Tian Zhi kembali menyimpan Siput Penghantar Suara, lalu dia berpakaian dan keluar dari kamar mandi.
Tian Zhi melihat Qing Huan masih tertidur pulas, lalu keluar dari kamar dan menuju pusat kendali kapal angkasa. Tian Zhi terkejut melihat Kota Qingshan terselimuti salju tebal.
Segera dia keluar dari anjungan kapal dan melihat Formasi Perlindungan tidak terpengaruhi oleh salju. Lalu Tian Zhi melihat Chi Eh-Meh, Jian Nuwa dan yang lainnya sedang memanggang daging segar serta beberapa ikan. Dia bergabung dengan mereka dan disambut dengan suka cita oleh istrinya.
"Sejak kapan ada salju di sini?" tanya Tian Zhi kepada Jian Nuwa.
"Sejak kamu berkultivasi ganda dengan Qing Huan!" sahut Shang Mei yang terlihat cemburu.
Suara lenguhan keras Qing Huan jelas terdengar hingga keluar dari kapal angkasa. Jian Nuwa dan yang lainnya sebenarnya ingin bergabung, berhubung Qing Huan baru pertama kali berkultivasi ganda, mereka mengurungkan niat untuk memberikan kesempatan kepadanya.
Dan, ketika Tian Zhi dan Qing Huan sedang berkultivasi ganda, turunlah salju yang terhitung lebat dan ini merupakan hal yang baru terjadi di Kota Qingshan. Tian Zhi menduga, jika ledakan bola energi elemen es yang menjadi pemicunya.
Setelah ledakan itu, atmosfer atau awan menjadi membeku secara perlahan, kemudian membentuk kristal padat dan tersapu oleh angin, terjadilah salju seperti hujan yang menutupi Kota Qingshan.
"Kenapa kalian tidak bergabung saja, aku mampu mengatasi kalian semua!" goda Tian Zhi sambil menerima suapan daging panggang dari Cheng Bai.
Wajah-wajah mereka seketika menjadi merah karena malu dan tidak ada yang membalas ucapan Tian Zhi, sebab mereka tahu jika dibalas suaminya makin terus menggoda.
"Apakah pertandingan akan terus dilanjutkan jika hujan salju masih terus turun?" tanya Cheng Yen mantan wakil Balai Formasi Array Perguruan Phoenix Surga.
"Iya, akan terus berlanjut. Mungkin pertandingan tidak diadakan di colloseum lagi, tapi di Paviliun Pil Langit!" tebak Tian Zhi jika hujan salju turun dan makin lebat.
Meramu pil diluar ruangan jelas memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi, harus mampu berkonsentrasi dengan banyaknya suara-suara menggangu, belum lagi gangguan yang tak terduga seperti yang baru dialami.
Jika hujan salju turun seperti saat ini, maka akan menganggu dalam proses pembuatan pil, panas yang seharusnya cukup menjadi berkurang karena hawa dingin, dan itu membuat Alkemis lebih ekstra mengeluarkan kekuatan jiwa dan kendali pada api.
"Tapi, semua tergantung Dewi Alkemis, jika dia meminta untuk tetap berlanjut di colloseum, aku juga tidak masalah!" imbuhnya, lalu menerima suapan daging dari Jian Nuwa.
Lalu Tian Zhi melihat ke atas dan wajahnya menjadi serius, dimana dia merasakan dingin makin meningkat. Semua wanita juga melihat ke atas dan terlihat angin disertai salju membentuk pusaran, tanda akan terjadi badai.
"Persiapkan tempat untuk para pengungsi, atur kapal angkasa berjajar rapi. Jika aku tidak mampu menghilangkan badai salju, segera arahkan penduduk ke tempat Formasi Perlindungan! Paman, pimpinan Pasukan Phoenix!" perintah Tian Zhi kepada Hei Bao dan semua istrinya.
He Hua segera membantu Hei Bao untuk mengatur Pasukan Phoenix dan bersiap-siap untuk membantu para penduduk Kota Qingshan, terutama bagi anak-anak dan orang tua yang diprioritaskan.
Sedangkan Tian Zhi telah terbang ke langit untuk menghentikan badai salju, dia terbang hingga ketinggiannya diatas pusaran badai salju yang akan terbentuk.
Penduduk Kota Qingshan awalnya senang dengan adanya hujan salju, terutama anak-anak yang bermain dengan riang, membuat bola salju dan saling melempar. Namun, lambat laun cuacanya makin dingin dan membuat tubuh mereka yang tidak berkultivasi mudah kedinginan.
Semua orang kebingungan karena tidak ada persiapan dalam menghadapi cuaca dingin seperti saat ini, karena selama ini Kota Qingshan tidak pernah terjadi hujan salju.
He Hua dan Pasukan Phoenix melihat ke langit, dimana suaminya sedang menggunakan elemen andalannya, yaitu Api Suci Petir Asyura untuk menghancurkan badai salju yang akan terbentuk. Awan hitam mulai berkumpul dan bercampur dengan awan putih, petir pun keluar dari awan hitam dan mulai menyambar pusaran badai salju.
Duke Qing Fei datang bersama beberapa orang penting, lalu He Hua menemui mereka bersama Hei Bao. Duke Qing Fei meminta ijin untuk menggunakan Formasi Perlindungan sebagai tempat pengungsian bagi penduduk Kota Qingshan.
