Trigrams Chaos

Trigrams Chaos
Chapter 28. Dibelikan Villa.


Chapter 28. Dibelikan Villa.


Setelah menanggalkan jubah khusus Alkemis, Xiang Tianzhi merasakan naluri binatang muncul, dan baru sadar jika jubahnya mampu meredam naluri kebinatangan. Pantas setiap dia berjalan semua wanita tidak seperti binatang buas yang ingin berhubung intim.


Akhirnya Xiang Tianzhi mendapatkan solusi, segera Xiang Tianzhi memeriksa jubahnya untuk dipelajari, dan membuat Li Yenny yang ikut mandi tersenyum. Li Yenny segera menjelaskan jika jubah khusus alkemis dibuat dengan berbagai bahan yang mahal dan langka, mampu menutupi aura, dan melindungi dari panas api saat meramu.


Saat menjelaskan, Li Yenny mencium bau feromon afrodisiak dan membuat diri menjadi binatang buas. Li Yenny langsung memeluk Xiang Tianzhi dan mencium dengan ganas, Xiang Tianzhi pun menyambutnya.


Dengan posisi berdiri, Xiang Tianzhi mengangkat kaki kiri Li Yenny, agar tongkatnya bisa masuk ke dalam lembah surga Li Yenny. Li Yenny yang paham segera memegang tongkat dan memasukkan dengan tergesa-gesa, apalagi lembah surganya telah basah mengeluarkan cairan.


Li Yenny melolong keenakan saat kekasihnya dengan kasar memasukkan seluruh tongkat, hingga membuat tubuh Li Yenny bergetar hebat tanda dia telah mencapai puncak.


Setelah membuat Li Yenny pingsan, Xiang Tianzhi segera mandi dan rencana berikutnya menemui Chevalier Wu Jing Quo. Xiang Tianzhi keluar dari kamarnya dengan menggunakan jubah Alkemis. Saat keluar Xiang Tianzhi melihat Wu Liqin, dia teringat jika wanita itu salah satu peserta ujian.


Wu Liqin tampak gelisah dengan berjalan mondar-mandir di depan kamarnya, kamarnya bersebelahan dengan orang tuanya. Wu Liqin melihat Xiang Tianzhi dan kegelisahan berubah menjadi kegembiraan dan buru-buru menghampiri Xiang Tianzhi yang berjalan kearahnya.


"Kamu juga menginap disini?" tanya Xiang Tianzhi.


"Iya, ini kamar kedua orang tuaku, dan itu kamarku!" jawab Wu Liqin dengan manja dan tersenyum genit setelahnya, dia menunjukkan kamar di sebelah kamar Xiang Huifen.


Kini baru tahu jika Wu Liqin adalah putri wanita yang telah dia buat pingsan, Xiang Tianzhi tersenyum karena tiba-tiba mendapatkan ide untuk memanfaatkan ibu dan anaknya untuk menggulingkan Kerajaan Xiang.


"Chevalier Wu Jing Quo telah menunggumu," kata Wu Liqin yang dengan bangga menyebutkan lengkap nama ayahnya, dengan tubuhnya yang menunjukkan tanda cemas, bergerak secara acak.


"Ya aku tahu, ayo segera kita temui mereka!" ajak Xiang Tianzhi yang ingin tahu apa tujuan Chevalier Wu Jing Quo yang mengundangnya.


Segera Wu Liqin membuka pintu kamar kedua orang tuanya dan segera masuk, Xiang Tianzhi mengikutinya dan melihat Chevalier Wu Jing Quo yang tampak sibuk dengan banyak berkas di depannya. Sedangkan Xiang Huifen duduk bersila, tampaknya sedang berkultivasi. Xiang Tianzhi tersenyum tipis saat tahu kedua orang itu berpura-pura.


Wu Jing Quo melihat kedatangan putrinya bersama Grand Master Tian Zhi, dia segera membereskan dokumen di meja. Xiang Huifen membuka mata saat tahu orang yang ditunggu-tunggu telah datang, dia tersenyum indah melihat kekasih gelapnya.


"Ayah Ibu, Grand Master Tian Zhi ada disini," kata Wu Liqin yang kedua orang tuanya tahu tetap saja memberitahukan.


'Sandiwara kalian terlalu buruk!' batin Xiang Tianzhi melihat reaksi mereka yang ambigu.


"Selamat datang Grand Master Tian Zhi, maaf malam-malam mengundang Anda, saya tidak menyangka kita bersebelahan!" ucap Chevalier Wu Jing Quo dan tertawa renyah, dia mengulurkan tangan kanan, "saya Chevalier Wu Jing Quo di Kota Handan."


"Panggil saja Tian Zhi, tidak usah terlalu sopan, Chevalier Wu Jing Quo," balas Xiang Tianzhi sambil menjabat tangan Chevalier Wu Jing Quo.


"Ternyata kita bersebelahan dengan seorang pria jenius Alkemis! Perkenalkan, saya Chevalieress Xiang Huifen ibu dari Wu Liqin!" Xiang Huifen membungkuk sedikit lebih rendah, hingga terlihat belahan buah kenyal yang masih terlihat banyak tanda merah, tanda merah yang dibuat oleh Xiang Tianzhi.