"Tidak masalah! Kita juga akan bantu penduduk menuju ke tempat ini," kata He Hua dan melihat Hei Bao, "Paman, pimpinan pasukan Phoenix!" lanjutnya dengan memberikan perintah.
"Laksanakan, Yang Mulia Ratu."
Duke Qing Fei bernafas lega dan mengucap rasa terima kasih kepada He Hua, lalu dia bersama rombongannya kembali terlebih dahulu untuk mengabarkan kepada penduduk kota untuk mengungsi.
Nyonya Ying alias Zhi Jianying si Dewi Seribu Wajah melihat Tian Zhi yang terbang tinggi, dia tersenyum dan segera merubah penampilannya seperti saat berkultivasi ganda dengan Tian Zhi. Zhi Jianying terbang menuju ke arah Tian Zhi.
Dewi Alkemis, Zhi Yinping dan Zhou Qionglin melihat seseorang wanita cantik mendekati Tian Zhi.
"Apa yang akan dia dilakukan?" tanya Dewi Alkemis yang khawatir jika berniat buruk kepada Tian Zhi disaat lengah, Zhi Yinping juga ikut khawatir hal buruk terjadi padanya.
"Aku curiga ada seseorang yang berniat untuk menghentikan pertandingan ini! Tapi siapa dia?" timpal Zhou Qionglin yang selalu memikirkan pelaku yang menyerang dengan bola energi elemen es dan memicu apa yang sedang terjadi saat ini.
Tidak hanya Zhou Qionglin saja yang bertanya-tanya siapa pelakunya. Sayangnya, tidak ada satupun yang bisa menjawab apalagi mengetahui pelakunya.
Namun ada yang mencurigakan, dimana Patriark Klan Xu dan rombongannya tiba-tiba meninggalkan Balai Kota Qingshan semenjak kejadian bola energi elemen es. Sedangkan Patriark Klan Zhi dan rombongannya juga telah kembali ke Alam Keabadian. Dari pihak Istana Surgawi juga sama, mereka segera meninggalkan Kota Qingshan.
Perginya mereka jelas membuat kecurigaan bagi Duke Qing Fei dan banyak orang, sebab mereka tampak tergesa-gesa meninggalkan Kota Qingshan, seperti ketakutan setelah serangan bola energi elemen es. Banyak orang mencurigai jika tiga kekuatan itu pasti mengetahui pelakunya. Sayangnya, tidak ada yang berani bertanya kepada mereka.
Kembali ke Tian Zhi, dimana dia mengendalikan Api Suci Petir Asyura untuk menghancurkan pusaran badai salju, suara petir menggelegar sangat keras saat mengenai sasarannya. Namun anehnya, pusaran badai salju tidak hancur.
Tian Zhi juga meningkat kekuatan panas Api Suci Petir Asyura, tapi sekali lagi gagal, apinya kalah telak. Disaat pusaran badai salju terkena Api Suci Petir Asyura, apinya seperti tersiram air dan petir seolah-olah melewati asap. Benar-benar membingungkan Tian Zhi.
"Sangat aneh dengan badai salju ini!" gumam Tian Zhi sambil berpikir keras untuk menyelesaikan masalah ini.
Zhi Jianying muncul di belakang Tian Zhi, dia ingin sekali memukulnya, tapi hatinya merasa sakit dan dada sesak, seakan-akan ada yang menghentikannya untuk melukai Tian Zhi.
Tian Zhi tidak kaget dengan kemunculan Zhi Jingying, dia membalikkan badan dan langsung bertanya, "apakah kamu tahu penyebab semua ini?"
Zhi Jianying yang linglung memikirkan kondisinya menjadi tersadar dan segera bergerak mundur, dia khawatir jika terpengaruhi aroma feromon afrodisiak.
"Apa ... Hmm!" Zhi Jianying ingin membentak Tian Zhi, tapi tiba-tiba dadanya seakan-akan tertusuk jarum dan mengurungkan niatnya.
"Apa yang kamu lakukan padaku?" tanya Zhi Yinping dengan nada lembut dan seketika rasa sakitnya menghilang.
"Bukannya kamu ingin menjadi pasangan Dao ku dan doamu telah dikabulkan oleh Alam Semesta!" jawab Tian Zhi.
Zhi Jianying menunduk karena malu, dia masih ingat dengan jelas ucapannya sendiri. "Apa benar Alam Semesta mengabulkan ucapan ku, sehingga aku tidak boleh menyakitinya?" batinnya dan menatap Tian Zhi dengan banyak pemikiran.
"Apakah kamu tahu penyebab kejadian hari ini?" tanya Tian Zhi sekali lagi sambil mendekati Zhi Jianying.
Zhi Jianying bergerak mundur dan waspada dengan aroma feromon afrodisiak, lalu dia membuat dinding tebal untuk melindungi diri.
Tian Zhi tersenyum tipis dan mendekati dinding es sambil berkata, "kenapa tidak dijawab? Jangan-jangan kamu pelakunya!" tuduhannya yang disengaja.
"Bukan! Aku tidak pernah melakukan tindakan pengecut seperti mu!" jawab Zhi Yinping dengan ketus, dia tidak terima dengan kelicikan Tian Zhi yang menggunakan aroma feromon afrodisiak untuk mengalahkannya.
Tian Zhi menghela nafas berat saat tidak mendapatkan jawaban, lalu dia melihat pusaran badai salju dibawahnya. "Hanya itu satu-satunya jalan untuk menghilangkan badai salju!" batinnya yang akan menggunakan metode yang pernah digunakan sewaktu di Benua Permata Hitam.