Xiang Huifen menggunakan pakaian yang menggoda pria, pakaian atas sedikit kendor dengan belahan dada terbuka, pakaian bawah panjang menutupi tumit tapi dengan belahan paha yang terbuka, pakaian lengan pendek.


(Chevalieress adalah nama gelar untuk istri Chevalier. Misal Emperor - pria, Empress - wanita)


Xiang Tianzhi tersenyum dan membalas dengan sedikit membungkuk, dia juga menyebutkan namanya. "Tian Zhi, Nyonya."


Sengaja Xiang Tianzhi memangil Xiang Huifen dengan sebutan 'Nyonya', sebab saat ini bukan pada acara formal. Chevalier Wu Jing Quo dan Xiang Huifen mengangguk, mereka mengagumi sikap Xiang Tianzhi, seseorang yang berasal dari Benua Bintang yang tampak tidak sombong seperti yang mereka berdua ketahui.


"Silakan duduk Grand Master Tian Zhi."


Kemudian, keempat orang duduk, Xiang Tianzhi duduk bersebelahan dengan Wu Liqin dan berhadapan dengan orang tuanya. Xiang Huifen duduk miring yang memang disengaja agar Xiang Tianzhi melihat pahanya.


"Saya minta maaf telah menggangu waktu istirahat Anda! Sebenarnya saya sebagai Ayah tidak bisa memberikan pengetahuan tentang alkimia pada Putriku, jika Grand Master Tian Zhi berkenan, tolong bimbingan Wu Liqin agar memiliki prestasi seperti Grand Master Tian Zhi!" alasan Chevalier Wu Jing Quo mengundang Xiang Tianzhi.


Xiang Tianzhi tersenyum dan menatap mata Wu Jing Quo. "Hal sepele! Tapi, persyaratan ku sangat tinggi ... Anda tahu profesi Alkemis membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit ... !" jelasnya, yang mudah dimengerti oleh kedua orang tua Wu Liqin.


Wu Liqin sangat senang begitu mudahnya Xiang Tianzhi menerima dirinya menjadi murid. Jika menjadi murid Xiang Tianzhi, Wu Liqin bisa lebih dekat dengannya, selain itu segala pengetahuan dia akan dapatkan, statusnya bisa naik cepat dan lebih tinggi dari gelar bangsawan, apalagi menjadi pasangan seseorang Alkemis.


Ya, tujuan utamanya menjadikan Xiang Tianzhi suami, dengan begitu status keluarga Wu juga naik, dan pamor ayahnya juga bisa melejit, itu juga berdampak dengan mudah ayahnya naik jabatan menjadi Baronet dan seterusnya.


"Saya pribadi yang akan mendampingi Wu Liqin agar tidak bermalas-malasan, dan saya juga akan mencatat apa yang menjadi kebutuhan Grand Master Tian Zhi dalam membimbing Wu Liqin." sambung Xiang Huifen.


Tok... Tok... (pintu diketuk)


"Chevalier Wu Jing Quo, saya Nobel Liqin Jiancheng."


Di saat pembicaraan, pintu kamar diketuk oleh penguasa Kota Donggi, dan membuat Chevalier Wu Jing Quo sedikit kesal.


"Grand Master Tian Zhi, maafkan saya tidak bisa menemani Anda, ini terkait acara besok yang akan dihadiri Kaisar Pill, jadi saya dengan terpaksa meninggalkan Anda. Istri saya dan Wu Liqin yang akan menemani Anda!" sesal Chevalier Wu Jing Quo yang malu telah mengundang Xiang Tianzhi tapi dia tidak bisa menemani.


"Tidak masalah, saya mengerti!" jawab Xiang Tianzhi.


Segera Chevalier Wu Jing Quo meninggalkan Xiang Tianzhi bersama istri dan putrinya. Saat membuka pintu, Nobel Li Jiancheng melihat Xiang Tianzhi, dan buru-buru ingin masuk untuk menyapa, tapi dia dicegah Chevalier Wu Jing Quo.


Segera Chevalier Wu Jing Quo menutup pintu kamarnya, dengan mata melototi bawahannya. Ya, status Nobel Li Jiancheng dibawah Chevalier Wu Jing Quo, jadi Nobel Li Jiancheng hanya menghela nafas tak berdaya, jika dulu dia tidak meremehkan Xiang Tianzhi, mungkin dirinya bisa dekat dengan Grand Master Tian Zhi, tapi nasi sudah menjadi bubur.


Melihat suaminya sudah pergi, buru-buru Xiang Huifen berdiri dan duduk disebelah Xiang Tianzhi. Wu Liqin yang tahu langsung cemberut begitu agresif ibunya ketika tidak ada ayahnya, dia pun tidak mau kalah, dengan merapatkan tubuhnya pada lengan Xiang Tianzhi.


Kulit lengan kanan dan kiri Xiang Tianzhi yang tersentuh dada dua wanita, membuat tongkatnya terbangun dan berdenyut-denyut.


"Saya lepaskan jubah dulu, disini ternyata agak gerah!" alasan Xiang Tianzhi, yang sebenarnya ingin menghisap Energi Yin murni Wu Liqin, dan Energi Yin Xiang Huifen yang sudah tidak murni lagi.


"Saya bantu."


Dengan kompak ibu dan anak membantu melepaskan jubah Alkemis milik Xiang Tianzhi, dan membuka Xiang Tianzhi tersenyum. Seketika kedua wanita itu mencium bau wangi feromon afrodisiak dari tubuh Xiang Tianzhi, dan membuat kedua wanita muda dan dewasa berubah menjadi wanita nakal.


Xiang Huifen melihat tonjolan di balik pakaian Xiang Tianzhi yang berlapis, tanpa sadar tangannya menyentuh tongkat Xiang Tianzhi. Wu Liqin juga seperti ibunya, dia langsung mencium bibir Xiang Tianzhi, ciuman yang tidak berpengalaman.


"Lepaskan dulu pakaian kalian!" perintah Xiang Tianzhi kepada kedua wanita disebelahnya.


Dengan segera mereka melakukan apa yang diperintahkan seperti terhipnotis, kedua wanita itu menanggalkan pakaian, nafas mereka memburu, tatapan mereka terus pada tongkat Xiang Tianzhi yang sudah terlihat.


Xiang Tianzhi berdiri dan menuju tempat tidur, ketika kedua wanita itu sibuk menanggalkan pakaian, dia tidur terlentang dan menunggu kedua korbannya. Wi Liqin yang sudah melepaskan pakaiannya, dia langsung berlari dan menerjang Xiang Tianzhi, mencium bibir Xiang Tianzhi dan menempatkan lembah surganya yang basah pada tongkat.


Xiang Huifen tidak mau kalah, dia mendorong putrinya, tapi Wu Liqin tidak mau dan memonopoli tongkat Xiang Tianzhi dengan memasukkan pada lembah surganya dengan kasar. Lolongan Wu Liqin ketika lembah surganya terbelah kepala tongkat.


Sedangkan Xiang Huifen hanya bisa berciuman sambil duduk di perut Xiang Tianzhi dengan punggung membelakangi putrinya.


Wu Liqin segera menahan tubuhnya dengan kedua tangan bertumpu pada pinggang ibunya.


"Ahh!!" Wu Liqin menjerit kesakitan saat seluruh tongkat dengan kasar menghancurkan kesuciannya, darah segar mengalir membasahi tongkat, rasa sakit bercampur nikmat, tampaknya Wu Liqin juga seorang masokis seperti ibunya.


Xiang Tianzhi menyerap Energi Yin murni milik Wu Liqin dan mengumpulkan di dalam dantian-nya, saat Wu Liqin mencapai puncak. Tanpa memberikan Wu Liqin merasakan sensasi terbang ke langit ketujuh, Xiang Tianzhi menghentakkan pinggulnya hingga membuat Wu Liqin mencengkram pinggang ibunya hingga kukunya menancap di kulit.


Sekali lagi Wu Liqin mencapai puncak untuk ketiga kalinya hingga tubuhnya ambruk kebelakang. Xiang Huifen tidak tinggal diam melihat putrinya telah kalah, padahal baru sebentar, dia mengambil ahli tongkat Xiang Tianzhi yang masih berlumuran darah kesucian putrinya, tanpa perduli lembah surganya melahap tongkat Xiang Tianzhi.


Kini berganti Xiang Huifen yang melolong kenikmatan, saat merasakan lagi tongkat besar dan panjang menghancurkan rahimnya, pinggulnya dia putar ke kanan dan ke kiri, setiap putaran dia membuat tubuhnya bergetar hebat, tanda dirinya mencapai puncak langit ketujuh.


"Apa kamu merasakan lagi milik suamimu?" tanya Xiang Tianzhi yang ingin membandingkan dirinya dengan Wu Jing Quo.


Dengan nafas tersengal-sengal, Xiang Huifen menjawab. "Tidak terasa lagi semenjak lembah surgaku menjadi melar! Sayang, puaskan aku!" jawab Xiang Huifen dengan memohon untuk diberikan kepuasan lebih.


Xiang Tianzhi tertawa bangga dengan membanting tubuh Xiang Huifen disamping kirinya hingga terlentang "Dengan senang hati, hingga kamu tidak bisa hidup tanpa tongkat ku! Tapi, apa permintaanku sudah kamu penuhi?" tanya Xiang Tianzhi dengan memainkan kepala tongkatnya pada bibir lembah surga Xiang Huifen.


"Tolong masukan! Aku sudah membelikan Villa untukmu, setelah lelang aku akan mengantarmu!" mohon Xiang Huifen dan menjawab.


Xiang Tianzhi tertawa bahagia telah dibelikan villa dan langsung memberikan apa yang diinginkan oleh Xiang Huifen. Lolongan Xiang Huifen sangat keras hingga membuat putrinya terbangun, dan Wu Liqin kembali meminta jatah lagi, jelas dia tidak mau kalah dengan ibunya.